• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN LITERATURE

A. Perpustakaan Perguruan Tinggi

2. Sumber-sumber Informasi

Sumber informasi yang beraneka ragam bentuk atau wadahnya, perlu diatur dan ditata dengan baik agar mudah dan cepat ditemukan sewaktu-waktu dibutuhkan.

27

Soeatminah, Perpustakaan Kepustakawanan dan Pustakawan (Jakarta : Kanisius, 1992), h. 41

28

Hassan Shadily, Ensiklopedi Indonesia, Jil. 3(Jakarta : Ichtiar Baru – Van Hoeve, 1982) h. 1446

29

Utari Budiharjo, “Informasi, Kebutuhan pemakai dan jasa informasi” Majalah Ikatan Pustakawan Indonesia. Thn. IV, No. 1(Jan-Feb-Mar 1983) : h. 105

30

Norman Hasibuan, Peranan perpustakaan bagi keluarga sejahtera rangka penanggulangan kemiskinan” Al-Maktabah, Vol. 3 No. 2, (Oktober 2001). h. 158

Sumber Informasi ada 3 yaitu :

a. Sumber Utama/Pertama (Primary Sources)

Memuat informasi yang berupa karangan asli yang ditulis secara lengkap. Kepustakaan ini biasanya berupa hasiI penelitian orisinil, yaitu penelitian tentang teori baru maupun aplikasinya, atau penjelasan suatu ide atau gagasan daiam disiplin ilmu tertentu. Yaitu : 1. Laporan penelitian (hasil penelitian terbaru atau merupakan kelanjutan dari penelitian sebelumnya). 2. Majalah ilmiah (terbitan hasil penelitian yang diterbitkan secara periodik dalam frekuensi tertentu; Jurnal, Prosiding, Warta dll). 3. Bahan tidak/belum diterbitkan (makalah hasil penelitin yang sedang/sudah diseminarkan), 4. Disertasi, 5. Monografi penelitian, merupakan laporan penelitian asli yang diterbitkan secara khusus karena isinya cukup panjang bila diterbitkan dalam majalah ilmiah.

b. Sumber Kedua (Second Sources)

Merupakan sumber rujukan yang menunjukkan keberadaan kepustakaan primer yang berisi informasi yang disajikan secara singkat yaitu : 1.Bibliografi, berupa daftar kepustakaan primer tentang suatu subyek atau topik tertentu. Biasanya berisi: Pengarang, judul artikel dan judul sumber disertai keterangan jilid, nomor, tahun dan halaman (untuk majalah). Pengarang, judul, penerbit, tahun danjumlah halaman (untuk laporan penelitian, buku), 2.Majalah indeks, memuat informasi muthakir berupa daftar artikel baik dari majalah, laporan penelitian atau buku, 3.Majalah sari karangan,

seperti majalah indeks tetapi disertai abstraknya, 4. Review, memuat survey terhadap subyek tertentu, khususnya terhadap kepustakaan primer. Terbitan ini berisi kumpulan, olahan dan hubungan kepustakaan muthakir, sehingga dapat dipakai untuk menunjukkan arah kegiatan penelitian, 5.Risalah (treates), erupakan ringkasan yang luas mengenai informasi suatu subyek. Risalah ini dapat membantu peneliti untuk memperoleh informasi dasar mengenai suatu subyek atau untuk melakukan penelitian lanjutan,6.Ensiklopedi, memuat ringkasan latar belakang suatu pengetahuan untuk memperoleh gambaran mengenai .subyek tertentu, biasanya berisi uraian tentang apa, siapa, bilamana, untuk apa, bagaimana, mengapa dan pertanyaan lainnya, 7. Kamus, berisi daftar kata terpilih, disusun secara alfabetis, 8. Buku panduan/handbook, berupa buku ringkas, berisi data khusus, prosedur, dan pelaksanaan subuah subyek. Biasanya diserta tabel, grafik, doagram, gambar dan formula.

c. Sumber Ketiga (Tertiary Sources)

Merupakan ringkasan sumber sekunder, antara lain: 1. Buku ajar (buku teks), merupakan sebuah dokumen baku yang digunakan untuk pengajaran, disusun sedemikian rupa sehingga pembaca dapat memperoleh pengertian mengenai topik yang dibahas. 2.Direktori, berupa buku yang memuat daftar alamat, orang, organisasi, lembaga pemerintahan, lembaga penelitian, disusun secara alfabetis, 3.

Panduan literatur, disusun untuk membantu pembaca menemukan dokumen sesuai subyek.

1. Print Resources (Sumber-sumber Tercetak)

Media sumber informasi dalam bentuk tercetak (print media) nampaknya masih merupakan pilihan media yang paling dibutuhkan, meskipun menghadapi tantangan luar biasa dengan semakin berkembangnya media non cetak (elektronik, audio visual, multi media). Di antara alasan yang menyebabkan hal tersebut salah satunya adalah bahwa media cetak (print media) telah membuktikan ia sebagai bentuk yang ekonomis untuk penyediaan informasi yang permanen dan tidak berubah seperti karya-karya sastra, buku-buku anak bergambar, dan catatan yang permanen dari laporan-laporan hasil penelitian.

Bagaimanapun, keberpihakan orang dalam menggunakan media cetak dibandingkan dengan penggunaan elektronik media, terhambat oleh berbagai problem pemeliharaan yang kurang menguntungkan, misalnya pemeliharaan bahan informasi dalam bentuk tercetak (print material) yang sudah ada sejak 1990-an. Abad kedua puluhan merubah dalam proses penerbitan dan bahan baku kertas telah menyebabkan penyusutan yang semakin memburuknya tingkat kualitas ketahanan kertas dari sebagian bahan-bahan informasi cetakan ini (print media).

a. Buku/Monograf

Buku didefenisikan sebagai kumpulan dari sebuah karya tulis yang paling tidak memiliki minimal lebih dari 48 halaman yang mempunyai judul khusus tersendiri yang diikat satu ikatan yang sama dalam sebuah jilidan. Buku bisa terdiri dari satu jilidan atau volume bahkan bisa juga lebih. Sebuah buku dalam format cetakan kadang disebut dengan istilah “Monograf” (monograph). Monograf yang ada kaitanya antara satu dengan lainnya mungkin memiliki set atau series. Copy-an atau eksemplar dari sebuah buku yang dicetak dari naskah atau pelat cetakkan yang sama mempunyai edisi yang sama. Di dalam kontek dunia pendidikan dan juga dunia perpustakaan, media sumber informasi buku terdiri dari fiksi dan non fiksi.

1). Buku Fiksi

Jenis buku fiksi adalah buku yang isi kandungan isinya merupakan sesuatu yang tidak real (bukan sebenarnya) yaitu hanya sebuah rekaan atau hasil imaginasi dari si pengarang bersangkutan.

2) Buku Non Fiksi

Yang dimaksud buku jenis non fiksi adalah yang isi pembahasannya adalah berdasarkan fakta atau kenyataan. Buku non fiksi ini dianggap sebagai buku ilmiah, karena ditulis bukan didasarkan pada khayalan dari si penulisnya.

3). Buku Referensi

Buku referensi (rujukan) adalah buku yang isinya disusun dan diolah dengan metode tertentu (misalnya menurut abjad).

Berikut ini jenis-jenis koleksi perpustakaan yang termasuk bahan referensi (rujukan) :

1. Kamus 2. Ensiklopedia

3. Buku Tahunan (yearbook) 4. Buku Panduan (handbook) 5. Direktori

6. Almanak

7. Buku Tahunan berisi staristika dan informasi lain kadang kadang terbatas pada sebuah bidang saja.

8. Bibliografi 9. Indeks 10. Abstrak 11. Atlas

12. Dokumen Pemerintah 13. Laporan Hasil Penelitian b). Serial

Serial merupakan istilah yang biasa dalam dunia perpustakaan. Serial adalah penerbitan yang terbit secara kronologis untuk periode waktu yang tidak terbatas. Serial

mencangkup periodikal, surat kabar, laporan tahunan, majalah, yearbooks, jurnal ilmiah.

c). Grey Literature

Grey literature biasanya merujuk kepada beberapa penerbitan yang diterbitkan oleh pihak-pihak tertentu seperti pemerintah, akademis, bisnis, dan industri baik dalam bentuk cetakan (print) maupun dalam bentuk elektronik, tapi penerbitannya tersebut tidak melalui jalur penerbitan komersial dan penerbitannya tersebut tujuan utamanya adalah bukan untuk aktifis bisnis dari organisasi bersangkutan.

2. Non Print Resource (Sumber-sumber Non Tercetak) a) Microform

Microform adalah istilah biasa yang digunakan untuk menunjukan bahan media sumber informasi yang berisi imej data yang diperkecil

b) CD-ROM

CD-ROM yang merupakan singkatan dari “Compact Disc Read-Only Memory” adalah medium penyimpanan data optic yang tidak mudah hilang, menggunakan format fisik yang sama sebagaimana audio CDs.

c) Online Katalog (OPAC)

Katalog adalah salah satu sarana yang biasanya dimiliki perpustakaan untuk menemukan kembali informasi

(information retrieval) disamping sarana-sarana lainnya seperti abstrak dan indeks, dan internet.

d) Electronic Publishing

Kesadaran terhadap informasi elektronik adalah semakin tinggi, khususnya pada sektor-sektor bisnis dan profesional. Electronic publishing adalah tidak sesederhana suatu sarana bantuan elektronik untuk penerbitan tradisional. Contohnya, CD-ROM, Electronic Jurnal, Online Newspaper.

e) Online Information Servies

Information retrieval (temu balik informasi) dilakukan dengan menggunakan sebuah komputer sebagai sarana mencari dan menemukan kembali beberapa informasi tertentu (terseleksi) dari data yang ada pada komputer, contohnya blog, facebook.31

Dokumen terkait