• Tidak ada hasil yang ditemukan

KALSIUM, BESI, SENG, TEMBAGA, DAN MANGAN PADA BUAH PEPINO (Solanum muricatum L.)

SURAT PERNYATAAN

Saya yang bertandatangan dibawah ini:

Nama : Nurhadi

Nomor Induk Mahasiswa : 121524067

Program Studi : Ekstensi Sarjana Farmasi

Judul Skripsi :

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini ditulis berdasarkan data dari hasil pekerjaan yang saya lakukan sendiri, dan belum pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi lain, dan bukan plagiat karena kutipan yang ditulis telah disebutkan sumbernya didalam daftar pustaka. Apabila di kemudian hari ada pengaduan dari pihak lain karena didalam skripsi ini ditemukan plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia menerima sanksi apapun oleh Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dan bukan menjadi tanggung jawab pembimbing.

Demikian surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan jika diperlukan sebagaimana mestinya.

PENETAPAN KADAR MINERAL

Penetapan Kadar Mineral Kalsium, Besi, Seng, Tembaga, dan Mangan pada Buah Pepino (Solanum Muricatum L.) secara Spektrofotometri Serapan

Medan, April 2016

Yang membuat pernyataan,

Nama : Nurhadi Nim : 121524067

KALSIUM, BESI, SENG, TEMBAGA DAN MANGAN

PADA BUAH PEPINO (Solanum muricatum L.)

SECARA SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

ABSTRAK

Mineral mempunyai peranan penting dalam pemeliharaan fungsi tubuh dan banyak ditemukan dalam berbagai jenis buah dan sayuran. Pepino adalah buah yang masih satu famili dengan keluarga terong. Buah pepino berasal dari Pegunungan Andes di Wilayah Peru dan Chile, Amerika Selatan. Di Indonesia, bibit pepino pertama kali didatangkan pada masa penjajahan Belanda. Buah pepino berbentuk bulat telur dengan bobot bervariasi, tergantung ukuran buahnya. Buah ini mengandung berbagai zat gizi yang berguna untuk kesehatan, terutama mineral dan berbagai vitamin. Mineral yang terkandung dalam buah pepino diantaranya adalah zat besi, seng, tembaga, mangan, kalsium dan fosfor. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kandungan kadar mineral kalsium, besi, seng, tembaga, dan mangan dalam buah pepino yang menggunakan metode spektrofotometri serapan atom.

Pengujian kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri serapan atom pada sampel buah pepino menggunakan pereaksi asam nitrat (HNO3) konsentrasi 1:1 dengan perlakuan destruksi kering pada sampel dan menggunakan alat spektrofotometer serapan atom untuk mengukur mineral kalsium, besi, seng, tembaga, dan mangan yang ditentukan pada panjang gelombang 422,7 nm, 248,30 nm, 213,9 nm, 324,70 nm, dan 279,50 nm dengan menggunakan nyala udara-asetilen. Metode ini dipilih karena pelaksanaannya mudah, cepat, teliti dan tidak memerlukan pemisahan pendahuluan.

Hasil penelitian menunjukkan kadar kalsium, besi, seng, tembaga, dan mangan pada buah pepino yaitu masing-masing (0,643365±0,009234) mg/100 g, (0,2038±0,001609) mg/100 g, (0,08357±0,0014169) mg/100 g, (0,083611667± 0,00097392) mg/100 g, (0,030965±0,00079544) mg/100 g.

Pemeriksaan dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom menunjukkan bahwa kandungan kalsium, besi, seng, tembaga, dan mangan pada buah pepino menunjukkan hasil yang berbeda untuk setiap mineral.

Kata Kunci: Pepino (Solanum muricatum L.), kalsium, besi, seng, tembaga, mangan, spektrofotometri serapan atom.

CONTENT ANALYSIS OF MINERALS

CALCIUM, IRON, ZINC, COPPER AND MANGANESE

IN PEPINO (Solanum muricatum L.)

BY ATOMIC ABSORPTION SPECTROPHOTOMETRY

ABSTRACT

Minerals have important role in maintaining of body functions and are found in fruits and vegetables. Pepino and eggplant are of the same family. Pepino originated from Andes Mountains in Peru and Chile, South America. In Indonesia, pepino was initially imported during the colonial period. Its shape is oval with various weights, depending on the size of the fruit. It contains useful nutrients for health, especially minerals and vitamins. The minerals contained in pepino are iron, zinc, copper, manganese, calcium and phosphorus. This research aimed at evaluating the content of mineral element; calcium, iron, zinc, copper and manganese in pepino.

The quantitative analysis of minerals elements in pepino was performed by atomic absorbtion spectrophotometry using HNO3 (1:1). Each mineral element (calcium, iron, zinc, copper, manganese) was analysed on 422,7 nm, 248,30 nm, 273,9 nm, 324,70 nm, and 279, 50 nm respectively using an air-acetylene flame. This method was chosen as it was easy , quick, accurate and it doesn’t need preliminary separation.

The results showed that levels of calcium, iron, zinc, copper, and manganese in pepino were (0.643365 ± 0.009234) mg/100 g, (0.2038 ± 0.001609) mg/100 g, (0.08357 ± 0.0014169) mg/100 g, (0.083611667 ± 0.00097392) mg/100 g, (0.030965 ± 0.00079544) mg/100 g respectively.

Evaluation on calcium, iron, zinc, copper and manganese in pepino using atomic absorption spectrophotometry showed different result for each mineral. Keywords: Pepino (Solanum muricatum L.), calcium, iron, zinc, copper,

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

SURAT PERNYATAAN ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 3 1.3 Hipotesis ... 3 1.4 Tujuan Penelitian ... 3 1.5 Manfaat Penelitian ... 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 Pepino ... 4

2.1.1 Manfaat Buah Pepino ... 5

2.1.2 Kandungan Gizi dalam Beberapa Buah dan Sayur

Famili Solanaceae ... 5

2.1.2.1 Pepino (Solanum muricatum L.) ... 5

2.1.2.3 Tomat (Solanum lycopersicum L.) ... 6

2.1.2.4 Terung (Solanum melongena L.) ... 7

2.2 Mineral ... 8

2.2.1 Kalsium ... 9

2.2.2 Besi ... 9

2.2.2.1 Proses Daur Ulang Besi ... 10

2.2.3 Seng ... 10

2.2.4 Tembaga ... 11

2.2.5 Mangan ... 12

2.3 Spektrofotometri Serapan Atom ... 13

2.4 Validasi Metoda Analisis ... 18

2.4.1 Kecermatan (Accuracy) ... 18

2.4.2 Keseksamaan ... 18

2.4.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 19

BAB III METODE PENELITIAN ... 20

3.1 Bahan-bahan ... 20 3.1.1 Sampel ... 20 3.1.2 Pereaksi ... 20 3.2 Alat-alat ... 21 3.3 Pembuatan Pereaksi ... 21 3.3.1 Larutan HNO3 (1:1) ... 21 3.4 Prosedur Penelitian ... 21 3.4.1 Penyiapan Sampel ... 21 3.4.2 Proses Destruksi ... 21

3.4.3 Pembuatan Larutan Sampel ... 22

3.4.4 Pemeriksaan Kualitatif ... 22

3.4.4.1 Pembuatan Kurva Kalibrasi Kalsium ... 22

3.4.4.2 Pembuatan Kurva Kalibrasi Besi ... 22

3.4.4.3 Pembuatan Kurva Kalibrasi Zink ... 23

3.4.4.4 Pembuatan Kurva Kalibrasi Tembaga ... 23

3.4.4.5 Pembuatan Kurva Kalibrasi Mangan ... 24

3.4.4.6 Penetapan Kadar Kalsium ... 24

3.4.4.7 Penetapan Kadar Besi ... 25

3.4.4.8 Penetapan Kadar Seng ... 25

3.4.4.9 Penetapan Kadar Tembaga ... 25

3.4.4.10 Penetapan Kadar Mangan ... 25

3.4.5 Penentuan Kadar Kalsium, Besi, Zink, Tembaga dan Mangan dalam Sampel Buah Pepino ... 26

3.4.6 Analisis Data Secara Statistik ... 26

3.4.7 Validasi Metode ... 27

3.4.7.1 Uji Perolehan Kembali (recovery) ... 27

3.4.7.2 Penentuan Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 28

3.4.7.3 Uji Keseksamaan (Presisi) ... 28

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 30

4.1 Identifikasi Sampel ... 30

4.2 Analisis Kualitatif ... 30

4.2.1 Kurva kalibrasi kalsium, besi, zink, tembaga, dan mangan ... 30

4.2.2 Kandungan kalsium, besi, zink, tembaga, dan

mangan pada sampel ... 33

4.2.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 34

4.2.4 Uji perolehan kembali (recovery) ... 35

4.2.5 Simpangan baku relatif ... 36

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 37

5.1 Kesimpulan ... 37

5.2 Saran ... 37

DAFTAR PUSTAKA ... 38

Dokumen terkait