• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Daya Manusia Human Capital

Dalam dokumen Annual Report (Halaman 82-86)

Sebagai bagian dari Indika energy grup, MBSS

menyadari peningya meningkatkan kecakapan tenaga kerjanya melalui pelaihan dan

pengembangan keterampilan yang berkelanjutan,

antara lain Asuransi Mariim & Asuransi Wajib (P&I

Club) berdasarkan Undang-Undang No. 17 Tahun

2008 tentang Pelayaran, Konsep Kontrak Efekif: Bahasa yang Ringkas, Proses yang Efekif, ISPS Code- PFSO, Conined Space, Program Pengembangan

Sekretariat, Audit Internal ISO 9001:2008 QMS

(Berdasarkan ISO 19011:2002), Pelaihan SAP Internal, Keberdayaan Pelaihan: Membuat Yang

Mustahil Menjadi Mungkin.

Anggota ini Indika Energy Grup, yaitu Tripatra dan Petrosea, memiliki program pelaihan yang bagus dan

telah lama diterapkan. MBSS dapat memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan para karyawannya. Sebaliknya, MBSS juga memberi

pelaihan kepada para karyawan lain dalam Grup

di bidang keterampilan dan keahlian tertentu yang menjadi fokus industrinya. Dengan cara ini, semua perusahaan Indika energy grup dapat berbagi kekuatan masing-masing, serta meningkatkan kualitas dan ketangguhan grup secara keseluruhan.

Seperi perusahaan-perusahaan lain dalam Indika Energy Grup yang akif di berbagai aspek sektor

pertambangan, sebagai perusahaan yang beroperasi

di bidang penanganan logisik barang-barang curah, MBSS juga memfokuskan pelaihan utamanya pada

KeSeHATAN, KeSeLAMATAN KeRJA, dan LINgKUNgAN (HSe).

Di bulan Oktober 2012, MBSS berparisipasi dalam pelaihan bersama peningkatan keselamatan

kerja bagi seluruh karyawan Indika energy grup.

Fokus pelaihan ini adalah penggunaan peralatan

keselamatan dan pertolongan pertama.

Pelaihan khusus tersebut dipadukan dengan dengan kelas-kelas ruin tentang Kesadaran akan

Keselamatan Kerja yang diselenggarakan MBSS secara berkala untuk seluruh karyawan dari semua

divisi. Sesi ruin untuk peningkatan kecakapan

karyawan terutama dalam hal keselamatan kerja itu ditujukan bagi karyawan yang bekerja di berbagai

Oparaional Pertama pada Pertambangan) training ISPS-PFSO (Internaional Ship and Port Security Code-Port Security Oicer) training

MBSS also cooperate with engine makers to provide vocaional training toward enabling its operaional site workers to expand their skills in running and maintaining the equipment vital to keeping the Company at the top of its bulk material transportaion industry industrial slot.

MBSS not only ensures that its employees are well- trained at the outset, it has insituionalized overall upgrading and skill enhancement, and places a special focus on sot skill training for people in supervisory posiions. This ensures that the Company can sustainably rejuvenate its management as an integral part of its internal recruitment program. This policy involves a mentoring approach through which senior managers coach talented staf members to prepare them to become 2nd posiion managers to support operaions well into the future.

penanganan material, operasi tug boat dan barge, Kursus penanganan material dan kegiatan pelabuhan,

kursus POP (Pengawas Oparaional Pertama pada

Pertambangan) dan kursus ISPS-PFSO (Internaional

Ship and Port Security Code-Port Security Oicer) . MBSS juga bekerja sama dengan para produsen

mesin dalam memberikan pelaihan kejuruan,

agar para pekerja di lokasi operasionalnya dapat meningkatkan keterampilan mereka dalam mengoperasikan dan memelihara peralatan

pening demi mempertahankan posisi MBSS dalam

percaturan industri dan pengangkutan barang curah.

MBSS idak hanya memasikan para karyawan mendapat pelaihan pada awal masa kerja, namun

peningkatan pengetahuan dan keterampilan karyawan secara keseluruhan telah diatur dengan baik. Contohnya, karyawan yang berada di posisi

supervisor diberikan pelaihan sot skill. Hal ini

memberi kepasian bahwa peremajaan manajemen

Perusahaan dapat dilakukan secara berkelanjutan

sebagai bagian pening dari program perekrutan.

Kebijakan ini memakai pendekatan mentoring, di

mana manajer senior melaih staf berbakat dalam

menyiapkan mereka menjadi wakil manajer untuk mendukung kegiatan operasional yang baik di masa depan.

MBSS is also aware of the vital role that staf retenion plays in the logisics and bulk material transportaion sector in which, due to the project speciic nature of these services, there is a high level of contract employee turnover. For that reason, in July 2012, the Company introduced a retenion program for its employees onshore, based on individual performance evaluaions. This program plays an important role in establishing long-term commitment to the Company’s operaions.

Also in 2012, MBSS sharping on the formulaion of a Code of Conduct as an integral element of the Company’s statutes. This efort is a key element of the Company’s coninued and concerted organizaional transiion -- through adjustment of its corporate structure , company policy and manpower development -- from the status of a family-owned irm to that of a public corporaion ulimately responsible to its shareholders and other stakeholders.

This strict Code of Conduct will go into efect in end of 2012 as a core part of the Company’s good Corporate governance (gCg) policy and programs, including the ongoing upgrading of Human Capital. It has been designed to speciically address the ethical issues currently at the core of gCg concerns in the business sector overall:

MBSS juga menyadari peran pening kelanggengan staf yang bekerja di sektor logisik dan transportasi

barang-barang curah, yang karena sifat khusus dari

jenis layanan ini, terjadi turnover yang inggi pada

karyawan kontrak. Karena itu, di bulan Juli 2012 Perusahaan memperkenalkan program retensi bagi semua karyawannya, di darat, berdasarkan evaluasi kinerja individual. Program ini memainkan peran

pening dalam menciptakan komitmen jangka

panjang terhadap kegiatan operasional Perusahaan. Pada tahun 2012 ini juga, MBSS mempertajam

penyusunan Kode Eik sebagai bagian integral dari

anggaran dasar Perusahaan. Upaya ini merupakan

elemen pening dari kelanjutan transisi organisasional

Perusahaan – melalui penyesuaian struktur dan kebijaksanaan perusahaan serta pengembangan tenaga kerja – dari status perusahaan keluarga menjadi perusahaan publik yang sepenuhnya bertanggung jawab terhadap para pemegang saham

dan pemangku kepeningan lainnya.

Kode Eik ini akan diterapkan mulai akhir tahun 2012 sebagai bagian ini dari kebijakan dan program Tata

Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) di Perusahaan, termasuk peningkatan Sumber Daya Manusia secara

berkelanjutan. Kode Eik ini dirancang untuk secara khusus menangani masalah-masalah eika saat ini

yang menjadi kepedulian GCG di sektor bisnis secara keseluruhan:

Sumber Daya Manusia

Human Capital

• Responsibility to Stakeholders • Alcohol and Drugs

• Conideniality and Intellectual Property Rights • Conlict of Interest

• Freelancing • Personal Maters

• The Company Resources Uilizaion • Compliance to Regulaions

• Compliance to Policies and the Company Procedures

• Fraud

• Health and Safety • Environment

• Discriminaions against Regulaions • Employees Pracices

• Equal Working Opportunity • Culture and Tradiion • Financial Simulus • Financial Discipline

• Token of Appreciaion and Entertainment • Insider Trading and Informaion

• Fund Distribuion • Commercial Conducts • Unethical Conduct Reporing • Impacts of Non Compliance

Within this context, in 2012, MBSS worked hard to leverage the role of employees as agents of change toward the full realizaion throughout all of its divisions of the greater professionalism and standards of excellence expected of a public company.

To this end, the Human Capital Division has insituted weekly and monthly operaional meeings to remind staf of the need for coninuous self improvement and to inds ways to enhance professionalism overall. These ongoing eforts at Human Capital enhancement are an integral and vital part of the Company’s overall drive to provide the best quality service possible to its clients and the most beneit it can achieve for all of its stakeholders in a consistent and sustainable manner.

• Tanggung Jawab Kepada Para Pemangku

Kepeningan • Alkohol Dan Narkoba

• Kerahasiaan dan Kekayaan Intelektual

• Benturan Kepeningan • Pekerjaan di Luar Perusahaan

• Urusan Pribadi

• Pemakaian Sumber Daya Perusahaan

• Kepatuhan terhadap Undang-Undang

• Kepatuhan terhadap Kebijakan dan Prosedur Perusahaan

• Penipuan

• Kesehatan dan Keselamatan

• Lingkungan

• Diskriminasi yang Bertentangan dengan Undang- Undang

• Prakik-Prakik Kekaryawanan • Peluang Kerja yang Sama

• Adat Isiadat dan Tradisi • Simulus Keuangan • Disiplin Keuangan

• Hadiah dan Jamuan

• Perdagangan Saham dan Informasi dari (Orang) Dalam

• Penyandangan Dana

• Perilaku Komersial

• Pelaporan tentang Perilaku Tidak Eis • Akibat-Akibat Keidakpatuhan

Dalam konteks ini pula, sepanjang tahun 2012 MBSS berupaya keras meningkatkan peran para karyawan diseluruh divisinya sebagai agen perubahan, yang diwujudkan melalui profesionalisme dan standar

keunggulan lebih inggi sesuai yang diharapkan

sebagai perusahaan publik.

Untuk mencapai hal tersebut, Divisi Sumber Daya

Manusia secara ruin mengadakan rapat operasional seiap minggu dan seiap bulan, agar staf dapat

terus memperbaiki diri dan menemukan cara untuk meningkatkan profesionalisme secara keseluruhan. Berbagai upaya peningkatan Sumber Daya Manusia

ini merupakan bagian integral dan pening

dari rangkaian upaya Perusahaan untuk secara konsisten dan berkelanjutan memberikan layanan berkualitas terbaik bagi para pelanggan dan manfaat terbesar yang dapat dicapai bagi semua pemangku

MBSS memahami peningnya dukungan teknologi

informasi bagi Perusahan untuk mencapai sistem dan

kinerja operasional yang opimal melalui ketersediaan informasi yang akurat. Untuk mendukung efekivitas

pada sistem Teknologi Informasi (TI) saat ini dalam mendukung kinerja Perusahaan; MBSS secara konsisten melakukan review atas kebijakan TI, dan terus melakukan upgrade perangkat lunak, perangkat keras, dan jaringannya.

Pada tahun 2012, pengembangan TI difokuskan untuk mendukung kinerja operasional, terutama dalam bidang keuangan, pengembangan berkesinambungan di sistem terintegrasi kami, yaitu SAP. Selain itu juga dilakukan peremajaan perangkat kerja komputer dan alat kerja berbasis TI lainnya. Seiring pertumbuhan bisnis MBSS, proteksi data juga telah menjadi kebutuhan, sebab ketersediaan dan keakurasian yang menjadikan data menjadikan

kegiatan Perusahaan lebih efekif dan eisien.

PENGEMBANGAN TI

Selama tahun 2012, MBSS telah melakukan pengembangan Teknologi Informasi di beberapa

bidang yang menciptakan efekivitas dan eisiensi pada seluruh akivitas Perusahaan. Dalam

manajemen data, Perusahaan mengaplikasikan

Disaster Recovery System (DRS), yang memungkinkan Perusahaan dapat melakukan data restore kembali dalam tempo kurang dari sehari, yaitu 4-6 jam jika terjadi bencana.

MBSS understands how vital Informaion Technology (IT) is in achieving opimal systems and operaional performance for the Company through the rapid provision of perinent and valid informaion. To facilitate maximum efeciveness of its exising IT system in support of opimal performance in the Company’s various operaional systems and overall aciviies; MBSS consistently reviews and updates its IT policies, while coninuously upgrading its sotware, hardware, and networks.

In 2012, MBSS focused the development of its IT system on supporing operaional performance, paricularly in the ield of inance, and the sustainable development of our integrated SAP system. Besides that, the Company also rouinely renewed and upgraded its computers and other IT based business equipment. As well, in line with its robust business growth, MBSS has felt the need to intensify data protecion to ensure the availability of accurate informaion to facilitate increasingly efecive and eicient operaions.

IT DEVELOPMENT

Throughout 2012, MBSS has undertaken IT development in various facets of its management and operaional systems to improve levels of efeciveness and eiciency in all of the Company’s aciviies. One of these eforts was the applicaion of a Disaster Recovery System (DRS) in the management of Company data that enables to recovery and restoring of data within less than a day, usually within 4-6 hours ater natural disaster.

Teknologi Informasi

Dalam dokumen Annual Report (Halaman 82-86)

Dokumen terkait