Bab IV Surat Berharga
2. Surat Berharga yang Dijual dengan Janji Dibeli Kembali
Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) adalah surat pengakuan
utang jangka pendek dan jangka panjang yang diterbitkan oleh bank atau pihak kei ga
bukan bank yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali dari pembeli dengan harga
yang telah disepakai pada awal transaksi.
B. Dasar Pengaturan
1. Maksud dan kemampuan entitas untuk memiliki instrumen utang hingga jatuh tempo tidak serta merta menjadi terbatas jika instrumen tersebut digadaikan
sebagai agunan atau menjadi subyek repurchase agreement atau kesepakatan
peminjaman surat berharga. Namun demikian, entitas tidak mempunyai maksud yang sungguh-sungguh dan kemampuan untuk memiliki instrumen utang tersebut hingga jatuh tempo jika entitas memperkirakan tidak mampu mempertahankan
atau memperoleh kembali aksesnya terhadap instrumen tersebut. (Panduan
Implementasi No.2: B.18)
2. Contoh-contoh berikut mengilustrasikan penerapan prinsip penghentian pengakuan
dalam Pernyataan ini.
a. Perjanjian Penjualan Efek dengan Janji Dibeli Kembali dan Jaminan Surat Berharga. Jika aset keuangan dijual dengan kesepakatan bahwa aset tersebut akan dibeli kembali pada harga yang telah ditetapkan atau pada harga jual semula ditambah keuntungan untuk pihak pemberi pinjaman, atau jika aset keuangan tersebut dijaminkan dengan kesepakatan bahwa aset dimaksud akan dikembalikan pada pihak yang mentransfer, maka aset tersebut tidak dihentikan pengakuannya karena pihak yang mentransfer secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset dimaksud. Jika pihak yang menerima transfer memiliki hak untuk menjual atau menggadaikan aset dimaksud, maka pihak yang mentransfer akan mereklasifikasi aset dimaksud di neracanya, misalnya sebagai aset yang dijaminkan atau piutang pembelian kembali.
b. Perjanjian Penjualan Efek dengan Janji Dibeli Kembali dan Jaminan surat berharga – aset yang secara substansial sama. Jika aset keuangan dijual dengan kesepakatan bahwa aset yang sama atau yang secara substansial sama akan
dibeli kembali pada harga yang telah ditetapkan atau pada harga jual semula ditambah keuntungan untuk pemberi pinjaman, atau jika aset keuangan dipinjamkan atau dijaminkan dengan kesepakatan bahwa aset yang sama atau yang secara substansial sama akan dikembalikan pada pihak yang mentransfer, maka aset dimaksud tidak dihentikan pengakuannya, karena pihak yang mentransfer secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset tersebut.
c. Perjanjian Penjualan Efek dengan Janji Dibeli Kembali dan Jaminan surat
berharga – hak subsi tusi. Jika perjanjian penjualan efek dengan janji dibeli
kembali dengan harga pembelian kembali yang sudah ditetapkan atau harga yang setara dengan harga jual awal ditambah keuntungan pemberi pinjaman, atau transaksi serupa untuk transaksi dengan jaminan surat berharga, memberi
hak kepada penerima transfer untuk mensubsi tusi aset yang ditransfer dengan
aset serupa dan memiliki nilai wajar yang setara pada tanggal pembelian kembali, maka aset yang dijual atau dijaminkan dalam transaksi pembelian
kembali atau transaksi dengan jaminan surat berharga i dak diheni kan
pengakuannya karena pihak yang mentransfer secara substansial masih
memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset dimaksud... (PSAK
55: PA66)
C. Penjelasan
1. Dalam transaksi penjualan surat berharga dengan janji dibeli kembali (repo), bank
menjual surat berharga kepada pihak lain dengan harga tertentu dan berjanji untuk membeli kembali dalam jangka waktu tertentu dengan harga tertentu. Untuk
transaksi repo yang tidak memenuhi kriteria penghentian pengakuan (derecognition)
maka surat berharga tetap berada pada pihak bank penjual dan tetap disajikan sebagai portofolio surat berharga bank. Selanjutnya, dana yang diterima oleh bank
penjual surat berharga pada transaksi repo diakui sebagai kewajiban pembelian
kembali surat berharga yang dijual dengan syarat repo.
2. Bank dapat melakukan transaksi repo atas surat berharga dalam seluruh kategori
surat berharga. Dalam hal bank melakukan transaksi repo atas surat berharga
dalam kategori Dimiliki Hingga Jatuh Tempo, maka bank harus memastikan dapat mempertahankan atau memperoleh kembali aksesnya terhadap surat berharga tersebut. Jika bank memperkirakan tidak mampu mempertahankan atau
memperoleh kembali aksesnya terhadap surat berharga tersebut, maka bank harus mereklasifikasikan surat berharga tersebut.
3. Surat berharga yang dimiliki dan diserahkan sebagai jaminan pinjaman yang
diterima tanpa perjanjian repo tidak termasuk dalam surat berharga yang dijual
dengan janji dibeli kembali.
D. Perlakuan Akuntansi
Pengakuan dan pengukuran
1. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali tetap diakui sebagai aset keuangan dalam neraca bank.
2. Pengakuan dan pengukuran surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali mengacu pada perlakuan akuntansi untuk Surat Berharga.
3. Dana yang diterima oleh bank penjual surat berharga pada transaksi repo diakui
sebagai kewajiban.
Penyajian
Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali disajikan dalam pos yang terpisah
dari surat berharga lainnya yang i dak di-repo.
E. Ilustrasi jurnal
Pada awal transaksi penjualan surat berharga dengan janji dibeli kembali 1. Reklasifikasi surat berharga
Db. Surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali Kr. Surat berharga
2. Penerimaan dana dari transaksi penjualan surat berharga dengan janji dibeli kembali
Db. Kas/Rekening.../Giro BI
Kr. Kewajiban atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali
(Jika terdapat biaya transaksi yang dapat diatribusikan pada transaksi repo dan
memenuhi persyaratan amortisasi, maka bank harus melakukan amortisasi sampai
F. Pengungkapan
Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain:
1. Ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting yang termasuk namun tidak terbatas pada:
a. Kategorisasi dan dasar pengukuran (measurement basis) surat berharga yang
dijual dengan janji dibeli kembali dalam penyusunan laporan keuangan; dan b. Kebijakan akuntansi lainnya yang relevan dengan surat berharga yang dijual
dengan janji dibeli kembali yang dapat mendukung pemahaman terhadap laporan keuangan.
2. Metode dan teknik penilaian (valuasi) yang antara lain mencakup: a. Penggunaan kuotasi harga di pasar aktif atau teknik penilaian;
b. Asumsi penetapan nilai wajar surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali (dalam hal bank menggunakan nilai wajar dalam pengukuran surat berharga) dan agunan, serta perubahan asumsi yang dapat mempengaruhi laporan keuangan secara signifikan; dan
c. Penetapan tingkat diskonto (discount rate).
3. Kategorisasi dan nilai tercatat surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali, yaitu:
a. Diukur pada Nilai Wajar melalui Laporan Laba Rugi; b. Tersedia untuk Dijual;
c. Dimiliki Hingga Jatuh Tempo; dan d. Pinjaman yang Diberikan dan Piutang.
4. Perubahan nilai wajar atas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
5. Jumlah surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali yang berpindah dari atau ke setiap kategori dan latar belakang perpindahan kategori tersebut (reclassification).
6. Informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan mengevaluasi jenis dan besarnya risiko yang timbul dari aktivitas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali sebagaimana pada angka 7 sampai 8 di bawah.
Pengungkapan kualitatif
7. Tujuan, kebijakan, dan proses pengelolaan risiko dan metode pengukuran risiko surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali dan perubahan dari periode sebelumnya (jika ada).
Pengungkapan kuantitatif
8. Analisis terhadap surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali berdasarkan klasifikasi surat berharga yang memiliki karakteristik ekonomi yang sama (misalnya
klasifikasi residential mortgage, consumer loans, commercial loans, dan sebagainya).
Analisis tersebut mencakup:
a. Jumlah yang mencerminkan eksposur risiko surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali pada tanggal laporan tanpa memperhitungkan agunan atau bentuk mitigasi risiko lainnya;
b. Informasi mengenai kualitas kredit surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali, yang meliputi:
1) Analisis eksposur surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali,
baik menggunakan sistem pemeringkatan internal (internal credit grading
system) maupun peringkat yang diterbitkan lembaga pemeringkat.
a) Apabila bank menggunakan peringkat dari lembaga pemeringkat dalam mengelola dan memantau kualitas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali, maka pengungkapan mencakup:
(1) Jumlah eksposur surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali untuk setiap tingkatan peringkat;
(2) Lembaga pemeringkat yang menerbitkan peringkat;
(3) Jumlah ekposur surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali yang diperingkat dan yang tidak diperingkat;
(4) Hubungan dan keterkaitan antara peringkat dari sistem peme-ringkatan internal dan peringkat dari lembaga pemeringkat.
b) Apabila bank menggunakan peringkat berdasarkan sistem peme-ring katan internal dalam mengelola dan memantau kualitas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali, maka pengungkapan mencakup:
(1) Proses pemeringkatan internal;
(2) Jumlah eksposur surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali untuk setiap tingkatan peringkat internal;
(3) Hubungan dan keterkaitan antara peringkat dari sistem peme-ringkatan internal dan peringkat dari lembaga pemeringkat.
2) Tipe/jenis penerbit;
3) Informasi historis mengenai tingkat kegagalan penerbit (default rate);
4) Informasi lainnya yang digunakan dalam menilai kualitas surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali; dan
c. Nilai tercatat surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali yang tidak
mengalami tunggakan bunga dan/atau pokok (past due) atau mengalami
penurunan nilai, namun telah mengalami restrukturisasi atau perubahan syarat dan kondisi.
9. Jumlah surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali berdasarkan segmentasi, antara lain sektor ekonomi dan geografi, berdasarkan jangka waktu, mata uang, dan tingkat bunga surat berharga yang dihitung secara rata-rata. 10. Jumlah surat berharga yang dijual dengan janji dibeli kembali yang diterbitkan oleh