HASIL DAN PEMBAHASAN
5.7. Aspek Keuangan
5.7.5. Analisis Sensitivitas Pengolahan Buah CV. Winner Perkasa Indonesia Unggul
5.7.5.2. Sumber Dana 50% Modal Pinjaman
Hasil perhitungan analisis sensitivitas dengan sumber dana 50% modal pinjaman dapat dilihat pada tabel-tabel berikut dibawah ini.
Tabel 21. Hasil Analisis Sensitivitas Harga Bahan Bakar Naik 9%, harga jual tetap dengan 50% Modal Pinjaman
No Alat Analisis Hasil Analisis Keterangan
1 Net Present Value (NPV) pada DF 14% 79.260.799 Layak 2 Internal Rate of Return (IRR) 42,60% Layak 3 Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) 1,61 Layak 4 Payback Period (PP) 1 tahun 11 bulan
Sumber : Data Primer, diolah 2011
Berdasarkan hasil analisis untuk asumsi harga bahan bakar naik 9% dengan harga jual tetap, diketahui bahwa nilai NPV positif pada tingkat diskonto 14% yang memberikan keuntungan Rp. 79.260.799,- selama 5 tahun umur proyek, nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga (14%) yaitu 42,60% yang artinya lebih menguntungkan menanamkan modal pada usaha ini daripada mendepositokannya ke Bank, dan nilai Net B/C yang diperoleh adalah 1,61 yang berarti setiap Rp. 1,- yang dikeluarkan akan mendapatkan Rp. 0,61,- sebagai keuntungannya. Hasil analisis PP dapat dijelaskan bahwa masa pengembalian investasinya cukup singkat yaitu dalam waktu 1 tahun 11 bulan (Lampiran 28).
Tabel 22. Hasil Analisis Sensitivitas Harga Bahan Baku Naik 9%, harga jual tetap dengan 50% Modal Pinjaman
No Alat Analisis Hasil Analisis Keterangan
1 Net Present Value (NPV) pada DF 14% 12.339.992 Layak 2 Internal Rate of Return (IRR) 19,31% Layak 3 Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) 1,10 Layak 4 Payback Period (PP) 2 tahun 1 bulan
Berdasarkan hasil analisis untuk asumsi harga bahan baku naik 9% dengan harga jual tetap, dapat diketahui bahwa nilai NPV positif pada tingkat diskonto 14% yang memberikan keuntungan Rp. 12.339.992,- selama 5 tahun umur proyek, nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga (14%) yaitu sebesar 19,31% yang artinya lebih menguntungkan menanamkan modal pada usaha ini daripada mendepositokannya ke Bank, dan nilai Net B/C yang diperoleh adalah 1,10 yang berarti setiap Rp. 1,- yang dikeluarkan akan mendapatkan Rp. 0,10,- sebagai keuntungannya. Hasil analisis PP diatas dapat dijelaskan bahwa masa pengembalian investasinya cukup singkat yaitu dalam waktu 2 tahun 1 bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 29.
Tabel 23. Hasil Analisis Sensitivitas Harga Bahan Kemasan Naik 9%, harga jual tetap dengan 50% Modal Pinjaman
No Alat Analisis Hasil Analisis Keterangan
1 Net Present Value (NPV) pada DF 14% -8.501.857 Tidak Layak 2 Internal Rate of Return (IRR) 10,14% Tidak Layak 3 Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) 0,93 Tidak Layak 4 Payback Period (PP) 2 tahun 3 bulan
Sumber : Data Primer, diolah 2011
Berdasarkan hasil analisis untuk asumsi harga bahan kemasan naik 9% dengan harga jual tetap, dapat diketahui bahwa nilai NPV negatif pada tingkat diskonto 14% yang akan memberikan kerugian, nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga (14%) yang artinya lebih menguntungkan mendepositokan dana ke Bank daripada menanamkan dananya ke perusahaan, dan nilai Net B/C yang diperoleh adalah lebih kecil dari satu. Hasil analisis PP diatas dapat dijelaskan
bahwa masa pengembalian investasinya dalam waktu 2 tahun 3 bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 30.
Tabel 24. Hasil Analisis Sensitivitas Penerimaan Turun 10%, harga jual tetap dengan 50% Modal Pinjaman
No Alat Analisis Hasil Analisis Keterangan
1 Net Present Value (NPV) pada DF 14% -233.958.632 Tidak Layak 2 Internal Rate of Return (IRR) - Tidak Layak 3 Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) -0,81 Tidak Layak 4 Payback Period (PP) >5 tahun
Sumber : Data Primer, diolah 2011
Berdasarkan hasil analisis untuk asumsi penerimaan turun 10% dengan harga jual tetap, dapat diketahui bahwa nilai NPV negatif pada tingkat diskonto 14% yang akan memberikan kerugian, nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga (14%) yang artinya lebih menguntungkan mendepositokan dana ke Bank daripada menanamkan dananya ke perusahaan, dan nilai Net B/C yang diperoleh adalah lebih kecil dari satu. Hasil analisis PP diatas dapat dijelaskan bahwa masa pengembalian investasinya dalam waktu > 5 tahun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 31.
Tabel 25. Hasil Analisis Sensitivitas Harga Bahan Bakar dan Bahan Baku Naik 9%, harga jual tetap dengan 50% Modal Pinjaman
No Alat Analisis Hasil Analisis Keterangan
1 Net Present Value (NPV) pada DF 14% 2.844.461 Layak 2 Internal Rate of Return (IRR) 15,27% Layak 3 Net Benefit-Cost Ratio (Net B/C) 1,02 Layak 4 Payback Period (PP) 2 tahun 2 bulan
Sumber : Data Primer, diolah 2011
Berdasarkan hasil analisis untuk asumsi harga bahan bakar dan bahan baku naik 9% dengan harga jual tetap, dapat diketahui bahwa nilai NPV positif pada
tingkat diskonto 14% yang memberikan keuntungan Rp. 2.844.461,- selama 5 tahun umur proyek, nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga (14%) yaitu sebesar 15,27% yang artinya lebih menguntungkan menanamkan modal pada usaha ini daripada mendepositokannya ke Bank, dan nilai Net B/C yang diperoleh adalah 1,02 yang berarti setiap Rp. 1,- yang dikeluarkan akan mendapatkan Rp. 0,02,- sebagai keuntungannya. Hasil analisis PP diatas dapat dijelaskan bahwa masa pengembalian investasinya cukup singkat yaitu dalam waktu 2 tahun 2 bulan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 32.
Tabel 26. Hasil Analisis Sensitivitas Pada Variabel Perubahan, harga jual tetap dengan 50% Modal Pinjaman
No Variabel Perubahan Alat Analisis Kelayakan NPV (DF 14%) IRR Net B/C PP
1 Bahan bakar + bahan kemasan naik 9%
-17.997.388 5,38% 0,86 2 th 3 bln Tidak Layak 2 Bahan baku + bahan kemasan
naik 9%
-89.000.315 - 0,31 >5 tahun Tidak
Layak 3 Bahan bakar + bahan baku +
bahan kemasan naik 9%
-99.149.590 - 0,23 >5 tahun Tidak
Layak 4 Bahan bakar naik 9% +
penerimaan turun 10%
-244.477.379 - -0,90 > 5 tahun Tidak Layak 5 Bahan baku naik 9% +
penerimaan turun 10%
-321.172.807 - -1,49 > 5 tahun Tidak Layak 6 Bahan kemasan naik 9% +
penerimaan turun 10%
-344.771.482 - -1,67 > 5 tahun Tidak Layak 7 Bahan bakar + bahan baku naik
9% + penerimaan turun 10%
-331.691.555 - -1,57 > 5 tahun Tidak Layak 8 Bahan bakar + bahan kemasan
naik 9% + penerimaan turun 10%
-355.290.230 - -1,75 > 5 tahun Tidak Layak
9 Bahan baku + bahan kemasan naik 9% + penerimaan turun 10%
-431.985.657 - -2,35 > 5 tahun Tidak Layak
10 Bahan bakar + bahan baku + bahan kemasan naik 9% + penerimaan turun 105
-442.504.405 - -2,43 > 5 tahun Tidak Layak
Berdasarkan hasil analisis pada beberapa variabel perubahan dengan harga jual tetap, memiliki persamaan yaitu dapat diketahui bahwa nilai NPV negatif pada tingkat diskonto 14% yang akan memberikan kerugian, nilai IRR lebih kecil dari tingkat suku bunga (14%) yang artinya lebih menguntungkan mendepositokan dana ke Bank daripada menanamkan dananya ke perusahaan, dan nilai Net B/C yang diperoleh adalah lebih kecil dari satu. Hasil analisis PP diatas dapat dijelaskan bahwa masa pengembalian investasinya cukup lama yaitu dalam waktu antara 2 tahun hingga > 5 tahun. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Lampiran 33 – 42.