BAB II KERANGKA TEORITIK, KERANGKA BERPIKIR, DAN
B. Kecemasan Belajar
4. Sumber-Sumber Kecemasan
Adanya sesuatu sudah pasti ada yang menyebabkan, begitupula adanya rasa cemas yang dialami seseorang, pasti ada sebabnya. rasa cemas dapat timbul karena orang tidak mampu menyesuaikan diri dengan dirinya, dengan orang lain dan lingkungan disekitarnya. Rasa cemas juga timbul akibat melihat dan mengetahui ada bahaya yang mengancam diri seseorang, cemas karena berupa penyakit, serta merasa bedosa atau bersalah.
Robert Priets dalam Namora Lumongga Lubis mengungkapkan
bahwa sumber-sumber umum dari kecemasan yaitu:37
a. Pergaulan
b. Kesehatan
c. Anak-anak
d. Kehamilan
e. Menuju usia tua
f. Kegoncangan rumah tangga
g. Pekerjaan
h. Kenaikan pangkat
i. Kesulitan keuangan
j. Problem-problem
k. Ujian-ujian
Anak-anak dan remaja cenderung memiliki tingkat kecemasan tertentu dalam banyak kondisi sebagai berikut:38
a. Situasi dimana keselamatan fisik terancam, misalnya jika
kekerasan lazim terjadi di sekolah atau lingkungan sekitar mereka b. Situasi dimana kepantasan diri (self-worth) terancam, misalnya
ketika seseorang mengucapkan kata-kata yang merendahkan ras atau gender mereka.
37
Namora Lumongga Lubis, Op., cit, h. 14-15. 38
c. Kepedulian tentang penampilan fisik, misalnya merasa terlalu gemuk atau kurus, atau mencapai masa pubertas lebih cepat atau lebih lambat dibandingkan teman-temannya.
d. Situasi baru, misalnya pindah sekolah baru
e. Penilaian atau evaluasi dari orang lain, misalnya menerima nilai rendah dari guru, atau dikucilkan oleh teman-teman.
f. Frustasi dengan mata pelajaran, misalnya pernah merasa kesulitan
dengan konsep matematika tertentu
g. Tuntutan kelas yang berlebihan, misalnya diharapkan
mempelajari banyak materi dalam jangka waktu singkat
h. Ujian kelas, misalnya menjalani ujian penting khususnya ujian yang mempengaruhi naik kelas atau kelulusan.
i. Kekhawatiran tentang masa depan, misalnya bagaimana mencari
penghidupan setelah lulus SMA.
5. Cara Mengatasi Kecemasan
Seorang guru seharusnya membatu siswa yang mempunyai kecemasan untuk melihat persoalan lebih realitas. Kecemasan dapat muncul tiba-tiba dan mengganggu perhatian siswa. Pengajaran yang paling efektif untuk siswa yang mempunyai kecemasan tinggi, yang mempunyai kemampuan rata-rata atau yang mempunyai kemampuan rendah, ialah membuat pengajaran yang terstruktur. Menurut Dowaliby dalam Ormrod, Struktur juga mempunyai peranan penting sehubungan dengan kecemasan. Dalam lingkungan belajar yang tidak berstruktur, siswa dengan tingkat kecemasan yang tinggi prestasinya buruk. Pengajar harus sadar bahwa alat-alat bantu ingatan, pengajaran yang sistematis, dan kesempatan praktek dapat menghilangkan tekanan yang dirasakan oleh siswa dengan tingkat kecemasan tinggi.
39
39
Timbulnya kecemasan yang paling besar di sekolah pada semua tingkat adalah pada waktu siswa menghadapi tes atau ujian. Siswa yang mempunyai kecemasan tinggi tidak menyukai tes standar atau tes-tes penting yang lain yang diberikan di kelas. Tes-tes ini sering kompleks, kurang dikenal dan dari materi yang sulit dan bentuk tes yang membuat
lebih sulit lagi bagi siswa yang mempunyai kecemasan tinggi. Adapun cara mengatasi kecemasan pada waktu pelajaran di kelas dan pada waktu tes adalah sebagai berikut:
a. Gunakan kompetisi secara hati-hati, contoh:
1) Monitor kegiatan-kegiatan ketika tidak ada siswa yang tidak ditempatkan dibawah tekanan yang tidak semestinya.
2) Selama permainan kompetisi buatlah semua siswa terlibat
dengan harapan semua siswa mendapatkan kesempatan untuk sukses.
b. Hindari situasi di saat siswa yang mempunyai kecemasan tinggi ditempatkan di muka, misalnya duduk di bangku paling muka, contoh:
1) Tanyakan siapa yang mau menjadi sukarelawan jika
dibutuhkan untuk penampilan.
2) Berikan latihan-latihan pada siswa yang selalu cemas dalam berbicara di muka orang banyak sebelum dimasukan ke kelompok kecil.
c. Semua perintah harus jelas, contoh:
1) Tulis petunjuk dan perintah pada papan tulis atau lembaran tes meskipun kita sudah memberikan petunjuk kepada siswa swcara lisan.
2) Periksa apakah siswa sudah mengerti apa yang ditanyakan
d. Hindari menekankan waktu yang tidak penting, contoh:
2) Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk mengerjakan tes
e. Pindahkan beberapa tekanan dari tes-tes terstandar yang
diperlukan ke tes sehari-hari, contoh:
1) Ajarkan keterampilan mengambil tes, berikan latihan
mengerjakan tes, berikan bimbingan belajar.
2) Hindari memberikan nilai akhir hanya berdasarkan satu
tes.40
C. Metode Permainan
1. Pengertian Metode Permainan
Metode merupakan suatu cara untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Evelin Siregar dan Hartini Nara, metode ialah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi, artinya metode pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran.41 Sedangkan menurut Wina Sanjaya, metode adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal.42 Ini berarti metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Dengan demikian metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat penting.
Menurut Santrock dalam Fadlillah, permainan ialah kegiatan yang menyenangkan yang dilaksanakan untuk kepentingan kegiatan itu sendiri. Menurutnya permainan memungkinkan anak melepaskan energi fisik yang
berlebihan dan membebaskan perasaan yang terpendam.43 Menurut hasan
dalam Ilun mulifah, bermain merupakan hal yang penting bagi anak-anak karena dengan bermain mereka dapat mempelajari banyak hal melalui
40
Sri Esti Wuryani Djiwandoyo, Op., cit, h. 390-391
41
Evelin Siregar dan Hartini Nara, Op., cit, h.77.
42
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,( Jakarta: Kencana, 2006), h. 127.
43
permainan. Disamping itu, anak akan berlatih kemampuan motorik untuk menguasai keterampilan fisik yang mereka butuhkan sehingga mereka dapat belajar memecahkan masalah serta mereka dapat belajar bersosialisasi dalam memahami aturan sosial dalam permainan bersama teman-temannya.44
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bermain merupakan aktivitas yang menyenangkan tanpa adanya paksaan dari seseorang, permainan kini menjadi satu alternatif metode, metode permainan merupakan cara penyajian bahan pengajaran dimana siswa melakukan permainan untuk memperoleh atau menemukan pengertian dan konsep tertentu. Metode permainan merupakan metode pembelajaran dimana siswa dirangsang dalam berpikir dengan bermain untuk menanamkan konsep-konsep matematika.45 Permainan dalam arti permainan pendidikan, siswa melakukan kegiatan (permainan) dalam rangka proses belajar mengajar. Sebagai metode mengajar metode permainan dapat dilakukan secara individul atau kelompok.
Adapun ciri-ciri dalam permainan adalah sikap konteks antara pemain yang berinteraksi antara satu sama lain dengan mengikuti aturan-aturan tertentu untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu pula. Setiap permainan memiliki empat komponen utama yaitu:
a. Adanya pemain
b. Adanyalingkungan dimana pemain berinteraksi
c. Adanya aturan-aturan main, dan
d. Adanya tujuan-tujuan tertentu pula.46
Selain sebagai metode maupun media pembelajaran, permainan memungkinkan adanya partisipasi aktif siswa untuk belajar. Permainan mempunya kemampuan untuk melibatkan siswa dalam proses belajar secara aktif.
44
Ilun Mulifah dkk, Op., cit, h. Paket 12- h.7
45
Erna Suwangsih dan Tiurlina, Op., cit, h. 39
46