• Tidak ada hasil yang ditemukan

6.1. Analisis Lingkungan Internal Perusahaan

6.1.1. Sumberdaya Manusia

Tenaga kerja merupakan sumberdaya terpenting dalam perusahaan dan dapat menjadi indikator bagi keberhasilan suatu usaha. Semakin tinggi kinerja karyawan maka akan semakin tinggi pula peluang keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan (Mangkuprawira, 2003).

Jumlah karyawan tetap Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo sebanyak 18 orang, jumlah tenaga kerja untuk bagian dapur atau produksi sebanyak sembilan orang dan untuk bagian depan (pelayanan konsumen dan kasir) sebanyak sembilan orang. Gaji kepada karyawan diberikan secara bulanan. Tenaga kerja yang digunakan sebagian besar adalah pria, yaitu untuk bagian pelayanan kepada konsumen, kasir, memasak ayam bakar dan sate. Tenaga kerja wanita digunakan untuk bagian produksi terutama memasak sayur ikan gabus pucung dan masakan-masakan lainnya.

Tabel 10. Kualifikasi Tingkat Pendidikan dan Jumlah Karyawan Tetap Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo Tahun 2009

Kualifikasi Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)

Lulusan SD/sederajat 9 50

Lulusan SMP/sederajat 7 39

Lulusan SMU/sederajat 2 11

Total 18 100

Sumber : Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo

Berdasarkan Tabel 10 dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan karyawan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo tergolong rendah, karena sebesar 50 persen karyawan hanya lulusan SD atau sederajat. Hal ini merupakan kelemahan yang dimiliki oleh Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

Selain berpendidikan rendah, karyawan yang dipekerjakan juga tidak memiliki keterampilan tertentu. Berdasarkan wawancara dengan pemilik, karyawan yang diterima bekerja di rumah makan ini tidak harus memiliki keterampilan- keterampilan tertentu. Namun untuk karyawan bagian pelayanan, diharuskan cekatan dan mampu membawa beberapa piring di kedua tangannya.

Menyadari keadaan sumberdaya manusia yang dimilikinya, pemilik tetap tidak berniat untuk memberhentikan karyawannya karena alasan sosial. Bahkan, hampir setiap tahun pemilik mengajak karyawan dan keluarganya rekreasi. Apabila pemilik tidak mengajak rekreasi, diberikan bonus tunjangan hari raya yang lebih besar kepada karyawannya. Kebaikan pemilik selain dalam pekerjaan juga perhatiannya pada keluarga karyawan membuat karyawan memiliki loyalitas yang tinggi terhadap pemilik rumah makan. Hal ini juga disimpulkan berdasarkan wawancara dengan para karyawan yang menyatakan tidak ingin berpindah tempat kerja walaupun ada yang menawarkan gaji lebih besar.

6.1.2. Keuangan

Kondisi keuangan sering dianggap sebagai ukuran terbaik dari posisi bersaing perusahaan. Menetapkan kekuatan dan kelemahan keuangan perusahaan sangat penting dalam merumuskan strategi secara efektif, karena keuangan dapat mengubah strategi yang ada. Variabel keuangan berkenaan dengan bagaimana perusahaan mendapatkan modal usaha, menginvestasikan, menggunakannya untuk tujuan-tujuan perusahaan termasuk tujuan keuntungan tertentu dan permasalahan perimbangan biaya dan keuntungan yang ingin diraih.

Modal merupakan bagian terpenting dari suatu usaha. Rumah Makan H. Syamsudin Kombo dalam menjalankan usahanya menggunakan modal sendiri. Perusahaan hingga saat ini belum pernah melakukan pinjaman kepada lembaga keuangan manapun. Modal milik sendiri merupakan salah satu kekuatan perusahaan, karena keadaan perusahaan tidak bergantung oleh pihak luar sehingga perusahaan tidak perlu memikirkan masalah pengembalian kredit kepada pihak bank. Penggunaan dan pengalokasian laba perusahaan dapat sepenuhnya digunakan oleh perusahaan untuk pengembangan usaha selanjutnya.

Rumah Makan H. Syamsudin Kombo belum melakukan pencatatan keuangan secara akuntansi. Hal ini merupakan kelemahan yang dimiliki rumah

makan ini karena pemilik tidak dapat memantau keadaan keuangan rumah makan yang sebenarnya. Permasalahan pencatatan keuangan membuat penulis tidak dapat mengamati perkembangan maupun penurunan yang dialami perusahaan dari awal didirikannya hingga saat ini. Kurangnya perhatian pada pembukuan rumah makan ini karena pemilik menganggap hal tersebut tidak terlalu penting. Bagi pemilik mengetahui jumlah pembelian bahan baku dan pendapatan setiap harinya sudah cukup. Padahal banyak biaya lain yang harus dibayarkan oleh pemilik yang pada akhirnya dapat mempengaruhi keuntungan yang diperoleh.

6.1.3. Pemasaran

Pemasaran menurut Kotler (1997), adalah suatu proses sosial dan manajerial yang di dalamnya individu mendapatkan apa yang mereka inginkan dan butuhkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada orang lain.

Pemasaran merupakan bagian penting bagi perusahaan karena akan mempengaruhi keberhasilan perusahaan dalam mendapatkan keuntungan yang diharapkan. Pasar sasaran Rumah Makan H. Syamsudin Kombo tidak hanya konsumen yang berasal dari daerah Bekasi tetapi juga dari daerah luar Bekasi, seperti Jakarta dan Tangerang. Rumah Makan H. Syamsudin Kombo sampai saat ini belum memiliki fasilitas pesan antar untuk memenuhi permintaan pelanggannya.

Strategi produk yang ditawarkan oleh rumah makan ini adalah menekankan ketradisionalan dari makanannya itu sendiri dalam cara pengolahan. Pengolahan dilakukan dengan menggunakan tata cara tradisional yang diketahui pemilik secara turun temurun. Bumbu yang digunakan adalah bumbu tradisional tanpa penyedap dan pengawet, sehingga memberikan cita rasa tersendiri dan makanan menjadi lebih enak. Terlebih dengan resep yang diperoleh secara turun temurun membuat produk rumah makan ini memiliki cita rasa yang khas. Dengan demikian, produk yang dihasilkan oleh Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo memiliki kualitas yang baik. Hal ini disimpulkan berdasarkan wawancara dengan beberapa orang pelanggan yang mengatakan bahwa produk yang dihasilkan oleh Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo lebih baik dan lebih enak dibandingkan dengan produk rumah makan lain yang menjadi

pesaingnya. Kualitas produk yang baik ini merupakan kekuatan bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Dalam hal penyajian produk, rumah makan ini belum memperhatikan mengenai kemasan makanan. Kemasan yang digunakan untuk pembelian yang dibawa pulang (take away) hanya menggunakan plastik putih polos tanpa mencantumkan alamat dan nomor telepon. Hal ini akan membuat konsumen kesulitan jika akan melakukan pembelian ulang.

Strategi harga yang diterapkan oleh rumah makan ini adalah mengikuti harga di pasaran. Bahkan untuk saat ini, harga yang ditawarkan rumah makan ini lebih murah dibawah harga pesaing. Rumah makan ini akan memberikan potongan harga kepada konsumen yang melakukan pembelian dalam jumlah besar. Potongan harga tersebut bukan merupakan bagian dari promosi yang dilakukan rumah makan, tetapi hanya untuk menggenapkan perhitungan.

Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dalam kegiatan promosi hanya mengandalkan spanduk yang terdapat di depan rumah makan. Selain itu, rumah makan ini dipromosikan ”dari mulut ke mulut”. Kegiatan promosi yang dilakukan ini masih sangat terbatas, karena tidak dapat menjangkau sasaran yang lebih luas. Hal ini merupakan suatu kelemahan bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

Mengenai strategi tempat, rumah makan ini memiliki kebersihan dan kerapihan tempat yang baik. Terlihat dari ruangan-ruangan yang selalu bersih serta kursi-kursi dan meja-meja yang selalu tertata rapih. Sarana pendukung yang dimiliki rumah makan ini cukup lengkap, diantaranya yaitu area parkir yang cukup luas, musholla dan toilet. Kebersihan rumah makan dan adanya sarana pendukung rumah makan merupakan kekuatan bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo berada dalam akses jalan menuju Jakarta dan Kabupaten Bekasi. Sehingga daerah ini banyak dilalui oleh pengendara yang akan menuju Jakarta maupun Bekasi. Selain itu, rumah makan ini berada dalam komplek perumahan besar yang merupakan sasaran potensial bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Lokasi rumah makan ini dapat menjadi kekuatan bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dalam menarik konsumen.

6.1.4. Produksi dan Operasi

Fungsi produksi dan operasi dari suatu usaha terdiri dari semua aktifitas yang mengubah masukan menjadi barang atau jasa. Dalam merumuskan strategi kemampuan dan keterbatasan fungsi produksi dan operasi harus diperhitungkan, karena kekuatan dan kelemahan dalam fungsi-fungsinya dapat menyebabkan kesuksesan maupun kegagalan dari suatu usaha.

Tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan yaitu menciptakan produk yang memiliki kualitas tinggi. Beberapa usaha yang dilakukan perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut diantaranya berusaha memperoleh bahan baku yang tinggi, menjaga kantinuitas bahan baku dan pengolahannya, memanfaatkan fasilitas produksi secara optimal, dan berusaha agar jumlah produksi setiap hari sesuai dengan permintaan konsumen karena daya tahan produk yang tidak lama serta menjaga mutu produk.

Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dalam pengadaan bahan baku menggunakan bahan baku utama ikan gabus. Bahan baku utama ini didapatkan dari tiga pemasok khusus ikan gabus yang masing-masing berasal dari Muara Bakti, Ujung Menteng dan Tangerang. Pemilik rumah makan telah melakukan kerjasama dengan pemasok dari Muara Bakti sejak pertama kali rumah makan ini berdiri. Untuk menutupi kekurangan bahan baku utama, pemilik bekerjasama dengan dua pemasok lainnya, yaitu pemasok dari Tangerang dan dari Ujung Menteng. Hendra pemasok dari Muara Bakti menerima pesanan dari rumah makan setiap dua hari sekali. Waktu pemesanan dengan pemasok dari Ujung Menteng dan Tangerang sama dengan pemasok sebelumnya yaitu dua hari sekali. Akan tetapi, pemesanan dengan kedua pemasok ini dilakukan pada hari yang sama. Satu kali pemesanan untuk sebanyak 50-75 kilogram dengan tujuan agar ikan gabus dapat terjaga kesegaran dan kualitasnya. Bahan baku utama lainnya seperti ayam, daging sapi, sayuran dan bumbu-bumbu diperoleh dari pasar tradisional terdekat.

Sistem produksi yang dijalankan adalah sistem kontinuitas atau harian. Hal ini sesuai dengan prinsip perusahaan untuk memproduksi setiap masakan dalam kondisi baru pada setiap harinya. Proses produksi di Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo meliputi penyiangan bahan baku, pencucian bahan baku,

pembuatan bumbu-bumbu dan pengolahan menjadi masakan yang siap santap. Produk yang disajikan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo memiliki kualitas yang baik, karena pada proses memasak menggunakan bahan baku yang segar, terutama untuk sayur ikan gabus pucung yang menggunakan ikan gabus yang segar serta menggunakan bumbu-bumbu tradisional yang khas. Selain itu, berdasarkan wawancara dengan beberapa pelanggan sayur ikan gabus pucung di Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo selalu disajikan dalam keadaan panas, sedangkan di rumah makan lain sayurnya disajikan dalam keadaan dingin. Dengan demikian, kualitas produk yang baik ini merupakan kekuatan bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

Gambar 7. Sayur Ikan Gabus Pucung

Kekuatan lainnya yang dimiliki oleh Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo adalah menu masakan yang bervariasi, karena Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo tidak hanya menyediakan menu sayur ikan gabus pucung. Menu lain yang disediakan yaitu ayam bakar, sate ayam, sate kambing, sop kambing, soto betawi, serta menu lainnya.

Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dalam proses produksinya menggunakan tata cara tradisional. Peralatan yang digunakan masih sederhana dan belum menggunakan peralatan masak yang modern. Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dalam proses memasak masih menggunakan kompor minyak tanah serta alat masak pada umumnya seperti penggorengan, panci, alat panggang dan berbagai alat makan. Pengolahan dengan cara tradisional

dipercaya pemilik memberikan cita rasa yang khas dari masakan yang disajikan. Selain itu, pengolahan bumbu dilakukan dengan menggunakan resep keluarga yang diturunkan secara turun-temurun membuat rasa masakan tidak berubah.

Berdasarkan analisis lingkungan internal perusahaan didapatkan faktor- faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan perusahaan. Kekuatan dan kelemahan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo

Faktor Internal Kekuatan Kelemahan

Kondisi Umum Perusahaan

- Lokasi rumah makan yang strategis - Sarana pendukung

rumah makan (area parkir, musholla dan toilet) - Kebersihan rumah makan - Belum memiliki struktur organisasi Sumberdaya Manusia

- Loyalitas pegawai tinggi - Tingkat pendidikan pegawai rendah

Keuangan - Modal usaha milik

pribadi

- Belum melakukan pencatatan keuangan secara akuntansi

Pemasaran - Kegiatan promosi

masih sangat terbatas Produksi dan

Operasi

- Kualitas produk yang baik

- Menu bervariasi

6.2. Analisis Lingkungan Eksternal

Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengidentifikasi peluang dan ancaman terhadap perusahaan. Analisis lingkungan eksternal terdiri dari lingkungan umum dan lingkungan industri. Lingkungan umum meliputi politik, ekonomi, sosial budaya dan teknologi, sedangkan lingkungan industri meliputi pemasok, pembeli dan persaingan.

6.2.1. Lingkungan Umum 6.2.1.1. Politik

Faktor politik merupakan faktor yang berkaitan dengan kebijakan- kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, stabilitas politik negara serta perannya secara ekonomis dan politis. Kebijakan-kebijakan pemerintah memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan setiap sektor perekonomian. Stabilitas negara dapat mempengaruhi ketenangan masyarakat yang akhirnya juga dapat mempengaruhi perekonomian.

Kebijakan pemerintah dalam menaikkan maupun menurunkan harga bahan bakar minyak sangat berpengaruh bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Penurunan harga bahan bakar minyak merupakan peluang bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo karena biaya yang ditanggung perusahaan tidak akan meningkat. Penurunan harga bahan bakar minyak dapat mempengaruhi kegiatan produksi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, karena rumah makan ini masih menggunakan kompor minyak dalam kegiatan produksinya. Selain itu, adanya penurunan harga bahan bakar minyak ini tidak akan membuat perusahaan mengeluarkan biaya yang lebih mahal untuk biaya transportasi pembelian bahan baku.

Dampak dari kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga bahan bakar minyak adalah perusahaan dapat lebih berhemat dalam penggunaan keuangan perusahaan. Penghematan ini terutama untuk biaya produksi dan pembelian bahan baku. Oleh karena itu, adanya penurunan harga bahan bakar minyak merupakan peluang bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

6.2.1.2. Ekonomi

Usaha restoran dan rumah makan di Kota Bekasi masih memiliki peluang untuk berkembang. Hal ini dapat dilihat dari daya beli masyarakat Kota Bekasi yang tergambar dalam PDRB per kapita Kota Bekasi. Pada Tabel 12 dapat dilihat, pertumbuhan tertinggi PDRB per kapita Kota Bekasi atas dasar harga konstan 2000 pada periode 2004-2007 terjadi pada tahun 2007 yaitu sebesar 1,95 persen. PDRB Kota Bekasi mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 1,44 persen. Peningkatan pendapatan masyarakat Kota Bekasi menunjukkan daya beli masyarakat yang meningkat. Semakin meningkatnya daya beli masyarakat

memberikan peluang bagi usaha rumah makan. Hal ini karena dengan meningkatnya daya beli maka proporsi anggaran untuk rekreasi juga semakin besar, diantaranya untuk mengunjungi restoran atau rumah makan. Peluang ini dapat dimanfaatkan oleh Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dalam menarik konsumen sebanyak-banyaknya.

Tabel 12. PDRB Per Kapita Kota Bekasi Atas Dasar Harga Konstan 2000 dan Pertumbuhannya Tahun 2004-2007 Tahun PDRB (Jutaan Rupiah) PDRB Per Kapita (Rupiah) Pertumbuhan (%) 2004 11.112.519,42 5.620.647 1,00 2005 11.739.945,23 5.688.247 1,20 2006 12.453.012,95 5.779.403 1,60 2007 13.255.153,53 5.892.062 1,95 Rata-rata 1,44

Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi (2008), diolah

6.2.1.3. Sosial Budaya

Jumlah penduduk Kota Bekasi mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Tabel 13 menunjukkan bahwa hingga tahun 2007 jumlah penduduk Kota Bekasi berjumlah 2.143.804 jiwa dengan kepadatan penduduk 10.185 jiwa/km². Pertumbuhan penduduk Bekasi membuka peluang tersedianya tenaga kerja atau juga tersedianya pasar potensial bagi usaha restoran dan rumah makan. Tersedianya pasar potensial membuka peluang bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo untuk memperluas pangsa pasar.

Tabel 13. Jumlah Penduduk Kota Bekasi Tahun 2002-2007

Tahun Jumlah Penduduk

(jiwa)

Kepadatan Penduduk (jiwa/km²) (Luas Wilayah 210.49 km²) 2002 1.708.337 8.117 2003 1.809.306 8.596 2004 1.845.005 8.765 2005 1.914.316 9.095 2006 2.071.444 9.841 2007 2.143.804 10.185

Pertumbuhan penduduk memberikan peluang tersedianya pasar potensial bagi usaha rumah makan karena seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat, permintaan akan makanan dan minuman juga akan meningkat. Peluang tersebut dapat dimanfaatkan oleh Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo untuk menarik konsumen sebanyak-banyaknya. Peluang ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

Peluang lain yang dapat dimanfaatkan oleh Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo adalah peningkatan jumlah wanita yang bekerja di luar rumah. Peningkatan jumlah wanita yang bekerja ini dapat meningkatkan permintaan makanan jadi, terutama permintaan terhadap rumah makan. Rumah makan merupakan salah satu usaha yang menyediakan makanan jadi yang siap disantap. Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo merupakan salah satu rumah makan yang menyediakan makanan jadi. Peluang ini dapat dimanfaatkan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo untuk menarik konsumen dan meningkatkan penjualan rumah makannya.

6.2.1.4. Teknologi

Perkembangan teknologi dapat menciptakan berbagai macam peralatan yang akan mempermudah jalannya suatu kegiatan. Bentuk dari perkembangan teknologi diantaranya adalah teknologi komunikasi, transportasi dan peralatan memasak. Teknologi komunikasi dapat mempermudah penyampaian informasi perusahaan. Teknologi transportasi dapat membantu pendistribusian produk menjadi lebih cepat, dan teknologi peralatan memasak membantu mempercepat dan mempermudah proses memasak sehingga lebih efisien.

Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo telah menggunakan teknologi komunikasi berupa telepon. Telepon telah dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan dalam melakukan transaksi khususnya dengan pembeli dan pemasok. Kondisi ini sangat menguntungkan kedua belah pihak terutama dalam hal efisiensi biaya dan efektivitas waktu. Namun, penggunaan teknologi komunikasi untuk kegiatan promosi belum dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan. Selama ini Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo

dipromosikan dengan cara dari mulut ke mulut. Hal ini dianggap pemilik rumah makan sudah cukup efektif.

Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo belum menggunakan teknologi transportasi untuk melayani pesan antar. Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo juga belum menggunakan teknologi modern dalam memasak. Rumah makan ini masih menggunakan kompor minyak untuk proses memasak dan menggunakan peralatan masak yang sederhana.

6.2.2. Lingkungan Industri

6.2.2.1. Kekuatan Persaingan dalam Industri

Jenis rumah makan yang menyajikan makanan berciri tradisional atau kedaerahan semakin lama semakin banyak bermunculan. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya restoran dan rumah makan dengan berbagai nama, namun menawarkan ciri produk yang relatif sama. Daftar rumah makan tradisional dengan menu utama ikan yang menjadi pesaing dari Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dapat dilihat pada Tabel 2.

Rumah makan pesaing yang menyajikan menu sayur ikan gabus pucung adalah Rumah Makan Pondok Gabus Lukman. Rumah makan ini menyediakan menu yang sama dengan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Namun, harga yang ditawarkan oleh Rumah Makan Pondok Gabus Lukman lebih mahal dari harga di Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Oleh karena itu, Rumah Makan Pondok Gabus Lukman ini merupakan pesaing utama bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

Selain Rumah Makan Pondok Gabus Lukman, pesaing utama bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo adalah Rumah makan Menteng Harapan. Rumah makan ini lokasi berdekatan dan bahkan berdampingan dengan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Lokasi yang berdekatan ini menyebabkan terjadinya persaingan antara Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo dengan Rumah Makan Menteng Harapan untuk menarik konsumen. Selain lokasi yang berdekatan, Rumah Makan Menteng Harapan juga menyediakan menu utama berbahan baku ikan.

Rumah makan tradisional dengan menu utama ikan di Bekasi cukup banyak dan menawarkan produk yang relatif sama, diantaranya seperti sayur ikan

gabus pucung, ikan bakar, ikan goreng dan lain-lain. Semakin banyak rumah makan sejenis bermunculan mengakibatkan tingkat persaingan dalam industri menjadi besar sehingga menjadi ancaman bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

6.2.2.2. Ancaman Masuknya Pesaing Baru

Saat ini semakin banyak rumah makan tradisional yang bermunculan, terutama rumah makan dengan menu utama ikan. Rumah makan yang menyediakan menu utamanya ikan merupakan pesaing bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Pesaing-pesaing yang bermunculan menawarkan suasana rumah makan yang berbeda serta konsep bangunan yang lebih menarik. Beberapa bulan yang lalu berdiri rumah makan dengan menu utama ikan yaitu Rumah Makan Pesona Laut. Rumah makan ini berada di Sentra Bisnis Harapan Indah, yaitu lokasi yang cukup dekat dengan Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo.

Mengurus surat perijinan usaha di Kota Bekasi hanya perlu memenuhi syarat-syarat standar seperti menyerahkan KTP dan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan juga syarat lain sesuai prosedur. Pemerintah daerah Kota Bekasi tidak memberikan aturan yang mempersulit munculnya restoran atau rumah makan tradisional dan bentuk usaha apapun. Hal ini membuat kecilnya hambatan masuk dalam industri rumah makan yang menyebabkan semakin banyaknya rumah makan tradisional yang bermunculan. Banyaknya rumah makan yang bermunculan ini merupakan ancaman bagi Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo, karena akan menambah banyaknya rumah makan pesaing.

6.2.2.3. Pemasok

Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo memiliki pemasok untuk bahan baku utama ikan gabus, sedangkan untuk bahan baku lainnya diperoleh dari pasar tradisional terdekat. Bahan baku ikan gabus diperoleh dari tiga pemasok yaitu Hendra dari Muara Bakti Kabupaten Bekasi, Jolang dari Ujung Menteng dan Marullah dari Tangerang. Pemasok yang berasal dari Muara Bakti Kabupaten Bekasi mengirimkan ikan setiap dua hari sekali. Pemasok dari Ujung Menteng dan Tangerang mengirimkan barang pada hari yang sama dan

pengiriman ikan dilakukan dua hari sekali. Kedua pemasok ini baru beberapa bulan memasok ikan gabus ke Rumah Makan Khas Betawi H. Syamsudin Kombo. Hal ini dilakukan pemilik rumah makan untuk menutupi kekurangan stok bahan

Dokumen terkait