• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi Stres 1. Pengertian Stres1.Pengertian Stres

5. Sumber-Sumber Stres dalam Kehidupan dan Pendidikan di Rumah Sakit Rumah Sakit

a. Sumber-Sumber Stres dalam Kehidupan

Menurut Nasir, dkk (2011) Berikut ini adalah sumber-sumber stres yang biasa terjadi dalam kehidupan :

1. Sumber stres dari individu.

Terkadang sumber stres berasal dari individunya sendiri. Salah satu yang dapat menimbulkan stres dari pribadi sendiri adalah melalui penyakit yang diderita oleh seseorang. Menjadi menempatkan demands pada sistem biologis dan psikologis, dan tingkatan stres yang dihasilkan dari orang tersebut bergantung pada keseriusan penyakit dan usia dari orang tersebut. Hal lain yang dapat menimbulkan stres dari individu sendiri adalah melalui penilaian dari dorongan motivasi yang bertentangan, ketika terjadi konflik dalam diri seseorang dan biasanya orang tersebut berada dalam kondisi dimana dia harus menentukan pilihan, dan pilihan tersebut sama pentingnya.

14 2. Sumber stres dalam keluarga

Perilaku, kebutuhan, dan kepribadian dari tiap anggota keluarga yang mempunyai pengaruh dan beriteraksi dengan anggota keluarga lainnya, kadang menimbulkan gesekan, konflik interpersonal dapat timbul akibat dari masalah keuangan, inconsiderate behavior, atau tujuan yang bertolak belakang.

3. Sumber stres dalam komunitas dan lingkungan

Jika kita terlepas dari stres akibat pekerjaan, sangatlah penting untuk mengevaluasi gaya bekerja. Kepuasan kerja dan kecocokan kerja antara kita dengan atasan dan bawahan, serta organisasi. Mereka yang merasakan sedikit stres adalah mereka yang bekerja di lingkungan di mana mereka dapat berkembang dibandingkan dengan mereka yang bekerja di lingkungan yang sulit untuk berkembang. Hubungan yang dibuat seseorang di luar lingkungan keluarganya dapat menghasilkan banyak sumber stres. Salah satunya adalah bahwa hampir semua orang pada suatu saat dalam kehidupannya mengalami stres yang berhubungan dengan pekerjaanya. Hal ini disebabkan karena tuntutan pekerjaan yang dapat menghasilkan stres dalam dua cara.

1. Beban pekerjaan yang terlalu tinggi.

2. Beberapa macam aktivitas dapat menyebabkan stres lebih daripada yang lainnya, apabila pekerjaan yang dilakukan terus menerus dibawah kemampuannya.

15 Beberapa aspek dari pekerjaan dapat meningkatkan stres pada pekerja, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Lingkungan kerja

2. Reliabilitas peralatan kerja

3. Hubungan interpersonal yang buruk

b. Sumber –Sumber Stres dalam Pendidikan di Rumah Sakit.

Sumber stres dalam praktik klinis di rumah sakit menurut Khater (2012) adalah :

1. Kurangnya pengalaman mahasiswa di area rumah sakit 2. Ketakutan dalam mebuat kesalahan

3. Kurangnya kepercayaan diri mahasiswa dalam memberikan perawatan kepada pasien

4. Mempertahankan hubungan yang baik dengan Clinical Instructor di rumah sakit.

5. kurang familiar dengan setting rumah sakit.

6. Stres dari tugas dan beban kerja selama menjalani praktik klinis. 6. Perceived Stress Scale (PSS)

Perceived stress scale (PSS) yang diadopsi dari Sheu et al (1997) yang bertujuan untuk mengukur sumber stres dan tingkat stres mahasiswa selama praktik klinik. 4 poin skala likert yang digunakan untuk menilai 29 item pertanyaan yang terdiri dari 6 kelompok faktor-faktor sumber stres. 6 faktor ini terdiri dari stres merawat pasien, stres dari pengajar dan staf perawat, stres

16 dari tugas-tugas dan beban kerja, stres dari teman sebaya dan kehidupan sehari-hari, stres dari kurang nya pengetahuan dan skill dan stres dari lingkungan klinis, total skor PSS adalah 0-116 semakin tinggi skor maka di indikasikan memiliki tingkat stres yang tinggi dan sebaliknya (Sheu et al,

2002).

Tabel

Original PSS by Sheu et, al.(1997)

Stress Factor/item Overall perceived stress

I. Stress from taking care of patients

Lack of experience and ability in providing nursing care and in making judgements Do not know how to help patients with physio-psycho-social problems

Unable to reach one’s expectations

Unable to provide appropriate respons to doctors, teachers, and patients questions Worry about not being trusted or accepted by

patience or patience’s family

Unable to provide patient with good nursing care

Do not know how to communicate with patientes

Experience difficulties in changing from the role of a student to that of a nurse

II. Stress from teachers and nursing staff Experience discrepancy between theory and

practice

Do not know how to discuss patients illness with teachers, and medical and nutrsing personnel

Feel stressed that teacher’s instruction is

17 Feel that teachers do not give fair evaluation

on students

Lack of care and guidance from teachers

III. Stress from assignments and workload Worry about bad grades

Experience pressure from nature and quality of clinical practice

Feel that one’s performance does not meet teachers’ expectations

Feel that the requirements of clinical practice

exceed one’s physical and emotional

endurance

Feel that dull and inflexible clinical practice

affects one’s family and social life

IV. Stress from peers and daily life Experience competition from peers in school and clinical practice

Feel pressure from teachers who evaluate

students’ performance by comparison Feel that clinical practice affects one’s

involvement in extracurricular activities Cannot get along with other peers in the group

V. Stress from lack of professional knowledge and skills

Unfamiliar with medical history and terms Unfamiliar with professional nursing skills

Unfamiliar with patients’ diagnoses and

treatments

VI. stress from the environment

Feel stressed in the hospital environment where clinical practice take place Unfamiliar with the ward facilities Feel stressed from the rapid change in

18 B. Definisi Praktik Klinik

a. Pengertian Praktik Klinik

Praktik klinik merupakan komponen penting dari sarjana program ilmu keperawatan. Praktik klinik memberikan siswa kesempatan untuk mencapai kompetensi dalam praktek kerja yang aman dan efektif serta berguna untuk mengembangkan keterampilan, pengetahuan, sikap, nilai-nilai, dan kemampuan sesuai dengan strandar kompetensi nasional untuk perawat.

Keperawatan adalah profesi yang berbasis praktik. Oleh karena itu clinical education merupakan bagian penting dalam kurikulum sarjana keperawatan. Kualitas pendidikan perawat tergantung pada kualitas pengalaman klinis siswa memerlukan penempatan klinis efektif untuk memungkinkan penerapan teori ke praktik (Elliot, 2002 dalam Nursing Times.net, 2006) pengalaman ini adalah pusat untuk memasuki dunia kerja sebagai praktisi yang kompeten dan independen (Penman, 2005; dalam Nursing Times.net, 2006).

b. Pentingnya Penempatan Klinis

Penempatan klinis memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengamati model peran, latihan, mengembangkan keterampilan dan kemampuan pemecahan masalah, dan merefleksikan apa yang mereka lihat, dengar dan lakukan (Landers, 2000; Theorell-Ekstrand dan Bjorvellm, 1995; dalam NursingTimes.net, 2006) ketika siswa berlatih dalam lingkungan klinis adalah

19 penting bagi mahasiswa keperawatan mengintegrasikan konten teoritis yang disediakan oleh lembaga pendidikan dengan realitas praktik keperawatan (Cope et al, 2000; Dunn dan Hansford, 1997; dalam Nusring Times.net, 2006).

c. Reality Shock in Nursing Clinical Practice

Reality shock adalah pengalaman mengejutkan seorang perawat ditahun pertama ketika menyadari bahwa situasi kerja di rumah sakit yang mereka sudah persiapkan tidak sesuai dengan ekspektasi dan ideal nya yang mereka bayangkan (Meleis, 2010).

Ketakutan dan kesuilitan khusus dalam beradaptasi dengan lingkungan kerja di klinis adalah hal yang umum dialami perawat baru dan menyebut ketakutan ini sebagai reality shock karena terjadi sebagai akibat konflik antara ekspektasi lulusan baru terhadap peran keperawatan dan kenyataan peran yang sesungguhnya (Kramer, 1947 dalam Saragih, 2011). transisi dari mahasiswa keperawatan yang kemudian menjadi perawat baru yang bertanggung jawab sepenuhnya diarea klinis merupakan masa dalam kecemasan dan ketidakpastian bagi mereka ditahun pertamanya (Palmer, 2000).

Schmalenberg & Kramer (1979) dalam Saragih (2011) menyatakan bahwa ada empat (4) fase transisi peran mahasiswa menjadi staf perawatan

Dokumen terkait