• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN

2.4 Psikoanalisis Teori Kepribadian

2.4.3 Superego

Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik (idealistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan Id dan prinsip realistik dari Ego. Superego berkembang dari Ego, dan seperti Ego dia tidak mempunyai enerji sendiri.

Sama dengan Ego, Superego beroperasi di tiga daerah kesadaran. Namun berbeda dengan Ego, dia tidak mempunyai kontak dengan dunia luar (sama dengan Id) sehingga kebutuhan kesempurnaan yang diperjuangkannya tidak realistik (id tidak realistik dalam memperjuangkan kenikmatan).

Prinsip idealistik mempunyai dua subprinsip, yakni conscience dan Ego ideal. Superego pada hakekatnya merupakan elemen yang mewakili nilai-nilai orang tua atau interpretasi orang tua mengenai standar sosial, yang diajarkan kepada anak melalui berbagai larangan dan perintah.

Apapun tingkahlaku yang dilarang, dianggap salah, dan dihukum oleh orang tua, akan diterima anak menjadi suara hati (conscience), yang berisi apa saja yang tidak boleh dilakukan. Apapun yang disetujui, dihadiahi dan dipuji orang tua akan diterima menjadi standar kesempurnaan atau Ego ideal, yang berisi apa saja yang seharusnya dilakukan. Proses mengembangkan konsensia dan Ego ideal, yang berarti menerima standar salah dan benar itu disebut introyeksi (introjection). Sesudah terjadi introyeksi, kontrol pribadi akan mengganti kontrol orang tua.

23

Superego bersifat nonrasional dalam menuntut kesempurnaan, menghukum dengan keras kesalahan Ego, baik yang telah dilakukan maupun baru dalam fikiran. Superego juga seperti Ego dalam hal mengontrol Id, bukan hanya menunda pemuasan tetapi merintangi pemenuhannya.

Paling tidak, ada 3 fungsi Superego; (1) mendorong Ego menggantikan tujuan-tujuan realistik dengan tujuan-tujuan moralistik, (2) merintangi impuls Id, terutama impuls seksual dan agresif yang bertentangan dengan standar nilai masyarakat, dan (3) mengejar kesempurnaan. Struktur kepribadian Id-Ego-Superego itu bukan bagian-bagian yang menjalankan kepribadian, tetapi itu adalah nama dari sistem struktur dan proses psikologik yang mengikuti prinsip-prinsip tertentu.

Biasanya sistem-sistem itu bekerja bersama sebagai team, di bawah arahan Ego. Baru kalau timbul konflik diantara ketiga struktur itu, mungkin sekali muncul tingkahlaku abnormal.

(Alwisol 2005:18-19) 2.5 Biografi Pengarang

Sumino Yoru merupakan novelis asal Jepang yang bertempat tinggal di Osaka. Sumino mulai menulis di sekolah menengah. Awalnya dia mengirimkan cerita untuk Dengeki Novel Prize, namun setelah tidak lolos seleksi putaran pertama, Sumino merevisi gaya penulisannya sebelum menulis I Want to Eat Your Pancreas manuskrip akhirnya menjadi terlalu panjang untuk diajukan untuk Prize.

Dia mengirimkan novel tersebut ke situs fiksi buatan pengguna Shosetsuka ni Naro pada Febuari 2014 dengan nama pena Yasumi Yano (夜野やすみ, Yano Yasumi). Dia kemudian secara resmi memulai debutnya dengan karya yang saam di bawah Futabasha pada tahun 2015.

Dia mendapatkan penghargaan Da Vichi sebagai juara ke-2 dalam naminasi Book of the Year pada tahun 2015. Tahun berikutnya yaitu tahun 2016 dian meraih penghargaan Hon Ya Taishou pada urutan ke-2. (https://en.wikipedia.org/wiki/Yoru_Sumino)

24 3. BAB III

ANALISIS PSIKOLOGI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL “I WANT TO EAT YOUR PANCREAS” KARYA SUMINO YORU

3.1 Sinopsis Cerita

Novel terjemahan I Want To Eat Your Pancreas karya Sumino Yoru bercerita tentang seorang remaja laki-laki yang duduk di bangku SMA bernama Haruki Shiga. Haruki Shiga merupakan anak pendiam dan enggak tertarik untuk punya teman, dia memilih tenggelam dalam buku-buku bacaan dan menyibukkan diri sebagai penjaga perpustakaan sekolahnya. Dia anak yang selalu memandang negatif tentang hidup, dia berpendapat bahwa hidup itu tidak berharga dan menurutnya hidupnya masih panjang sehingga dia dapat melakukan apapun yang dia mau tanpa harus bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.

Namun pada bulan April, saat dia sedang berada dirumah sakit untuk memeriksa hasil operasi usus buntunya, dia menemukan sebuah buku yang terletak dikursi tunggu pasien rumah sakit. Buku tesebut berisikan diari (jurnal harian) seorang gadis yang menderita penyakit kanker pankreas. Karena rasa penasaran, dia mengambil dan membaca buku diari tersebut. Saat dia sedang membaca lembar pertama dari buku diari tersebut, terdengar suara yang berbicara kepadanya. Haruki Shiga terkejut bukan main ketika mengetahui siapa orang yang berdiri dihadapannya. Dia adalah seorang gadis yang merupakan salah satu dari 3 orang yang dia ingat di kelas karena perbedaan sifat mereka. Gadis tersebut bernama Sakura Yamauchi, gadis populer di sekolahnya yang memiliki sifat periang dan penuh semangat serta selalu positif dalam memandang suatu kehidupan dengan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain. Haruki Shiga bingung melihat gadis tersebut senyum kepadanya, dia berharap buku harian yang dipegangnya itu bukanlah miliki gadis itu. Namun gadis itu mematahkan harapannya dengan mengatakan bahwasanya buku yang sedang dipegangnya merupakan bukunya.

Karena merasa respon Haruki Shiga biasa saja saat mengetahui penyakitnya, gadis itu mulai tertarik kepada Haruki Shiga. Dia pun mulai mendekati Haruki Shiga dengan mengisi kursi kosong anggota perpustakaan yang sebelumnya hanya diisi Haruki Shiga. Haruki Shiga bingung mengapa gadis tersebut mengambil posisi tersebut. Sakura Yamauchi hanya ingin lebih dekat dan lebih mengenal Haruki Shiga dengan baik, dia ingin membantu Haruki Shiga agar mau berinteraksi dengan orang lain juga serta menghargai hidup yang dimilikinya.

25

Sakura Yamauchi mengatakan bahwa selain keluarganya dan Haruki Shiga tidak ada yang mengetahui penyakitnya bahkan sahabatnya sendiri, Kyoko. Oleh sebab itu, gadis tersebut mengatakan kepada Haruki Shiga untuk menjaga rahasia tentang penyakitnya tersebut. Karena dia tidak ingin menghabiskan waktunya unutk melihat orang-orang disekitarnya bersedih karena penyakit yang ia derita.

Saat melakukan pekerjaan mereka diperpustakaan, Sakura Yamauchi sering menggoda Haruki Shiga. Dia mengatakan “aku mau makan pankreasmu”, dia mengatakan itu karena sebuah tayangan televisi yang mengatakan bahwa orang zaman dulu, jika ada bagian yang sakit pada dirinya dia akan makan bagian pada hewan persis seperti bagian yang sakit tersebut. Namun Haruki Shiga menolaknya mentah-mentah dia mengatakan dia tidak dapat melimpahkan beban berat kepada organ dalamnya yang kecil demi menolong gadis itu, dia menyuruh gadis itu meminta ke orang lain. Gadis itu berkatabahwa dia tidak dapat meminta ke orang lain karna tidak ada yang tahu mengenai penyakitnya. Gadis tersebut sangat senang bisa menghabiskan waktu dengan Haruki Shiga, karena dia dapat bersikap biasa saja kepada gadis itu. Gadis itu bertanyamengapa Haruki Shiga tidak bersedih setelah mengetahui penyakitnya, padahal keluarganya sangat bersedih. Shiga Haruki menjawab bahwa dia tidak mungkin bersedih jika orang yang sakit saja tidak bersedih.

Karena merasa Sakura Yamauchi hanya membuang-buang waktu di perpustakaan, Shiga Haruki mengatakan apakah tidak apa-apa jika dia menghabiskan sisa hidupnya dengan menyusun buku di perpustakaan. Haruki Shiga menyarankan agar gadis tersebut melakukan hal-hal yang ingin dia lakukan sebelum dia mati. Sakura Yamauchi menerima saran dari Haruki Shiga dan membuat daftar hal yang ingin dilakukannya dengan syarat Haruki Shiga harus menemaninya melakukan semua hal tersebut. Dia langsung menyuruh Haruki Shiga datang ke suatu tempat yang sudah ditentukannya pada akhir pekan tanpa mendengar jawaban Haruki Shiga terlebih dahulu.

Hari yang telah ditentukanpun tiba, Haruki Shiga akhirnya menerima ajakan gadis tersebut dan datang lebih awal dari gadis itu ke tempat yang dijanjikan. Gadis itu akhirnya datang tepat waktu. Mereka pergi berkeliling kota dan makan di salah satu restaurant Jepang yang menjual yakiniku. Saat didalam restaurant mereka makan sambil bercerita mengenai

26

penyakit gadis itu. Gadis itu mengatakan, Haruki Shiga boleh memakan pankreasnya jika dia mati nanti. Karena menurutnya ada sebuah kepercayaan di luar negeri yang mengatakan jika bagian tubuh kita yang sudah mati dimakan oleh seseorang, maka jiwa kita akan hidup dalam orang yang memakan kita. Haruki Shiga lagi-lagi menolaknya. Dia mengatakan tidak mau makan organ tubuh gadis tersebut, karena menurutnya jiwa gadis itu sangat gaduh. Sehingga dia tidak mau jiwa yang gaduh itu ada dalam dirinya.

Setelah hari itu, saat masuk sekolah mereka menjadi pembicaraan hangat di sekolah.

Pembicaraannya mengenai mengapa gadis seperti Sakura Yamauchi mau berteman dengan orang paling suram di sekolah. Haruki Shiga merasa tidak suka dengan perhatian orang-orang yang tertuju padanya, namun dia tidak perduli dan hanya membaca novel.

Kemudian Sakura Yamauchi mengajak Haruki Shiga melakukan perjalanan keluar kota.

Awalnya Haruki Shiga tidak mengetahui tujuan perjalanan itu, namun begitu tau tujuannya dia merasa ditipu oleh gadis tersebut. Dia tidak membawa barang unutk perjalanan jauh juga baju ganti. Akhirnya mereka membeli baju di kota tersebut dengan menggunakan uang gadis itu, karena dia tidak membawa uang banyak. Mereka berkeliling kota mengunjungi toko ramen, kuil, toko-toko yang ada dikota tersebut, dan malamnya mereka menginap di salah satu hotel ternama dikota tersebut. Karena kesalahan yang dilakukan pihak hotel, akhirnya mereka diberikan kamar tebaik yang dimiliki hotel tersebut tetapi hanya ada 1 kamar saja. Mereka menghabiskan malam disana dengan bermain ‘jujur atau tantangan’ sampai larut malam. Sejak saat itu mereka menjadi semakin dekat.

Sepulang dari perjalanan tersebut mereka menjadi pembicaraan lagi. Hari-hari tenang yang dimiliki Haruki Shiga menjadi terganggu. Dimulai dengan sandal kelasnya yang hilang hingga ada seorang teman sekelas yang berbicara kepadanya. Dia mulai merasa aneh dengan hal baru dalam hidupnya ini. Sepulang sekolah, Sakura Yamauchi mengajak Haruki Shiga datang kerumahnya untuk mengambil buku yang ingin dipinjamkannya. Saat itu hujan deras sehingga Haruki Shiga berada di rumah gadis tersebut cukup lama, mereka menghabiskan waktu dengan bermain. Kemudian saat Haruki Shiga sedang mencari buku yang ingin dia pinjam dari gadis itu, tiba-tiba gadis itu memeluknya hingga dia terbentur kedinding. Gadis itu mengatakan ke telinga Haruki Shiga, dia ingin melakukan hal ‘terlarang’ dengan laki-laki yang bukan pacarnya. Haruki

27

Shiga merasa bahwasanya dia dipermainkan, dia mendorong gadis itu dan menimpanya. Gadis itu menangis. Haruki Shiga langsung melepaskan cengkramannya dan pergi dari rumah itu.

Saat dijalan dia terhenti karena seseorang memanggil namanya. Orang tersebut bernama Takahiro yang merupakan ketua kelas di kelasnya dan juga mantan pacarnya Sakura Yamauchi.

Dia menanyakan ada hubungan apa Haruki Shiga dengan Sakura Yamauchi. Haruki Shiga mengatakan hubungan mereka hanya sebatas teman dan dia juga mengatakan bahwa Sakura Yamuchi tidak suka dengan orang pemaksa seperti Takahiro. Takahiro marah dan memukul Haruki Shiga hingga berdarah. Kemudian Sakura Yamauchi datang dan membantu Haruki Shiga dan dia mengusir Takahiro. Takahiro hanya berdiri terdiam. Kemudian, gadis itu meminjamkan pakaian abangnya dan memberikan buku yang ingin dia pinjamkan.

Saat masuk sekolah keesokan harinya, dia tidak mendapati gadis itu. Dan pada malam hari barulah dia tahu ternyata gadis tersebut masuk rumah sakit. Besoknya dia datang menjenguk gadis itu karena paksaan gadis itu untuk mengajarinya. Gadis itu merasa bahwa Haruki Shiga berbakat menjadi guru dia juga menyuruh Haruki Shiga untuk berteman dengan sahabatnya, Kyoko. Haruki Shiga mengatakan mengapa gadis itu suka menyuruhnya melakukah hal-hal yang harus berinteraksi dengan orang banyak. Selama Sakura Yamauchi di rumah sakit Haruki Shiga sering menjenguknya. Haruki Shiga takut jika waktu yang dimiliki gadis itu hanya tinggal sebentar lagi. Gadis itu berkata bahwasanya dia akan sembuh dan setelah itu mereka akan pergi ke pantai untuk menikmati liburan musim panas.

Akhirnya saat gadis itu keluar dari rumah sakit tiba. Haruki Shiga menunggunya di kafe tempat mereka janjian unutk bertemu. Gadis itu pulang dulu kerumah dan kemudian menemui Haruki Shiga. Sambil menunggu Sakura Yamauchi, Haruki Shigamengingat kembali awal pertemuannya dengan gadis itu hingga dia bisa seperti sekarang ini. Haruki Shiga yang mulai memikirkan orang lain, Haruki Shiga yang berinteraksi dengan orang lain. Semua karena gadis tersebut, sehingga dia merasa dia membutuhkan gadis itu, dia ingin menjadi gadis itu. Dia mengetik pesan panjang yang memuji Sakura Yamauchi, namun setelah memilih-milih kata yang benar akhirnya dia mengirim pesan yang berisikan “aku mau makan pankreasmu”. Menurutnya itula kata-kata yang pas untuk memuji gadis tersebut. Itu adalah pesan terakhi mereka, setelah itu

28

tidak ada pesan balasan lagi dari gadis itu. Haruki Shiga menunggu hingga malam namun, gadis tersebut tidak datang dan akhirnya dia memutuskan untuk pulang kerumah.

Saat menonton televisi dirumah barulah dia tahu mengapa gadis tersebut tidak datang.

Gadis itu menjadi korban pembunuhan acak yang menjadi berita hangat beberapa bulan terakhir, dia ditikam dengan pisau di depan komplek rumahnya dan ditemukan oleh warga. Tidak lama setelah itu pembunuhnya ditangkap. Dia berfikir bahwasanya hidup itu sangat kejam. Tidak hanya memberikan gadis itu penyakit yang mematikan, dia juga memberikan akhir hidup yang menyakitkan kepada gadis itu.

Saat pemakaman Sakura Yamauchi, Haruki Shiga tidak datang. Dia datang sepuluh hari setelah kematian gadis itu. Dia datang untuk bertemu gadis itu. Dia juga mengembalikan buku yang dia pinjam dari gadis itu yang belum sempat dikembalikannya ketika Yamauchi Sakura masih hidup. Tujuan lain dia datang pada hari itu juga untuk mengambil buku diari gadis itu yang sudah diwasiatkan gadis itu kepadanya. Dia membaca buku diari gadis itu dengan seksama, kemudian dia menangis sejadi-jadinya. Karena mengetahui bahwa gadis itu juga membutuhkannya.

3.2 Analisis Unsur-Unsur Struktur Interinstik dalam Novel I Want To Eat Your Pancreas Karya Sumino Yoru

3.2.1 Tema

Dalam novel I Want To Eat Your Pancreas bercerita tentang seorang gadis SMA yang ingin menikmati sisa hidupnya yang tinggal sedikit karena penyakit pankreasnya bersama dengan seorang pemuda. Cerita ini bertema drama romatic yang menyayat hati. Novel I Want To Eat Your Pancreas ini tidak berfokus di drama percintaan. tapi, juga mengarah pada drama kehiduapan yang menujukan ketulusan dari persahabatan juga.

Di dalam novel I Want To Eat Your Pancreas ini mencakup beberapa tema diantaranya adalah:

29 A. Tema Kemanusiaan

1. Dalam tema kemanusiaan ini terdapat adegan di dalam novel I Want To Eat Your Pancreas yang menunjukan rasa toleransi dari Haruki Shiga yang mencari tahu tentang penyakit yang di derita Sakura Yamuchi.

Kutipan:

“Kurasa kau pun tidak tahu apa fungsi pankreas, kan?”

” Tentu saja aku tahu.”

“Aku memang tahu. Sebelumnya aku pernah mencari tahu mengenai organ yang namanya jarang kudengar ini. Karena dia juga lah aku mencari tahu.” (Nisak Khairun 2017:9)

2. Dari novel ini terdapat tema kemausiaan yang menunjukan Haruki Shiga menunjukan rasa kekahawatiran dari pertanyaan yang Haruki Shiga tanyakan kepada Sakura Yamauchi.

Kutipan:

“Memangnya tidak apa-apa kalau kau gunakan sisa waktumu yang tinggal sedikit hanya untuk membereskan perpustakaan?”

“Dia memiringkan kepala begitu mendengar pertanyaanku yang sangat tidak penting.”

“Tentu saja tidak apa-apa.”

” Menurutku belum tentu tidak apa-apa.”

“Begitu? Jadi, aku harus melakukan kegiatan lain yang seperti apa?” (Nisak Khairun 2017:15)

30

3. Dari novel ini juga terdapat beberapa kutipan yang bertema kemanusiaan dimana Sakura Yamauchi meminta ke Haruki Shiga untuk ikut pergi jalan-jalan. Haruki Shiga menyetujui ajakan Sakura Yamauchi, dari sini lah Haruki Shiga menolong Sakura Yamuchi untuk meujud kan keinginannyadi masa-masa hidupnya yang sebentar lagi akan meningal dunia.

Kutipan:

“Akhirnya ujian sudah selesai! Mulai besok libur, kan (senyum). Langsung saja ya, besok kau kosong? Pasti kosong, kan? Aku ingin jalan-jalan dengan kereta! (peace).

Ada tempat yang ingin kau datangi?”

“Dia memutuskan apa pun seenaknya. Aku merasa terganggu. Namun dia benar, aku memang tidak punya rencana untuk besok. Jadi tidak ada alasan bagiku untuk menolaknya. Aku pun membalas pesan itu dengan:”

“Lebih baik pergi ke tempat yang ingin kau kunjungi sebelum mati.” (Nisak Khairun 2017:85)

4. Dari novel ini juga terdapat beberapa kutipan yang bertema kemanusiaan yang menunujukan Haruki Shiga yang mendapat pesan dari Sakura Yamauchi yang menyuruhnya untuk datang kerumasakit, dari sini Haruki Shiga di dalam hatinya merasak kan kekahawatiran sebab Sakura Yamuchi masuk kerumah sakit.

Kutipan:

“Aku dan gadis itu bertemu lagi pada haril Sabtu di sebuah kamar rumah sakit.

Pagi hari yang berawan. Sungguh nyaman menghabiskan waktu pada cuaca seperti ini.

Aku datang menjenguk gadis itu setelah dia memberi tahu waktu besuk melalui E-mail.

Aku memang datang, lebih tepatnya karena dipaksa.” (Nisak Khairun 2017:190)

5. Dari novel ini juga terdapat beberapa kutipan yang bertema kemanusiaan yang menunjukan Sakura Yamuchi meminta tolong ke Haruki Shiga untuk datang ke rumah

31

sakit untuk mengajarkan Sakura Yamauchi pelajaran yang tidak bisa di datnginya. Dari sni Haruki Shiga menolong Sakura Yamauchi dengan senag hati.

Kutipan:

“Aku menjenguk ke rumah sakit hari ini karena memiliki tujuan lain selain untuk menemui gadis itu setelah lama tidak bertemu. Gadis itu meminta tolong kepadaku untuk mengajarinya garis besar pelajaran tambahan selama dia tidak bisa datang. Gadis itu malah terkejut dengan ketulusanku begitu aku langsung menyetujuinya. Sungguh tidak sopan.” (Nisak Khairun 2017:193)

6. Dari novel ini juga terdapat beberapa kutipan yang bertema kemanusiaan yang menunjukan Haruki Shiga merasa khawatir dengan keanehan yang di lakukan Sakura Yamuchi, ia tidak berprilaku seperti biasnya maka dari itu Haruki Shiga merasa ada sesuatu yang di sembunikan Sakura Yamauchi dan ia merasa khawatir.

Kutipan:

“Hei.”

“Kali ini bukan lelucon, berbeda dengan yang sebelumnya.”

“…Lalu apa?”

“Akhir-akhir ini, entah kenapa aku jadi menyukai hangat tubuh orang lain.”

“Melihat cara bicara gadis itu, aku jadi meyakini sesuatu.”

“Hm, sebenarnya sudah lama aku ingin tahu…”

“Tiga ukuranku? Karena kau menimpa dadaku.”

“Kau bodoh, ya?”

“Ahahaha.”

32

“Tentang keadaanmu, ada yang aneh. Apakah terjadi sesuatu?" Dengan tetap berpelukan…Tidak, yang benar adalah dengan tetap dipeluk seenaknya oleh gadis itu, aku diam menunggu jawaban. Berbeda dengan yang dulu, aku tidak merasa sedang dipermainkan. Bahkan aku malah berpikir, jika gadis itu ingin menggunakan kehangatan tubuhku, silakan saja pakai sepuasnya.”

3.2.2 Alur

Alur adalah rangkaian peristiwa yang diuraikan dengan bentuk tahap awal, tahap pertengahan dan tahap akhir dalam sebuah cerita dan memiliki hubungan sebab akibat.

A. Tahap Awal

Awal cerita novel I Want To Eat Your Pancreas dimulai pada masa kini pada saat liburan musim panas berlangsung di rumah Haruki Shiga. Haruki bercerita bagaimana Haruki Shiga menghabiskan waktu liburannya di rumah hanya membaca buku-buku kesukaannya. Pada hari libur itu kebetulan Sakura meninggal saat cuaca hari itu sedang buruk, sehingga hal tersebut menjadikan Haruki yang seorang tertutup tidak perlu repot-repot menghadiri ke pemakaman Sakura Yamauchi teman sekelasnya.

B. Tahap Pertengahan

Tahap pertengahan yaitu tahap dimana kisah bergulir ke masa lampau saat Haruki sedang berada di kamar merenungkan isi pesan yang ia kirimkan kepada Sakura. Ia mengingat untuk pertama kalinya secara kebetulan berbicara dengan Sakura teman satu kelasnya di rumah sakit. Hal tersebut terlihat pada kutipan berikut.

Kutipan:

“Hari itu, aku tidak masuk sekolah. Aku menjalani operasi usus buntu. Namun aku tidak masuk hari itu bukan untuk operasi, melainkan untuk melepas benang setelah operasi. Kondisiku waktu itu sedang prima, sehingga operasi di rumah sakit bisa selesai dengan cepat. Seharusnya aku tetap pergi ke sekolah walaupun terlambat. Namun karena lamanya waktu mengantre-yang men- jadi ciri khas dari rumah sakit besar, ditambah lagi

33

betapa keras kepalanya diriku–akhirnya kuputuskan untuk tidak masuk sekolah.

Kemudian aku menunggu di lobi rumah sakit.” (Nisak Khiairun 2017:20)

Kutipan:

“Kalau boleh jujur."

“lihat, dia mulai menjelaskan.”

“Aku kebingungan. Kupikir hilang, jadi aku bergegas mencarinya. Termyata

<Teman Sekelas yang Pendiam>-kan yang menegangnya”

“…apa maksudnya?"

"Apa maksudnya? Itu Cenita Teman si Sakitku. Sudah membacanya, kan? Begitu aku divonis terkena penyakit pankreas, aku menuliskan kisahku dalam buku harian."

“…Bercanda, kan?"

“Padahal saat ini sedang berada di rumah sakit, tetapi dia malah tertawa,

"Uwahahaha," tanpa rasa bersalah.”

"Kau pikir aku ini orang yang seusil itu? Hal semacam itu bukannya tidak pantas dijadikan black joke? Yang tertulis di situ nyata. Pankreasku tidak berfunesi dan sebentar lagi aku akan mati.”

“…Oh, begitu,ya.” (Nisak Khairun 2017: 23

Kutipan di atas menunjukan ingatan Haruki datang ke rumah sakit. Peristiwa yang terjadi saat iHaruki tidak masuk sekolah dan pada hari masuk sekolah Haruki datang ke

Kutipan di atas menunjukan ingatan Haruki datang ke rumah sakit. Peristiwa yang terjadi saat iHaruki tidak masuk sekolah dan pada hari masuk sekolah Haruki datang ke

Dokumen terkait