METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
C. Sumber Data
“Data yang baik adalah data yang diambil dari sumber yang tepat dan akurat.” (Arikunto, Suhardjono, dan Supardi, 2008: 129). Sumber data dalam penelitian ini adalah:
1. Siswa
Dalam hal ini yaitu siswa kelas IV SD Negeri 1 Karangmangu Kecamatan Purwojati, Kabupaten Banyumas pada Tahun Pelajaran 2011/2012. Data ini tentang seluruh kegiatan proses pembelajaran yaitu tentang penggunaan media kartu huruf. Keberadaan siswa sebagai subjek penelitian sangat dibutuhkan dalam pengumpulan data. Data yang akan didapat dari siswa adalah data tentang proses belajar yaitu langkah-langkah penggunaan media kartu huruf dalam pembelajaran dan data tentang hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa.
commit to user 2. Teman Sejawat
Teman sejawat yang dimaksud dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan teman guru di SDN 1 Karangmangu yang akan melakukan pengamatan terhadap proses belajar, baik yang dilakukan oleh peneliti selaku guru maupun siswa. Guru juga merupakan sumber data yang penting dalam penelitian tindakan kelas. Data yang didapat dari observer adalah data tentang proses belajar yaitu langkah-langkah penggunaan media kartu huruf dari segi guru dan siswa dengan menggunakan alat berupa rating scele dan wawancara.
3. Dokumen
Dokumen-dokumen penting mengenai latar belakang siswa kelas IV SDN I Karangmangu. Arsip atau dokumen yang dapat dijadikan sumber data dalam penelitian ini antara lain nama identitas siswa, hasil belajar Bahasa Jawa pada semester I tahun ajaran 2011/2012, serta gambaran pelaksanaan tindakan pada setiap siklus, catatan-catatan yang didapat saat proses pembelajaran, serta sebagai penunjang ada dokumentasi (foto) proses pembelajaran di kelas.
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data 1. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono, teknik pengumpulan data merupakan suatu langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah untuk mendapatkan data (2009). Tahap pengumpulan data ini sangat penting karena dengan terkumpulnya data, peneliti dapat mengevaluasi hasil penelitiannya itu sesuai dengan tujuan penelitian atau tidak. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini antara lain sebagai berikut :
a. Teknik Tes
Tes adalah suatu cara untuk mengadakan pengukuran berupa tugas atau serangkaian kegiatan yang harus dilakukan subjek sehingga
commit to user
menghasilkan informasi tentang performan atau penampilan perilaku tertentu yang dapat dibandingkan dengan skor standard atau dengan kelompoknya (Padmono, 2002).
Arikunto mengemukakan bahwa “instrumen yang berupa tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi” (2010: 266).
Berdasarkan paparan di atas, tes adalah suatu cara untuk mengadakan pengukuran berupa tugas atau serangkaian kegiatan yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan dasar dan pencapaian atau prestasi, serta untuk menghasilkan informasi tentang penampilan perilaku tertentu yang dapat dibandingkan dengan skor standar.
Dalam penelitian ini teknik tes yang digunakan adalah tes tertulis yang berupa hasil belajar siswa tentang membaca dan menulis aksara Jawa.
b. Teknik Non Tes
Menurut Sudjana teknik non tes lebih sesuai digunakan sebagai alat evaluasi untuk menilai aspek tingkah laku, seperti menilai aspek sikap, minat, perhatian, karakteristik, dll (2009). Teknik non tes dilakukan untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya telah terjadi selama proses pembelajaran di kelas. Data yang diperoleh berupa data yang bersifat abstrak yaitu berupa perubahan-perubahan tingkah laku siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung. Data diperoleh dari hasil instrumen non tes yang berupa :
1) Observasi
Menurut Popper observasi adalah tindakan yang merupakan penafsiran dari suatu teori. Observasi merupakan cara pengambilan data dengan menggunakan mata tanpa ada pertolongan alat standar lain untuk keperluan tersebut, yaitu biasanya digunakan lembar pengamatan (Wiriaatmadja, 2008: 104).
commit to user
Sanjaya mengemukakan bahwa “Observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati setiap kejadian yang sedang berlangsung dan mencatatnya dengan alat observasi tentang hal-hal yang akan diamati atau diteliti” (2010: 86).
Dalam penelitian ini akan digunakan observasi partisipatif dan observasi sistematis. Observasi dalam penelitian ini dilaksanakan untuk mengamati jalannya proses pembelajaran menggunakan media kartu huruf yang dilakukan oleh observer.
2) Wawancara
Esterberg wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu (Sugiono, 2009: 231). Sanjaya mengemukakan bahwa “Wawancara atau interviuw dapat diartikan sebagai teknik mengumpulkan data dengan menggunakan bahasa lisan baik secara tatap muka ataupun melalui saluran media tertentu” (2010: 96).
Jadi, wawancara adalah percakapan secara lisan yang dilakukan oleh dua pihak secara tatap muka untuk bertukar informasi melalui tanya jawab yang dapat mengungkapkan data yang berupa sikap, pendapat, dan wawasan.
Bentuk wawancara yang dipakai pada penelitian ini adalah wawancara terstruktur. Untuk wawancara terstruktur, peneliti menyiapkan persiapan wawancara seperti pertanyaan dan alat-alat lain yang dibutuhkan.
Wawancara dalam penelitian ini digunakan untuk menambah data dari hasil observasi tentang proses pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dan guru melalui penggunaan media kartu huruf.
commit to user 2. Alat Pengumpulan Data
Pada penelitian ini alat pengumpulan data yang digunakan untuk mengukur pengunaan media kartu huruf dalam peningkatan hasil belajar Bahasa Jawa adalah sebagai berikut:
a. Instrumen Peningkatan Pembelajaran melalui Penggunaan Media Kartu Huruf
1) Definisi Konseptual
Pembelajaran adalah serangkaian kegiatan yang dirancang untuk memungkinkan terjadinya proses belajar pada siswa. Pembelajaran dalam penelitian ini memfokuskan pada langkah-langkah penggunaan kartu huruf yang dapat meningkatkan proses pembelajaran dan hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa siswa kelas IV. Langkah-langkah penggunaan media kartu huruf yang akan diterapkan oleh peneliti dalam proses belajar adalah: (a) guru menunjukkan semua kartu huruf yang sudah ditata setinggi dada, (b) guru mengambil satu persatu dari kartu huruf tersebut, kemudian menunjukkannya kepada siswa, (c) guru menempelkan kartu huruf yang telah ditunjukkan kepada siswa di papan flanel, dan (d) kartu huruf diaplikasikan untuk berbagai kegiatan. Dari 4 langkah tersebut, akan dikembangkan menjadi beberapa kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa selama proses pembelajaran.
2) Definisi Operasional
Definisi operasional langkah-langkah penggunaan media kartu huruf adalah akumulasi skor-skor dan deskripsi yang menunjukkan pelaksanaan langkah-langkah penggunaan media kartu huruf dalam pembelajaran membaca dan menulis aksara Jawa. Skor-skor dan deskripsi tersebut diperoleh melalui dua alat pengumpulan data yaitu rating scale dan wawancara.
commit to user
b. Instrumen Peningkatan Hasil Belajar Membaca dan Menulis Aksara Jawa
1) Definisi Konseptual
Peningkatan hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa merupakan suatu upaya meningkatkan hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa. Membaca aksara Jawa adalah proses fisik dan mental yang dilakukan untuk memahami arti atau makna dari simbol-simbol yang terkandung dalam aksara Jawa. Menulis aksara Jawa merupakan suatu kegiatan komunikasi secara tertulis untuk menggambarkan pikiran, perasaan, ide-ide, serta mengungkapkan informasi yang dituangkan ke dalam lambang-lambang bahasa grafis.
Peningkatan kemampuan membaca dan menulis aksara Jawa diperolah dari penggunaan media pembelajaran yang dalam hal ini menggunakan kartu huruf. Keberhasilan hasil belajar ikut didukung pula oleh proses belajar yang baik pula. Proses belajar membaca dan menulis aksara Jawa selama proses pembelajaran sangat mempengaruhi terhadap hasil belajar siswa.
2) Definisi Operasional
Definisi operasional peningkatan hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa adalah akumulasi skor-skor dan deskripsi yang menunjukkan peningkatan hasil belajar membaca dan menulis aksara Jawa. Skor-skor tersebut diperoleh berdasarkan hasil belajar siswa yang akan diukur menggunakan tes berupa lembar soal evaluasi.