• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

v. Piutang Usaha v. Trade Receivables

Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan dalam kegiatan usaha normal. Jika piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.

Trade receivables are amounts due from customers for goods sold in the ordinary course of business. If collection is expected in one year or less (or in the normal operating cycle if longer), they are classified as current assets. If not, they are presented as non-current assets.

Cadangan penurunan nilai diukur berdasarkan kerugian kredit ekspektasian dengan melakukan reviu atas kolektabilitas saldo secara individual atau kolektif sepanjang umur piutang usaha menggunakan pendekatan yang disederhanakan dengan mempertimbangkan informasi yang bersifat perkiraan masa depan yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan. Cadangan atas penurunan nilai dihapus pada saat piutang tersebut tidak akan tertagih.

Provision for impairment of trade receivables is measured based on expected credit losses by reviewing the collectibility of individual or collective balances in a lifetime of trade receivables using simplified approach with considering forward-looking information at the end of each reporting period. Provision for impairment are written-off during the period in which they are determined to be not collectible.

w. Utang Usaha w. Trade Payables

Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal, jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.

Trade payables are obligations to pay for goods or services that have been acquired in the ordinary course of business from suppliers. Trade payables are classified as current liabilities if payment is due within one year or less (or in the normal operating cycle of the business if longer). If not, they are presented as non-current liabilities.

62

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

x. Provisi x. Provision

Provisi diakui jika Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

Provisions are recognized when the Group has a present obligation (legal or constructive) where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate of the amount of the obligation can be made.

Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan.

Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed.

y. Kontinjensi y. Contingencies Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam

laporan keuangan konsolidasian. Liabilitas kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian, jika terdapat kemungkinan besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.

Contingent assets and liabilities are not recognized in the consolidated financial statements. Contingent liabilities are disclosed in the consolidated financial statements, unless the possibility of an outflow of resources embodying economic benefits is remote. Contingent assets are disclosed in the consolidated financial statements where an inflow of economic benefits is probable.

z. Peristiwa setelah Tanggal Pelaporan Keuangan z. Events after the Financial Reporting Date Peristiwa sesudah akhir tahun yang

menyediakan informasi tambahan tentang posisi Perusahaan pada tanggal pelaporan keuangan (adjusting events) disajikan dalam laporan keuangan. Peristiwa paska akhir tahun yang bukan merupakan adjusting events diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan apabila material.

Post year-end events that provide additional information about the Group’s position at the financial reporting date (adjusting events) are reflected in the consolidated financial statements. Post year-end events that are not adjusting events are disclosed in the notes to consolidated financial statements when material.

63

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

aa. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

aa. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)

aa.1 Amandemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

aa.1 Amendments/improvements and nterpretations to standards effective in the current year

Pada tanggal 1 Januari 2020, Grup menerapkan PSAK dan ISAK baru yang berlaku efektif sejak tanggal tersebut. Penyesuaian terhadap kebijakan akuntansi dibuat berdasarkan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.

On January 1, 2020, the Group adopted new PSAK and ISAK that are effective for application from that date. Changes to the Group’s accounting policies have been made as required, in accordance with the transitional provisions in the respective standards and interpretations.

Grup menerapkan PSAK 71, “Instrumen Keuangan”, PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan” dan PSAK 73, “Sewa” secara mulai tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020.

The Group has adopted PSAK 71, “Financial Instruments”, PSAK 72, “Revenue from Contracts with Customers” and PSAK 73, “Leases”, effectively for the financial year beginning January 1, 2020.

Penerapan atas PSAK 71 “Instrumen

Keuangan” Adoption of PSAK 71 “Financial Instruments” Grup menerapkan model baru kerugian

kredit ekspektasian dengan perkiraan masa depan, menggunakan pendekatan yang disederhanakan untuk piutang usaha dan pendekatan umum untuk aset keuangan lainnya sesuai dengan PSAK 71.

The Group applies the new forward-looking expected credit loss model, using the simplified approach for trade receivables and the general approach for all other financial assets as required by PSAK 71.

Pada tanggal 1 Januari 2020, Grup melakukan pengkajian klasifikasi aset keuangan berdasarkan persyaratan kontraktual arus kas.

On January 1, 2020, the Group assessed the classification of its financial assets on the basis of the contractual terms of their cash flows.

64

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

aa. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

aa. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)

aa.1 Amandemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

aa.1 Amendments/improvements and nterpretations to standards effective in the current year

Penerapan atas PSAK 72 “Pendapatan

dari Kontrak dengan Pelanggan” Adoption of PSAK 72 “Revenue from Contracts with Customers”

Penerapan PSAK 72 mengakibatkan perubahan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan sebagai berikut:

The adoption of PSAK 72 resulted in changes in accounting policies in the financial statements as follows:

Pengakuan pendapatan

Standar baru menentukan bahwa pendapatan diakui ketika pengendalian atas barang atau jasa yang dijanjikan telah dialihkan kepada pelanggan (Catatan 2n).

Revenue Recognition

The new standard determines that the revenue is recognised when control of the promised goods or services has been passed to the customer (Note 2n).

Berdasarkan dari penilaian Grup, tidak ada perbedaan yang signifikan antara implementasi PSAK 72 dengan kebijakan akuntansi Grup sebelumnya.

Based on the Group’s assessment there are no significant difference between the implementation of PSAK 72 with the Group’s previous accounting policy.

Grup melakukan penerapan atas PSAK 72 secara efektif untuk tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020.

The Group has adopted PSAK 72 effectively for the financial year beginning January 1, 2020.

Penerapan atas PSAK 73 “Sewa” Adoption of PSAK 73 “Leases”

Grup telah menerapkan PSAK 73 secara efektif untuk tahun buku yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2020.

The Group has adopted PSAK 73 effectively for the financial year beginning on January 1, 2020.

65

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

aa. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

aa. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)

aa.1 Amandemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

aa.1 Amendments/improvements and nterpretations to standards effective in the current year

Penerapan atas PSAK 73 “Sewa”

(Lanjutan) Adoption of PSAK 73 “Leases” (Continued)

Pada saat penerapan PSAK 73, Grup sebagai penyewa mengakui “Aset Hak-Guna” dan “Liabilitas Sewa” pada laporan posisi keuangan konsolidasian sehubungan dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “Sewa Operasi” berdasarkan prinsip-prinsip dalam PSAK 30 “Sewa".

Upon the adoption of PSAK 73, the Group as lessee recognised “Right-of-Use Assets” and “Lease Liabilities” in the consolidated statement of financial position in relation to leases which were previously classified as “Operating Lease” under the principles of PSAK 30 "Leases".

Liabilitas sewa diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang belum dibayar, yang didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Grup pada tanggal 1 Januari 2020.

These lease liabilities were measured at the present value of the remaining lease payments, discounted using the Group’s incremental borrowing rate as at January 1, 2020.

Rata-rata tertimbang suku bunga inkremental yang digunakan adalah sebesar 6%.

Aset hak-guna diukur pada jumlah tercatatnya seakan-akan standar ini telah diterapkan sejak tanggal permulaan sewa, didiskontokan dengan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental Grup pada penerapan awal tanggal 1 Januari 2020.

The weighted-average incremental borrowing rate applied was 6%.

The right-of-use assets were measured at their carrying amounts as if the standard has been applied since the lease commencement date, discounted using the Group's incremental borrowing rate at the date of initial application on January 1, 2020.

66

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

aa. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

aa. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)

aa.1 Amandemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

aa.1 Amendments/improvements and nterpretations to standards effective in the current year

Penerapan atas PSAK 73 “Sewa”

(Lanjutan) Adoption of PSAK 73 “Leases” (Continued)

Setelah pengakuan awal aset hak-guna dan liabilitas sewa ini, Grup mengakui biaya keuangan yang timbul dari saldo liabilitas sewa, dan penyusutan aset hak-guna pada laporan laba rugi konsolidasian, berbeda dengan kebijakan sebelumnya yang mengakui biaya sewa yang timbul akibat sewa operasi selama masa sewa

After initial recognition of these right-to-use asset and lease liability, the Group recognises the finance cost accrued on the outstanding balance of the lease liability and the depreciation of the right-of-use assets in the consolidated profit or loss, as opposed to the previous policy of recognising rental expenses incurred under operating leases over the lease term.

Pada saat menerapkan PSAK 73 untuk pertama kalinya, Grup menerapkan cara praktis berikut yang diizinkan oleh standar:

- menerapkan tingkat diskonto tunggal untuk portofolio sewa dengan karakteristik yang cukup serupa;

- sewa operasi yang masa sewanya berakhir dalam 12 bulan dari 1 Januari 2020 diperlakukan sebagai sewa jangka pendek ;

- pengecualian biaya langsung awal dari pengukuran aset hak guna pada tanggal penerapan awal;

In applying PSAK 73 for the first time, the Group used the following practical expedients permitted by the standard:

- the use of a single discount rate to a portfolio of leases with reasonably similar characteristics; - operating leases with a remaining lease ter m of

less than 12 months as at January 1, 2020 are treated as short-term lease;

- the exclusion of initial direct costs for the measurement of the right-of-use asset at the date of

67

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

aa. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

aa. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)

z.1 Amandemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

z.1 Amendments/improvements and nterpretations to standards effective in the current year

Penerapan atas PSAK 73 “Sewa”

(Lanjutan) Adoption of PSAK 73 “Leases” (Continued)

- menggunakan tinjauan ke belakang (hindsight) dalam menentukan masa sewa jika kontrak mengandung opsi untuk memperpanjang atau menghentikan sewa.

- the use of hindsight in determining the le as e term where the contract contains optio ns to extend or terminate the lease.

Dampak penerapan PSAK 73 terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

The effect on adoption of PSAK 73 to the consolidated statement of financial position as at January 1, 2020 is as follows:

Disajikan

dengan/ Penerapan/ Dampak Disajikan dengan/

As presented under

PSAK 30 Effect on adoption of PSAK 73 As presented under PSAK 73

Biaya dibayar dimuka 15.962.711.157 (15.962.711.157) - Prepaid expenses

Aset hak guna - 19.746.494.088 19.746.494.088 Right-of-use assets

Liabilitas sewa - 4.047.171.514 4.047.171.514 Lease liabilities

Saldo laba - 131.694.292 131.694.292 Retained earnings

Kepentingan non

68

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

aa. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

aa. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)

aa.1 Amandemen/penyesuaian dan interpretasi standar yang berlaku efektif pada tahun berjalan

aa.1 Amendments/improvements and nterpretations to standards effective in the current year

Penerapan dari interpretasi baru, amandemen dan penyesuaian tahunan terhadap standar akuntansi berikut ini, yang berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari 2020 tidak menyebabkan perubahan signifikan atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memberikan dampak yang material terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan konsolidasian:

The adoption of the following new interpretation, amendments and annual improvement to accounting standards which are effective from January 1, 2020 did not result in substantial changes to the Group’s accounting policies and had no material effect on the amounts reported in the consolidated financial statements for the current year:

- PSAK 1 (Amandemen), “Penyajian Laporan Keuangan Tentang Judul Laporan Keuangan”

- PSAK 1 (Amendment), “Presentation of

Financial Statements Concerning the Title of Financial Statements”

- PSAK 15 (Amandemen), “Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama”

- PSAK 15 (Amendment), “Investments in

Associates and Joint Ventures”

- PSAK 25 (Amandemen), “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Keselahan”

- PSAK 25 (Amendment), “Accounting

Policies, Accounting Estimates and Errors”

- PSAK 62 (Amandemen), “Kontrak

Asuransi” - Contract” PSAK 62 (Amendment), “Insurance

- PSAK 71 (Amandemen), “Instrumen Keuangan tentang Fitur Percepatan Pelunasan dengan Kompensasi Negatif”

- PSAK 71 (Amendment), “Financial

Instruments: Prepayment Features with Negative Compensations”

- PSAK 1 (Penyesuaian Tahunan),

“Penyajian Laporan Keuangan” - “Presentation of Financial Statements” PSAK 1 (Annual Improvement),

- ISAK 35, “Penyajian Laporan Keuangan Entitas Berorientasi Nonlaba”

- ISAK 35, “Presentation of Non-profit

69

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI

SIGNIFIKAN DAN PELAPORAN KEUANGAN

(Lanjutan)

2. SUMMARY OF SIGNIFICANT ACCOUNTING AND FINANCIAL REPORTING POLICIES

(Continued)

aa. Perubahan pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)

aa. Changes to Statements of Financial Accounting Standards (PSAK) and Interpretations of Financial Accounting Standards (ISAK)

aa.2 .

Standar baru, amandemen, penyesuaian tahunan dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan

aa.2 New standards, amendments, annual improvements and interpretations issued but not yet adopted

Standar baru dan amandemen, yang telah diterbitkan, namun belum berlaku efektif untuk tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2020 adalah sebagai berikut:

New standards and amendment, issued but not yet effective for the financial year beginning January 1, 2020 are as follows:

- PSAK 112, “Akuntansi Wakaf” - PSAK 112, “Accounting for Endowments”

- PSAK 22 (Amandemen), “Kombinasi

Bisnis” - Combinations” PSAK 22 (Amendment), “Business

Standar baru dan amandemen di atas berlaku efektif mulai 1 Januari 2021, tetapi penerapan dini diperkenankan.

The above new standard and amendment are effective beginning January 1, 2021, but early adoption is permitted.

Sampai dengan tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian, dampak dari menerapkan standar dan amandemen tersebut terhadap laporan keuangan tidak dapat diketahui atau diestimasi oleh manajemen.

As of the issuance date of the consolidated financial statements, the effect of adopting these standard and amendment to standards on the financial statements is not known nor reasonably estimable by management.

3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI