• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM

SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT

Saya yang bertandatangan di bawah ini :

Nama : Alex Leo Simamora

Nomor Induk Mahasiswa : 111524108

Program Studi : S-1 Ekstensi Farmasi

Judul Skripsi : Penetapan Kadar Mineral Besi, Kalsium, Magnesium, dan Kaliumpada Kacang Panjang (Vigna

unguiculata(l) Walp.) Segar dan Rebus secara

Spektrofotometri Serapan Atom

Dengan ini menyatakan bahwa skripsi ini ditulis berdasarkan data dari hasil pekerjaan yang saya lakukan sendiri, dan belum pernah diajukan oleh orang lain untuk memperoleh gelar kesarjanaan di perguruan tinggi lain, dan bukan plagiat karena kutipan yang ditulis telah disebutkan sumbernya di dalam daftar pustaka.

Apabila di kemudian hari ada pengaduan dari pihak lain karena didalam skripsi ini ditemukan plagiat karena kesalahan saya sendiri, maka saya bersedia menerima sanksi apapun oleh Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara, dan bukan menjadi tanggung jawab pembimbing.

Demikianlah surat pernyataan ini saya perbuat dengan sebenarnya untuk dapat digunakan jika diperlukan sebagaimana mestinya.

Medan, Januari 2017 Yang membuat pernyataan,

Alex Leo Simamora NIM 111524108

PENETAPAN KADAR MINERAL BESI, KALSIUM, MAGNESIUM,

DAN KALIUM PADA KACANG PANJANG (Vigna unguiculata(l)

Walp.) SEGAR DAN REBUS SECARA SPEKTROFOTOMETRI

SERAPAN ATOM

ABSTRAK

Kacang panjang (Vigna unguiculata (l). Walp) merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki kandungan mineral dan vitamin yang baik untuk dikonsumsi. Bagian yang dapat dikonsumsi dari tanaman ini yaitu buah dan daun mudanya. Baikbuah maupun daunnya cukup banyak mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh. Kacang panjang mengandung vitamin dan mineral, diantaranya yaitu kalsium,besi, magnesium, kalium, protein, lemak, karbohidrat, fosfor, kalori, vitamin A, vitamin B dan vitamin C.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar mineral besi, kalsium, magnesium, dan kalium yang terdapat dalam kacang panjang segar dan kacang panjang rebus serta menentukan persentase penurunan kadar mineral setelah direbus.

Sampel dibersihkan dan dicuci dengan akuademineralisata lalu ditiriskan dan dipotong kecil-kecil, untuk sampel segar potongan sampel langsung diblender dan untuk sampel rebus di rebus pada air mendidih selama 15 menit lalu ditiriskan dan didinginkan. Kemudian kedua sampel didestruksi kering dan dibuat larutan sampel, selanjutnya dilakukan uji kuantitatifsecaraspektrofotometriserapan atom (AAS) menggunakan gas pembakarudara-asetilenuntuk logam besipada λ 248,3 nm,untuk logam kalsium 422,7 nm, untuk logam magnesium pada λ 285,2 nm dan untuk logam kalium padaλ 766,5 nm. Keuntungan dari metode ini adalah sensitif dan selektif.

Hasil penetapan kadar besi, kalsium, magnesium, dan kalium dalam kacang panjang segar dan kacang panjang rebus diperoleh kadar besi (0,2246 ± 0,0222) mg/100 g dan (0,1989 ± 0,0026) mg/100 g. Kadar kalsium (61,35681 ± 16,70048) mg/100 g dan sebesar (8,4066± 0,0555) mg/100 g. Kadar magnesium (2,9265 ± 0,2587) mg/100 g dan (2,8151 ± 0,0924) mg/100 g. Kadar kalium (14,8984 ± 0,1532) mg/100 g dan (10,6765 ± 0,1094) mg/100 g.Persentase penurunan kadar pada kacang panjang setelah direbus yaitu untuk besi 10,46%, untuk kalsium 86,32%, untuk magnesium 3,80% dan untuk kalium 28,37%.Secarastatistik uji beda rata–rata kandungankadarbesi, kalsium, magnesium dan kaliumdenganmenggunakandistribusi F, diperolehbahwa kandungan besi, kalsium, magnesium, dan kalium pada kacang panjang segar lebih tinggi secara signifikan dari kacang panjang rebus.

Kata Kunci: Kacang Panjang Segar, Kacang Panjang Rebus, Destruksi,Besi, Kalsium, Magnesium, danKalium, Spektrofotometer Serapan Atom.

DETERMINATION OF MINERAL LEVELS OF IRON, CALCIUM,

MAGNESIUM AND POTASSIUM ON LONG BEANS (Vigna

unguiculata (l) Walp.) FRESH ANDBOILED IN ATOMIC ABSORPTION

SPECTROPHOTOMETRY

ABSTRACT

Long beans (Vigna unguiculata (l). Walp) is one of the vegetables that contain minerals and vitamins is good for consumption. Parts can be consumed from this plans are fruits and young leaves. Both fruit and leaves quite a lot of nutrients that the body needs. Long beans contain vitamins and minerals, among which calcium, iron, magnesium, potassium, protein, fat, carbohydrates, phosphorus, calories, vitamin A, vitamin B and vitamin C. This study aims to determine the mineral content of iron, calcium, magnesium, and potassium contained in fresh string beans and string beans boiled and determine the percentage reduction in the mineral content after boiled.

Samples were cleaned and washed with akuademineralisata then drained and cut into small pieces, for a fresh sample to sample pieces directly blended and to sample the stew boiled in boiling water for 15 minutes then drained and cooled. Then both samples didestruksi dried and made the sample solution, further quantitative assay atomic absorption spectrophotometry (AAS) using

air-acetylene gas burner for ferrous metals at λ 248.3 nm, 422.7 nm for calcium metal, for metal magnesium at λ 285.2 nm and for potassium metal at λ 766.5 nm.

The advantage of this method is sensitive and selective.

The results of the assay of iron, calcium, magnesium, and potassium in the fresh string beans and string beans boiled obtained iron content (0.2246 ± 0.0222) mg / 100 g and (0.1989 ± 0.0026) mg / 100 g. Levels of calcium (± 61.35681 16.70048) mg / 100 g and the amount of (8.4066 ± 0.0555) mg / 100 g. Levels of magnesium (2.9265 ± 0.2587) mg / 100 g and (2.8151 ± 0.0924) mg / 100 g. Potassium levels (14.8984 ± 0.1532) mg / 100 g and (10.6765 ± 0.1094) mg / 100 g. The percentage decrease in the level of long beans after boiling, namely to 10.46% iron, 86.32% for calcium to magnesium to 3.80% and 28.37% potassium. Statistically different test average of the content of iron, calcium, magnesium and potassium by using the F distribution, obtained that the content of iron, calcium, magnesium and potassium in the fresh string beans significantly higher than chickpea stew.

Keywords : Fresh Long Bean, Boil Long Bean, Destruction, Iron, Calcium, Magnesium, and Potassium, Atomic Absorption Spectrophotometer.

DAFTAR ISI

Halaman

JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

SURAT PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... vi

ABSTRAK ... vii

ABSTRACT ... viii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR GAMBAR DALAM LAMPIRAN ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Perumusan Masalah ... 4 1.3 Hipotesis ... 4 1.4 Tujuan Penelitian ... 5 1.5 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II Tinjauan Pustaka ... 6

2.1Uraian Kacang Panjang... 6

2.1.1 Daerah Tumbuh ... 6

2.2 Mineral ... 7

2.2.1 Besi 9

2.2.2 Kalsium ... 9

2.2.3 Magnesium ... 10

2.2.4 Kalium ... 11

2.3 Spektrofotometri Serapan Atom ... 12

2.4 Validasi Metode Analisis ... 16

BAB III METODE PENELITIAN... 20

3.1TempatdanWaktuPenelitian ... 20 3.2Alat-alat... 20 3.3Bahan-bahan ... 21 3.3.1 Sampel ... 21 3.4 Pereaksi ... 21 3.4Pembuatan Pereaksi ... 21

3.4.1Larutan Asam Nitrat(1:1) v/v ... 21

3.5 Prosedur Penelitian ... 21

3.5.1 Pengambilan Sampel ... 21

3.5.2 Identifikasi Sampel ... 22

3.5.3 Penyiapan Sampel ... 22

3.5.4 Penentuan Kadar Mineral Besi, Kalsium, Magnesium dan Kalium ... 22

3.5.4.1 Proses Destruksi Kering ... 22

3.5.4.2 Pembuatan Larutan Sampel ... 23

3.5.4.3.2 Kurva Kalibrasi Kalsium ... 24

3.5.4.3.3 KurvaKalibrasi Magnesium ... 24

3.5.4.3.4 Kurva Kalibrasi Kalium... 24

3.5.4.3.5 Penetapan Kadar Mineral dalam Sampel ... 25

3.5.5 Analisis Data secara Statistik ... 26

3.5.5.1 Penolakan Hasil Pengamatan ... 26

3.5.5.2 Pengujian Beda Nilai Rata-rata Sampel ... 27

3.5.6 Analisis Validasi Metode ... 28

3.5.6.1 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 28

3.5.6.2 Simpangan Baku Relatif ... 29

3.5.6.3 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 29

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 31

4.1 Hasil Identifikasi Tumbuhan... 31

4.2 Analisis Kuantitatif ... 31

4.2.1 Kurva Kalibrasi Besi, Kalsium, Magnesium, dan Kalium ... 31

4.2.2 Kadar Besi, Kalsium, Magnesium dan Kalium dalam Sampel ... 33

4.2.3 Uji Perolehan Kembali (Recovery) ... 37

4.2.4 Simpangan Baku Relatif ... 38

4.2.5 Batas Deteksi dan Batas Kuantitasi ... 39

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 41 LAMPIRAN ... 42

Dokumen terkait