PROFIL DAERAH KABUPATEN KENDAL
C. SUMBER DAYA ALAM
1. Pertanian, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Perkebunan a. Pertanian
Kabupaten Kendal mengelola sumber daya alam yang dimiliki untuk menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat. Pada tahun 2011 luas areal produksi (panen) mencapai 44.498 ha. Luas lahan tersebut sedikit meningkat dari tahun
sebelumnya yaitu 44.032 ha. Peningkatan luas tersebut diiringi dengan peningkatan produksi padi mencapai 247.358 ton gabah dan produksi beras 139.931 ton. Pada tahun 2010 produksi padi 233.822 ton gabah atau 132.274 ton beras. Disisi lain, konsumsi beras masyarakat juga terus meningkat. Pada tahun 2010 konsumsi beras sebesar 81.381 ton meningkat menjadi 82.398 ton pada tahun 2011. Data hingga pertengahan tahun 2012, jumlah produksi gabah adalah 155.567 ton gabah atau 88.005 ton beras dengan areal produksi 26.789 ha.
Sumber pangan nabati juga dipenuhi melalui komoditas jagung. Luas areal produksi jagung semakin menurun dari tahun 2009 yaitu 34.678 ha menjadi 33.550 ha di tahun 2010 dan hanya 27.306 ha ditahun 2011. Namun turunnya luas areal produksi tersebut
tidak membuat jumlah produksi turun. Produksi jagung justru semakin meningkat dari tahun ke tahun. Ditahun 2011 produksi jagung mencapai 187.342 ton meningkat dari
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 20
tahun 2010 sebesar 185.622 ton dan 182.328 ton di tahun 2009. Peningkatan jumlah produksi juga diiringi dengan meningkatnya konsumsi jagung. Pada tahun 2009 konsumsi jagung sebesar 15.880 ton, meningkat menjadi 16.009 ton ditahun 2010 dan meningkat lagi menjadi 16.229 ditahun 2011. Peningkatan konsumsi jagung masih dapat dipenuhi dari produksi jagung di Kabupaten Kendal. Untuk data hingga pertengahan tahun 2012 ini, jumlah produksi jagung mencapai 160.763 ton dari luas areal produksi 22.455 ha. Jumlah konsumsi juga cukup tinggi sebesar 18.141 ton.
Berbeda dengan komoditas kacang kedelai, luas areal produksinya semakin menurun, begitu juga jumlah produksinya. Luas lahan produksinya pada tahun 2010 meningkat sedikit dibanding tahun 2009 yaitu dari 4.313 ha menjadi 4.453 ha, namun jumlah produksinya justru menurun menjadi 6.457 ton dari 6.710 ditahun 2009. Pada tahun 2011 juga semakin menurun menjadi 3.746 ha luas areal produksi dan jumlah produksi 5.503 ton kedelai. Hasil kedelai lokal diharapkan dapat terus ditingkatkan dan dapat bersaing dengan kedelai impor dipasaran. Hingga pertengahan tahun 2012, jumlah produksi hanya 908 ton dari luas areal produksi 697 ha. Secara lengkap dapat dilihat ketiga komoditas tersebut diatas beserta perkembangannya sebagai berikut;
Tabel 3.16
Tingkat Produktivitas Padi, Jagung Dan Kedelai Kabupaten Kendal Tahun 2007 - 2012
URAIAN TAHUN 2007 2008 2009 2010 2011 2012 a. Padi Luas Areal ( Ha ) 40,063 41,205 42,508 44,032 44.498 26.789 Produksi ( Ton ) 214,111 216.458 222.972 233.822 247.358 155.567 Produktivitas (Ton/ha) 5.34 5.25 5.24 5.31 5.55 5.80 b. Jagung Luas Areal ( Ha ) 19,796 22,185 34,678 33,550 27,306 22.455 Produksi ( Ton ) 101.939 124,305 182,328 185,622 187.342 160.763 Produktivitas (Ton/ha) 5.15 5.60 5.26 5.53 5.45 7.15 c. Kedelai Luas Areal ( Ha ) 570 2,070 4,313 4,453 3,746 697 Produksi ( Ton ) 738 2,642 6,710 6,457 5.503 908 Produktivitas (Ton/ha) 1.29 1.28 1.56 1.45 1.47 1.30
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 21
Peningkatan produksi hasil pertanian ditujukan agar masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pangannya. Pada tahun 2011, dibangun berbagai sarana prasarana untuk mendukung pertanian di Kabupaten Kendal. Kegiatan tersebut antara lain:
- Kegiatan berupa penyediaan fisik sarana dan prasarana pengelolaan air, meliputi : rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT), Jaringan Irigasi Desa (JIDES), pembangunan irigasi air permukaan, pembangunan jalan produksi dan rehabilitasi DAM.
- Membangun prasarana kelembagaan ketahanan pangan yaitu pembangunan fisik lumbung pangan beserta lantai jemurnya. Lokasinya ada di Desa Pidodo Kulon dan Desa Bringinsari Kecamatan Brangsong, dan Desa Tejorejo Kecamatan Ringinarum.
b. Kehutanan
Hasil hutan non HPH Kabupaten Kendal terdiri atas kayu bulat, kayu gergajian, kayu olahan dan hasil hutan ikutan. Hasil kayu bulat tertinggi dalam 5 tahun terakhir adalah pada tahun 2008 yaitu 24.772,986 m³.Sementara hasil kayu bulat hingga pertengahan tahun 2012 mendekati hasil pada tahun 2008 yaitu 24.304,940 m³. Untuk kayu olahan, hasil dari tahun 2007 hingga 2009
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 22
terus mengalami penurunan namun tahun 2009 hingga tahun 2011 hasilnya sedikit meningkat menjadi 1.639,100 m3. Hasil kayu olahan pada pertengahan tahun 2012 sebanyak 229,020 m³. Rehabilitasi hutan dan lahan di Kabupaten Kendal pada tahun 2010 seluas 4.625 ha. Data hasil hutan non HPH hingga pertengahan tahun 2011 sebagai berikut:
Tabel 3.17 Hasil Hutan Non HPH
Kabupaten Kendal Tahun 2007- 2012 No Hasil Hutan Satuan
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 1 . Kayu bulat m³ 12.505,068 24.772,986 11.781,787 11.385,115 21.107.670 24.304.940 2 . Kayu gergajian m³ - - - - - - 3 . Kayu olahan m³ 2.876,272 2.096,408 1.357,175 1.429,200 1.639.200 229.020
4 Hasil hutan ikutan Ton - - - - - -
Sumber: Dinas Pertanian,Peternakan,Perkebunan dan Kehutanan Kab. Kendal, 2012
Luasan lahan kritis tahun 2008 merupakan yang tertinggi dalam lima tahun terakhir seluas 46.974,6 ha. Namun, hingga pertengahan tahun 2012 ini semakin berkurang. Data hingga pertengahan tahun 2012 menunjukkan luas lahan kritis hanya 11.167,33 ha. Meskipun luas lahan kritis sudah mulai berkurang, luas lahan penghijauan masih perlu untuk terus ditingkatkan. Luas lahan penghijauan pada tahun 2011 seluas 6.759,1 ha.
Pada tahun 2012 Badan Lingkungan Hidup mengadakan kegiatan untuk rehabilitasi hutan dan lahan di kawasan Dieng sebagai salah satu upaya perbaikan lahan. Kegiatan ini berkelanjutan dari tahun ke tahun sejak tahun 2008. Pada tahun 2012 ini kegiatannya berupa pengadaan bibit tanaman kopi arabika sebanyak 15.000 batang, bibit tanaman sengon 20.000 batang, pengadaan ajir tanaman kopi arabika 15.000 buah, pengadaan ajir tanaman sengon 20.000 buah, pengadaan rumput penguat teras/gajahan 40.000 stek, pengadaan ternak kambing betina 70 ekor, pengadaan ternak kambing jantan 7 ekor, rehab teras 25 ha, dan penghijauan 25 ha di Desa Bringinsari Kecamatan Sukorejo.
Sementara Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan melalui kegiatan Dana Alokasi Khusus tahun 2012 melakukan kegiatan berupa pengkayaan hutan rakyat seluas 800 ha yang tersebar di lokasi:
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 23
1. Desa Leban Kec Boja
2. Desa Wonosari Kec. Pegandon, 3. Desa Sriwulan Kec. Limbangan, 4. Desa Pagertoya Kec. Limbangan, 5. Desa Banjarejo Kec. Boja, 6. Desa Wirosari Kec. Patean, 7. Desa Mojoagung Kec. Plantungan, 8. Desa Pageruyung Kec. Plantungan, 9. Desa Bringinsari Kec. Sukorejo, 10. Desa Gentinggunung Kec. Sukorejo, 11. Desa Purwosari Kec. Sukorejo, 12. Desa Ngargosari Kec. Sukorejo, 13. Desa Tlogopayung Kec. Plantungan, 14. Desa Sidodadi Kec. Patean.
Perbandingan antara luas lahan kritis dan penghijauan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.18
Luas Lahan Kritis Dan Lahan Penghijauan Kabupaten Kendal Tahun 2007- 2012
U R A I A N 2007 2008 2009 2010 2011 2012
( Ha) ( Ha) ( Ha) ( Ha) ( Ha) ( Ha) Luas Lahan
Kritis 36,601.60 46,974.60 28,482.55 27,882.55 11,167.33 11,167.33 Luas lahan
penghijauan 4.418 3.250 10.543 600 6.759,10 Sumber: Dinas Pertanian,Peternakan,Perkebunan dan Kehutanan Kab. Kendal, 2012
c. Perkebunan.
Komoditas perkebunan di Kabupaten Kendal yang juga menjadi perhatian pemerintah mengingat bidang pertanian masih menjadi sektor andalan di Kabupaten Kendal. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan banyak komoditas perkebunan di Kabupaten Kendal pada tahun 2011 mengalami penurunan hasil produksi jika dibanding tahun sebelumnya yaitu karet, kopi, lada, vanili, tebu, dan kelapa. Sedang yang mengalami peningkatan adalah teh, tembakau, dan kakao. Jumlah produksi teh dan tembakau meningkat dikarenakan peningkatan
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 24
produktivitasnya, sementara peningkatan produksi kakao lebih dikarenakan perluasan areal produksinya terlihat dari tingkat produktivitasnya yang hampir sama yaitu 0,30 ton/ha ditahun 2010 dan 0,31 ton/ha ditahun 2011. Data selengkapnya sebagai berikut:
Tabel 3.19
Perkembangan Hasil Perkebunan Kabupaten Kendal Tahun 2007 – 2012
U R A I A N Satuan Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 1. Karet a. Luas Areal Ha 92,100 95,100 114,100 160,400 263,170 271,270 b. Jumlah produksi Ton 42,41 43,75 41,73 59,64 44,29 19,91
c.Produktivi tas Ton/Ha 0.46 0.46 0.37 0.37 0.17 0,07
2. Tehe
a. Luas Areal Ha 171,100 159,100 187,100 177,100 180,100 181,000 b. Jumlah
produksi Ton 68,99 64,58 76,36 93,40 103,750 40,07 c. Poduktivi tas Ton/Ha 0.40 0.49 0.41 0.53 0,57 0,22
3. Kopi
a. Luas Areal Ha 2.827,62 3.121,09 3.060,410 3.056,702 3.013,552 3.012,502
b. Jumlah
produksi Ton 1.003,82 911,91 1.168,62 1.149,29 853,33 126,96 c.Produktivi tas Ton/Ha 0.36 0.29 0.38 0.38 0.14 0,04
4. Tembakau
a. Luas Areal Ha 6.322,197 6.216,949 6.636,050 7.017,520 6.510,000 -
b. Jumlah
produksi Ton 7.018,32 6.900,81 7.599,66 5.053,36 9.233,34 - c.Produktivi tas Ton/Ha 1,11 1,11 1,14 0,72 1,41
5. Kakao
a. Luas Areal Ha 123,030 126,560 138,660 150,660 173,560 178,060 b. Jumlah
produksi Ton 28,03 24,62 28,38 45,40 54,22 28,69 c.Produktivi tas Ton/Ha 0.23 0.19 0.20 0.30 0.31 0.005
6. Lada
a. Luas Areal Ha 28,793 29,400 30,793 27,743 26,543 - b. Jumlah
produksi Ton 7,04 6,45 4,74 5,39 2,13 -
c.Produktivi tas Ton/Ha 0.24 0.22 0.15 0.19 0.08
7. Vanili
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 25
U R A I A N Satuan Tahun
2007 2008 2009 2010 2011 2012
b. Jumlah
produksi Ton 3,41 3,24 12,46 3,54 1,11 -
c.Produktivi tas Ton/Ha 0.21 0.21 0.89 0.25 0.12 -
8. Tebu
a. Luas Areal Ha 579,527 492,601 385,602 642,352 675,571 - b. Jumlah
produksi Ton 2.798,70 1.890,47 7.251,770 2.438,09 2.065,51 - c.Produktivi tas Ton/Ha 4.82 3.84 18.81 3.80 3.05 -
Sumber: Dinas Pertanian,Peternakan,Perkebunan dan Kehutanan Kab. Kendal, 2012
d. Perikanan dan Kelautan.
Wilayah Kabupaten Kendal tidak hanya daratan tetapi juga laut 12 mil seluas 941,28km² dengan panjang pantai 41 km. Beberapa tahun terakhir dilaksanakan pembangunan breakwater. Pada tahun 2012 ini dibangun dibagian barat pantai yang direncanakan sepanjang 56 m. Breakwater berfungsi sebagai salah satu bentuk perlindungan pantai terhadap erosi dengan menghancurkan energi gelombang sebelum sampai ke pantai.
Sumberdaya laut di Kabupaten Kendal memberikan keuntungan yang sangat potensial dengan adanya kekayaan hasil laut. Pada tahun 2012 di Kabupaten Kendal terdapat kapal/perahu penangkap ikan sebanyak 1.637 unit. Hasil tangkapan ikan laut pada tahun 2012 mengalami peningkatan yaitu menjadi 1.763,728 ton dari 1.711,768 ton pada tahun 2011. Kabupaten Kendal memiliki rumah tangga perikanan sebanyak 1.377 KK. Sementara tempat pelelangan ikan (TPI) sebagai pusat pemasaran ikan pada tahun 2012 bertambah satu menjadi lima unit, yaitu TPI Tawang dan Sindang Sikucing (Kecamatan Rowosari), TPI Bandengan (Kecamatan Kendal), TPI Pidodo Kulon (Kecamatan Patebon), dan yang terbaru yaitu TPI Karangsari (Kecamatan Kendal). Jumlah Untuk mendukung kelautan di Kabupaten Kendal, pada tahun 2012 ini dibangun bangunan gedung pengolahan dan pemasaran di Bandengan.
Selain kekayaan hasil laut, perikanan darat juga banyak terdapat di Kabupaten Kendal yang terdiri dari tambak, kolam, dan perairan umum. Berdasarkan data pada tahun 2012, luas tambak mencapai 3.428,19 ha dengan jumlah produksi perikanan darat mencapai 7.148,675 ton, sementara luas kolam mencapai 18,02 ha dengan rumah tangga produksi sebanyak 1.305 KK. Luas
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 26
tambak dan kolam tersebut masih tidak berbeda jauh dengan luas pada tahun 2011 namun meningkat dari tahun 2010 yaitu luas tambak 3.393,17 ha dan jumlah produksi 6.452,103 ton. Untuk perikanan perairan umum (rawa, danau, sungai, dll) produksinya terus meningkat dari tahun 2007 hingga tahun 2012. Produksi pada tahun 2010 yaitu 189,878 ton, pada tahun 2011 meningkat 199,202 ton, dan pada tahun 2012 meningkat lagi menjadi 235,1 ton. Untuk memberikan nilai lebih pada hasil produksi perikanan, dilakukan pengolahan hasil perikanan. Di Kabupaten Kendal terdapat 4 perusahaan pengelolaan perikanan. Hasil yang baik juga dimulai dari benih yang baik. Di Kabupaten Kendal terdapat 77 hotchery (rumah pembenihan).
e. Peternakan.
Kegiatan peternakan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan sumber pangan hewani seperti daging, telur maupun susu. Berbagai macam jenis ternak yang dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Kendal meliputi sapi potong, sapi perah, kambing, domba, babi, ayam buras, ayam petelur, ayam pedaging, dan itik. Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Kabupaten Kendal sebanyak empat buah.
Ternak Sapi Potong.
Data yang disampaikan oleh Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Kendal meyebutkan bahwa populasi ternak sapi potong dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dari 16.212 pada tahun 2007 menjadi 31.985 ekor ditahun 2012. Peningkatan populasi tersebut juga diiringi dengan jumlah pemotongan per tahunnya. Jumlah pemotongan pada tahun 2007 sebanyak 2.618 ekor dan pada tahun 2011, jumlah pemotongan meningkat menjadi 6.522 ekor. Untuk jumlah rata-rata kepemilikan dari tahun 2007 hingga tahun 2012 juga terus meningkat walau tidak signifikan yaitu 2,62 ekor sapi potong per-peternak menjadi 2,70 ekor/peternak.
Ternak Sapi Perah
Jumlah populasi ternak sapi perah juga meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2007 populasi sapi perah sebanyak 180 ekor. Jumlah tersebut meningkat hingga mencapai 262ekor pada tahun 2011. Data pada pertengahan tahun 2012,
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 27
jumlah populasi sapi perah sebanyak 300 ekor. Setiap sapi mampu menghasilkan sebanyak 8 liter per harinya.
Ternak Kecil dan Ternak Lainnya
Data hingga pertengahan tahun 2012, populasi ternak kecil (kambing, domba, babi) terbanyak adalah domba yaitu 93.970 ekor. Sementara populasi kambing mencapai 71.948 ekor. Sementara ternak lainnya tertinggi adalah populasi kerbau yaitu 10.375 ekor, kemudian populasi kelinci 6.148 ekor, dan yang terrendah adalah kuda sebanyak 1.674 ekor.
Ternak Unggas.
Jumlah populasi Unggas (ayam buras, petelur, pedaging, dan itik) terbesar di Kabupaten Kendal adalah ayam pedaging. Berdasarkan data dari tahun 2007 sampai dengan pertengahan tahun 2012 populasi ayam pedaging mengalami peningkatan. Pada tahun 2010 populasi ayam pedaging sebanyak 7.543.470 ekor, pada tahun 2011 mencapai 8.299.461 ekor, dan pada pertengahan tahun 2012 mencapai 8.299.461 ekor. Untuk jumlah produksi daging dari tahun 2007 hingga 2011 terus meningkat menjadi 629 per tahunnya. Sedangkan data hingga pertengahan tahun 2012 jumlah produksi daging baru mencapai 315 kg per bulan.
Jumlah populasi unggas terbesar kedua di Kabupaten Kendal adalah ayam petelur. Berdasarkan perkembangan terakhir dari tahun 2007 – 2012, populasi ayam petelur cenderung mengalami peningkatan dari 2.659.712 ekor pada tahun 2007 menjadi 2.8111.736 ekor pada tahun 2011. Data pada pertengahan tahun 2012 tercatat jumlah populasi ayam petelur sebanyak 2.830.634 ekor. Jumlah peternak juga terus meningkat dari 80 orang di tahun 2007 menjadi 82 orang peternak ditahun 2011, dan data pada petengahan tahun 2012 mencatat jumlah peternak sebanyak 94 orang. Populasi ayam buras juga mengalami peningkatan, dimana data pada tahun 2007 sebanyak 136.839 ekor meningkat menjadi 998.087 ekor ditahun 2011. Sedangkan data pertengahan tahun 2012 mencapai 1.176.062 ekor.
Tidak berbeda dengan ternak unggas yang lain, ternak itik juga terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada akhir tahun 2011, populasi itik mencapai 361.697 ekor dan terus naik menjadi 317.732 ekor pada pertengahan tahun
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 28
2012 ini. Rata-rata kepemilikan per peternak naik dari 231 ekor menjadi 243 ekor per peternak. Jumlah produksi telur itik terbesar ditahun 2011 yaitu 951.471 kg/thn sementara pertengahan tahun 2012 baru mencapai 475.735 kg/thn.
Data selengkapnya mengenai perkembangan populasi ternak dan produksinya disajikan dalam tabel 20 dan tabel 21 sebagai berikut:
Tabel 3.20
Populasi Ternak Kabupaten Kendal Tahun 2007 - 2012
JENIS TERNAK 2007 2008 2009 2010 2011 2012
(Ekor) (Ekor) (Ekor) (Ekor) (Ekor) (Ekor)
1. Ternak Besar a. Sapi Potong 16.212 15.714 21.641 21.347 27.430 31.985 b. Sapi perah 180 198 217 239 262 300 2. Ternak Kecil a. Kambing 39.006 44.783 51.416 59.031 67.774 71.948 b. Domba 16.777 24.818 36.713 54.309 80.339 93.970 c. Babi - - - - - - 3. Unggas a. Ayam Buras 136.839 224.880 369.564 607.336 998.087 1.176.062 b. Ayam Petelur 2.659.712 2.696.929 2.734.668 2772.934 2.811.736 2.830.634 c. Ayam pedaging 3.741.391 4.458.283 5.312.539 6.330.480 7.543.470 8.299.461 d. Itik 228.984 256.708 287.789 322.634 361.697 817.732
Sumber: Dinas Pertanian,Peternakan,Perkebunan dan Kehutanan Kab. Kendal, 2012
Tabel 3.21 Hasil Produksi Ternak
Kabupaten Kendal Tahun 2007 – 2012
No JENIS HASIL 2007 2008 2009 2010 2011 2012 1 Daging Ayam (Ton / bulan) 316,9 377,6 450,0 536,0 629,0 315,0 2 Susu (ribu Lt) 75.023 82.525 90.444 99.614 109.200 54.600 3 Telur Ayam (kg/th) - - - - 20.554.729 - 4 Telur Itik (kg/th) 602.260 675.290 757.050 848.713 951.471 475.735
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 29
Kebutuhan masyarakat akan hasil ternak baik itu daging, telur maupun susu selalu meningkat. Oleh karena itu, pemerintah mendukung sepenuhnya para peternak dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil ternak. Melalui Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan, pemerintah Kabupaten Kendal mendampingi para peternak baik dari segi pembibitan hingga sarana dan prasarananya. Kegiatan yang dilakukan tahun 2011 dan 2012 antara lain:
Prasarana dan sarana pengelolaan lahan peternakan
Berupa pembuatan jalan produksi pada kawasan peternakan. Lokasinya adalah Desa Peron Kecamatan Sukorejo, dan Desa Margosari Kecamatan Limbangan
Berupa penyediaan kendaraan bermotor roda tiga, peralatan UPPO (Unit Pengolah Pupuk Organik), dan pembuatan rumah kompos, berlokasi di Desa Curug sewu Kecamatan Patean dan Desa Jurangagung Kecamatan Plantungan.
Revitalisasi Pusat Kesehatan Hewan
Pembangunan Puskeswan di Desa Montongsari Kecamatan Weleri.
2. Pertambangan dan Energi
Sarana pelayanan bahan bakar di Kabupaten Kendal meliputi SPBU dan agen penyalur produk Pertamina tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Bina Marga, SDA dan ESDM pada pertengahan tahun 2012, SPBU yang ada di Kabupaten Kendal sebanyak 22 buah. Jumlah keluarga yang menggunakan listrik PLN tercatat 213.656 KK, sementara keluarga yang menggunakan listrik non PLN sebanyak 321KK.
3. Lingkungan Hidup, Tata Ruang dan Pertanahan
Pembangunan yang dilaksanakan diharapkan tidak melenceng dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah disusun. Pada tahun 2011 ditetapkan Perda yang baru tentang RTRW Kabupaten Kendal Tahun 2011-2013 yaitu Perda Nomor. 20 Tahun 2011. Penyelenggaraan penataan ruang wilayah bertujuan mewujudkan ruang wilayah sebagai kota industri yang didukung oleh
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 30
pertanian, produktif, prospektif, dan berkelanjutan menuju penguatan ekonomi masyarakat yang adil dan sejahtera.
Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) Kabupaten Kendal mempunyai fungsi pokok mengoordinasikan dan melaksanakan kebijakan Daerah di bidang pelayanan penanaman modal dan perizinan terpadu. Untuk melaksanakannya BPMPT menyelenggaraan pelayanan penanaman modal dan perizinan terpadu di daerah. Hingga pada pertengahan tahun 2012 BPMPT telah mengeluarkan 447 IMB, 828 TDP, 27 TDG, 27 SIUI, 775 SIUP, dan 556 HO/ITU. Sementara izin lokasi yang dikeluarkan sebanyak 32 buah, izin usaha kepariwisataan 48 buah, izin pemasangan reklame 12 buah, izin usaha jasa konstruksi 62 buah, izin trayek dan kartu pengawasan 904 buah, dan izin usaha angkutan barang/orang 65 buah. Dengan dikeluarkannya izin tersebut diharapkan berbagai sektor usaha di Kabupaten Kendal dapat berkembang.
Penataan tata ruang kota juga dilakukan melalui bidang pertanahan dengan membedakan antara tanah dengan hak guna usaha, hak pakai ataupun hak milik. Jumlah sertifikat tanah yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Kendal secara komulatif hingga pertengahan tahun 2012 adalah hak milik mencapai 216.371 bidang, hak guna bangunan 7.365 bidang, hak guna usaha 35 bidang, dan hak pakai 3.249 bidang.
Selain penataan perkotaan, diperhatikan pula lingkungan hidup di Kabupaten Kendal. Jumlah kawasan lindung yang ada di Kabupaten Kendal menurut Badan Lingkungan Hidup terdata sebanyak enam kawasan yaitu, 1 buah hutan lindung, 1 buah cagar alam, 1 buah hutan suaka alam, dan 3 buah cagar budaya. Sedangkan kasus pencemaran yang terjadi pada tahun 2012 ada tujuh kasus pencemaran tanah, tujuh kasus pencemaran air, delapan kasus pencemaran udara, dan 2 kasus pencemaran laut. Dalam menjaga lingkungan hidup di Kabupaten Kendal, pemerintah melakukan berbagai kegiatan melalui Badan Lingkungan Hidup seperti:
Kegiatan dibidang lingkungan hidup yang didanai Dana Alokasi Khusus (DAK) 2011 antara lain: pembuatan 15 unit sumur resapan; pembuatan depo sampah sebanyak 6 unit di Kelurahan Bugangin 2 unit, Kelurahan Kebondalem, Kelurahan Tunggulrejo, Desa Cepiring, dan Desa Plantaran; pembangunan unit biogas di Desa Darupono Kecamatan Kaliwungu
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 31
Selatan; pembuatan taman bantaran sungai di depan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kendal; pengadaan mesin pencacah sampah skala rumah tangga di Desa Sidorejo Kecamatan Brangsong; pengadaan papan informasi perlindungan SDA sebanyak 50 unit di kawasan resapan air yaitu di Kecamatan Boja, Limbangan, Singorojo, Patean, Sukorejo, Plantungan dan Pageruyung; pengadaan bibit tanaman berupa bibit trembesi 6000 batang, aren 6000 batang, dan jabon 6000 batang di Desa Singorojo; pengadaan tempat sampah 3R sebanyak 80 set yang dipasang di pemukiman, pasar dan sekolah; dan pengadaan alat laboratorium lingkungan.
Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat dibidang lingkungan berlokasi di Kecamatan Gemuh dan Kecamatan Sukorejo. Kegiatan berupa pemberian bantuan pupuk kompos 6.000 kg, pestisida hayati 300 liter, alat pencacah sampah 4 unit dan alat pembuat sampah 96 unit.
Peningkatan peran serta masyarakat dalam rehabilitasi dan pemulihan cadangan sumber daya alam berupa dua kali pembinaan/sosialisasi, pengadaan bibit kopi 10.000 batang, dan bibit mangrove 60.000 batang.
D. INFRASTRUKTUR
1. Perumahan dan Permukiman
Semakin meningkatnya jumlah penduduk berpengaruh pada peningkatan kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal. Data dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal menyebutkan kebutuhan rumah pada tahun 2007 adalah 1.647 unit meningkat tajam dalam lima tahun menjadi 17.125 unit pada
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 32
pertengahan tahun 2011. Sementara pada pertengahan tahun 2012 tercatat kebutuhan rumah mencapai 17.294 unit rumah.
Pengadaan rumah dilakukan baik melalui perumnas dan KPR/BTN maupun penyediaan oleh perorangan. Penyediaan rumah paling banyak dipenuhi dari perorangan yaitu 234.794 unit. Sementara rumah yang disediakan KPR/BTN sebanyak 5.351 unit. Data selengkapnya dapat dilihat pada tabel 3.22.
Tabel 3.22 Perumahan
Kabupaten Kendal Tahun 2007 – 2012
Perumahan Satuan 2007 2008 2009 2010 2011 2012
Status Kepemilikan Rumah
1) Rumah milik sendiri Unit 183.042 184.114 186.209 168.973 240.937 9
170.699 2) Rumah sewa Unit 209 228 250 32.889 34.889 33.232
Penyediaan Perumahan
1. Perumnas Unit 1.100 1.210 1.338 - - -
2. KPR/BTN Unit 400 490 364 5.295 5.592 5.351
3. Real estate Unit - - - - - -
4. Perorangan Unit 57 35 63 232.37 17111 294.37 11111 234.79 444444
Kebutuhan Rumah Unit 1.647 1.667 1.667 17.115 17.125 17.294 Sumber : Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kendal, 2012
2. Pekerjaan Umum
Dilihat dari status jalan, ukuran panjang jalan tidak mengalami banyak perubahan. Panjang jalan di Kabupaten Kendal pada tahun 2011 tercatat 916,56 kilometer, yang terbagi menjadi tiga status kepemilikan yaitu jalan negara 47,57 km, jalan provinsi 98 km dan jalan kabupaten 770,99 km.
Tabel 3.23
Panjang Jalan Dirinci Menurut Status Kabupaten Kendal Tahun 2007 – 2011
STATUS JALAN Satuan 2007 2008 2009 2010 2011
a. Nasional Km 47,08 47,08 47,08 47,57 47,57 b. Propinsi Km 98,00 98,00 98,00 70,81 98,00 c. Kabupaten Km 770,99 770,99 770,99 770,99 770,99 Sumber : Kendal Dalam Angka 2011
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 33
Kondisi jalan yang baik memperlancar transportasi dalam daerah maupun antar daerah. Menurut data dari Dinas Bina Marga, SDA dan ESDM pada pertengahan tahun 2012, kondisi jalan yang baik mengalami penurunan. Namun, untuk kondisi jalan yang rusak berat justru naik. Perkembangan kondisi jalan kabupaten dapat dilihat pada tabel-tabel berikut:
Tabel 3.24
Panjang Jalan Dirinci Menurut Kondisi Jalan Kabupaten Kendal Tahun 2009 – 2012
KONDISI JALAN Satuan 2009 2010 2011 2012
a. Baik Km 371,723 229,723 380,087 246,775
b. Sedang Km 105,470 145,500 153,250 158,540
c. Rusak Km 235,260 214,780 137,656 137,538 d. Rusak Berat Km 112,540 110,990 100,00 228,140
Sumber : Dinas Bina Marga, SDA dan ESDM Kab. Kendal 2012
3. Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi a. Pariwisata
Pada tahun 2012 Kabupaten Kendal merayakan hari jadi Kabupaten Kendal ke-407 dengan tema Sekaring Jagad yang diramaikan dengan parade budaya dan karnival yang bertajuk Kendal Culture Heritage Carnival. Sekaring jagad yang mengandung arti Kendal menjadi sekar atau bunga yang mulai mengembang serta mengharumkan jagad atau dunia.
Beragam budaya khas Kabupaten Kendal ditampilkan dalam karnival tersebut, antara lain parade budaya kesenian Tari Barongan, Tari Soreng, Tari Kuda Lumping, Tari Buroq, Tari Warok dan Tari Ular. Selain menampilkan kesenian tari yang merupakan khas Kendal, pagelaran tersebut juga menampilkan sendratari dengan lakon Wanodya Sekaring Bawono. Selain menampilkan kesenian khas Kendal, pada Kendal Culture Heritage Carnival juga menampilkan lebih dari 1500 peserta yang mengenakan kreasi dari batik khas kendal yang sempat punah hampir 50 tahun silam.
Sistem Informasi Profil Daerah Kabupaten Kendal III - 34
Pariwisata di Kabupaten Kendal baik itu wisata alam maupun buatan selalu menjadi perhatian pemerintah. Infrastruktur dari sektor Pariwisata di Kabupaten Kendal terdapat beberapa lokasi yang cukup baik untuk dikunjungi,