Asumsi utama berkenaan dengan sumber utama dan sumber lainnya ketidakpastian estimasi di masa depan, yang memiliki resiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku mendatang, didiskusikan di bawah.
i. Manfaat ekonomis aset tetap
Biaya aktiva tetap disusutkan dengan dasar garis lurus atas estimasi umur ekonomis aset. Manajemen mengestimasikan umur ekonomis aset tetap antara 3 sampai 20 tahun. Ini merupakan ekspektasi umur yang biasa diterapkan di industri. Perubahan di tingkat yang diharapkan dari pemanfaatan perkembangan teknologi dapat berdampak pada umur ekonomis aset dan nilai residual aset tersebut, oleh karena itu, depresiasi dapat diperbaharui di masa depan. Nilai tercatat dari aset tetap perusahaan pada akhir periode pelaporan disajikan di Catatan 12 laporan keuangan konsolidasian.
ii. Penurunan nilai piutang dagang
Perusahaan menilai tiap tanggal laporan posisi keuangan apakah terdapat bukti objektif aset keuangan mengalami penurunan nilai. Untuk menentukan apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai, Perusahaan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kemungkinan ketidak mampuan untuk membayar utang atau kesulitan signifikan debitur dan kegagalan maupun penundaan signifikan pembayaran.
Apabila terdapat bukti objektif penurunan nilai, jumlah dan saat arus kas yang diestimasi didasarkan pada pengalaman historis akan kerugian aset dengan karakterisitik resiko kredit yang serupa. Nilai tercatat piutang dagang Perusahaan pada tanggal laporan posisi keuangan diungkapkan di dalam Catatan 5 laporan keuangan konsolidasian.
iii. Penyisihan keusangan persediaan
Perusahaan melakukan penyisihan bagi persediaan apakah nilai realisasi bersih persediaan menjadi lebih rendah dibandingkan dengan biaya perolehan karena kerusakan, keuzuran fisik, usang, perubahan di dalam tingkat harga atau sebab-sebab lainnya.
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan) iv. Manfaat Pensiun
Nilai sekarang dari kewajiban pensiun bergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan oleh aktuaria menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi-asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya (pendapatan) bersih termasuk tingkat diskon. Perubahan dalam asumsi ini akan mempengaruhi jumlah terbawa kewajiban pensiun.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada setiap akhir tahun sebagai tingkat bunga yang harus digunakan dalam menentukan nilai kini dari arus kas masa depan yang diperkirakan akan dibayarkan untuk menyelesaikan kewajiban pensiun. Dalam menentukan tingkat diskonto, perusahaan mempertimbangkan suku bunga dari obligasi korporasi dalam mata uang yang berkualitas tinggi dalam hal manfaat yang akan dibayarkan dan jangka waktu jatuh tempo terkait kewajiban pensiun.
Asumsi-asumsi kunci lainnya untuk kewajiban pensiun sebagian didasarkan pada kondisi pasar saat kini. Informasi tambahan diungkapkan dalam Catatan 18 atas laporan keuangan konsolidasian.
4. KAS DAN SETARA KAS
31 Mar 2016 31 Des 2015
K a s 109.186 142.672
Bank
Pihak ketiga 9.820.415 31.307.754
Jumlah Kas dan Setara Kas 31.450.4269.929.601
31 Mar 2016 31 Des 2015
K a s 109.186 142.672
Bank - Pihak Ketiga Rupiah
PT Bank CIM B Niaga Tbk 3.183.180 24.646.963 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 487.682 -PT Bank Capital Indonesia Tbk 276.379 627.453 Lain-lain (Saldo dibawah Rp 100 juta) 57.27110.453
3.957.694
25.331.687 U S D
PT Bank CIM B Niaga Tbk 4.429.240 4.546.593 PT Bank OCBC NISP Tbk 1.141.826 1.201.942 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 126.752 131.802 Lain-lain (Saldo dibawah Rp 100 juta) 84.73981.025
5.778.843
5.965.076 S G D
Bank OCBC 10.99183.878
Jumlah Bank 9.820.415 31.307.754
4. KAS DAN SETARA KAS (Lanjutan)
Deposito berjangka dan deposito on call merupakan deposito dalam mata uang Rupiah yang akan jatuh tempo, dengan tingkat suku bunga per tahun berkisar antara:
31 Mar 2016 31 Des 2015
Rupiah 6,5% - 7% 7% - 7,5%
Lihat Catatan 27 untuk rincian saldo dalam mata uang asing. 5. PIUTANG USAHA
Jumlah piutang usaha berdasarkan tujuan penjualan adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015 Pihak ketiga
PT Perusahaan Listrik Negara 1.376.026
-BUT M anhattan Kalimantan
Investment Pte Ltd 663.800 689.750 PT Asahimas Chemical 161.163 450.783 Lain-lain (M asing-masing dibawah Rp 100 juta) 48.527105.684
J u m l a h 1.189.0602.306.673
Rincian dari piutang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015
Dolar AS 1.699.541 689.750
Rupiah 499.310607.132
J u m l a h 2.306.673 1.189.060
Analisa umur piutang usaha kotor pihak ketiga adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015 Lewat jatuh tempo :
1-30 hari 998.898 276.773
31-60 hari 315.771 174.011
91-150 hari 738.276992.004
J u m l a h 2.306.673 1.189.060
Manajemen perusahaan telah melakukan analisis atas piutang usaha, dan berpendapat bahwa tidak perlu membentuk penyisihan atas piutang usaha untuk tahun buku yang berakhir 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015.
6. PIUTANG RETENSI – PIHAK KETIGA
31 Mar 2016 31 Des 2015 Pihak Ketiga
PT Asahimas Chemical 1.537.512 1.595.724 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 500 Juta) 520.762510.221
6. PIUTANG RETENSI – PIHAK KETIGA (Lanjutan)
Rincian dari piutang retensi berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015
Dolar AS 641.544 371.476
Rupiah 1.406.189 1.745.010
J u m l a h 2.047.733 2.116.486
Manajemen perusahaan telah melakukan analisis atas piutang retensi, dan berpendapat bahwa tidak perlu membentuk penyisihan atas piutang usaha untuk tahun buku yang berakhir 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 bahwa nilai tercatat piutang retensi semuanya dapat tertagih sehingga tidak diperlukan penyisihan piutang usaha tidak tertagih.
Lihat Catatan 27 untuk rincian saldo dalam mata uang asing. 7. PIUTANG LAIN-LAIN 31 Mar 2016 31 Des 2015 422.793.636 439.321.950 60.398.751 11.723.751 49.246.701 49.246.701 19.264.328 19.264.328 3.587.137 5.156.327 555.290.553 524.713.057 26.479.922 - 581.770.475 524.713.057 Pihak berelasi (Catatan 28)
J u m l a h Pihak ketiga
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 5 milyar) Jumlah piutang usaha pihak ketiga
PT Ranyza Energi PT M anunggal Infrasolusi PT Equator M anunggal Power PT Panca Sinergi Perkasa
8. UANG MUKA 31 Mar 2016 31 Des 2015 Pihak Ketiga Pembelian 6.499.843 6.506.472 54.453 54.453 757.373 218.935 7.311.669 6.779.860 Jumlah Operasional Lain-lain
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
31 Mar 2016 31 Des 2015 Pihak Ketiga
Pekerjaan dalam penyelesaian 22.352.765 48.806.612
Proyek 87.089 87.089 4.762 16.524 22.143 89.541 Jumlah 22.466.759 48.999.766 Lain-lain Asuransi
Biaya dibayar di muka proyek terutama terdiri dari biaya fasilitas kantor proyek dan biaya-biaya yang terjadi sebelum proyek-proyek tersebut menghasilkan pendapatan, termasuk biaya tender dan lain-lain.
10. INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi pada perusahaan asosiasi
Laba (rugi)
% Kepemilikan 1 Jan 16 Penambahan Bersih Pelepasan 31 Mar 16
Greenzone Pte Ltd 21,4 29.824.740 - - - 29.824.740
29.824.740
- - - 29.824.740
31 Maret 2016
Laba (rugi)
% Kepemilikan 1 Jan 15 Penambahan Bersih Pelepasan 31 Des 15
Truba Arabia Co. Ltd. 50 24.659.795 - - ( 24.659.795)
-Greenzone Pte Ltd 21,4 29.824.740 - - - 29.824.740
54.484.535
- - - 29.824.740
31 Desember 2015
11. ASET TETAP
Saldo Penambahan Pengurangan Saldo
Awal Akhir
Biaya perolehan Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 31.819.705 - - 31.819.705 Peralatan berat 901.658 - - 901.658 Peralatan kantor 8.643.596 39.064 - 8.682.660 Alat-alat pengangkutan 434.500 - - 434.500 Perabotan kantor 332.644 39.840 - 372.484 S e w a Kendaraan 74.120 - - 74.120 Jumlah harga perolehan 78.90442.206.223 42.285.127-
Akumulasi penyusutan Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 30.225.486 556.917 - 30.782.403 Peralatan berat 343.406 16.166 - 359.572 Peralatan kantor 8.097.380 72.382 - 8.169.762 Alat-alat pengakutan 281.198 24.787 - 305.985 Perabotan kantor 202.094 14.269 - 216.363 S e w a Kendaraan 74.120 - - 74.120 Jumlah akumulasi penyusutan 39.223.686 684.521 - 39.908.205
Nilai tercatat 2.982.537 2.376.922
11. ASET TETAP (Lanjutan)
Saldo Penambahan Pengurangan Saldo
Awal Akhir
Biaya perolehan Kepemilikan langsung
Tanah 52.786.901 - 52.786.901 -Bangunan dan prasarana 77.047.100 - 45.227.395 31.819.705 Peralatan berat 416.677.276 - 415.775.618 901.658 Peralatan kantor 49.424.087 45.923 40.826.414 8.643.596 Alat-alat pengangkutan 13.426.982 198.000 13.190.482 434.500 Perabotan kantor 2.278.225 39.840 1.985.421 332.644 Kepemilikan tidak langsung
Kendaraan 1.497.211 - 1.423.091 74.120 M esin 77.051.348 - 77.051.348 -Jumlah harga perolehan 283.763690.189.130 648.266.670 42.206.223
Akumulasi penyusutan Kepemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 47.186.835 3.117.333 20.078.682 30.225.486 Peralatan berat 286.015.902 73.893 285.746.389 343.406 Peralatan kantor 45.201.447 121.200 37.225.267 8.097.380 Alat-alat pengakutan 11.603.735 62.025 11.384.562 281.198 Perabotan kantor 2.167.980 35.481 2.001.367 202.094 Kendaraan 1.478.682 18.530 1.423.090 74.122 M esin 19.895.091 - 19.895.091 -Jumlah akumulasi penyusutan 413.549.672 3.428.462 377.754.448 39.223.686
Nilai tercatat 276.639.458 2.982.537
31 Desember 2015
Berdasarkan Sales and Purchasing Agreement (SPA) dan Settlement Agreement (SA) (Lihat catatan 24), maka Manunggal Infrasolusi International Pte Ltd (MIFI) tidak lagi mempunyai kepemilikan atas saham Radianz, sehingga laporan keuangan konsolidasian perusahaan per 31 Desember 2015 tidak termasuk laporan keuangan MIFI dan anak perusahaan.
12. JAMINAN
Akun ini terdiri dari deposito yang digunakan sebagai jaminan untuk bank garansi dan fasilitas hutang bank jangka pendek (Lihat Catatan 19), dengan rincian sebagai berikut:
USD Rp
Bank Latar belakang/ (Nilai penuh/ Jumlah/ USD (%) Rp (%)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Jaminan proyek Conoco Philips 1.500.000 - 19.914.000 0,25% 4,25%
Jumlah/Total 1.500.000 - 19.914.000
Suku bunga Saldo
12. JAMINAN (Lanjutan)
USD Rp
Bank Latar belakang/ (Nilai penuh/ Jumlah/ USD (%) Rp (%)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Jaminan proyek Conoco Philips 1.500.000 - 20.692.500 0,25% 4,25%
PT Bank Exim Jaminan proyek Babel - 907.462 907.462 - 7,50%
Jumlah/Total 1.500.000 907.462 21.599.962
Suku bunga Saldo
2 0 1 5
13. HUTANG USAHA – PIHAK KETIGA
Akun ini terdiri dari kewajiban kepada pemasok dan subkontraktor untuk pembelian jasa, persediaan, dan bahan-bahan lainnya dengan rincian sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015 Pihak Ketiga
Dalam Negeri
PT Samtra Tridaya 6.196.194 6.196.194
PT Cemerlang Samudra Kontrindo 2.771.010 2.771.010
PT Suprabakti Mandiri 1.404.865 1.456.528
PT Teknik Lancar Mandiri 1.052.114 1.052.114 Lain-lain (saldo dibawah Rp 1 milyar) 9.825.163 8.078.439
21.249.346
19.554.285 Northwest Power Construction 3.875.234 3.875.234
J u m l a h 23.429.51925.124.580
Luar Negeri
Rincian dari utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015
Rupiah 23.540.064 21.715.674
Dolar AS 1.584.516 1.713.845
J u m l a h 25.124.580 23.429.519
14. UANG MUKA KONTRAK
Akun ini merupakan uang muka dengan jumlah berkisar antara 5% sampai dengan 30% dari nilai kontrak yang diterima dari pemberi kerja pada saat dimulainya pelaksanaan proyek yang akan dikurangkan secara proporsional dari tagihan prestasi kontrak yang bersangkutan.
31 Mar 2016 31 Des 2015 Pihak Ketiga
PT Asahimas Chemical 4.419.014 4.436.114
15. HUTANG LAIN-LAIN
31 Mar 2016 31 Des 2015 Pihak Ketiga
Operational 54.763.720 30.361.238
Pihak Berelasi (Catatan 28) 21.460.000 21.460.000
Jumlah 76.223.720 51.821.238
16. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR
31 Mar 2016 31 Des 2015
Proyek 40.824.862 71.504.375
Gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan 142.631 148.350
Lain-lain 418.484 418.502
Jumlah 41.385.977 72.071.227
17. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
31 Mar 2016 31 Des 2015
Perusahaan
Pajak Pertambahan Nilai 16.001.861 15.719.450
Pajak Penghasilan Pasal 22 650.208 650.208
Pajak Penghasilan Pasal 23 419.336 419.336
Pajak Penghasilan Pasal 25 97.10497.104
17.168.509
16.886.098
Entitas Anak
Pajak Pertambahan Nilai 2.693.4562.785.567
J u m l a h 19.579.55419.954.076
b. Hutang Pajak
31 Mar 2016 31 Des 2015 Perusahaan
Pajak Penghasilan Pasal 21 42.947 647.814 Pajak Penghasilan Pasal 23 46.114 54.216
Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 - 35.809
Pajak Pertambahan Nilai 1.783.8561.897.472 1.986.533
2.521.695 Entitas Anak
Pajak Penghasilan Pasal 21 48.795 99.351 Pajak Penghasilan Pasal 4 ayat 2 23.705 11.441 Pajak Penghasilan Pasal 23 1.934 3.493 Pajak Pertambahan Nilai 3.438.3823.456.231
3.530.665
3.552.667
17. PERPAJAKAN (Lanjutan) c. Pajak penghasilan
Beban pajak penghasilan menurut laporan laba rugi komprehensif konsolidasian terdiri dari komponen sebagai berikut :
31 Mar 2016 31 Des 2015
Pajak final - Perusahaan - 77.370
Pajak kini - Entitas anak ( 3.035) 765.836 M anfaat pajak tangguhan - Perusahaan 79.198 ( 18.768.400) Beban pajak tangguhan - Entitas anak - 6.231.348 Beban pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian 76.163 ( 11.693.846)
d. Pajak kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan laba (rugi) konsolidasi dan penghasilan kena pajak untuk periode 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan perusahaan ( 2.182.302) ( 84.588.664) Beda Waktu
Penyusutan 637.129 3.263.919 Beda Tetap
Beban kena pajak final 2.482.593 10.520.727
Denda 577.250 543.152
Jamuan dan representasi 2.352 54.502
Pajak penghasilan pasal 21 - 5.230
Sumbangan 2.376
-Beban bunga 4.181
-Beban Project - 557.029
Penghapusan aktiva tetap 79
Konsumsi 10.727 48.036 Penghasilan kena pajak final ( 1.214.051) ( 2.318.771) Penyisihan kerugian penurunan nilai - 90.894
Jumlah beda tetap 9.500.7991.865.507
(Rugi) laba fiskal 320.334 ( 71.823.946)
Rugi fiskal tahun sebelumnya ( 14.403.386)86.227.332) ( Akumulasi rugi fiskal ( 86.227.332)85.906.998) (
17. PERPAJAKAN (Lanjutan) e. Pajak Tangguhan
31 Des 2015
(Dibebankan) dikreditkan pada
laporan laba rugi 31 Mar 2016 Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan
Aset tetap 12.046.770 159.282 12.206.052
Liabilitas imbalan pasca kerja 383.062 - 383.062
Sewa pembiayaan ( 6.573.137) - ( 6.573.137)
Amortisasi biaya emisi saham ( 6.080.566) - ( 6.080.566)
Akumulasi rugi fiskal 23.061.577 ( 80.084) 22.981.493 Aset (Liabilitas) pajak
tangguhan Perusahaan 79.19822.837.706 22.916.904
31 Des 2014
(Dibebankan) dikreditkan pada
laporan laba rugi 31 Dec 2015 Liabilitas pajak tangguhan
Perusahaan
Aset tetap 11.230.790 815.980 12.046.770
Liabilitas imbalan pasca kerja 383.062 - 383.062
Sewa pembiayaan ( 6.573.137) - ( 6.573.137)
Amortisasi biaya emisi saham ( 6.080.566) - ( 6.080.566)
Akumulasi rugi fiskal 5.109.157 17.952.420 23.061.577 Aset (Liabilitas) pajak
tangguhan Perusahaan 18.768.4004.069.306 22.837.706 Aset pajak tangguhan entitas anak 6.231.348)6.231.348 ( -Aset pajak tangguhan 12.537.05210.300.654 22.837.706
18. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Estimasi atas kewajiban imbalan kerja dilakukan oleh aktuaris dengan menggunakan pendekatan kewajiban yang mana lebih besar antara imbalan yang diberikan oleh Perjanjian Kerjasama Bersama dengan UU Ketenagakerjaan No. 13/2003.
Saldo liabilitas imbalan program manfaat karyawan pada tahun 2015 merupakah hasil perhitungan Aktuaria sesuai dengan penerapan PSAK 24 (Revisi 2013) mengenai “Imbalan Kerja”.
Manajemen berpendapat bahwa estimasi imbalan pasca kerja tersebut telah memadai untuk menutup kewajiban imbalan kerja grup.
Perhitungan kewajiban estimasian atas imbalan kerja terakhir tertanggal 31 Desember 2015 disiapkan oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan menggunakan asumsi-asumsi sebagai berikut:
• Tingkat diskonto: 9% per tahun. • Tingkat kenaikan gaji: 8% per tahun.
• Tingkat kematian: Mortality Rate Indonesia Table 3. • Tingkat cacat: 5% dari tingkat kematian.
• Tingkat pengunduran diri: 5% per tahun pada umur 30 dan berkurang secara linier hingga 0% pada umur 55 tahun dan seterusnya.
18. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (Lanjutan)
Mutasi kewajiban estimasian atas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015
Saldo awal 11.859 55.461.545
Penyisihan tahun berjalan - 5.027
Penyesuaian - ( 55.454.713)
Saldo akhir 11.85911.859
19. HUTANG BANK
31 Mar 2016 31 Des 2015
PT Bank Capital Indonesia Tbk 29.978.09669.978.096
Jumlah 69.978.096 29.978.096
Bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun ( 29.978.096)69.978.096) (
Bagian jangka panjang -
-Berdasarkan Sales and Purchasing Agreement (SPA) dan Settlement Agreement (SA) (Lihat catatan 24), maka Manunggal Infrasolusi International Pte Ltd (MIFI) tidak lagi mempunyai kepemilikan atas saham Radianz, sehingga laporan keuangan konsolidasian perusahaan per 31 Desember 2015 tidak termasuk laporan keuangan MIFI dan anak perusahaan.
Hutang Bank SAE
SAE, entitas anak, memperoleh fasilitas kredit dari PT Bank Capital Indonesia Tbk dengan batas fasilitas maksimum sejumlah Rp 80.000.000. Fasilitas ini dikenakan tingkat bunga rata-rata per tahun sebesar 16%. Fasilitas ini akan jatuh tempo pada tanggal 18 Desember 2016. Saldo pencairan fasilitas ini pada tanggal 31 Maret 2016 sejumlah Rp 69.978.096 dan 31 Desember 2015 sejumlah Rp 29.978.096.
20. MODAL SAHAM
Pemegang saham pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 adalah sebagai berikut : Lembar Saham Persentase kepemilikan Jumlah Pemegang saham PT Mandala Kapital 4.419.235.000 27,97 441.923.500 PT Alam Manunggal 1.613.958.231 10,22 161.395.823 Indo Infrastructure Group Pte Ltd 832.268.145 5,27 86.786.929 Publik 56,548.933.994.891 889.839.374
20. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Tambahan modal disetor – Bersih tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015 terdiri dari:
31 Mar 2015 31 Des 2015
Agio Saham 147.980.969 147.980.969
Biaya emisi saham ( 33.278.877) ( 33.278.877) Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali ( 17.654.084)17.654.084) (
Jumlah 97.048.00897.048.008
Pada Penawaran Umum Perdana Saham yang mulai ditawarkan pada 6 Oktober 2006, sejumlah 5.000.000.000 Saham Biasa Atas Nama, dengan nilai nominal Rp 100 (Rupiah penuh), setiap saham ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran Rp 110 (Rupiah penuh) dan sebanyak 2.800.000.000 Waran seri I diberikan sebagai insentif bagi para pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan Penawaran Umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada tanggal penjatahan 12 Oktober 2006. Setiap pemegang 25 saham baru berhak memperoleh 14 waran, dimana setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru yang dikeluarkan dari portepel. Waran Seri I adalah efek yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk melakukan pembelian Saham Biasa Atas Nama yang bernilai nominal Rp 100 (Rupiah penuh) setiap sahamnya dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 135 (Rupiah penuh) yang dapat dilakukan selama masa berlakunya pelaksanaan yaitu mulai 16 April 2007 sampai dengan 15 Oktober 2009.
Sesuai laporan Daftar Pemegang Saham yang dibuat oleh Biro Administrasi Efek Perusahaan, jumlah saham Perusahaan yang telah dicatatkan per tanggal 31 Maret 2016 adalah 15.799.456.267 saham, dimana 2.799.456.267 saham berasal dari Waran Seri I yang telah dikonversi.
21. PENDAPATAN
31 Mar 2016 31 Mar 2015 Pendapatan Kontrak
Jasa konstruksi tenaga listrik 1.325.517 62.758.059
Bangunan industri - 122.950.708
Jasa pemeliharaan - 50.444.747
Tangki dan pipa - 20.523.495
Perdagangan - 5.300.000
lain-lain - 5.736.789
Jumlah 1.325.517 267.713.798
Rincian perusahaan pemberi kontrak dengan nilai kontrak bersih melebihi 5% dari jumlah pendapatan Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Mar 2015 Nama Pemberi Kerja
PT Perusahaan Listrik Negara 1.207.257 3.702.956 PT Asahimas chemical 118.260 24.718.448
PT M etso Indonesia - 42.812.679
ThyssenKrupp Polysius Ind. - 25.735.744
PT Holcim Indonesia - 20.858.998
PT Chevron Pasific Indonesia - 20.523.495
22. BEBAN PENDAPATAN
31 Mar 2016 31 Mar 2015
Subkontraktor - 33.632.820
Bahan kontruksi - 35.001.505
Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan - 82.133.094
Biaya sewa - 24.182.339
Biaya operasional - 21.229.191
Penempatan dan pemindahan - 15.961.560
lain-lain - 21.860.122
Jumlah - 234.000.631
23. BEBAN USAHA
31 Mar 2016 31 Mar 2015 Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan 2.694.612 15.111.895
Penyusutan 656.381 1.636.004
Denda 577.250
-Honorarium tenaga ahli 247.779 836.287
Asuransi 101.533 235.296
Lain-lain (jumlah di bawah Rp 100 juta) 5.007.969780.308
Jumlah 22.827.4515.057.863 24. BEBAN KEUANGAN 31 Mar 2016 31 Mar 2015 Beban bunga ( 2.177.527) ( 31.609.745) Beban keuangan ( 355.273)8.527) ( Jumlah ( 31.965.018)2.186.054) ( 25. LAIN-LAIN BERSIH 31 Mar 2016 31 Mar 2015 Pendapatan bunga jasa giro 177.472 415.076
Pendapatan bunga deposito - 59.099
Lain-lain bersih 390.57436.659
26. LABA PER SAHAM DASAR
“Laba per saham” sesuai dengan PSAK No. 56 (lihat Catatan 2o) dan perhitungan jumlah rata-rata tertimbang saham beredar adalah sebagai berikut:
Laba bersih untuk tujuan penghitungan laba per saham (pembilang) adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Mar 2015
Laba (rugi) Bersih ( 60.578.983)26.119.859) (
Jumlah saham berdasarkan rata-rata saham beredar (penyebut) untuk tujuan penghitungan laba per saham adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Mar 2015
Laba (rugi) Bersih ( 0,9)0,4) (
Perhitungan jumlah rata-rata saham tertimbang yang beredar dalam periode-periode yang berawal dan berakhir pada tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2016 adalah sebagai berikut:
Jumlah hari
Jumlah saham beredar
Jumlah rata-rata tertimbang
1 Januari sampai dengan 31 M aret 2016 90 15.799.456.267 15.799.456.267
90 15.799.456.267
Periode yang berawal dan berakhir pada tanggal
Perhitungan jumlah rata-rata saham tertimbang yang beredar dalam periode-periode yang berawal dan berakhir pada tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Maret 2015 adalah sebagai berikut:
Jumlah hari
Jumlah saham beredar
Jumlah rata-rata tertimbang
1 Januari sampai dengan 31 M aret 2015 90 15.799.456.267 15.799.456.267
90 15.799.456.267
27. ASET DAN LIABILITAS DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, Perusahaan dan anak perusahaan mempunyai saldo aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing. dengan rincian sebagai berikut:
Mata uang asing Setara dengan Mata uang asing Setara dengan A s e t
Kas dan setara kas USD 435.285 5.778.843 432.409 5.965.077 SGD 8.533 83.878 1.127 10.991 Piutang usaha USD 128.016 1.699.541 50.000 689.750 Piutang retensi USD 48.323 641.544 38.095 371.476 Jaminan USD 1.500.000 19.914.000 1.500.000 20.692.500
Jumlah aset 27.729.79428.117.806
Kewajiban
Hutang usaha USD 119.352 1.584.516 124.236 1.713.845
Hutang lain - lain SGD - - 270.719 3.734.578
Jumlah liabilitas 5.448.4231.584.516
Jumlah Aktiva (Kewajiban) bersih 22.281.37126.533.290
31 Mar 2016 31 Des 2015
Pada tanggal 31 Mar 2016 aset dan liabilitas dalam mata uang asing dilaporkan dalam mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs USD 1 = Rp 13.276 (31 Des 2015: Rp 13.795), SGD 1 = Rp 9.830 (31 Des 2015: Rp 9.751,19). Pada masa mendatang, nilai kurs masih mungkin berubah-rubah, dan mata uang rupiah mungkin mengalami depresiasi atau apresiasi secara signifikan terhadap mata uang lainnya. 28. INFORMASI MENGENAI PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA
Dalam kegiatan usaha yang normal, Grup telah melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang terutama terdiri dari pendapatan, pembelian, uang muka, sewa kantor, pinjaman, dan transaksi keuangan lainnya dengan menggunakan kebijakan harga dan syarat transaksi yang sama dengan pihak ketiga.
a. Sifat hubungan dan transaksi
Rincian dari sifat hubungan dan transaksi pihak-pihak yang berelasi adalah sebagai berikut : i. Pemegang saham mayoritas perusahaan
Indo Infrastructure Group Pte. Ltd. PT Mandala Kapital
ii. Entitas asosiasi b. Ikhtisar
Berikut ini disajikan saldo aktiva dan kewajiban atas transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa:
31 Mar 2016 31 Des 2015 Aset lancar
Piutang lain-lain
PT M andala kapital 25.085.574
Indo Infrastructure Group Pte. Td 1.394.348
-J u m l a h 26.479.922
28. INFORMASI MENGENAI PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA (Lanjutan) b. Ikhtisar (Lanjutan) 31 Mar 2016 31 Des 2015 Liabilitas lancar Hutang lain-lain PT M andala kapital 21.460.00021.460.000 J u m l a h 21.460.00021.460.000
Persentase terhadap total liabilitas konsolidasian 10 % 11,43% 29. INFORMASI SEGMEN
a. Segmen primer
Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 2015, pendapatan perusahaan dan entitas anaknya hanya dari satu segmen primer yaitu segmen kontruksi.
b. Segmen sekunder
31 Mar 2016 31 Mar 2015
Pendapatan dari pihak ketiga
Jawa 1.207.257 91.651.796 Sumatera 176.144 148.857.454 Sulawesi - 6.466.968 Kalimantan - 20.094.189 Papua - 643.391 Jumlah 267.713.7981.383.401 Beban pendapatan Jawa - 128.764.701 Sumatera - 81.530.525 Sulawesi - 15.074.117 Kalimantan - 8.176.735 Papua - 454.553 Jumlah - 234.000.631
Untuk informasi aktiva segmen geografis tidak disajikan mengingat seluruh proyek dikendalikan oleh Perusahaan dan anak perusahaan yang berkedudukan di Jakarta.
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Aktivitas Perusahaan dan entitas anaknya mengandung berbagai risiko keuangan seperti risiko kredit, risiko likuditas, risiko pasar dan risiko pasar lain. Secara keseluruhan, program manajemen risiko keuangan Perusahaan dan entitas anak terfokus untuk menghadapi ketidakpastian pasar uang dan meminimalisasi potensi kerugian yang berdampak pada kinerja keuangan Perusahaan dan entitas anaknya. a. Risiko pasar
Perusahaan dan entitas anaknya menyadari adanya risiko pasar yang terjadi akibat fluktuasi mata uang Rupiah terhadap Dolar AS, serta fluktuasi suku bunga pinjaman, sehingga entitas anak melakukan kontrak lindung nilai dengan tujuan melakukan aktivitas lindung nilai atas ketidakpastian fluktuasi suku bunga dan fluktuasi mata uang asing yang timbul dari arus kas pokok dan bunga pinjaman dari entitas anak.
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) a. Risiko Pasar (Lanjutan)
Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Perubahan nilai tukar telah dan diperkirakan akan terus, memberikan pengaruh terhadap hasil usaha dan arus kas Perusahaan.
Risiko pasar dikendalikan dengan menilai dan memantau pergerakan mata uang asing terhadap laporan keuangan.
Pada tanggal 31 Maret 2016 dan 31 Desember 2015, jika Rupiah melemah 0,26% terhadap mata uang asing Dolar AS dengan seluruh variabel lain tetap, maka maka jumlah aset bersih dalam mata uang asing akan mengalami kenaikan sebesar Rp 68.485 terutama yang timbul sebagai akibat kerugian selisih kurs atas penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing.
Risiko Tingkat Suku Bunga
Perusahaan menghadapi risiko tingkat suku bunga yang disebabkan oleh perubahan tingkat suku bunga pinjaman yang dikenakan bunga. Suku bunga atas pinjaman jangka pendek dan jangka panjang dapat berfluktuasi sepanjang periode pinjaman. Kebijakan keuangan memberikan panduan bahwa eksposur tingkat bunga harus diidentifikasi dan diminimalisasi/dinetralisasi secara tepat waktu.
Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku bunga, Perusahaan melakukan analisa marjin dan pergerakan suku bunga dan melakukan transaksi kontrak swap tingkat bunga untuk melindungi suku bunga pinjaman dalam mata uang asing terhadap risiko ketidakpastian tingkat suku bunga.
Profil pinjaman jangka panjang adalah sebagai berikut:
Jumlah/ Suku bunga/ Jumlah/ Suku bunga/ Hutang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun Rupiah
Hutang bank 69.978.096 16% 29.978.096 16%
J u m l a h 29.978.09669.978.096
31 Mar 2016 31 Des 2015
b. Risiko Kredit
Perusahaan dan entitas anaknya memiliki risiko kredit yang terutama berasal dari simpanan di bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.
Kualitas kredit aset keuangan
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Perusahaan dan entitas anaknya gagal memenuhi liabilitas kontraktualnya kepada Perusahaan dan entitas anaknya. Risiko kredit Perusahaan dan entitas anaknya terutama melekat kepada kas dan setara kas, piutang usaha, piutang retensi dan piutang lain-lain. Perusahaan menempatkan kas dan setara kas pada institusi keuangan yang terpercaya, sedangkan piutang usaha dan piutang lain-lain sebagian besar hanya dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan mitra usaha yang memiliki reputasi baik dan melalui perikatan atau kontrak yang dapat memitigasi risiko kredit.
Sebagai tambahan, jumlah piutang dipantau secara terus-menerus untuk mengurangi risiko penurunan nilai atas piutang.
Manajemen yakin terhadap kemampuan untuk mengendalikan dan menjaga eksposur risiko kredit pada tingkat yang minimal. Eksposur maksimum risiko kredit pada tanggal pelaporan adalah sebagai berikut:
31 Mar 2016 31 Des 2015 Kas dan setara kas 9.929.601 31.450.426 Piutang usaha 2.306.673 1.189.060 Piutang retensi 2.047.733 2.116.486 Piutang lain-lain 524.713.057581.770.475
30. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan) c. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko terjadinya kerugian yang disebabkan oleh adanya perubahan variable-variabel pasar seperti perubahan tingkat bunga dan nilai tukar mata uang. Terjadinya kesenjangan yang cukup besar akan menurunkan kemampuan Group untuk memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.
d. Risiko operasional
Risiko operasional adalah risiko kerugian yang disebabkan oleh kegagalan system teknologi informasi, kesalahan karena factor manusia, maupun kelemahan prosedur operasional dalam suatu proses. Risiko ini dapat menyebabkan terjadinya kerugian pada Perusahaan sehingga akan mempengaruhi kinerja dan tingkat kesehatan Perusahaan.