• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI : PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA

2. Sumpah Pemuda

Pada masa penjajahan, rakyat Indonesia sangat menderita. Pada saat itu Indonesia sangat tertekan , tersiksa, merasa tidak aman, dan tidak nyaman tanggal di tanah airnya sendiri.

Rakyat Indonesia ingin melepaskan diri dari penjajahan tersebut. Oleh karena itu rakyat Indonesia dari setiap daerah melakukan perlawanan terhadap penjajah. Perlawanan tersebut berlansung sendiri-sendiri di setiap daerah sehingga perlawanan tersebut mengalami kegagalan. Perlawanan terhadap penjajah juga dilakukan oleh raja-raja pada saat itu. Namun perlawanan itu juga mengalami kegagalan.

Kegagalan-kegagalan tersebut terjadi karena para raja dan rakyat pada saat itu berjuang sendiri-sendiri. Mereka mudah diadu domba. Tidak ada persatuan dan kesatuan antara mereka. Tidak ada koordinasi perlawanan rakyat waktu itu.

Kegagalan rakyat Indonesia mengusir para penjajah menyadarkan beberapa pemimpin saat itu. Mereka sadar jika perlawanan terhadap penjajah dilakukan secara terpisah-pisah, maka kegagalanlah yang didapat. Beberapa pemimpin itu kemudian mengajak rakyat Indonesia bersatu. Mereka bersatu untuk mengusir para penjajah.

Sebagai wadah persatuan mereka membentuk organisasi politik. Organisasi politik tersebut bergerak di bidang pendidikan dan sosial. Pelopor organisasi tersebut adalah Budi Utomo. Organisasi ini dipelopori oleh Dr.Wahiodin Sudirohusodo dan didirikan pada tanggal 20 mei 1908. organisasi Budi Utmo terkenal sebagai perintis bangkitnya kesadaran perjuangan Bangsa Indonesia. Gerakan inilah awal dari pergerakan nasional yang bertujuan untuk mewujudkan suatu bangsa yang memiliki kehormatan dan kemerdekaan dan kekuatannya sendiri. Karena itulah setiap tanggal 20 mei diperingati sebagai hari kebangkitan Nasional.

Para tokoh dalam organisasi Budi Utomo, berusaha keras meningkatkan pendidikan rakyat Indonesia. Mereka juga berusaha keras menyadarkan rakyat

Indonesia akan pentingnya persatuan dan kesatuan. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan para penjajah tidak akan dapat diusir.

Setelah Budi Utomo muncul, kemudian disusul oleh organisasi-organisasi pergerakan lainnya. Persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia akan semakin kuat.

Rakyat Indonesia berusaha bersatu untuk melawan penjajah. Pemuda-pemuda di daerah tertentu membentuk perkumpulan untuk menentang penjajah. Perkumnpulan itu sering di sebut sebagai organisasi pemuda. Organisasi tersebut membawa daerah asalnya. Karena membawa daerah asalnya, maka organisasi itu berjuang hanya untuk daerahnya saja.beberapa organisasi daerah yang terbentuk adalah sebagai berikut:

Tri Koro Darmo

Awalnya Tri Koro Darmo adalah perkumpulan anak-anak pelajar di Jakarta yang berasal dari Jawa dan Madura. Tri Koro Darmo didirikan pada tanggal 9 maret 1915. Tokoh-tokohnya adalah Satiman, Kadarman dan Sunardi. Pada tahun 1918 nama Tri Koro Darmo diubah menjadi Jong Java. Anggotanya terbuka bagi seluruh pemuda Jawa termasuk Jawa Barat. Jong Java berarti pemuda dari Jawa.

Jong Sumatranen Bond

Didirikan oleh para pemuda yang berasal dari Sumatera pada tanggal 9 Desember 1917. Tokohnya adalah Moh.Hatta, Moh.Yamin, M.Tasil, Bahder Johan, Assat, Abu Hanifah dll.

Jong Minahasa

Pemuda Minahasa juga membentuk organisasi pemuda yang mereka beri nama Jong Minahasa. Organisasi ini didirikan pada tahun 1918 di Jakarta.

Jong Celebes

Celebes merupakan nama lain dari Pulau Sulawesi. Jadi Jong Celebes adalah perkumpulan pemuda Sulawesi.

Selain organisasi pemuda yang sudah dicontohkan di atas, masih ada organisasi pemuda lain seperti Jong Bataks Jong Ambon dll.

Organisasi-organisasi ini masih merasa kecil untuk melawan penjajah Belanda. Mereka menginginkan organisasi pemuda yang besar sehingga memiliki kekuatan yang besar pula. Mereka menginginkan agar organisasi-organisasi yang

ada bersatu. Untuk mewujudkan keinginan tersebut diadakan Kongres Pemuda Indonesia.

1). Kongres Pemuda Indonesia I

Pada tanggal 30 April - 2 Mei 1926 di Jakarta diadakan rapat besar. Rapat tersebut dinamakan “Kerapatan Besar Pemuda-Pemuda Indonesia ”. Selanjutnya rapat ini dicatat sebagai Kongres Pemuda Indonesia I, yang bersifat nasional. Rapat ini diikuti oleh pemuda-pemuda dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka berasal dari organisasi pemuda seperti Jong Java, Jong Sumateranan, Jong Celebes, Jong Bataks, Jong Ambon dll. Saat itu yang memimpin rapat adalah Muhammad Tabrani.

Tujuan dari kongres ini adalah untuk menanamkan semangat kerjasama antara perkumpulan pemuda di Indonesia sebagai dasar persatuan dan kesatuan Indonesia dalam arti yang lebih luas.

Kongres ini belum berhasil mendirikan organisasi yang mempersatukan semua organisasi. Meskipun demikian para pemuda dan pelajar tidak putus asa. Mereka tetap berusaha untuk mendirikan sebuah organisasi yang dapat mempersatukan mereka.

Dalam kongres ini dihasilkan keputusan :  Mempersiapkan Kongres Pemuda II

 Mengusulkan agar semua perkumpulan pemuda bersatu dalam satu organisasi pemuda Indonesia.

2). Kongres Pemuda Indonesia II

Pemuda Indonesia ingin bersatu agar lebih kuat. Pada bulan juni 1928 mereka membentuk suatu panitia. Ketuanya adalah Sugondo Joyopuspito. Tugasnya menyiapkan Kongres Pemuda II. Sugondo Joyopuspito dibantu oleh Joko Masaid alias Tirtodiningrat, Moh.Yamin dan Amir Syarifudin.

Kongres Pemuda II dimulai dari tanggal 27-28 oktober 1928. selama kongres diadakn 3 kali rapat. Rapat pertama bertempat di Gedung Katholieke Jongelingen Bond (Gedung Pemuda Katolik) di lapangan Bantang (Semarang). Rapat kedua bertempat di Gedung Oost Java Bioscoop (sekarang Jalan Medan Merdeka Utara

no.14). Rapat ketiga di Gedung Indonesch Clubhuis di Jalan Kramat Raya no.106 (sekarang disebut gedung sumpah pemuda).

Kongres ini merupakan inisiatif Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Tujuan kongres ini adalah untuk mempersatukan semua perkumpulan-perkumpulan pemuda Indonesia dalam suatu badan gabungan. Kongres pemuda II dihadiri oleh lebih kurang 750 orang utusan dari berbagai organisasi pemuda. Kongres berjalan penuh persatuan nasional pemuda Indonesia. Dalam kongres ini Muhammad Yamin, SH mengusulkan Bahasa Melayu ditetapkan sebagai bahasa persatuan Bahasa Indonesia.

Tahun 1928, alam politik Indonesia telah dipenuhi oleh jiwa persatuan, rasa bangga rasa telah menemukan diri sendiri, rasa memiliki citi-cita tinggi, yaitu Indonesia merdeka telah mewarnai hati rakyat Indonesia yang terjajah. Segala rasa tersebut akhirnya dituangkan dalam Ikrar Sumpah Pemuda yang dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928. Ikrar ini merupakan hasil keputusan Kongres Pemuda Indonesia II, yang diselenggarakan tanggal 27-28 oktober 1928.

Isi sumpah pemuda adalah sebagai berikut:

 Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia.

 Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, Bangsa Indonesia  Kami putra dan putri Indonesia menjujung bahasa persatuan, Bahasa

Indonesia

Dalam kongres kedua ini diperkenalkan lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf Supratman dan Bendera Pusaka Indonesia. Peristiwa Sumpah Pemuda ini merupakan puncak dari pergerakan nasional. Oleh karena itu, setiap tanggal 28 Oktober dinyatakan sebagai hari Sumpah Pemuda dan diperingati oleh segenap bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

3. Keutuhan NKRI

Dalam dokumen bahan ajar konsep dasar pkn (Halaman 112-115)

Dokumen terkait