• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEOR

2.2 PERS dan SURAT KABAR

2.2.2 SURAT KABAR

2.2.2.1 Definisi Surat Kabar

Secara etimologis kata “surat kabar” atau koran berasal dari terjemahan kata “newspaper” dalam bahasa Inggris atau “krant” dalam bahasa Belanda. Kata surat kabar berasal dari dua kata yaitu

kata “surat” dan “kabar”. Kata “surat” dapat diartikan sebagai lembaran kertas-kertas yang berisi tulisan-tulisan. Kata “kabar” menandakan bahwa tulisan-tulisan tadi merupakan pernyataan- pernyataan yang ingin disampaikan kepada seseorang atau sekelompok orang. Namun, karena surat kabar merupakan media komunikasi massa, maka pernyataan-pernyataan tersebut ditujukan kepada khalayak umum. Dengan demikian, dapat disimpulkan pengertian surat kabar adalah lembaran kertas yang berisi tulisan- tulisan berupa pernyataan-pernyataan yang ingin disampaikan kepada sejumlah besar orang.

Pengertian surat kabar dari Wikipedia The Free Encyclopedia adalah “A newspaper is a publication containing news, information and advertising, usually printed on low-cost paper called newsprint. It may be general or special interest, most often published daily or weekly diterjemahkan sebagai berikut surat kabar adalah publikasi yang memuat berita, informasi, dan iklan, biasanya dicetak pada kertas murah yang disebut dengan kertas koran. Biasanya mengangkat topik umum atau topik khusus, paling sering dicetak harian atau mingguan.

Surat kabar dapat dibedakan atas periode terbit, ukuran, dan sifat penerbitannya. Dari segi periode terbit ada surat kabar harian dan ada surat kabar mingguan. Surat kabar harian adalah surat kabar yang terbit setiap hari baik dalam bentuk edisi pagi maupun sore, sementara surat kabar mingguan ialah surat kabar yang terbit paling sedikit satu kali dalam seminggu. Dari segi ukurannya, ada yang terbit dalam bentuk plano dan ada pula yang terbit dalam bentuk tabloid. Sementara itu, isinya dapat dibedakan atas dua macam, yakni surat kabar yang bersifat umum yang isinya terdiri atas berbagai macam informasi untuk masyarakat umum, sedangkan surat kabar yang bersifat khusus, isinya memiliki ciri khas tertentu dan memiliki pembaca tertentu pula, misalnya surat kabar untuk pedesaan, surat kabar untuk wanita, dan semacamnya (Cangara, 2007:127-128).

Dan yang menjadi obyek penelitian ini adalah surat kabar umum yang terbit di kota Medan. Seperti yang diisyaratkan surat kabar umum, yang isinya terdiri atas berbagai macam informasi untuk masyarakat umum kota Medan mengenai kejadian-kejadian lokal. Hal ini sesuai dengan prinsip proksimitas dalam memuat suatu kejadian berita.

Kategori surat kabar menurut Melvin DeFleur dibagi menjadi dua kategori, yaitu: surat kabar yang isinya serius atau selera tinggi (high taste) dan surat kabar selera rendah (low taste). Sedangkan menurut Jacob Oetama, surat kabar dikategorikan dalam surat kabar kualitas dan surat kabar populer. Surat kabar yang isinya serius atau surat kabar kualitas sesuai dengan bentuk surat kabar umum. Sehingga berita-berita yang dimuat didalamnya bersifat serius dan bermanfaat bagi masyarakat (Oetama, 1989: 123).

2.2.2.4 Karakteristik Surat Kabar

Surat kabar memiliki karakteristik/ ciri-ciri antara lain:

1. Publisitas, yaitu surat kabar harus disebarluaskan kepada semua lapisan masyarakat, hal ini berarti surat kabar diperuntukkan buat umum. Oleh sebab itu berita, tajuk rencana, artikel, dan sebagainya harus menyangkut kepentingan umum.

2. Periodesitas, yang berarti surat kabar tersebut terbit secara periodik atau teratur dan diproduksi secara tetap, misalnya terbit tiap hari, seminggu sekali, dan sebagainya.

3. Universalitas, maksudnya surat kabar harus memuat aneka berita mengenai kejadian-kejadian di seluruh dunia,

dan tentang segala aspek kehidupan manusia tanpa mengurangi kebijaksanaan dari pimpinan dan redaksinya. 4. Aktualitas, maksudnya berita yang disajikan dalam surat

kabar adalah berita-berita hangat atau baru saja terjadi, dengan ulasan yang cukup menarik, memiliki ilustrasi foto atau gambar yang sesuai dengan peristiwa yang dilaporkan. Kecepatan penyampaian laporan mengenai kejadian di masyarakat kepada khalayak harus diperhitungkan.(Elvinaro Ardianto dan Lukiati Komala E., 2004:104-105).

2.3 EKOLOGI

Berbicara mengenai kompetisi surat kabar, sebetulnya kita berbicara tentang hubungan timbal balik surat kabar dengan lingkungan tempat surat kabar tersebut terbit. Dan ketika kita berbicara tentang hubungan mahkluk hidup dengan lingkungannya, sebetulnya kita berbicara tentang ekologi. Jadi, boleh dibilang ekologi merupakan konsep sentral dalam penelitian ini. Dalam hal ini surat kabar dianalogikan sebagai mahkluk hidup. Selanjutnya akan dibahas sejumlah konsep mengenai dasar ekologi.

Istilah ekologi pertama sekali di pergunakan seorang biologi berkebangsaan Jerman Ernst Haeckel pada tahun 1869. Secara etimologis, istilah ekologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu oikos yang berarti rumah (kemudian diartikan dengan rumah tangga) dan logos yang berarti ilmu. Jadi yang dimaksud dengan ekologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan timbal balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya (Siahaan, 1986:14).

Istilah ekologi memang merupakan istilah yang biasanya digunakan dalam membahas masalah lingkungan hidup. Inti permasalahan lingkungan hidup adalah hubungan timbal balik mahkluk hidup dengan lingkungannya (Soemarwoto, 1991: 22).

Ekologi dan ekonomi mempunyai banyak persamaan. Oikos sebagai pembentuk kata ekologi sama dengan akar kata ekonomi. Dengan demikian, ekologi berkaitan erat dengan ekonomi. Otto Soemarwotto menjelaskan tentang kaitan ekologi dan ekonomi sebagai berikut, dalam ekologi mata uang yang dipakai dalam transaksi bukanlah uang rupiah atau dollar, melainkan materi, energi dan informasi. Arus materi, energi, dan informasi dalam suatu komunitas atau antara beberapa komunitas mendapat perhatian utama dalam ekologi, seperti halnya arus uang dalam ekonomi. Oleh karena itu ekologi dapat juga dikatakan ekonomi alam, yang melakukan transaksi dalam bentuk materi,energi, dan informasi (Soemarwoto, 1991: 22).

Dalam penelitian ini surat kabar saling bertukar informasi dengan masyarakat – dengan cara memanfaatkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di masyarakat untuk dijadikan informasi – dan kemudian masyarakat mengonsumsi informasi yang dimuat dalam surat kabar tersebut. Pertukaran informasi ini akan bermuara pada perolehan keuntungan materi (ekonomi).

2.3.2 Ekosistem

Suatu konsep sentral dalam ekologi ialah ekosistem, yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal-balik antara mahkluk hidup dengan lingkungannya. Pengertian ekosistem adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen yang berkerja secara teratur sebagai satu kesatuan.

Dengan adanya konsep ekosistem, kita memandang unsur- unsur lain dalam lingkungan hidup kita secara terintegrasi sebagai komponen yang berkaitan dalam satu sistem.

Dalam ekosistem, setiap komponen menjaga dan mempertahankan eksistensi dan fungsinya. Selama keteraturan fungsi dan interaksi dapat dipertahankan, maka proses interaksi akan tetap terkendali dan tetap tercapai keseimbangan.

Dalam ekosistemnya surat kabar menjalankan fungsi informasi, hiburan, pendidikan, dan kontrol sosial. Dalam menjalankan fungsi-fungsi tersebut surat kabar dituntut untuk

menjaga keseimbangan ”ekosistemnya” yaitu ekosistem politik. Jika surat kabar melenceng dari arah keseimbangan maka sistem politik akan melakukan represi terhadap surat kabar tersebut.

2.3.3 Lingkungan Hidup dan Pola Interaksi

Lingkungan hidup adalah semua benda, daya dan kondisi yang terdapat dalam suatu tempat atau ruang dimana mahkluk hidup berada dan dapat mempengaruhi hidupnya.

Pembagian lingkungan hidup menurut Undang-Undang Ketentuan Pokok Lingkungan Hidup (UKPLH) No. 4 Tahun 1980 adalah:

a. Lingkungan fisik berupa benda-benda dan daya (energi). b. Lingkungan biologi berupa manusia, binatang, tumbuh-

tumbuhan, dan mahkluk-mahkluk organis lainnya.

c. Lingkungan sosial berupa tabiat, watak, perilaku manusia. d. Lingkungan institusional, yaitu lingkungan hidup berupa

lembaga-lembaga yang terdapat di masyarakat yang bertujuan mencapai kesejahteraannya.

Sedangkan pembagian lingkungan hidup menurut L.L Bernard dalam Bukunya yang berjudul ”Introduction to Social Psychology” terdiri atas 4 macam yakni:

a. Lingkungan fisik, atau anorganik, yaitu lingkungan yang terdiri dari gaya kosmik dan fisiogeografis seperti tanah, udara, laut, radiasi, gaya tarik, ombak, dan sebagainya. b. Lingkungan biologi atau organik, yaitu segala sesuatu

yang bersifat biotis berupa mkroorganisme, parasit, hewan, tumbuh-tumbuhan. Termasuk juga lingkungan prenatal dan proses biologi seperti reproduksi, pertumbuhan dan sebagainya.

c. Lingkungan sosial ini dapat dibagi dalam 3 bagian : - Lingkungan fisiososial, yaitu meliputi kebudayaan

materil: peralatan, senjata, mesin, gedung-gedung dan lain-lain.

- Lingkungan biososial manusia dan bukan manusia, yaitu manusia dan interaksinya terhadap sesama dan tumbuhan berserta hewan domestik dan semua bahan yang digunakan manusia yang berasal dari sumber organik.

- Lingkungan psikososial, yaitu yang berhubungan dengan tabiat batin manusia seperti sikap, pandangan, keinginan, keyakinan. Hal ini terlihat melalui kebiasaan, agama, ideologi, bahasa dan lain-lain.

d. Lingkungan komposit, yaitu lingkungan yang diatur secara institusional, berupa lembaga-lembaga masyarakat, baik yang terdapat di daerah kota atau desa.

Merujuk pada pembagian lingkungan hidup menurut Undang- Undang Pokok Ketentuan Lingkungan Hidup (UPKLH) diatas dapat disimpulkan bahwa surat kabar termasuk dalam kategori lingkungan institusional, sedangkan merujuk pada pembagian lingkungan L.L Bernard surat kabar termasuk pada lingkungan komposit.

Mahkluk hidup senantiasa berinteraksi dengan mahkluk hidup lain dan dengan lingkungannya. Selanjutnya, interaksi dapat digolongkan sebagai berikut:

a. Interaksi Simbiosa, yaitu interaksi yang terjadi antara komponen di mana kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan. Salah satu atau keduanya memperoleh keuntungan. Simbiosa terdiri dari:

- Simbiosis mutualisme yaitu kedua komponen atau organisme saling mendapat keuntungan.

- Simbiosa komensalisme yaitu apabila salah satu pihak saja dari komponen yang berinteraksi mendapat keuntungan tetapi pihak lain tidak merasa dirugikan.

b. Interaksi Antagonisme. Pada interaksi ini terjadi sifat mengeksploitasi, menguasai, bermusuhan atau persaingan (kompetisi). Golongan ini terbagi dalam tiga sifat:

- Antibiosa, yaitu suatu komponen atau organisme mengeluarkan zat-zat seperti karbondioksida atau asam organik untuk menghambat hidup mahkluk hidup lain. Bahkan ada komponen yang mengeluarkan zat-zat pembunuh spesies lain.

- Eksploitasi, yaitu menguras atau merampok mahkluk-mahkluk lain untuk dikonsumsi. Mahkluk-mahkluk yang mengeksploitasi mahkluk-mahkluk lainnya disebut predator (pemangsa). Ke dalam eksploitasi, juga digolongkan parasitisme, yaitu sifat menempel sambil menghirup sumber-sumber hidup yang diperoleh komponen-komponen lain yang dinaunginya.

- Kompetisi. Pada interaksi ini timbul persaingan antara sesama komponen untuk mendapatkan sumber kehidupan. Persaingan ini timbul apabila sumber kehidupan/ kebutuhan kurang.

Surat kabar adalah institusi sosial yang senantiasa melakukan interaksi sosial yang bersifat kompetisi. Kompetisi itu terjadi antar

surat kabar, yang dalam hal ini kompetisi memperebutkan types of content. Kompetisi ini seperti yang dikemukakan oleh Darwin memegang peranan penting untuk menimbulkan perubahan ke arah kemajuan, yakni peningkatan kualitas informasi yang disajikan surat kabar.

Dan untuk menuju ke arah perbaikan tersebut, surat kabar harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di lingkungan sekitarnya agar tetap bertahan (survive). Kemampuan menyesuaikan diri ini disebut adaptasi. Untuk surat kabar harus menyesuaikan diri terhadap perkembangan yang sedang terjadi. Surat kabar dituntut untuk senantiasa melakukan perbaikan isi, struktur dan format sesuai dengan perkembangan yang terjadi. Karena surat kabar hidup di tengah masyarakat yang terus mengalami perkembangan maka adaptasi sangat diperlukan agar surat kabar tetap bertahan (survive) di tengah-tengah masyarakat.

2.3.4 Habitat dan Niche

Habitat adalah tempat hidup mahkluk hidup. Dalam suatu habitat boleh jadi terdapat lebih dari satu jenis populasi. Namun masing-masing populasi tersebut memiliki tempat hidup sendiri- sendiri dalam satu habitat tersebut. Tempat-tempat hidup populasi di

dalam habitat itulah yang disebut dengan niche. Masing-masing populasi mengonsumsi makanan di dalam niche-nya masing-masing.

Niche menurut Kamus Inggris – Indonesia karangan John M. Echols dan Hassan Sadily berarti ceruk, relung atau tempat. Jadi, dalam suatu habitat terdapat banyak relung atau ceruk yang ditempati masing-masing populasi tertentu. Karenanya, Menurut Otto Soemarwoto, niche merupakan cara hidup mahkluk hidup dalam habitatnya.

Niche surat kabar sebagai fungsi atau profesi adalah menyampaikan informasi, edukasi, hiburan dan kontrol sosial. Fungsi atau ”niche” surat kabar tercermin dari isi yang ditampilkannya, yang kemudian dikonsumsi khalayak, dan pada akhirnya akan mendatangkan iklan.

Setiap surat kabar mencari sumber penunjang kehidupan pada niche yang sama. Karena itu kompetisi dalam memperebutkan sumber penunjang kehidupan antar surat kabar tidak dapat dihindari.

Dokumen terkait