• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Administrasi Keuangan dan Pembiayaan

Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional nomor 20 Tahun 2013 ditegaskan secara jelas, bahwa pengadaan dan pendayagunaan sumber-sumber daya penddiikan dilakukan oleh pemerintah, masyarakat atau keluarga peserta didik. Berdasarkan kenyataan bahwa manfaat yang diperoleh dari hasil keuntungan (return benefit) atau

142

langsung mendapat keuntungan dari pendidikan itu bukanlah pemerintah saja, tetapi juga pihak lain seperti peserta didik itu sendiri, orangtua, dan masyarakat, maka tanggung jawab atas pembiyaan pendidikan menjadi beban bersama.

Menurut Roe L. Jhon (1971) dinyatakan bahwa, “Dimensi penerimaan mencakup berbagai sumber, baik pemerintah pusat daerah berupa pajak-pajak yang diperoleh dari setiap pemerintah”. Namun demikian persoalannya adalah bagaimana memperoleh dana yang memadai sesuai dengan kebutuhan, dan bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam tanggung jawanya akan pendidikan. Dalam usaha melaksanakan otonomi yang lebih besar, maka model Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) bisa dijadikan wahana partisipasi

masyarakat dalam ikut bertanggung jawab dalam pendidikan.139

Secara sederhana pengelolaan dana pendidikan itu mencakup dua aspek. yaitu.

1. Dimensi penerimaan atau sumber dana, dan 2. Dimensi pengeluaran atau alokasi dana.

Dimensi penerimaan antara lain bersumber dari; penerimaan umum pemerintah, penerimaan khusus pemerintah yang diperuntukan bagi pendidikan, iuran sekolah dan sumbangan-sumbangan masyarakat. Sedangkan dimensi pengeluaran meliputi pengeluaran

modal/capital atau anggaran pembangunan (capital

outlay/expenditure).140

Biaya pendidikan digolongkan dalam tiga jenis, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 Pasal 3 disebutkan sebagai berikut.

139Nanang Fattah dan Abubakar, “Pengelolaan Pendidikan.” Pengelolaan

Keuangan, 143

140Nanang Fattah dan Abubakar, “Pengelolaan Pendidikan.” Pengelolaan

143 1. Biaya satuan pendidikan

2. Biaya penyelenggaraan dana atau pengelolaan pendidikan 3. Biaya pribadi peserta didik.

Biaya satuan pendidikan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 terdiri dari.

1. Biaya investasi, yang terdiri dari atas; a. Biaya investasi lahan pendidikan b. Biaya investasi selain pendidikan. 2. Biaya operasi yang terdiri atas;

a. Biaya personalia b. Biaya nonpersonalia

3. Bantuan biaya pendidikan yaitu yang diberika kepada peserta didik yang orangtua atau walinya tidak mampu mebiayai pendidikannya.

4. Beasiswa adalah bantuan dana pendidikan yang diberikan kepada peserta didik yang berprestasi.

Biaya personalia dan biaya nonperonalia dijelaskan sebagai berikut.

1. Biaya personalia terdiri dari gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta tunjangan-tunjangan yang melekat pada gaji.

2. Biaya nonpersonalia adalah biaya untuk bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan biaya tak langsung berupa daya, air, jasa telemunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang

lembur, transportasi, konsumsi, pajak, dan asuransi.141

Penyelenggaraan pendidikan memerlukan pembiayaan yang bersumber dari pemerintah, orangtua, peserta didik, masyarakat,

144

ataupun institusi lainya, seperti regional maupun internasional. Pemerintah merupakan penanggung dana terbesar di antara yang lain (75%). Selanjutnya orangtua murid sekitar (10-24%), masyarakat (5%), dan yang terakhir pihak lain, baik berbentuk hibah ataupun pinjaman.

Upaya-upaya yang dilakukan menggali dana ke semua pihak sumber pembiayaan pendidikan antara lain;

1. Pemerintah pusat dan daerah, mengusahakan agar alokasi untuk sektor pendidikan diperbesar, pemanfaatan dana secara efektif dan efisien, dan adanya alokasi bagi sektor pendidikan yang diambil dari pajak umum.

2. Orangtua peserta didik dan pendanaan lainya yang diizinkan pemerintah, pemanfaatan dana dari orantua peserta didik seefektif dan seefisien mungkin.

3. Masyarakat mengajak dunia usaha untuk sebagai fasilitator praktif peserta didik, mengimbau dunia usaha agar bersedia memberikan dana yang lebih besar untuk dunia pendidikan. 4. Pihak lain (institusi), mengusahakan bentuk kerja sama yang

tidak mengikat, tetapi menguntungkan serta

mempertimbangkan bentuk-bentuk pinjaman agar tidak memberatkan di kemudian hari.

5. Dana hasil usaha sendiri yang halal, seperti penyewaan alat, koperasi, kopma.

Selain itu, sekolah juga dapat mengembangkan sumber dana dalam bentuk sebagai berikut.

1. Amal jariah, berupa sumbangan orantua peserta didik baru. Formula sumbangan ini diberikan setelah diterima menjadi

145

peserta didik pada suatu sekolah. Sifat amal jariyah ini tidak mengikat, sukarela dan pembayaranya dapat diangsur.

2. Zakat mal. Sekolah mengedarkan formulir zakat mal kepada orantua peserta didik pada setiap bulan Ramadhan.

3. Uang syukuran. Orangtua diharapkan dapat mengisi kas sekolah secara sukarela sebagai rasa syukur ketika anaknya naik kelas.

4. Amal Jumat. Sebagai salah satu suasana untuk ikhlas beramal bagi setiap perserta didik dengan mengedepankan kotak amal kepada peserta didik secara sukarela.

5. Menjual produk-produk usaha sekolah yang dibuat oleh peserta didik dan guru.

6. Menjual jasa peserta didik seperti mengajar al-Quran, membacakan al-Quran, menampilkan seni marawis dan lainnya.

C. Sumber Administrasi Keuangan dan Pembiayaan Pendidikan

Di dalam pasal 46 UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, menyatakan pendanaan pendidikan merupakan menjadi tanggung jawab bersama melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah dan masyarakat sekitar lingkungan pendidikan. Apabila dirincikan sumber administrasi keuangan dan pembiayaan pendidikan sebagai berikut :

1. Pemerintah i

Sumber idana ipendidikan iyang iberasal idari ipemerintah iuntuk

ijenjang iSD idan iSMP ibersumber idari idana iBOS iyang

idialokasikan imelalui iAnggaran iPendapatan idan iBelanja iNegara

146

ikhusus imelalui ipemerintahan idaerah iprovinsi idan ikabupaten

iyang idisebut idana ikhusus idari iAPBD iI idan iAPBD iII. Adapun itujuan iprogram iBOS iadalah i:

a. Menggratiskan iseluruh isiswa imiskin idi itingkat ipendidikan

idasar idari ibeban ibiaya ioperasional isekolah, ibaik idi isekolah

inegeri imaupun isekolah iswasta

b. Menggratiskan iseluruh isiswa iSD iNegeri idan iSMP iNegeri

iterhadap ibiaya ioperasional isekolah

c. Meringankan ibeban ibiaya ioperasional isekolah ibagi isiswa idi

isekolah iswasta

2. Masyarakat i/ iorang itua ipeserta ididik

Dana imasyarakat iberasal idari ikomite isekolah i/ iorangtua isiswa.

3. Sekolah i

Beberapa ikegiatan iusaha imandiri isekolah iyang ibisa

imenghasilkan ipendapatan isekolah iantara ilain i1) ipengelolaan

ikantin isekolah, i2) ipengelolaan ikoperasi isekolah, i3) ipengelolaan

iwartel, i4) ipengelolaan ijasa iantar ijemput isiswa, i5) ipanen ikebun

isekolah, i6) ikegiatan iyang imenarik isehingga iada isponsor iyang

imemberikan idana, i7) ikegiatan iseminar, i8) ipenyenlenggaraan

ilomba ikesenian idengan ibiaya idari ipeserta iatau iperusahaan iyang

147