• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

H. Teknik Analisis dan Interprestasi Data

I. Sumber Data

Sumber data yang penulis lakukan yaitu: 1. Guru Pendidikan Bahasa Indonesia

Guru pendidikan Bahasa Indonesia dalam penelitian ini sebagai informan tentang persepsi siswa terhadap metode pembelajaran bahasa Indonesia.

2. Para Siswa

Sumber data yang diperoleh dari angket yang disebarkan kepada responden yaitu para siswa di SMK Al-Hidayah Ciputat Tangerang Selatan kelas X dan XI semester II tahun ajaran 2010/2011.

3. Wali kelas

Sumber data yang diperoleh dari hasil belajar siswa adalah melalui rekapitulasi nilai semester ganjil dan genap yang penulis dapat dari wali kelas masing-masing.

4. Kepala Sekolah dan Staf Kesiswaan

Sumber data yang penulis lakukan kepada kepala sekolah dan staf kesiswaan mengenai kondisi objektifitas sekolah.

49

penghitungan akhir serta pembahasan hasil penelitian, sedangkan untuk perincian data hasil penghitungan dapat dilihat pada bagian lampiran-lampiran. Data yang didapat dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi, sebar angket dan wawancara.

A.Gambaran Umum SMK Al-Hidayah Ciputat 1. Profil SMK Al-Hidayah Ciputat

NPSN : 20603274 NSS : 342022317027

Nama SMK : SMK Al-Hidayah Status : Swasta

No. SK pendirian : 1099/102/kep/OT/95 Tgl SK : 28/11/95

Penandatanganan SK : Dinas pendidkan PBM : Siang Sertifikasi ISO 9001:2000: bersitifikat

Alamat : Jl. R.E. Martadinata No. 7 Rt.04 Rw.05

Desa : Cipayung Kecamatan : Ciputat Kab/Kota : Tang-Sel Provinsi : Banten Kode Pos : 15411 Telepon: 021 74709740 Fax : 021 74709740

Kepala Sekolah: Drs. Sukoco D.M Hp : 081380645690

Jml Guru : Total 26 (PNS: 7 Non PNS: 19) (Guru tetap: 5, guru tidak tetap: 14).

Lahan SMK

No Jenis Lahan Luas (M2) Status Kepemilikan Lahan Pemerintah/ Yayasan Lainnya 1 Luas Bangunan 841 M2 Yayasan

2 Luas Lahan Tanpa

Bangunan 359 M

2

Yayasan 3 Total Luas Lahan

Seluruhnya 1200 M

2

2. Sejarah Berdiri dan Berkembangnya

SMK Al-Hidayah Ciputat adalah Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di bawah naungan Yayasan Pendidikan Islam AL-Hidayah. Yayasan Pendidikan Islam AL-Hidayah sendiri berdiri sejak tahun 1926 yang didirikan oleh K.H. Moch. Noor.

Pada awalnya yayasan pendidikan ini hanya menyelenggarakan pendidikan nonformal berupa majlis Ta’lim yang kemudian menyelenggarakan pendidikan formal tingkat dasar yaitu Madrasah Diniyah. Dalam perjalanannya yayasan Al-Hidayah kemudian menyelenggarakan jenjang pendidikan yang lebih tinggi yaitu SMPS (Sekolah Menengah Pekerjaan Sosial) yang kemudian menjadi SMK Al- Hidayah.

SMK Al-Hidayah Ciputat tepat berdiri dan beroperasional sejak tahun 1983 Sekolah ini sekarang telah memiliki fasilitas-fasilitas yang cukup lengkap dengan jumlah siswa yang terus berkembang. SMK Al-Hidayah Ciputat yang awalnya berada di daerah yang sekarang telah menjadi pusat perbelanjaan Ciputat telah memiliki tempat sendiri dengan alamat Jl.RE. Martadinata No.7 Cipayung Ciputat 15411.

3. Visi dan Misi a. Visi sekolah

1) Terwujudnya pendidikan yang bermutu efisien dan relevan.

2) Unggul dan berkualitas dalam mewujudkan pengembangan standar proses pembelajaraan, yang aktif, kreatif dan menyenangkan. 3) Unggul dan berkualitas dalam mewujudkan peningkatan standar

kelulusan.

4) Unggul dan berkualitas dalam mewujudkan pengembangan fasilitas pendidikan yang terkini dan canggih.

5) Unggul dan bermutu dalam mewujudkan pengembangan tenaga pendidik dan pendidikan yang jujur, profesional, terampil, tangguh dan berkompeten di bidangnya.

b. Misi sekolah

1) Mewujudkan pendidikan dan bermutu efisien dan relevan.

2) Mewujudkan metode pembelajaran yang aktif, kreatif dan menyenangkan.

3) Mewujudkan penembangan standar pencapaian ketuntasan belajar dan peningkatan standar kelulusan setiap tahunnya.

4) Mewujudkan prasarana pembelajaran yang inovatif dan canggih 5) Mewujudkan pendidikan dan tenaga kependidikan yang jujur,

profesional, terampil, dan canggih.

6) Mewujudkan sistem yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan objektif.

4. Pengurus, Pendidik, Karyawan, dan Siswa a. Susunan Pengurus

Ketua yayasan : H.M. Anwar Nur,S.Ag Ka. Bid .Pendidikan : Drs Yasmin

Kepala sekolah : Drs Sukoco .DM Waka kurikulum : Siti Zubaidah, S.pd Waka kesiswaan : Endang Hidayat, A. Md b. Tenaga Pendidik

1. Drs. Sukoco DM. 12. Budi Arya Darma , S.kom 2. Siti Zubaidah, S.pd. 13 . H M.Imron, S.pd

3. Endang Hidayat,A. Md 14. Drs .Yasmin 4. Abdul Kodir, S.pd. 15. Mustolih Udin, SE 5. Drs. Ruslan Abdul Gani 16. Ade Laily Suryani ,S.Ag 6. Umaeroh, S. pd 17. Muhamad Idrus, S.pdi 7. Supardi Z,Ba 18. Tugiran ,S.E.

8. Badri, S.Ag 19. Siti Suryani, S.Pd 9.Yuli Sudarwanto 20. Lukman Hakim ,A.MD 10. Hafidulloh, S.pd 21. Rusli ,S.pdi

c. Karyawan

1. Resni 5. Sri Mulyani

2. Via Aprilia 6. Pak. Udin 3. Didi Awaludin 7. Yanah 4. Wahyudin

d. Keadaan siswa

Tingkat Adm Rombel PJ Rombel Jumlah

L P L P L P

X 12 32 1 35 6 1 47 38

XI 29 36 2 19 17 1 48 53

XII 32 50 2 22 18 1 54 68

Jumlah 73 118 76 41 308

5. Sarana dan Prasarana a. Administrasi

1) Ruang kepala sekolah (satu) 2) Ruang guru (satu)

3) Ruang pelayanan administrasi (satu) 4) Ruang BP dan OSIS

b. Kegiatan belajar

1) Ruang kelas (sepuluh)

2) Ruang praktek/bengkel/workshop (dua) 3) Ruang lab.fisika/kimia/biologi

4) Ruang lab.bahasa (satu)

5) Ruang praktek komputer (satu) c. Penunjang pendidikan

1) Ruang perpustakaan (satu) 2) Ruang unit produksi (satu)

3) Ruang pramuka, koperasi, UKS (satu) 4) Ruang ibadah

d. Penunjang lainnya

1) Ruang bersama atau aula (satu) 2) Kantin sekolah (satu)

3) Toilet (empat) 4) Gudang (satu)

5) Lapangan olahraga (satu)

B.Deskripsi dan Analisa Data

Dari keseluruhan siswa/siswi SMK Al-Hidayah Ciputat yang berjumlah 308 siswa diambil data sampel penelitiannya dengan perhitungan prosentase 10% dari jumlah siswa. Maka diperoleh hasil 30 orang yang menjadi sampel.

Selanjutnya dari siswa/siswi yang dijadikan responden, diberikan sebuah angket penelitian yang didalamnya berisi 20 item pertanyaan (20 soal untuk pertanyaan variabel X dan 30 hasil belajar siswa dari nilai rapor untuk variabel Y) yang diharapkan nantinya dapat mengetahui hubungan antara persepsi metode pembelajaran guru dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa.

Setelah data terkumpul, peneliti mengolah dalam bentuk tabel distribusi frekuensi yang dilengkapi prosentase dengan menggunakan rumus:

Rumus : P = N F x 100% Keterangan : P = Angka Prosentasenya

F = Frekuensi yang sedang dicari prosentasenya N = Jumlah sampel.

Untuk mengetahui secara deskriptif tentang persepsi siswa terhadap metode pembelajaran guru dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa di SMK Al-Hidayah Ciputat.

1. Variabel X (Persepsi siswa terhadap metode pembelajaran guru bahasa Indonesia)

Berikut penulis sajikan hasil angket dari 20 pertanyaan yang diberikan kepada beberapa siswa secara acak di SMK Al-Hidayah Ciputat.

Tabel 5

Setiap ada pelajaran bahasa Indonesia, saya masuk kelas dan ikut belajar No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

1. Selalu (SL) 20 66,7

Sering (SR) 10 33,3

Kadang-kadang (KD) - -

Tidak Pernah (TP) - -

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 20 siswa sekitar 66,7 % menjawab setiap ada pelajaran bahasa Indonesia, masuk kelas dan ikut belajar, kemudian 10 siswa sekitar 33,3 % menjawab setiap ada pelajaran bahasa Indonesia, masuk kelas dan ikut belajar, sedangkan kadang-kadang dan tidak pernah untuk masuk kelas dan ikut belajar setiap ada pelajaran bahasa Indonesia tidak ada. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa siswa lebih banyak selalu masuk dan ikut belajar setiap ada pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 6

Guru bahasa Indonesia saya memperhatikan semua siswa di kelas dan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

2. Selalu (SL) 5 16,7

Sering (SR) 11 36,7

Kadang-kadang (KD) 13 43,3

Tidak Pernah (TP) 1 3,3

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 5 siswa sekitar 16,7% menjawab guru bahasa Indonesia selalu memperhatikan semua siswa di kelas dan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari, kemudian 11 siswa sekitar 36,7% menjawab sering, sedangkan yang menjawab kadang- kadang sebanyak 13 siswa dengan prosentase 43,3%, dan yang menjawab tidak pernah ada 1 siswa dengan prosentase 3,3%. Dengan demikian, dapat dilihat

bahwa guru kadang-kadang memperhatikan semua siswa di kelas dan memberikan contoh yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Tabel 7

Dalam mengajar, guru bahasa Indonesia menerangkan pelajaran tanpa melihat dan membaca buku

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

3. Selalu (SL) 3 10

Sering (SR) 6 20

Kadang-kadang (KD) 16 53,3

Tidak Pernah (TP) 5 16,7

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 3 siswa sekitar 10% menjawab dalam mengajar, guru bahasa Indonesia selalu menerangkan pelajaran tanpa melihat dan membaca buku, kemudian 6 siswa sekitar 20% menjawab dalam mengajar, guru bahasa Indonesia sering menerangkan pelajaran tanpa melihat dan membaca buku, sedangkan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 16 siswa dengan prosentase 53,3%, dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 5 siswa dengan prosentase 16,7%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa dalam mengajar, guru bahasa Indonesia kadang-kadang menerangkan pelajaran tanpa melihat dan membaca buku.

Tabel 8

Guru bahasa Indonesia saya mengajarkan apa yang ada di dalam buku paket

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

4. Selalu (SL) 19 63,3

Sering (SR) 6 20

Kadang-kadang (KD) 3 10

Tidak Pernah (TP) 2 6,7

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 19 siswa sekitar 63,3% menjawab guru bahasa Indonesia selalu mengajarkan apa yang ada di dalam buku paket, kemudian 6 siswa sekitar 20% menjawab guru bahasa Indonesia sering mengajarkan apa yang ada di dalam buku paket, sedangkan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 3 siswa dengan prosentase 10%, dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 2 siswa dengan prosentase 6,7%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa guru bahasa Indonesia selalu mengajarkan apa yang ada di dalam buku paket.

Tabel 9

Guru bahasa Indonesia saya mampu menguasai materi Bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

5. Selalu (SL) 11 36,7

Sering (SR) 9 30

Kadang-kadang (KD) 10 33,3

Tidak Pernah (TP) - -

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 11 siswa sekitar 36,7% menjawab guru bahasa Indonesia selalu mampu menguasai materi bahasa Indonesia, kemudian 9 siswa sekitar 30% menjawab guru bahasa Indonesia sering, sedangkan yang menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang mampu menguasai materi bahasa Indonesia sebanyak 10 siswa dengan prosentase 33,3%, dan yang menjawab tidak pernah tidak ada. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa guru bahasa Indonesia kadang-kadang mampu menguasai materi bahasa Indonesia.

Tabel 10

Cara mengajar guru bahasa Indonesia membuat saya menyukai pelajaran bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

6. Selalu (SL) 8 26,7

Sering (SR) 6 20

Kadang-kadang (KD) 14 46,7

Tidak Pernah (TP) 2 6,7

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 8 siswa sekitar 26,7% menjawab cara mengajar guru bahasa Indonesia selalu membuat siswa menyukai pelajaran bahasa Indonesia, kemudian 6 siswa sekitar 20% menjawab sering, sedangkan yang menjawab cara mengajar guru bahasa Indonesia kadang-kadang membuat siswa menyukai pelajaran bahasa Indonesia sebanyak 14 siswa dengan prosentase 46,7%, dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 2 siswa dengan prosentase 6,7%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa cara mengajar guru bahasa Indonesia kadang-kadang membuat siswa menyukai pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 11

Saya menyukai pelajaran bahasa Indonesia karena guru yang bersangkutan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

7. Selalu (SL) 6 20 Sering (SR) 7 23,3 Kadang-kadang (KD) 10 33,3 Tidak Pernah (TP) 7 23,3 Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 6 siswa sekitar 20% menjawab siswa selalu menyukai pelajaran bahasa Indonesia karena guru yang bersangkutan, kemudian 7 siswa sekitar 23,3% menjawab siswa sering menyukai pelajaran bahasa Indonesia karena guru yang bersangkutan,

sedangkan yang menjawab siswa kadang-kadang menyukai pelajaran bahasa Indonesia karena guru yang bersangkutan sebanyak 10 siswa dengan prosentase 33,3% dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 7 siswa dengan prosentase 23,3%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa kadang-kadang menyukai pelajaran bahasa Indonesia karena guru yang bersangkutan.

Tabel 12

Saya menyukai metode pengajaran dari guru bahasa Indonesia sekalipun mengharuskannya untuk belajar bahasa Indonesia lebih keras No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

8. Selalu (SL) 9 30

Sering (SR) 6 20

Kadang-kadang (KD) 13 43,3

Tidak Pernah (TP) 2 6,7

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 9 siswa sekitar 30% menjawab siswa selalu menyukai metode pembelajaran dari guru bahasa Indonesia sekalipun mengharuskan untuk belajar bahasa Indonesia lebih keras, kemudian 6 siswa sekitar 20% menjawab sering, sedangkan yang menjawab kadang- kadang siswa menyukai metode pembelajaran dari guru bahasa Indonesia sekalipun mengharuskan untuk belajar bahasa Indonesia lebih keras sebanyak 13 siswa dengan prosentase 43,3% dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 2 siswa dengan prosentase 6,7%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa yang kadang-kadang menyukai metode pembelajaran dari guru bahasa Indonesia sekalipun mengharuskan untuk belajar bahasa Indonesia lebih keras.

Tabel 13

Cara mengajar guru bahasa Indonesia membuat saya mengerti tentang pelajaran bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

9. Selalu (SL) 10 33,3

Sering (SR) 5 16,7

Kadang-kadang (KD) 15 50

Tidak Pernah (TP) - -

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 10 siswa sekitar 33,3% menjawab guru bahasa Indonesia selalu membuat siswa mengerti tentang pelajaran bahasa Indonesia, kemudian 5 siswa sekitar 16,7% menjawab sering, sedangkan yang menjawab kadang-kadang guru bahasa Indonesia membuat siswa mengerti tentang pelajaran bahasa Indonesia sebanyak 15 siswa dengan prosentase 50% dan yang menjawab tidak pernah tidak ada. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak kadang-kadang guru bahasa Indonesia membuat siswa mengerti tentang pelajaran bahasa Indonesia.

Tabel 14

Metode pembelajaran guru bahasa Indonesia memudahkan saya dalam belajar bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

10. Selalu (SL) 8 26,7 Sering (SR) 7 23,3 Kadang-kadang (KD) 15 50 Tidak Pernah (TP) - - Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 8 siswa sekitar 26,7% menjawab metode pembelajaran guru bahasa Indonesia selalu memudahkan siswa dalam belajar bahasa Indonesia, kemudian 7 siswa sekitar 23,3% menjawab sering, sedangkan yang menjawab kadang-kadang metode

pembelajaran guru bahasa Indonesia memudahkan siswa dalam belajar bahasa Indonesia sebanyak 15 siswa dengan prosentase 50%, dan yang menjawab tidak pernah tidak ada. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak metode pembelajaran guru bahasa Indonesia kadang-kadang memudahkan siswa dalam belajar bahasa Indonesia.

Tabel 15

Saya menikmati tugas-tugas yang diberikan guru bahasa Indonesia No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

11. Selalu (SL) 9 30

Sering (SR) 5 16,7

Kadang-kadang (KD) 15 50

Tidak Pernah (TP) 1 3,3

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 8 siswa sekitar 30% menjawab siswa selalu menikmati tugas-tugas yang diberikan guru bahasa Indonesia, kemudian 5 siswa sekitar 16,7% menjawabsiswa sering menikmati tugas-tugas yang diberikan guru bahasa Indonesia, sedangkan yang menjawab siswa kadang-kadang menikmati tugas-tugas yang diberikan guru bahasa Indonesia sebanyak 15 siswa dengan prosentase 50%, dan yang menjawab tidak pernah ada 1 siswa dengan prosentase 3,3%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa kadang-kadang menikmati tugas-tugas yang diberikan guru bahasa Indonesia.

Tabel 16

Saya merasa jenuh belajar di dalam kelas ketika pelajaran bahasa Indonesia

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

12. Selalu (SL) 1 3,3

Sering (SR) 3 10

Kadang-kadang (KD) 19 63,3

Tidak Pernah (TP) 7 23,3

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 1 siswa sekitar 3,3% menjawab siswa selalu merasa jenuh belajar di dalam kelas ketika pelajaran Bahasa Indonesia, kemudian 3 siswa sekitar 10% menjawab siswa sering merasa jenuh belajar di dalam kelas ketika pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan yang menjawab siswa kadang-kadang merasa jenuh belajar di dalam kelas ketika pelajaran Bahasa Indonesia sebanyak 19 siswa dengan prosentase 63,3%, dan yang menjawab tidak pernah sebannyak 7 siswa dengan prosentase 23,3%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa kadang-kadang merasa jenuh belajar di dalam kelas ketika pelajaran Bahasa Indonesia.

Tabel 17

Saya berusaha mengerjakan tugas bahasa Indonesia dari guru bahasa Indonesia, meskipun tugas itu sangat sulit

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

13. Selalu (SL) 12 40 Sering (SR) 6 20 Kadang-kadang (KD) 12 40 Tidak Pernah (TP) - - Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 12 siswa sekitar 40% menjawab siswa selau berusaha mengerjakan tugas bahasa Indonesia dari guru bahasa Indonesia, meskipun tugas itu sangat sulit, kemudian 6 siswa sekitar 20% menjawab siswa sering berusaha mengerjakan tugas bahasa Indonesia dari guru bahasa Indonesia, meskipun tugas itu sangat sulit, sedangkan yang menjawab siswa kadang-kadang berusaha mengerjakan tugas bahasa Indonesia dari guru bahasa Indonesia, meskipun tugas itu sangat sulit sebanyak 12 siswa dengan prosentase 40%, dan yang menjawab tidak pernah tidak ada. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa siswa selalu dan kadang-kadang berusaha mengerjakan tugas bahasa Indonesia dari guru bahasa Indonesia, meskipun tugas itu sangat sulit.

Tabel 18

Saya mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

14. Selalu (SL) 9 30

Sering (SR) 14 46,7

Kadang-kadang (KD) 7 23,3

Tidak Pernah (TP) - -

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 9 siswa sekitar 30% menjawab siswa selalu mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu, kemudian 14 siswa sekitar 46,7% menjawab siswa sering mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu, sedangkan yang menjawab kadang-kadang sebanyak 7 siswa dengan prosentase 23,3%, dan yang menjawab tidak pernah tidak ada. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa sering mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru bahasa Indonesia dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu.

Tabel 19

Saya senang ketika guru bahasa Indonesia menjelaskan tentang majas dengan metode menghafal

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

15. Selalu (SL) 9 30

Sering (SR) 6 20

Kadang-kadang (KD) 13 43,3

Tidak Pernah (TP) 2 6,7

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 9 siswa sekitar 30% menjawab siswa selalu senang ketika guru bahasa Indonesia menjelaskan tentang majas dengan metode menghafal, kemudian 6 siswa sekitar 20% menjawab siswa sering senang ketika guru bahasa Indonesia menjelaskan tentang majas dengan

metode menghafal, sedangkan yang menjawab siswa kadang-kadang senang ketika guru bahasa Indonesia menjelaskan tentang majas dengan metode menghafal sebanyak 13 siswa dengan prosentase 43,3%, dan yang menjawab tidak pernah sebanyak ada 2 siswa dengan prosentase 6,7%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa kadang-kadang senang ketika guru bahasa Indonesia menjelaskan tentang majas dengan metode menghafal.

Tabel 20

Guru bahasa Indonesia saya menyenangkan bila membahas puisi dengan metode demonstrasi (maju ke depan kelas)

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

16. Selalu (SL) 10 33,3 Sering (SR) 2 6,7 Kadang-kadang (KD) 10 33,3 Tidak Pernah (TP) 8 26,7 Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 10 siswa sekitar 33,3% menjawab guru bahasa Indonesia selalu menyenangkan bila membahas puisi dengan metode demonstrasi (maju ke depan kelas), kemudian 2 siswa sekitar 6,7% menjawab sering, sedangkan yang menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang menyenangkan bila membahas puisi dengan metode demonstrasi (maju ke depan kelas) sebanyak 10 siswa dengan prosentase 33,3 %, dan yang menjawab tidak pernah ada 8 siswa dengan prosentase 26,7%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa guru bahasa Indonesia selalu dan kadang-kadang menyenangkan bila membahas puisi dengan metode demonstrasi (maju ke depan kelas).

Tabel 21

Guru bahasa Indonesia saya menyenangkan bila membahas imbuhan kata seperti /ber-/, /pe-an/, /me-kan/ dengan metode tanya-jawab

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

17. Selalu (SL) 10 33,3

Sering (SR) 7 23,3

Kadang-kadang (KD) 9 30

Tidak Pernah (TP) 3 10

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 10 siswa sekitar 33,3% menjawab guru bahasa Indonesia selalu menyenangkan bila membahas imbuhan kata seperti /ber-/, /pe-an/, /me-kan/ dengan metode tanya jawab, kemudian 7 siswa sekitar 23,3% menjawab guru bahasa Indonesia sering menyenangkan bila membahas imbuhan kata seperti /ber-/, /pe-an/, /me-kan/ dengan metode tanya jawab,sedangkan yang menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang menyenangkan bila membahas imbuhan kata seperti /ber-/, /pe- an/, /me-kan/ dengan metode tanya jawab sebanyak 9 siswa dengan prosentase 30%, dan yang menjawab tidak pernah sebanyak 3 siswa dengan prosentase 10%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak guru bahasa Indonesia selalu menyenangkan bila membahas imbuhan kata seperti /ber-/, /pe-an/, /me-kan/ dengan metode tanya jawab.

Tabel 22

Guru bahasa Indonesia saya menyenangkan bila membahas kalimat khusus-umum atau umum-khusus dengan metode diskusi

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

18. Selalu (SL) 6 20

Sering (SR) 7 23,3

Kadang-kadang (KD) 14 46,7

Tidak Pernah (TP) 3 10

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 6 siswa sekitar 20% menjawab guru bahasa Indonesia selalu menyenangkan bila membahas kalimat umum- khusus atau khusus-umum dengan metode diskusi, kemudian 7 siswa sekitar 23,3% menjawab sering, sedangkan siswa yang menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang menyenangkan bila membahas kalimat umum- khusus atau khusus-umum dengan metode diskusi sebanyak 14 siswa dengan prosentase 46,7%, dan yang menjawab tidak pernah ada 3 siswa dengan prosentase 10%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang menyenangkan bila membahas kalimat umum-khusus atau khusus-umum dengan metode diskusi.

Tabel 23

Guru bahasa Indonesia saya menyenangkan bila membahas pidato dengan metode ceramah

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

19. Selalu (SL) 10 33,3

Sering (SR) 7 23,3

Kadang-kadang (KD) 10 33,3

Tidak Pernah (TP) 3 10

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 10 siswa sekitar 33,3% menjawab guru bahasa Indonesia selalu menyenangkan bila membahas materi pidato dengan metode ceramah, kemudian 7 siswa sekitar 23,3% menjawab guru bahasa Indonesia sering menyenangkan bila membahas materi pidato dengan metode ceramah, sedangkan siswa yang menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang menyenangkan bila membahas materi pidato dengan metode ceramah sebanyak 10 siswa dengan prosentase 33,3%, dan yang menjawab tidak pernah ada 3 siswa dengan prosentase 10%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa guru bahasa Indonesia selalu dan kadang-kadang menyenangkan bila membahas materi pidato dengan metode ceramah.

Tabel 24

Guru bahasa Indonesia saya menyenangkan bila membahas penulisan laporan dengan metode penugasan

No. Alternatif Jawaban Frekuensi Prosentase (%)

20. Selalu (SL) 6 20

Sering (SR) 6 20

Kadang-kadang (KD) 15 50

Tidak Pernah (TP) 3 10

Jumlah 30 100

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa, dari 6 siswa sekitar 20% menjawab guru bahasa Indonesia selalu menyenangkan bila membahas penulisan laporan dengan metode penugasan, kemudian 6 siswa sekitar 20% menjawab guru bahasa Indonesia sering menyenangkan bila membahas penulisan laporan dengan metode penugasan, sedangkan siswa yang menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang menyenangkan bila membahas penulisan laporan dengan metode penugasan sebanyak 15 siswa dengan prosentase 50%, dan yang menjawab tidak pernah ada 3 siswa dengan prosentase 10%. Dengan demikian, dapat dilihat bahwa lebih banyak siswa menjawab guru bahasa Indonesia kadang-kadang menyenangkan bila membahas penulisan laporan dengan metode penugasan.

Tabel perhitungan variabel X (skala persepsi siswa terhadap metode pembelajaran guru bahasa Indonesia) S u b ye k Pernyataan Jumlah

Dokumen terkait