• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sumber-Sumber Daya Yang Digunakan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.5 Gambaran Umum Kota Medan

9. JUJUR SIHOTANG 10. LIANSYAH PUTRA

4.8 Implementasi Kebijakan Penanganan Pengungsi Luar Negeri Di Kota Medan

4.8.1 Isi Kebijakan (Content Of Policy)

4.4.1.6 Sumber-Sumber Daya Yang Digunakan

Menurut Grindle (1980:31) Ketersediaan sumber daya merupakan faktor penting dalam proses implementasi. Sumber daya dalam proses implementasi dapat berupa sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), sumber daya finansial, sumber daya material termasuk sarana dan prasarana. Selain ketersediaan sumber daya yang terjaga, kualitas dari sumber daya yang diperlukan harus baik pula sesuai dengan standar yang berlaku agar hasil dari implementasi berdampak maksimal. Berdasarkan hasil penelitian mengenai implementasi kebijakan penanganan pengungsi luar negeri di kota medan 3 (tiga) sumber daya

yang digunakan yaitu sumber daya manusia (SDM), sumber daya material, dan sumber daya finansial. Berikut ini penjelasan mengenai kategori sumber daya yang digunakan :

a. Sumber Daya Manusia (SDM)

Menurut Grindle (1980:40) Sumber daya manusia merupakan sumber daya yang paling penting dalam sebuah organisasi, karena manusialah yang memegang kendali atas semua sumber daya yang dimiliki dan bagaimana sumber daya tersebut dikelola serta dimanfaatkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Pada proses implementasi sumber daya manusia memiliki peranan penting sebagai pelaksana (implementor). Pelaksanaan suatu kebijakan juga harus didukung oleh sumber daya yang mendukung agar pelaksanaanya berjalan dengan baik.

Berkaitan dengan Sumber-sumber daya yang digunakan Kepala Kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Medan berpendapat bahwa:

“Sumber daya yang dibutuhkan dalam penanganan pengungsi luar negeri di Kota Medan yaitu sumber daya manusia berupa perekrutan yang dilakukan oleh Rudenim Kota Medan .” (Wawancara. Victor Manurung.

SH.MH. 8 April 2019).

Gambar 4.8

Sumber Daya Manusia Rudenim

Sumber : Dokumentasi Peneliti. 2019.

Gambar diatas merupakan sumber daya manusia ataupun pegawai dari Rudenim Kota Medan yang sedang melakukan upacara (apel pagi) setiap harinya. Rudenim Kota Medan melakukan perekrutan anggota baru sebanyak 10 tenaga honorer sehingga sumber daya manusia di Rudenim yaitu sebanyak 29 orang (Observasi 1 April 2019).

Berbeda dengan jumlah pekerja UNHCR (Nations High Commissioner for Refugees) yang hanya 2 orang dengan dibantu oleh beberapa komunitas seperti Dompet Dhuafa, Nurani Luhur Masyarakat, Mapan Bumi dan lain sebagainya.

Sedangkan IOM (International Organization of Migration) memiliki pekerja 40 orang.

Jika Pemerintah Pusat belum memperhatikan sepenuhnya mengenai kebijakan yang sudah dikeluarkan, akibatnya Rudenim Kota Medan sendiri belum memiliki strategi dan solusi dalam mengimplementasikan Kebijakan penanganan pengungsi luar negeri. Oleh sebab itu Rudenim Kota Medan hanya mengikuti peraturan dari pusat. Dalam mengenai sumber daya manusia pada saat ini Rudenim Kota Medan memiliki pegawai negeri sipil 19 orang dan 10 tenaga honorer. Yang baru saja melakukan perekrutan pada tahun 2019. Ini dilakukan agar dapat memaksimalkan kinerja Rudenim Kota Medan dalam melakukan pengawasan 20 tempat penampungan di Kota Medan. Faktor sumber daya manusia adalah salah satu faktor utama dalam pelaksanaan Peraturan Presiden No 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri.

b. Sumber Daya Material

Menurut Grindle (1980:45) Sumber daya material atau peralatan yang dibutuhkan dalam proses implementasi juga merupakan sumber daya yang

penting. Ketersediaan sumber daya material yang lengkap dan baik akan mempermudah dan memperlancar pekerjaan manusia dalam proses implementasi.

Berikut penjelasan mengenai sumber daya material yang digunakan pada implementasi kebijakan penanganan pengungsi luar negeri di Kota Medan.

Berkaitan dengan Sumber Daya Material yang digunakan Kepala Seksi Regitrasi, administrasi dan Pelaporan Rumah Detensi Imigrasi Kota Medan berpendapat bahwa :

“sumber daya material juga diperlukan seperti komputer dalam proses registrasi, serta peralatan alat tulis yang juga dapat menunjang proses implementasi serta alat komunikasi, karena dengan adanya alat komunikasi dapat memeprmudahkan dalam berkoordinasi antar intansi ataupun lembaga yang terakit.” (Wawancara. Heryanu. S.Pd.M.Si. 8 April 2019).

Peryataan ini juga di dukung pihak Kasubid Informasi Keimigrasian Devisi Imigrasi Kanwil Kemenkumham Sumatera Utara berpendapat bahwa:

“dalam proses implementasi penanganan pengungsi luar negeri bukan hanya sumber daya manusianya saja melainkan sumber daya material serta finansial, jika berbicar sumber daya material yaitu seperti peralatan komputer dalam mempermudahkan dalam adminitrasi serta alat komunikasi untuk saling berkerjasama walaupun tidak harus berjumpa.“

(Wawancara. Muhammad Zahraim Nasution. SH. 22 April 2019).

UNHCR juga memberikan bantuan material pada institusi lokal yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan dasar komunitas penerima. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan pencari suaka dan pengungsi serta meningkatkan penerimaan publik atas kehadiran UNHCR di Indonesia. Semua jasa yang diberikan kepada pencari suaka dan pengungsi oleh UNHCR dan mitranya tidak dipungut biaya apapun. Perhatian khusus diberikan pada mereka yang dikategorikan sebagai rentan, mereka yang terpapar oleh risiko spesifik karena usia dan gender, termasuk perempuan, anak-anak, orang tua, dan orang dengan disabilitas (https://www.unhcr.org diakses November 2018).

Sumber daya material IOM berupa peralatan komputer, peralatan pendidikan, peralatan kesehatan, perlatan konseling untuk pengungsi luar negeri.

Peryataan ini juga di dukung pihak IOM berpendapat bahwa:

”Sumber daya material IOM peralatan komputer, peralatan pendidikan, peralatan kesehatan, perlatan konseling dan lain sebagainya ini, peralatan ini semua gunanya untuk membantu pengungsi luar negeri”.

(Wawancara. Katheleen Lina. 11 Juli 2019).

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti bahwa sumber daya material juga di perlukan dalam proses Implementasi Kebijakan Penanganan Pengungsi Luar Negeri Di Kota Medan. sumber daya material juga dapat mempermudah dalam proses adminitrasi dan pelaporan dalam penanganan pengungsi luar negeri sehingga ini berkolerasi dengan sumber daya manusia. alat komunikasi juga merupaka sumber daya material dalam penanganan pengungsi luar negeri karena dapat mempermudah dalam proses koordinasi anatar instansi yang terakait

c. Sumber daya finansial

Menurut Grindle (1980:48) Sumber daya finansial atau disebut juga sumber dana merupakan modal penting bagi kelancaran proses implementasi.

Dalam pelayanan publik khususnya pada penanganan pengungsi luar negeri berupa tempat penampungan utnu pengungsi luar negeri. Tetapi pada kenyataannya sumber daya finansial tetap dibutuhkan dalam proses pelayanan publik.

Berkaitan dengan sumber daya finansial yang digunakan Kepala Kantor Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Medan berpendapat bahwa:

“Sumber daya yang dibutuhkan dalam penanganan pengungsi luar negeri di Kota Medan yaitu adanya anggaran yang diberikan ke pihak Rudenim serta saumber daya manusia yaitu perekrutan”. (Wawancara. Victor Manurung. SH.MH. 8 April 2019).

Peryataan ini di dukung oleh Kepala Seksi Perawatan dan Kesehatan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kota Medan berpendapat bahwa :

“Dalam penanganan pengungsi luar negeri juga di butuhkan anggaran agar mempermudah dalam proses penanganan pengungsi luar negeri serta sumber daya manusianya”. (Wawancara. Mida Rima Maria. SH. 1 April 2019).

Namun Rudenim Kota Medan tidak memberikan pendanaan terhadap pengungsi luar negeri di Kota Medan, karena Indonesia belum beratifikasi konvensi 1951, sehingga Indonesia hanya sebagai tempat sementara (transit) bagi pengungsi luar negeri khususnya di Kota Medan.

UNHCR juga bekerja dengan mitra pelaksana, seperti Church World Service, untuk menyediakan kebutuhan dasar bagi pencari suaka dan pengungsi, termasuk bantuan mental, konseling, pendidikan, dan pelatihan dalam berbagai bahasa, dan hal-hal teknis. Selain itu, Pelayanan Komunitas UNHCR juga melaksanakan kunjungan rumah secara reguler untuk memfasilitasi aktivitas kelompok bantu-mandiri. Bantuan dan dukungan bagi orang yang menjadi perhatian UNHCR juga diberikan melalui mitra operasional UNHCR, yaitu International Organization for Migration (IOM). Kemitraan ini memenuhi kebutuhan pencari suaka dan pengungsi selama mereka tinggal di Indonesia menunuggu identifikasi solusi jangka panjang

.

UNHCR juga berkerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI), Dompet Dhuafa, Nurani Luhur Masyarakat, Mapan Bumi dan lain sebagainya. ini dikarena anggaran UNHCR tidak cukup untuk membiayai semua pengungsi luar negeri yang ada di Indonesia khususnya di Kota Medan juga. (https://www.unhcr.org diakses Agustus 2019).

Sedangkan untuk anggaran dana IOM (International Organization of Migration) terhadap pemgungsi luar negeri di Kota Medan untuk anak anak diberikan Rp 500.000/anak, berbeda dengan pengungsi yang sudah dewasa yaitu Rp 1.250.000/pengungsi, sementara IOM juga membiayai perjalanan bagi orang yang menjadi perhatian UNHCR ketika mereka menjalani proses penempatan di negara ketiga dan mereka yang mendaftar pemulangan sukarela.

. Pernyataan ini didukung oleh International Organization of Migration (IOM) Kota Medan berpendapat bahwa:

“Program-program untuk pengungsi luar negeri dilakukan oleh pihak kami, ada beberapa program yaitu pendidikan, training, gangguan jiwa, tim konseling, psikologi, serta kebutuhan dasar juga kami yang

diberikan setiap pengungsi untuk yang single Rp 1.250.000/pengungsi dan untuk anak anak diberikan sekitar Rp 500.000/anak.” (Wawancara.

Katheleen Lina. 11 Juli 2019).

Berdasarkan informasi di atas sudah sangat jelas bahwa sumber daya finansial ataupun anggaran sangat dibutuhkan dalam implementasi kebijakan penanganan pengungsi luar negeri di Kota Medan. suatu kebijakan dapat dilaksanakan juga membutuhkan dana atau anggaran sehingga dalam proses implementasi dapat di laksanakan dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa dalam melaksanakan implementasi kebijakan penangan pengungsi luar negeri di Kota Medan harus memiliki 3 sumber daya yang dibutuhkan yaitu sumber daya manusia, sumber daya material dan sumber daya finansaial (anggaran dana). Dari 3 sumber daya ini merupakan faktor utama dalam pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 125 Tahun 2016 Tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri.