BAB 4. Etika Kepemimipinanan Pemerintahan
C. Hal-Hal yang Harus Diperhatikan Kepemimpinan
Dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, perusahaan sampai dengan pemerintahan sering kita dengar sebutan pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan. Ketiga kata tersebut memang memiliki hubungan yang berkaitan satu dengan lainnya' Manusia adalah makhluk social yang tidak dapat hidup sendiri' Dalam hidup, manusia selalau berinteraksi dengan sesama serta dengan lingkungan.
Manusia hidup berkelompok baik dalam kelompok besar
maupun dalam kelompok kecil. Hidup dalam kelompok tentulah tidak mudah. Untuk menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis anggota kelompok haruslah saling menghormati
& menghargai. Keteraturan hidup perlu selalu dijaga. Hidup yang teratur adalah impian setiap insan. Menciptakan &
menjaga kehidupan yang harmonis adalah tugas manusia.
Dengan berjiwa pemimpin manusia akan dapat mengelola diri, kelompok & lingkungan dengan baik. Khususnya dalam penanggulangan masalah yang relatif pelik & sulit. Disinilah dituntut kearifan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan agar masalah dapat terselesaikan dengan baik.
Seorang pemimpin boleh berprestasi tinggi untuk dirinya sendiri, tetapi itu tidak memadai apabila ia tidak berhasil menumbuhkan dan mengembangkan segala yang terbaik dalam diri para bawahannya. Dari begitu banyak definisi mengenai pemimpin, dapat penulis simpulkan bahwa Pemimpin adalah orang yang mendapat amanah serta memiliki sifat, sikap, dan gaya yang baik untuk mengurus atau mengatur orang lain. Menurut Pancasila, Pemimpin harus bersikap sebagai pengasuh yang mendorong, menuntun, dan membimbing asuhannya. Dengan kata lain, beberapa asas utama dari kepemimpinan Pancasila adalah :
1. Ing Ngarsa Sung Tuladha : Pemimpin harus mampu dengan sifat dan perbuatannya menjadikan dirinya pola anutan dan ikutan bagi orang - orang yang dipimpinnya.
2. Ing Madya Mangun Karsa : Pemimpin harus mampu membangkitkan semangat berswakarsa dan berkreasi pada orang orang yang dibimbingnya.
3. Tut Wuri Handayani : Pemimpin harus mampu mendorong orang - orang yang diasuhnya berani berjalan di depan dan sanggup bertanggung jawab.
Sedangkan kekuasaan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain untuk mau melakukan apa yang diinginkan pihak lannnya."The art of influencing and. directing meaninsuch awag to abatain their witting obedience, confidence, respect, and logal cooperation in order to accomplish the missiort'. Jika saja Indonesia memiliki pemimpin yang sangat tangguh tentu akan menjadi luar biasa.
Karena jatuh bangun kita tergantung pada pemimpin.
Pemimpin memimpin, pengikut mengikuti. Jika pemimpin sudah tidak bisa memimpin dengan baik, cirinya adalah pengikut tidak mau lagi mengikuti. Oleh karena itu kualitas kita tergantung kualitas pemimpin kita. Makin kuat yang memimpin maka makin kuat pula yang dipimpin
Gaya kepemimpinan ialah cara pemimpin membawa diri sebagai pemimpin, cara berlagak dalam menggunakan kekuasaannya, misalnya
1. Gaya kepemimpinan otoriter 2. Gaya kepemimpinan demokratis;
3. Gaya kepemimpinan paternalistik.
Selanjutnya Keating (1986:9) mengatakan bahwa gaya kepemimpinan hanya ada dua macam, yaitu:
1. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas (task oriented);
2. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada manusia (Human Relationship)
Antara gaya kepemimpinan dan tipe kepemimpinan seperti yang dikemukakan oleh Siagian (199a:30) bahwa gaya kepemimpinan seseorang akan identik dengan tipe kepemimpinan orang yang bersangkutan yang meliputi:
1. Gaya/tiPe otokratik
2. Gaya/tiPe Paternalistic 3. Gaya/tiPe kharismatik 4. Gaya/tiPe laissez-faire 5. Gaya/tiPe demokratis
Kepemimpinan pada hakekatnya merupakan produk situasional' Dalam hubungan ini, keberhasilan kepemimpinan di sekolah sebenarnya akan lebih banyak ditentukan oleh faktor-faktor situasi seperti: karakteristik individu yang dipimpin, pekerjaan lingkungan sekolah, kebudayaan setempat, kepribadian kelompok, dan bahkan waktu yang dimiliki oleh kePala sekolah. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya' tapi dari kekuatan pribadinya. Seorang pemimpin sejati selalu bekerja keras memperbaiki dirinya sebelum sibuk memperbaiki orang lain' Pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang' Kepemimpinan lahir dari proses intern a!
(leadership from the inside out).
Kata pemimpin, kepemimpinan serta kekuasaan memiliki keterikatan yang tak dapat dipisahkan. Karena untuk menjadi pemimpin bukan hanya berdasarkan suka satu sama lainnya, tetapi banyak faktor' Pemimpin yang berhasil hendaknya memiliki beberapa kriteria yang tergantung pada sudut pandang atau pendekatan yang digunakan, apakah itu kepribadiannya' keterampilan, bakat, sifat - sifatnya, atau kewenangannya yang dimiliki yang mana nantinya sangat berpengaruh terhadap teori maupun gaya kepemimpinan yang akan diterapkan. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hiduPnYa, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peacel
dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Kehidupan manusia tidak lepas dari masalah. Serangkaian masalah tidaklah boleh didiamkan.
Setiap masalah yang muncul haruslah diselesaikan. Dengan memiliki jiwa kepemimpinan, seseorang akan mampu menaggulangi setiap masalah yang muncul.
Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang mau mendengar' Mau mendengar setiap kebutuhan, impian, dan harapan dari mereka yang dipimpin. Pemimpin yang melayani adalah pemimpin yang dapat mengendalikam ego dan kepentingan pribadinya melebihi kepentingan public atau mereka yang dipimpinnya. Mengendalikan ego berarti dapat mengendalikan diri ketika tekanan maupun tantangan yang dihadapi menjadi begitu berat,selalu dalam keadaan tenang, penuh pengendalian diri, dan tidak mudah emosi. Rahasia utama kepemimpinan adalah kekuatan terbesar seorang pemimpin bukan dari kekuasaanya, bukan kecerdasannya 'tapi dari kekuatan pribadinya. Maka jika ingin menjadi pemimpin yang baik jangan pikirkan orang lain, pikirkanlah diri sendiri dulu. Tidak akan bisa mengubah orang lain dengan efektif sebelum merubah diri sendiri.
Di dalam menggerakkan anggota-anggotanya, seorang pemimpin pemerintahan harus melakukan hal-hal yang jika dikaitkan dengan etika pemerintahan, antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Pemimpin itu ada untuk membawa harapan, kesejahteraan, rasa aman dan pemberi Penghargaan.
2. Pemimpin tidak hanya tampil untuk memberi perintah, akan tetapi juga tampil sebagai figur pemberi teladan, panutan dan pemberi arah; sebagai fasilitator, pemberi fasilitas dan bantuan jika dibutuhkan; sebagai mitra kerja, khususnya dalam hubungannya dengan Badan legislatif; sebagi penaggung resiko, artinya tampil di depan jika organisasi yang dipimpinnya menghadapi permasalahan dan permasalahan hukum; sebagai orang yang di depan untuk menggalang semua kekuatan dan sumberdaya yang ada di organisasi untuk mencapai visi dan misi dari organisasi yang dipimpinnya.
3. Pemimpin karena kedudukannya harus mampu mendorong organisasi dan orang-orang yang dipimpinnya berkembang, belajar dan berdaya guna serta mampu mengembangkan seluruh potensi dirinya Secara optimal. Dan juga haru mampu menciptakan iklim dan budaya dimana kreativitas, intergritas, profesionalitas, komitmen, tanggung jawab dan kualitas prima menjadi roh yang mendarah daging di seluruh organisasi. Pemimpin yang baik juga harus mampu menjadi manusia pembelajar, yaitu tak pernah berhenti untuk belajar dari kehidupannya, lingkungan sekitarnya dan orang lain.
4. pemimpin harus memiliki kerendahan hati,dengan tidak membanggakan prestasi yang berfokus pada diri sendiri.
Sebaliknya melakukan yang terbaik, secara bersama, sehingga keberhasilan adalah keberhasilan bersama.
Memiliki kerendahan hati, serta memiliki kebiasaan hidup sederhana, membuat orang-orang disekitarnya memberikan hormat dan dukungan. Pemimpin pemerintahan harus memiliki keyakinan kuat untuk berhasil. Keyakinan ini mendorong energi dan semangat luar biasa untuk berjuang meraih keberhasilan yang diyakininya tersebut.