3. SOURCE OF ESTIMATION UNCERTAINTY
(continued)
Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)
Imbalan Pascakerja dan Imbalan Kerja Jangka Panjang
Post-employment Benefits and Long-term Employee Benefits
Penentuan kewajiban dan biaya liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut mencakup tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
The determination of the Group’s obligations and costs for employee benefit liabilities depends on the selection of certain assumptions used by independent actuaries in calculating such amounts. Those assumptions include discount rates, annual salary increase, annual employee turnover rate, disability rate, retirement age and mortality rate.
Hasil aktual yang berbeda dengan asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha diakui dalam laba atau rugi. Walaupun Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja dan beban imbalan kerja neto.
Actual results that differ from the Group’s assumptions are recognized in profit or loss occur. While the Group believes that its assumptions are reasonable and appropriate, significant differences in the Group’s actual results or significant changes in the Group’s assumptions may materially affect its estimated liabilities for employee benefits and net employee benefit expenses.
Nilai tercatat atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 dan 1 Januari 2012/ 31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp56.441.662.207 dan Rp53.265.820.135 dan Rp44.398.507.922. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 18.
The carrying amounts of the Group’s long-term employee benefit liabilities as of December 31, 2013 and 2012 and January 1, 2012/December 31, 2011 were Rp56,441,662,207 and Rp53,265,820,135 and Rp44,398,507,922, respectively. Further details are disclosed in Note18.
Penyusutan Aset Tetap Depreciation of Property, Plant and Equipment
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus (bangunan dan prasarana) dan metode saldo menurun ganda (aset tetap lainnya) berdasarkan estimasi masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 2 sampai dengan 20 tahun. Masa manfaat ekonomis tersebut merupakan masa manfaat ekonomis yang secara umum diharapkan dalam industri di mana Kelompok Usaha menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Nilai tercatat neto atas aset tetap Kelompok Usaha pada tanggal 31 Desember 2013 and 2012 dan 1 Januari 2012/31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp492.164.737.137 dan Rp514.024.987.384 dan Rp518.182.283.340. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 11.
The costs of property, plant and equipment are depreciated on straight-line method (buildings and improvements) and double declining balance method (other property, plant and equipment) over their estimated useful lives. Management estimates the useful lives of this property, plant and equipment to be between 2 and 20 years. These are common life expectancies applied in the industries where the Group conducts its businesses. Changes in the expected level of usage and technological development could impact the economic useful lives and the residual values of these assets, and therefore future depreciation charges could be revised. The net carrying amounts of the Group’s property, plant, and equipment as of December 31, 2013 and 2012 and January 1, 2012/December 31, 2011 were Rp492,164,737,137 and Rp514,024,987,384 and Rp518,182,283,340, respectively. Further details are disclosed in Note 11.
Estimasi dan Asumsi (lanjutan) Estimates and Assumptions (continued)
Pajak Penghasilan Income Tax
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Significant judgment is involved in determining the provision for corporate income tax. There are certain transactions and computations for which the ultimate tax determination is uncertain in the ordinary course of business. The Group recognizes liabilities for corporate income tax based on estimates as to whether additional corporate income tax will be due.
Aset Pajak Tangguhan Deferred Tax Assets
Estimasi signifikan oleh Manajemen disyaratkan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Nilai tercatat neto aset pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 dan 1 Januari 2012/31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp5.584.112.605 dan Rp3.273.690.902 dan Rp1.583.835.127. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 15.
Significant estimations by Management estimates are required to determine the amount of deferred tax assets that can be recognized, based upon the likely timing and the level of future taxable profits together with future tax planning strategies. The net carrying amount of deferred tax assets as of December 31, 2013 and 2012 and January 1, 2012/December 31, 2011 are amounting to Rp5,584,112,605 and Rp3,273,690,902 and Rp1,583,835,127, respectively. Further details are disclosed in Note 15.
Cadangan Penurunan Nilai Pasar Persediaan Allowance for Decline in Market value of Inventories
Cadangan penurunan nilai pasar persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan keadaan yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Cadangan dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Nilai tercatat persediaan Kelompok Usaha sebelum penyisihan atas penurunan nilai pasar pada tanggal 31 Desember 2013 dan 2012 dan 1 Januari 2012/31 Desember 2011 masing-masing sebesar Rp401.168.052.866 dan Rp428.113.150.315 dan Rp430.585.573.597. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.
Allowance for decline in market value of inventories is estimated on the basis of the available facts and circumstances, including but not limited to, the physical condition of inventories, their market selling prices, estimated costs of completion and estimated costs to be incurred for their sale. Allowances re-evaluated and adjusted as additional information received affects the amount estimated. The carrying amounts of the Group’s inventories before allowance for decline in market value as of December 31, 2013 and 2012 and January 1, 2012/December 31, 2011 are amounting to Rp401,168,052,866 and Rp428,113,150,315 and Rp430,585,573,597, respectively. Further details are disclosed in Note 7.
4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI 4. BUSINESS COMBINATION OF ENTITIES