4 PENYAJIAN DATA
4.3 Deskripsi Hasil Wawancara
4.3.2 Sumber Daya
Sumber Daya merupakan faktor yang paling penting dalam implementasi kebijakan agar berjalan efektif dan efisien. Tanpa adanya sumber daya, kebijakan tidak akan berjalan dengan lancar dan tidak akan memenuhi indikator-indikator yang telah ditetapkan. Sumber daya dapat diartikan dalam berbagai elemen, seperti sumber daya manusia yang merupakan implementor dan sumber daya finansial sebagai penunjang implementasi. Indikator-indikator yang digunakan untuk melihat sejauh mana sumber daya mempengaruhi implementasi kebijakan adalah:
4.3.2.1 Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia dapat diartikan sebagai staf atau pegawai, yang merupakan sumber daya utama implementasi kebijakan. Dalam hal ini, staf atau pegawai memiliki tugas dan kompetensi yang menunjang kemampuan dalam melaksanakan Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN) seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toba Samosir, Drs. Kasten Panjaitan, M.Si. yang menyatakan bahwa:
“Kami optimis, didukung oleh para staf yang berdedikasi tinggi”
(Hasil wawancara pada tanggal 14 Februari 2017)
Walaupun komitmen yang tinggi dan dedikasi yang tinggi dari pegawai BKD kabupaten Toba Samosir, kendala terkait sumber daya manusia pada saat implementasi SIEKIN masih
banyak ditemui dan dirasakan. Seperti halnya yang disampaikan oleh staf BKD Toba Samosir, Bapak Frans Yones A. Simbolon:
“Sebagian PNS masih belum bisa mengoperasikan computer sehingga mereka menjadi terbebani”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017)
Menurut Bapak Swandy Pangaribuan, beliau menyatakan bahwa:
“masih banyak PNS yang belum melek teknologi, bayangkan saja untuk mengirimkan SMS saja ada juga yang masih perlu bantuan anaknya atau keluarganya, khususnya di tempat-tempat yang jauh dari pusat kabupaten Tobasa. Kita kewalahan untuk mensosialisasikan SIEKIN bagi pegawai-pegawai seperti ini. Pegawai ini biasanya yang sudah berumur, mau pension, atau memang tidak mau belajar hal baru lagi, apalagi komputer. Ke depannya harus ada pelatihan yang cukup untuk penggunaan komputer.”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017) 4.3.2.2 Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana merupakan faktor penting dalam implementasi kebijakan.
Implementor mungkin mempunyai staf yang mencukupi, kapabilitas, dan kompeten tetapi tanpa adanya fasilitas pendukung, seperti sarana dan prasarana, maka implementasi kebijakan tersebut tidak akan berhasil. Dari hasil wawancara, sebagian besar informan menyatakan bahwa terkait sarana dan prasarana, jawaban yang diberikan masih banyak yang terkait infrastruktur.
Menurut Bapak Frans Yones A. Simbolon, beliau menyatakan bahwa:
“Sarana yang sudah ada itu server sama asti.net, dua-duanya ada di kantor BKD kabupaten Toba Samosir. Sudah cukuplah itu untuk SIEKIN ini supaya bisa diakses pegawai-pegawai kita di Tobasa. Tapi yang jadi kendala biasanya adalah kantor yang khususnya jauh dari pusat kota pasti kewalahan. Belum bagus sarana prasarana untuk akses internet di sana.”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017)
Khusus untuk kendala terkait sarana dan prasarana, Bapak Frans Yones A. Simbolon, menambahkan bahwa:
“SIEKIN dapat dijalankan secara optimal selama masalah jaringan internet dapat diatasi. Saat ini masih dirasakan tidak meratanya jaringan internet di Tobasa”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017)
Menurut Bapak Swandy Pangaribuan, beliau menyatakan bahwa:
“sudah. Ada server, broadband, dan lain-lain. Yang masalah adalah belum merata sarana di kantor-kantor di Tobasa ini. Masih kendala itu.”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017) 4.3.3 Disposisi
Disposisi adalah watak dan karakteristik yang dimiliki seorang implementor, seperti komitmen, kejujuran, dan sifat demokratis. Apabila implementor memiliki disposisi yang baik, maka dia akan dapat menjalankan kebijakan dengan baik pula, seperti yang diinginkan oleh pembuat kebijakan. Terkait disposisi, pegawai di lingkungan BKD Kabupaten Toba Samosir
memiliki komitmen yang kuat untuk mengimplementasikan dan menggunakan SIEKIN untuk penilaian kinerja.
Menurut Bapak Swandi Pangaribuan, beliau menyatakan bahwa:
“Respon yang ditunjukkan oleh pegawai terhadap diberlakukannya SIEKIN sudah terlihat sangat antusias untuk sebagian besar. Sebagian lagi memang merasa terbebani untuk menggunakannya, tapi setelah sosialisasi dan ditunjukkan kemudahan yang disajikan sistem ini, akhirnya semakin sedikit yang masih menolak. Saya lihat semua cenderung komit kok untuk implementasinya”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017)
Menurut Bapak Frans Yones A. Simbolon, beliau menyatakan bahwa:
“biasalah kalau ada yang baru pasti ada yang pro dan kontra oleh PNS Toba Samosir, SIEKIN awalnya dianggap menambah beban kerja. Tapi setelah sosialisasi, sudah mulai berkurang yang kontra, makin baguslah keinginan untuk maju, komitmen pagawai saya rasa kuatlah untuk memakai SIEKIN ini”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017) 4.3.4 Struktur Birokrasi
Struktur Birokasi merupakan tugas mengimplementasikan kebijakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap implementasi kebijakan. Salah satunya adalah adanya rincian tugas dan prosedur pelayanan menjadi pedoman bagi implementor dalam bertindak. Selain itu, struktur organisasi yang terlalu panjang akan cenderung melemahkan pengawasan dan menimbulkan
red-Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir sudah memiliki struktur organisasi yang jelas dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang sudah ditetapkan. Untuk penerapan SIEKIN juga sudah disiapkan SOP (Standard Operating Procedure) seperti yang disampaikan oleh Kabid Pengadaan, Pensiun dan Informasi Data Badan Kepegawaian Kabupaten Toba Samosir, Duma Sari Siahaan, yaitu:
“masing-masing unit kerja di pemerintahan kabupaten Tobasa sudah memiliki tupoksi yang jelas, otomatis pembagian tugas juga jelas, tidak ada yang tumpeng tindih. Karena rapat koordinasi juga sering dilakukan, permasalahan yang muncul terkait peran masing-masing dibahas untuk diambil pemecahannya. Jadi struktur organisasi sudah baik.
Sementara SOP untuk implementasi SIEKIN, supaya jelas peran masing-masing, sudah dibuatkan buku petunjuk yang dikeluarkan oleh BKD. Buku ini bisa menjadi pegangan.”
(Hasil wawancara pada tanggal 13 Februari 2017)
Di sesi akhir wawancara, peneliti mengajukan pertanyaan kepada informan mengenai harapan mereka tentang program SIEKIN yang telah diimplementasikan di lingkungan pemerintahan Kabupaten Toba Samosir. Berikut ini adalah pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh pada informan tersebut:
Jawaban Bapak Ridolf Simanjuntak, S.H., yaitu:
“Semoga mempermudah kearsipan tahunan pada masing-masing PNS. Sudah bagus SIEKIN ini. Saya lihat pekerjaan jadi terkoordinir dan penyelesaian bisa siap agar sesuai target yang diinginkan”
(Hasil wawancara pada tanggal 16 Februari 2017)
Jawaban Bapak Aristotles Fransisco Hasibuan, A.Md., yaitu:
“Dengan adanya SIEKIN, harapannya adalah setiap PNS sudah bisa menyusun SKPnya masing-masing. SKP khan harus disusun setiap awal tahun, jadi supaya lebih teratur, tahu juga orangnya apa-apa saja yang mau dibikin target pekerjaannya untuk satu tahun itu.
Kalau sudah terarah gitu, harapannya juga khan setiap PNS bisa jadi produktif harapannya kerjaannya setiap hari”
(Hasil wawancara pada tanggal 16 Februari 2017)
Jawaban Bapak Rio Edward M.L. Tambunan yaitu:
“dengan SIEKIN, harapan saya yaitu agar supaya pekerjaan dapat lebih terarah lagi ke depannya, efektif pekerjaannya, efisien jugalah hasilnya. SIEKIN ini sudah bagus karena kita dapat mengetahui target pekerjaan dan sudah sejauh mana atau sebanyak mana target-target yang sudah tercapai selama ini. Itu dipertahankan, ditingkatkanlah istilahnya agar tidak berubah-rubah lagi, jadi mundur seperti cara yang lama itu. Saya yakin kinerja juga bisa dinilai lebih efektif, lebih jelas penilaiannya, jadi transparanlah.”
(Hasil wawancara pada tanggal 20 Februari 2017) Jawaban Ibu Christanti Silaban yaitu:
“Dengan adanya SIEKIN ini semoga kinerja setiap pegawai di Tobasa ini, secara khusus BKD ini semakin meningkat dalam melayani masyarakat”
(Hasil wawancara pada tanggal 20 Februari 2017)
Jawaban Bapak Pintor Napitupulu yaitu:
“SIEKIN itu sudah bagus, sudah cocoklah dengan kebutuhan kita, apalagi di zaman modern ini, harus pakai komputer semua sistem, tidak boleh tidak. Tapi mungkin bisa lebih lagilah SIEKIN ini, sekarang sih sudah bagus, tapi kalau bisa diperbaiki lagilah tampilannya itu, saya rasa itu yang perlu dibagusi dari SIEKIN itu”
(Hasil wawancara pada tanggal 20 Februari 2017) Jawaban Bapak James Pasaribu, S.AP. yaitu:
“Jaringannya semakin ditingkatkan, supaya gak lemot pakenya”
(Hasil wawancara pada tanggal 25 Februari 2017) Jawaban Ibu Ifgaba Maria Manurung, S.H. yaitu:
“kalau bisa sesuai tujuannya, mohon disesuaikan hasil penilaian dari sistem ini supaya sama dengan tunjangan kinerja”
(Hasil wawancara pada tanggal 25 Februari 2017)
Dari jawaban pegawai negeri sipil di lingkungan kabupaten Toba Samosir tersebut mengenai harapan mereka tersebut dapat disimpulkan bahwa program ini sudah baik dilakukan dan tetap berjalan agar menghasilkan manfaat yang lebih baik lagi ke depannya untuk semua pegawai yang ada di lingkungan pemerintahan kabupaten Toba Samosir. Kendala-kendala yang dihadapi saat implementasi SIEKIN sebaiknya ditangani, agar sistem berjalan dengan lancer ke depannya.
4.4 Data Sekunder
Data sekunder yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu data yang menunjang atau terkait dengan Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN) yang sedang diteliti. Dalam proses pengumpulan
data sekunder ini, peneliti mengawali dengan pengumpulan berkas gambaran umum dan profil Kabupaten Toba Samosir, gambaran umum Badan Kepegawaian Daerah beserta tugas pokok dan fungsinya dan kemudian gambaran umum implementasi SIEKIN. Dengan menggunakan gambaran umum tersebut, peneliti mempersiapkan wawancara dan observasi di lokasi penelitian.
Pada proses penelitian di kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toba Samosir, peneliti diberikan izin untuk mengobservasi SIEKIN yang diimplementasikan (tampilan SIEKIN dapat dilihat pada Lampiran 12), memperoleh data yang diperlukan untuk penelitian, seperti copy dari peraturan yang digunakan sebagai acuan untuk implementasi SIEKIN tersebut, serta petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) yang digunakan.
5 ANALISIS DATA
Bab Analisis Data berisi penjabaran tentang analisis terhadap data yang didapatkan dari proses penelitian yang telah dijelaskan pad bab-bab sebelumnya. Analisis yang dilakukan menggunakan metode penelitian kualitatif (qualitative research) dengan pendekatan deskriptif yang mengacu pada hasil interpretasi data dan informasi yang didapatkan sesuai dengan rumusan masalah penelitian ini. Dalam melakukan analisis, data yang telah disajikan dibahas dengan menggunakan teori-teori yang berhubungan dengan tujuan kegiatan penelitian ini sehingga analisis yang dilakukan oleh peneliti dapat disajikan dengan baik.
5.1 Implementasi Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir
Menurut Wing Wahyu Winarno (2006:2) Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sekumpulan komponen yang saling bekerja sama, yang digunakan untuk mencari data, mengolah data dan menyajikan informasi untuk para pembuat keputusan agar dapat membuat keputusan dengan baik. Komponen sistem informasi yang paling utama adalah teknologi komunikasi, teknologi komputasi, dan teknologi informasi. Teknologi komunikasi digunakan untuk mengirimkan data dari satu tempat atau alat ke tempat atau alat yang lain.
Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN) merupakan sistem informasi yang dibangun untuk membantu proses penilaian kinerja pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir. SIEKIN memungkinkan pencatatan SKP dan pelaporan pencapaian target secara online. Walaupun demikian, dalam proses implementasi sebuah program pasti terdapat hambatan-hambatan yang ada, begitu pula dengan proses implementasi program SIEKIN ini. Menurut penelitian yang telah dilakukan pada Badan Kepegawaian Daerah
Kabupaten Toba Samosir, terdapat beberapa hambatan yang terjadi dalam impelementasi program SIEKIN ini diantaranya adalah:
1. Terdapat hambatan berupa masalah jaringan internet yang belum merata. Solusi persoalan ini sangat tergantung pada perusahaan telekomunikasi yang dapat menyediakan infrastruktur internet.
2. Hambatan lain yang terjadi adalah masalah pengetahuan pegawai yang masih terbatas mengenai penggunaan komputer. Tidak semua pegawai negeri sipil di lingkungan pemerintahan kabupaten Toba Samosir melek teknologi, sehingga implementasi SIEKIN cukup terhambat. Namun hambatan ini juga dihadapi dengan pelaksanaan sosialaisasi dan bimbingan teknis secara lebih mendalam mengenai program ini sehingga keikutsertaan pegawai semakin tinggi.
Dengan menggunakan model kebijakan implementasi yang dipilih untuk meneliti implementasi SIEKIN, maka hasil analisis dapat dilihat pada sub bab berikut ini.
5.1.1 Komunikasi
Pemerintah sebagai pihak yang berperan langsung dalam mengimplementasi kebijakan/program telah mentransmisikan (mengirimkan) perintah-perintah implementasi sesuai dengan keputusan yang telah dibuat kepada kelompok sasaran sehingga akan mengurangi distorsi implementasi. Perintah yang diterima harus jelas, apabila tujuan dan sasaran suatu kebijakan tidak jelas, atau bahkan tidak diketahui sama sekali oleh kelompok sasaran, maka kemungkinan akan terjadi resistensi dari kelompok sasaran.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai implementasi SIEKIN yang ada di
sesama pegawai yang ada di lingkungan kerja Badan Kepegawaian Daerah kabupaten Toba Samosir maupun dengan jabatan vertikal diatasnya sudah terjalin dengan baik serta arah komando komunikasi yang terjadi juga sudah teratarh dengan baik.
5.1.2 Sumber Daya
Sumberdaya dapat berupa sumber daya manusia dan sarana prasarana. Sumber Daya Manusia yang sangat diperlukan dalam menjalankan kebijakan, pentingnya keterampilan SDM itu untuk menjalankan sebuah kebijakan. Sumber daya manusia tersebut membutuhkan informasi yang berkenaan dengan berupa petunjuk dalam melaksanakan kebijakan dan data untuk menyesuaikan antara implementasi dengan kebijakan pemerintah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai implementasi SIEKIN yang ada di lingkungan pemerintahan kabupaten Toba Samosir terdapat staf BKD yang memang ditugaskan dalam mengelola SIEKIN tersebut. Pegawai tersebut harus bertanggungjawab atas jalannya sistem tersebut. Untuk implementasinya, anggaran yang digunakan bersumber dari anggaran APBD dan harus digunakan sebaik mungkin.
Sumber daya lainnya adalah sarana dan prasarana. Untuk implementasi SIEKIN, masih terdapat kendala dari sisi infrastruktur jaringan internet dan juga koneksi internet yang masih lambat di beberapa daerah tempat unit kerja pegawai negeri sipil berada. Solusi untuk hambatan ini sangat bergantung pada program kerja perusahaan penyedia jasa dan infrastruktur telekomunikasi.
5.1.3 Disposisi
Disposisi adalah watak dan karakteristik yang harus dimiliki oleh implementator, seperti, komitmen, kejujuran, dan sifat demokratis. Apabila implementor memiliki disposisi yang baik,
maka dia dapat menjalankan kebijakan dengan baik seperti apa yang diinginkan oleh pembuat kebijakan. Ketika implementor memiliki sikap atau perspektif yang berbeda dengan pembuat kebijakan, maka proses implementasi kebijakan juga menjadi tidak efektif.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai Implementasi SIEKIN yang ada di lingkungan pemerintahan kabupaten Toba Samosir respon pegawai terhadap diberlakukannya pada awalnya cenderung merasa terbebani. Hal ini karena tidak semua pegawai mengerti cara menggunakan komputer. Namun setelah berjalan beberapa waktu, para pegawai yang tadinya cenderung kontra dengan kebijakan implementasi tersebut mulai mendukung karena menyadari manfaat dari sistem informasi ini.
5.1.4 Struktur Birokrasi
Struktur birokrasi yang bertugas mengimplementasikan kebijakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap implementasi kebijakan. Salah satu dari aspek struktur yang penting dari setiap organisasi adalah adanya Standart Operational Procedure (SOP) yang menjadi pedoman bagi setiap implementator dalam bertindak.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan mengenai SIEKIN yang ada di lingkungan instansi pemerintahan kabupaten Toba Samosir, Standart Operational Procedure (SOP) yang berlaku adalah sudah ada dan telah diikuti prosedurnya oleh pegawai terkait. Selain itu, SOP tersebut juga disesuaikan dengan tupoksi masing-masing pegawai.
6 PENUTUP
Setelah dilakukan penelitian dan proses analisis dengan hasil serta uraiannya dikemukan pada bab-bab laporan skripsi ini sebelumnya, maka pada bab ini dituliskan kesimpulan. Kesimpulan yang diberikan berdasarkan penelitian di lapangan yang telah dilakukan. Selain itu, saran-saran juga disampaikan terkait dengan implementasi Penggunaan Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN) Untuk Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir.
6.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah:
1. Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN) merupakan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang bekerja secara online dan memiliki proses yang diotomatisasi. Hal ini sangat membantu proses pembuatan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) serta penilaian perilaku kerja. Penggunaan kertas juga dapat dibatasi dengan keberadaan sistem tersebut. Selain itu, SIEKIN juga memiliki fitur database PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir sehingga memudahkan dalam mencari informasi terkait pegawai tertentu.
2. Implementasi SIEKIN yang diterapkan di lingkungan pemerintahan kabupaten Toba Samosir sudah dioptimalkan. Hal ini tergambar dari hasil penelitian yang mengacu pada model implementasi kebijakan berdasarkan komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi yang hasilnya sudah baik. Prosedur, proses dan kecukupan di masing-masing komponen model penilaian implementasi kebijakan sudah optimal.
3. Sistem ini baru diimplementasikan dan masih banyak yang harus dilengkapi dan diperbaiki agar tujuan implementasi SIEKIN ini, yaitu untuk membantu proses penilaian kinerja PNS dapat dicapai. Persoalan yang muncul terkait perbaikan SIEKIN ini diatasi dengan proses sosialisasi yang rutin dilakukan jika ditemukan adanya keperluan untuk perbaikan sistem. BKD sudah memiliki staf yang ditugaskan untuk memonitor dan mengawasi penggunaan SIEKIN tersebut.
6.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan adalah:
1. Kualitas sumber daya manusia serta dukungan sarana dan prasarana yang mencukupi menjadi salah satu sorotan dalam implementasi SIEKIN. Tidak semua PNS terbiasa menggunakan komputer dalam kehidupan sehari-hari, sehingga diperlukan pelatihan intensif untuk melatih PNS untuk menggunakan SIEKIN tersebut. Sarana dan prasarana harus dilengkapi, seperti koneksi internet dan ketersediaan computer/laptop, sehingga penggunaan SIEKIN bisa lebih maksimal lagi.
2. Pihak BKD Kabupaten Toba Samosir harus secara rutin memeriksa Peraturan Pemerintah hingga Surat Petunjuk Teknis yang terbaru terkait implementasi penilaian kerja PNS dengan mengggunakan SIEKIN. Fitur-fitur SIEKIN harus dapat menyesuaikan dengan perubahan-perubahan aturan terkait implementasi sistem ini.
3. Sosialisasi penggunaan SIEKIN harus diperbanyak lagi dan dilakukan secara rutin.
Selain karena kekurangan sumber daya manusia dalam pemahaman teknologi informasi dan komunikasi, maka implementasi SIEKIN dapat tersendat dan tidak mencapai tujuan yang diharapkan.
4. Perlunya dilakukan penambahan staf atau pegawai untuk implementasi dan proses pengawasan penggunaan SIEKIN di lingkungan pemerintahan Kabupaten Toba Samosir agar semua proses dapat berlangsung dengan baik dan lancar.
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku:
Abdul Wahab, Solichin, 1997. Evaluasi kebijakan Publik. Penerbit FIA. UNIBRAW dan IKIP Malang.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rhineka Cipta.
Hasibuan, Malayu S. P. 2008. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Harsono, Hanifah, 2002, Implementasi Kebijakan dan Politik, Jakarta, Rineka Cipta.
Heidjrachman dan Suad Husnan, 1990, Manajemen Personalia. Yogyakarta, BPFE.
Sirait, Justin. T.2006. Memahami Aspek-aspek Pengelolaan Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi. Gramedia Widiasarana Indonesia, Jakarta.
Wibawa, Samodra, dkk.1994. Evaluasi kebijakan Publik (Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa) hal. 22-25
B. Perundang-undangan:
Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 1 Tahun 2013 Tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Sumber: http://www.bkn.go.id/wp-content/uploads/2014/05/PERKA-BKN-NO.01TAHUN-2013.pdf, diakses pada tanggal 7 November 2016.
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Sumber:
http://www.menpan.go.id/jdih/permen-kepmen/permenpan-rb/file/4516-permenpan-2014-no-053, diakses pada tanggal 7 November 2016.
Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil. Sumber: http://www.batan.go.id/prod_hukum/extern/PP-46-TAHUN-2011.pdf, diakses pada tanggal 7 November 2016.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara.
Sumber: http://sdm.ugm.ac.id/web/sk/2014_UU-5-TH-2014_APARATUR-SIPIL-NEGARA.pdf, diakses pada tanggal 12 Desember 2016.
Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 1999 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1974 Tentang Pokok-Pokok Kepegawaian. Sumber:
https://kejaksaan.go.id/upldoc/produkhkm/UU%2043%201999.pdf, diakses pada tanggal 7 November 2016.
C. Sumber Internet:
Badan Pusat Statistik. 2016. Badan Pusat Statistik Kabupaten Toba Samosir. Sumber:
https://tobasamosirkab.bps.go.id/v3/, diakses pada tanggal 9 November 2016.
Badan Pusat Statistik. 2014. Jumlah Pegawai Negeri Sipil Menurut Provinsi dan Jenis Kelamin,2007-2014. Sumber: https://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/1163, diakses pada tanggal 8 November 2016.
LAMPIRAN 1 SURAT PENGAJUAN JUDUL SKRIPSI
LAMPIRAN 2 SURAT PERMOHONAN JUDUL SKRIPSI
LAMPIRAN 3 SURAT PENUNJUKAN DOSEN PEMBIMBING
LAMPIRAN 4 SURAT UNDANGAN SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN
SKRIPSI
LAMPIRAN 5 JADWAL SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN SKRIPSI
LAMPIRAN 6 DAFTAR HADIR SEMINAR PROPOSAL SKRIPSI
LAMPIRAN 7 BERITA ACARA SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN
SKRIPSI
LAMPIRAN 8 SURAT IZIN PENELITIAN DARI FISIP USU
LAMPIRAN 9 SURAT IZIN PENELITIAN DARI BADAN KEPEGAWAIAN
DAERAH (BKD) KABUPATEN TOBA SAMOSIR
LAMPIRAN 10 KARTU KENDALI BIMBINGAN SKRIPSI
LAMPIRAN 11 DAFTAR PERTANYAAN SURVEI
A. Daftar Pertanyaan Umum
I. Informan Utama (Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toba Samosir) 1. Apakah pendapat Bapak tentang Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN)?
2. Apakah tujuan implementasi SIEKIN untuk PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir?
3. Menurut Bapak, apa sajakah yang menjadi manfaat implementasi SIEKIN?
4. Apa sajakah yang menjadi penghambat implementasi SIEKIN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir?
5. Menurut pendapat Bapak, apakah SIEKIN dapat dijalankan dengan optimal?
6. Apa harapan Bapak terkait hal-hal yang dapat membantu implementasi kebijakan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja (PNS) melalui SIEKIN?
II. Informan Kunci (Staf Sub Bidang Data dan Informasi Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Toba Samosir)
1. Apakah pendapat Bapak tentang Sistem Informasi E-Kinerja (SIEKIN)?
2. Apakah peran Bapak dalam implementasi SIEKIN ini?
3. Apakah tujuan implementasi SIEKIN untuk PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir?
4. Menurut Bapak, apa tujuan tersebut sudah tercapai dengan SIEKIN?
5. Apa saja yang menjadi penghambat implementasi SIEKIN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir?
6. Menurut pendapat Bapak, apakah SIEKIN dapat dijalankan dengan optimal?
7. Apa harapan Anda terkait hal-hal yang dapat membantu implementasi kebijakan pemerintah melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 tentang Penilaian Prestasi Kerja (PNS)?
8. Apakah fitur-fitur yang dimiliki oleh SIEKIN sudah lengkap?
9. Apakah fitur-fitur yang dimiliki oleh SIEKIN sudah membantu penilaian prestasi kerja PNS di lingkungan pemerintahan Kabupaten Toba Samosir?
III. Informan Tambahan (Pegawai-Pegawai di BKD dan PNS di Lingkungan Kabupaten
III. Informan Tambahan (Pegawai-Pegawai di BKD dan PNS di Lingkungan Kabupaten