• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber Kesalahan

HASIL PERCOBAAN DAN PERHITUNGAN

IV.2. Sumber Kesalahan

1. Penambahan air yang kurang teliti pada saat akan menetukan kadar air rencana. 2. Proses pemadatan yang kurang sempurna, sehingga terdapat rongga udara antara

butiran tanah yag akan menyebabkan tanah terisi oleh air dan membuat tanah menjadi jenuh air.

4. Pembacaan dial yang kurang tepat.

IV.3. Saran

1. Karena Praktikum CBR ini membutuhkan ketelitian yang tinggi, diharapkan kepada para praktikan agar berkonsentrasi penuh dalam melaksanakannya sehingga diperoleh hasil yang mendekati nilai kebenaran.

2. Agar alat-alat yang sudah rusak tidak dipergunakan lagi,karena akan

menyebabkan pembacaan beban dari load dial maupun alat lainnya menghasilkan data-data yang akurat.

3. Sebaiknya asisten selalu mendampingi praktikan dalm melaksanakan praktikum sehingga memperkecil kesalahan yang mungkin dibuat oleh praktikan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Ir. Riana H.L dan Ir. Rahmat Setiyadi. PEDOMAN PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH BAGIAN KEDUA, Laboratorium Mekanika Tanah,ITI, 1988.

2. Wesley, LD. MEKANIKA TANAH,Badan Penerbit Pekerjaan umum, Jakarta.

3. Bowles, JE. 1987. Engineering Properties of Soil and Their Measurement. McGraw Hill Second Edition , Inggris.

LAPORAN PRAKTIKUM

MEKANIKA TANAH

MODUL IX :

PERMEABILITY

KELOMPOK I :

1. Ruth Christiana (121110021)

2. Zohansyah M (121110014)

3. Imung Amanahtiya (121110015)

4. Amelia Tressia K (121110026)

5. Seandyan Dharma P (121100025)

6. Pearlson PK (121110005)

ASISTEN : Dwi B.B.M

LABORATORIUM BAHAN BANGUNAN DAN TEKNOLOGI BETON

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI INDONESIA

SERPONG

MODUL PRAKTIKUM : Permeability

TANGGAL PRAKTIKUM :

PENYUSUN MODUL : Zohansyah Mulyadi

ASISTEN PENANGGUNG JAWAB : Dwi B.B.M

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Maksud dan Tujuan

Maksud

Maksud dengan praktikum Permeability adalah melewatkan air melalui medium (tanah) yang dipadatkan dengan keadaan jenuh air dalam volume dan waktu tertentu. Tujuan

Untuk menentukan koefisien Permeability (k), yaitu nilai pembanding untuk perhitungan debit suatu cairan jika menembus medium berpori (air dan tanah).

I.2 Teori dan Rumus

Kemampuan fluida untuk mengalir melalui medium yang berpori adalah suatu sifat teknis yang disebut permeabilitas. Untuk masalah geoteknik, fluida itu adalah air dan medium yang berpori adalah massa tanah setiap bahan yang memiliki rongga disebut berpori, dan apabila rongga tersebut saling berhubungan maka ia akan memiliki sifat permeabilitas.

Antara butiran tanah terdapat rongga udara (pori) yang saling berhubungan. Apabila tanah dialiri air maka air tersebut akan mengisi pori–pori tersebut. Besar kecilnya pori tersebut mempengaruhi jumlah air dan kecepatan air mengalir. Untuk mendapatkan kecepatan air yang merembes kedalam tanah melalui pori–pori tanah dilakukan percobaan Permeability untuk mendapatkan koefisien Permeability (k). Permeability atau daya rembes adalah suatu ukuran kemudahan air untuk mengalir melalui media tertentu.

Nilai koefisien Permeability tergantung dari :  Viskositas air

 Angka pori tanah  Ukuran butiran tanah.  Derajat kejenuhan.

Permeabilitas suatu massa tanah penting untuk : 1. Mengevaluasi jumlah rembesan

2. Mengevaluasi gaya rembesan untuk stabilisasi 3. Menyediakan kontrol terhadap kecepatan rembesan 4. Studi laju penurunan (konsolidasi)

5. Mengendalikan rembesan ditempat penimbunan limbah dancairan berbahaya

Untuk menentukan koefisien Permeability tanah dapat dilakukan dengan 2 cara : 1. Di lapangan

a. Dengan cara lobang bor (Bore Hole Technique) b. Dengan cara sumuran hisap (Well Point Technique) 2. Di laboratorium

a. Dengan cara parameter tinggi tekanan tetap (Constand Head Parameter) b. Dengan parameter tinggi tekanan berubah-ubah (Faling Head Parameter) c. Dengan cara menentukkan distribusi ukuran butiran tanah

d. Dengan cara menentukkan dari data konsolidasi

Dalam percobaan dilaboratorium kali ini dilakukan untuk falling head dan constant head.

a. Tinggi Jatuh (Falling Head)

Dipakai untuk tanah yang permeability-nya diperkirakan kecil dan pengujian ini lebih ekonomis untuk pengujian berjangka lama. Penentuan nilai K dilakukan dengan melakukan

pengukuran penurunan ketinggian air pada pipa tersebut dalam jangka waktu tertentu dimulai dari t = 0 sampai dengan t = tf. Jadi ketinggian air sekarang tidak tetap dan rumus yang digunakan hanya pada saat waktu tertentu.

Misalnya pada saat ketinggian arah penurunan (dh) akan memakan waktu (dt) dengan rumus sebagai berikut :

Falling head :

 Untuk tanah berbutir halus dengan koefisien rembesan kecil.  Sample yang dipakai umumnya tanah liat.

 Mengukur banyaknya air yang mengalir melalui butiran tanah secara tidak langsung.

Gambar I.1 Prinsip Kerja metode Falling Head

Sumber : Buku Pedoman Praktikum Mekanika Tanah II

b. Tinggi konstan (Constant head)

Dipakai untuk tanah yang permeability-nya diperkirakan besar (pasir). Pada tipe percobaan ini, pemberian air dalam saluran pipa masuk (inlet) dijaga sedemikian rupa hingga perbedaan tinggi air di dalam pipa msuk dan pipa keluar (outlet) selalu konstan selama

Contoh tanah h1 dh h h2 L Mold Permeability

L = tinggi contoh tanah A = luas contoh tanah a = luas pipa ukuran h1 = tinggi air mula-mula h2 = tinggi air akhir

percobaan. Setelah kecepatan air yang melulai contoh tanah konstan, air dikumpulkan dengan gelas ukur selama suatu waktu yang diketahui.

Gambar I.2 Prinsip Kerja metode Constand Head

Sumber : Buku Pedoman Praktikum Mekanika Tanah II

L h I i x k V duimana L t x A x h x k t A x i x k V x A Q Head d Cons      : tan Contoh tanah Mold Permeability L h Gelas Ukur t x A x h L x Q k

Dimana :

 K = Koefisien Permeability  h = Tinggi konstan

 Q = Jumlah air yang keluar  L = Tinggi contoh tanah  t = Waktu

Sebagai standar koefisien Permeability pada temperatur 20° C. Sehingga perlu koreksi terhadap suhu untuk temperatur yang lain.

Dimana :

 K20 = Koefisien Permeabilty pada t =20 C  Kt = Koefisien Permebility pada t = t C  t = Viskositas pada temperatur t C  20 = Viskositas pada temperatur 20 C

Constant head :

 Untuk tanah berbutir kasar dengan koefisien rembesan besar  Digunakan apabila air dapat merembes dalam waktu singkat.

20 1 20  t k k

 Sample yang digunakan umumnya pasir.

 Mengukur banyaknya butiran tanah secara langsung (ditampung dalam gelas ukur ).

Dalam Pengujian dilapangan menggunakan metode :

a. Uji Pemompaan Sumur (Well Pumping Test)

Salah satu pengujian dilapangan yang sangat cocok untuk lapisan tanah homogen berbutir kasar. Pada metode ini dilakukan pemompaan secara terus menurus pada sebuah sumur yang menembus sampai kedasar lapisan tanah (tanah keras). Pada daerah yang berdekatan dengan sumur tersebut dilakukan pengamatan terhadap tinggi muka air, dengan menggali beberapa lubang bor. Pemompaan ini dilakukan terus sampai tercapai kondisi rembesan yang stedi. Rembesan terjadi pada sumur-sumur dan lubang-lubang secara radial. Untuk menentukkan suatu jalur radial dari pusat sumur diperlukan paling sedikit dua lubang.

Pengujian ini meliputi pengujian dengan tinggi energi konstan (Constan Head) dan pengujian dengan tinggi energi berubah-ubah (Variable Head). Pada pengujian ini lubang dinding dipasang selubung pipa (casing). Dimana batas akhir lubang tersebut tidak boleh kurang dari 5d dari puncak lapisan maupun dari dasar lapisan, dimana d adalah diameter dalam selubung pipa. Tinggi muka air pada lubang bor dipertahankan konstan dengan pemompaan sebesar q. pada pengujian ini harus dipastikan tidak ada penyumbatan pada dasar lubang bor akibat pengendapan.

Dokumen terkait