• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara para pengamat atau ahli Timur Tengah, dan melalui beberapa kuesioner yang diisi oleh informan langsung di Mesir. Adapun data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, dan berita/koran yang membahas seputar kasus yang diangkat oleh peneliti. Untuk sumber data kepustakaan diantaranya adalah :

1. Teori-Teori Kekerasan editor oleh Thomas Santoso 2. Revolusi Timur Tengah karya Apriadi Tamburaka

3. Arab Spring Badai Revolusi Timur Tengah yang Penuh Darah karya M. Agastya ABM

4. Dari Istana ke Liang Lahat: Mursi karya Badriyah Huriyah

5. Liberation Square, Inside The Egyptian Revolution and The Rebirth of A Nation karya Ashraf Khalil

6. Tweets From Tahrir karya Nadia Iddle dan Alex Nuns H. Metode dan Teknik Penelitian 1. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif cenderung berkembang dan banyak berkembang dalam ilmu-ilmu sosial yang berhubungan dengan perilaku sosial atau manusia (Subana dan Sudrajat, 2001: 11). Metode pembahasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deduktif yaitu memfokuskan pembahasan dari umum ke khusus.

Model pembahasan yang diterapkan adalah studi kasus tunggal. Studi kasus tunggal ini berhubungan dengan penyikapan dimana peneliti mempunyai kesempatan untuk mengamati dan menganalisis suatu fenomena yang tak mengizinkan penelitian ilmiah (Yin, 1996: 47). Selanjutnya, model studi kasus tunggal yang dimaksud adalah studi kasus tunggal terpancang yaitu pembahasan kasus secara mendalam dan bukan menyeluruh (Yin, 1996: 51-53). Studi kasus yang mendalam berarti memfokuskan pada satu kasus yang ekstrem atau unik kemudian berusaha untuk mengungkap hal ihwal terkait yang masih dianggap abstrak oleh khalayak umum.

Paradigma penelitian yang digunakan adalah paradigma naturalistik. Pada paradigma ini peneliti berusaha menafsirkan fenomena budaya yang ditemuinya, tidak memanipulasi atau mengontrolnya, dan lebih mengutamakan logic in action (Endraswara, 2006 : 39).

2. Pengambilan dan Penyeleksian Data

Data dan sumber diperoleh melalui hasil wawancara beberapa informan profesional, observasi, dan penelusuran dokumen.

a. Wawancara dilakukan dengan para peneliti di bidang Kajian Timur Tengah, pejabat diplomat Kemlu RI, dan tokoh Pendeta Koptik. Hasil dari wawancara kemudian di transkripsi dan dijadikan sumber data primer atau menjadi rujukan berpikir peneliti.

b. Observasi dilakukan dengan memantau perkembangan berita melalui surat kabar cetak maupun media online pada tahun 2011 dan 2013. Selain itu, peneliti menyebarkan beberapa kuesioner di Mesir melalui kerja sama mahasiswa Sastra Arab UNS yang sedang berada di Canal Suez

University. Kuesioner diberikan kepada beberapa WNI yang tinggal di Mesir sekaligus menjadi saksi mata pada saat kejadian terjadi. Pemilihan WNI sebagai informan dikarenakan kasus yang diangkat masih sangat sensitif bagi warga Mesir sendiri baik di kalangan akademisi maupun umum.

c. Penelusuran dokumen dilakukan dengan studi pustaka (library research) di beberapa perpustakaan dan jurnal-jurnal terkait.

Setelah data dikumpulkan, tahap selanjutnya adalah penyeleksian data. Data hasil penelitian di lapangan dijadikan sebagai data primer sedangkan data dari buku, berita, dan jurnal ilmiah dijadikan sebagai data sekunder. Data sekunder dijadikan sebagai pendukung data primer agar data primer dapat dipertanggung jawabkan validitasnya. Untuk menguji keabsahan data maka peneliti menggunakan teknik triangulasi, yaitu usaha memahami data melalui berbagai sumber, subjek peneliti, cara (teori, metode, teknik) dan waktu (Ratna, 2010: 241).

Teknik triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, yaitu dengan membandingkan berbagai sumber data yang diterima dan melakukan pengujian data melalui sumber data yang berbeda, pengecekan data melalui pembanding ini berfungsi untuk menguji elemen data agar data yang diperoleh valid dan bersifat objektif. Cara dalam menguji validitas data adalah:

a. Membandingkan hasil wawancara, pengamatan dan dokumen yang diperoleh

b. Membandingkan pengakuan seorang informan secara pribadi dengan pernyataan-pernyataannya di depan umum

c. Perbandingan pendapat sebagai orang biasa dan birokrat dengan situasi pemberitaan media

3. Analisis Data

Setelah pengumpulan data, pengujian, dan penyeleksian data selesai maka tahap selanjutnya adalah analisis data. Teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif. Menurut Miles dan Huberman analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama: reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan (Ulber, 2009: 27).

Tahapan pertama, reduksi data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan data sesuai dengan esensinya. Pemilahan data pada tahap reduksi yang dilakukan adalah dengan cara menetapkan data yang akan dianalisis melalui kegiatan observasi non-partisipan serta wawancara. Pemilihan data dilakukan berdasarkan derajat keabsahan data. Tahapan kedua, penyajian data yakni dengan melakukan proses pemahaman makna melalui deskripsi dalam bentuk narasi hingga akhirnya mengantarkan data menuju ulasan akhir. Pada tahapan terakhir yaitu penarikan simpulan dari seluruh proses penelitian dengan menyertakan kritik dan saran.

Gambar 3. Tahapan Analisis Data Menurut Miles dan Huberman

Sumber: Silalahi. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: Refika Aditama. Hlm. 27

I. Sistematika Penyajian

Hasil penelitian ini akan disajikan dalam empat bab dengan masing-masing beberapa sub bab untuk memudahkan pembaca dalam memahami penelitian ini.

Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

Bab I adalah pendahuluan yang berisi latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, batasan masalah, teori, sumber data, metode penelitian, dan sistematika penyajian.

Bab II merupakan pembahasan rumusan masalah pertama yang terdiri dari empat sub bab yaitu; 1) Profil Mesir dan Pemerintahannya; 2) Agresi, Kekersan, Revolusi; 3) Kekerasan Simbolik pada revolusi 2011; dan 4) Kekerasan fisik pada revolusi 2011 dan 2013.

Bab III adalah pembahasan rumusan masalah kedua yaitu sebab-sebab terjadinya kekerasan yang terdiri dari dua sub bab; 1) Kekerasan Simbolik pada revolusi Mesir 2011; dan 2) Kekerasan fisik pada revolusi Mesir 2011 dan 2013.

Bab IV adalah penutup yang berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan saran yang bermanfaat untuk penelitian selanjutnya. Bagian paling terakhir di sertakan juga daftar pustaka dan lampiran-lampiran selama penelitian berlangung.

Dokumen terkait