Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui bahwa dalam 1 tahun Pengusaha Kena Pajak yang ada di Kabupaten Karanganyar yang mengajukan restitusi adalah 69 Pengusaha Kena Pajak dengan nilai restitusi Rp 61,636,744,257. Dalam pengajuan permohonan restitusi tidak seluruhnya disetujui oleh pihak Kantor Pelayanan Pajak, karena setelah dilakukan pemeriksaan terdapat beberapa Wajib Pajak yang mengalami Kurang Bayar dalam SPT PPN Masa Wajib Pajak tersebut.
Dapat dilihat dalam Laporan Penyelesaian Permohonan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Triwulan ke IV yang merupakan hasil terakhir dalam penyelesaian restitusi pada tahun 2010 :
commit to user Tabel II.2
Laporan Penyelesaian Permohonan Restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Kantor Pelayanan Pajak Pratama Karanganyar
Triwulan IV Tahun 2010
Sumber: Seksi Waskon di Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar
Berdasarkan Laporan tersebut diatas, diketahui bahwa permohonan restitusi yang telah diselesaikan sampai akhir tahun 2010 adalah 54 permohonan. Jumlah SKPLB yang diterbitkan adalah 48 SKPLB dengan nilai Rp 40,052,421,611,-. Terdapat selisih antara penyelesaian permohonan dengan jumlah SKPLB yang diterbitkan, 6 SKPLB yang belum diterbitkan.
Pihak Kantor Pelayanan Pajak mengatakan bahwa hal ini dikarenakan ada Wajib Pajak yang mengajukan keberatan atas hasil pemeriksaan. Selain itu, juga terdapat SKPLB yang diterbitkan di tahun berikutnya dikarenakan penyelesaian permohonan tersebut pada akhir tahun sedangkan jangka waktu penerbitan SKPLB adalah 1 bulan berikutnya.
commit to user
72
Dapat dilihat pada Laporan Rekapitulasi SPMKP tahun 2010:
Tabel II.3
Laporan Rekapitulasi SPMKP/SPMIB Januari s.d. Desember 2010 Rekapitulasi SPMKP/SPMIB
Januari s.d. Desember 2010 Kode
MAP/MAK
Jenis Pajak SPMIB SPMKP
Jumlah Nilai Jumlah Nilai 411121 PPh Pasal 21 1 148,223 1 1,482,237 411124 PPh Pasal 23 1 7,035,526 1 50,253,759 411125 PPh Pasal 25/29 Orang Pribadi - - 1 111,470 411126 PPh Pasal 25/29 Badan - - 4 959,190,676 411211 PPN Dalam Negeri 2 93,258,252 50 40,179,324,559
411411 BPHTB - - 4 17,430,250
Jumlah 4 100,442,001 61 41,207,792,951 Sumber data : Seksi Waskon di Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar
Berdasarkan Laporan tersebut diatas sehubungan dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), SPMKP yang diterbitkan sebanyak 50 surat serta 2 surat untuk SPMIB. Pihak Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar menyatakan bahwa terdapat 6 SPMKP (restitusi PPN) yang diterbitkan pada bulan Januari. Keenam SPMKP tersebut diterbitkan berdasarkan SKPLB pada tahun 2009. Sehingga,
commit to user
SPMKP yang diterbitkan berdasarkan SKPLB tahun 2010 sebanyak 44 SPMKP dan sisanya diterbitkan pada tahun 2011. Dalam Laporan tersebut diterbitkan 2 SPMIB sehubungan dengan PPN, karena Wajib Pajak yang mengajukan keberatan penerbitan SPMKP tertunda sampai permasalahan dalam pengajuan keberatan selesai. Melalui penelitian kembali pihak Kantor Pelayanan Pajak keberatan Wajib Pajak tersebut dikabulkan, sehingga diterbitkan SPMIB.
Adapun faktor-faktor lain yang berhubungan dengan proses restitusi di Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar, faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tingginya permohonan restitusi dengan jumlah tim pemeriksa yang sedikit akan semakin lama proses restitusi PPN.
Kesesuaian jumlah tim pemeriksa dengan jumlah permohonan restitusi akan mempengaruhi jalannya proses restitusi. Berdasarkan penelitian, hanya ada 4 tim pemeriksa yang ada di Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar. Tugas tim pemeriksa di Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar tidak hanya memeriksa dalam hal restitusi tetapi juga memeriksa secara rutin terhadap 100 Wajib Pajak besar dalam 1 tahun, serta memeriksa kepatuhan Wajib Pajak. Sehingga, 4 tim pemeriksa terbebani dengan tugas yang telah banyak ditambah dengan penyelesaian restitusi secara rutin. Hal ini menyebabkan tim pemeriksa lebih memilih untuk menyelesaikannya mendekati akhir jangka waktu penyelesaian restitusi.
commit to user
Dalam hal kinerja tim pemeriksa, terdapat peringatan terhadap tim pemeriksa tersebut berupa kartu kuning apabila dalam target pemeriksaannya tidak terselesaikan dalam 1 tahun, kecuali apabila terdapat konfirmasi terlebih dahulu. Pihak Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar juga menyatakan bahwa, mutasi pegawai dilakukan dalam kurun waktu 2-3 tahun berdasarkan DP3 wewenang kepegawaian, tidak ada reward yang diterima petugas pajak bila mempunyai performance yang baik. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian terhadap sumber daya pegawai yang ada di Kantor Pelayanan Pajak baik, mutasi dalam waktu singkat dapat mengurangi tindakan yang menyimpang oleh pegawai yang ada di Kantor Pelayanan Pajak.
2. Semakin tingginya permohonan restitusi akan semakin mengurangi target penerimaan PPN.
Jika permohonan restitusi yang diajukan Wajib Pajak semakin meningkat akan mempengaruhi target penerimaan di KPP Karanganyar karena nilai penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ada di KPP akan dikurangi dengan nilai Surat Perintah Membayar Kelebihan Pajak (SPMKP) yang diterbitkan. Kaitannya dengan persetujuan permohonan restitusi, pihak Kantor Pelayanan Pajak akan lebih memilih untuk menyelesaikan dalam jangka waktu 1(satu) seperti yang telah ditentukan dalam Undang-Undang walaupun sebenarnya penyelesaian permohonan tersebut tidak sampai 1(satu) tahun. Hal ini terjadi jika permohonan restitusi selesai sebelum 1 tahun dalam tahun yang sama saat
commit to user
permohonan, kemudian SPMKP diterbitkan ditahun yang sama secara otomatis akan mengurangi penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan membuat beban pencapaian target penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) lebih berat. Sehingga, Pihak Kantor Pelayanan Pajak lebih memilih untuk menerbitkan SPMKP tersebut di tahun berikutnya karena beban target penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada tahun sebelumnya dilimpahkan ke tahun berikutnya. Hal ini dapat menyebabkan lamanya proses restitusi.
Keadaan yang ada pada Kantor Pelayanan Pajak sehubungan dengan permohonan restitusi yang telah disetujui. Dapat dilihat pada tabel data penerimaan pajak pada tahun 2010 bahwa penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) tidak memenuhi target penerimaan pajaknya. Hal ini terjadi karena jumlah SPMKP yang diterbitkan senilai Rp 40,272,582,811 atau 21.77% dari penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Persentase 21.77% tergolong nilai yang tinggi karena hampir mendekati satu per empat dari penerimaan pajaknya. Berdasarkan penelitian, diketahui penerbitan SPMKP pada tahun 2010 terlalu banyak karena pengajuan restitusi pada tahun 2009 sangat tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Disamping itu, juga karena pelimpahan SPMKP pada tahun sebelumnya serta adanya imbalan bunga atas dasar restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
commit to user
76
Tabel II.4
Data Peneriman Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Januari s.d Desember Tahun 2010
Sumber data: Seksi Waskon di Kantor Pelayanan Pajak Karanganyar
KPP/KANWIL : KPP PRATAMA KARANGANYAR