BAB III : BENTUK-BENTUK SURAT PERALIHAN HAK ATAS
B. Bentuk-Bentuk Surat Jual Beli Tanah Atau Peralihan Hak
1. Surat-Surat Peralihan Hak Atas Tanah Yang Dibuat
Pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya terdiri dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pemerintah Pusat berkedudukan di ibukota negara sedangkan Pemerintah Daerah berada di daerah yang terdiri dari Pemerintah propinsi yang dipimpin Gubernur dan Pemerintah Kabupaten/Kota dipimpin oleh Bupati/Walikota.
Salah satu unsur pemerintah yang merupakan bagian dari Pemerintahan Kota yang berada dibawah kepemimpinan Walikota adalah
Camat yang membawahi wilayah suatu kecamatan tertentu berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota atau Bupati (jika berada di bawah kepemimpinan Bupati).
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah telah ditegaskan bahwa kecamatan adalah wilayah kerja Camat sebagai perangkat daerah kabupaten atau kota.
Camat dalam kedudukannya sebagai Kepala Pemerintahan adalah “Camat merupakan pemerintah kecamatan merangkap sebagai administrator kecamatan”.58
Secara umum suatu wilayah kecamatan mempunyai 4 (empat) pengertian, yaitu:
a. Wilayah pemerintahan dan administrasi umum; b. Wilayah jabatan (daerah administratif);
c. Aparatur atau perangkat pemerintahan/administrasi; d. Unit organisasi pemerintahan territorial dekonsentral.
Segala tugas dan kewenangan yang dimiliki Camat sebagai perangkat daerah dan kepala wilayah kecamatan tertentu yang menerima pelimpahan sebahagian tugas dan kewenangan dari Bupati atau Walikota merupakan tugas-tugas dalam bidang hukum administrasi negara.
58
S.Prajudi Atmosudirjo, Hukum Administrasi Negara, (Jakarta, Ghalia Indonesia, 1994), hlm. 17
Tugas-tugas dan kegiatan-kegiatan sebagai administrasi negara, antara lain:
a. Melaksanakan dan menyelenggarakan kehendak-kehendak (strategi, policy) serta keputusan-keputusan pemerintah secara nyata (implementasi).
b. Menyelenggarakan Undang-undang (menurut pasal-pasalnya) sesuai dengan peraturan-peraturan pelaksanaan yang ditetapkan oleh pemerintah.59
Surat atau akta jual beli ataupun peralihan dan pemindahan hak atas tanah yang dibuat dihadapan pejabat yang berwenang adalah dengan maksud dan tujuan yang sama yaitu mengalihkan atau memindahkan hak dan kewajiban hak atas tanah dari penjual kepada pembeli.
Berdasarkan kenyataannya, dalam masyarakat terdapat bermacam-macam bentuk surat/akta jual beli yang ditemukan untuk peralihan atau pemindahan hak atas tanah tersebut, namun demikian tidak semua bentuk surat/akta itu dapat dipertanggungjawabkan secara hukum termasuk untuk pendaftaran haknya guna memperoleh sertipikat pada Kantor Pertanahan Medan.
Berdasarkan penelitian dan data-data yang diperoleh pada Kecamatan Medan Johor, semua surat peralihan hak atas tanah baik peralihan berikut bangunan ataupun tanpa bangunan yang alas haknya belum bersertipikat dan masih merupakan tanah negara yang dialihkan atau diganti rugikan dibuatlah
59
suatu Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi (dibuat rangkap tiga), rangkap pertama untuk arsip di Kantor Camat, rangkap kedua untuk arsip di Kantor Lurah dan rangkap yang yang ketiga untuk pembeli), Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi ini ditandatangani oleh Pihak Pertama (selaku Penjual) dan Pihak Kedua (selaku Pembeli) kemudian surat ini dilegalisasi oleh Camat dengan diberi nomor dan tanggal sesuai dengan daftar nomor urut dan tanggal yang ada dalam buku register di Kantor Camat.
Dalam satu set Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi yang dilegalisasi oleh Camat ini berisikan:
1. Surat Pernyataan Pelepasan Pengusaan Tanah Dengan Ganti Rugi 2. Keterangan Situasi Tanah
3. Surat Keterangan
4. Surat Kuasa (jika dikuasakan)
5. Surat Pernyataan/Pengakuan Pemilikan Tanah 6. Berita Acara Pengukuran Atas Tanah
7. Surat Jaminan
8. Surat Pernyataan Ahli Waris (jika pemilik tanah telah meninggal dunia).
Syarat-syarat untuk membuat Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi adalah:
a. Asli Surat Tanah
b. Kartu Identitas Penjual (suami/istri) c. Kartu Identitas Pembeli
d. SPPT PBB tahun berjalan
e. Surat Pernyataan Ahli Waris (jika pemilik tanah yang terdaftar dalam Surat Keterangan Tanah telah meninggal dunia).
f. Pas photo ukuran 3x4 sebanyak 2 (dua) lembar
Perbuatan hukum untuk menerbitkan Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi atas tanah-tanah negara yang belum mempunyai sertipikat sebagaimana terjadi merupakan kewenangan dalam kedudukan Camat sebagai kepala wilayah kecamatan yang bertujuan untuk tertib administrasi di Kantor Camat.
Camat dalam hal ini berperan sebagai pejabat pemerintah berdasarkan jabatannya dapat mengetahui tentang kepemilikan tanah dalam wilayah pemerintahannya maka Camat dapat menjadi saksi atas dasar jabatannya untuk menguatkan kebenaran isi surat tersebut apabila dikemudian hari terjadi perselisihan sampai ke Pengadilan karena dalam surat itu sendiri Camat mengetahui tentang keberadaan tanah yang diperjual belikan tersebut.
Keadaan yang demikian ini bagi masyarakat menambahkan keyakinan bahwa dengan diketahui oleh Camat maka jual beli yang mereka lakukan lebih sah lagi dalam arti bahwa Camat telah mengetahui bahwa kepemilikan
tanah di wilayah kerjanya telah berganti antara penjual sebagai pemilik lama dengan pembeli sebagai pemilik yang baru.
Dalam satu tahun di Kecamatan ini terdapat lebih kurang 200-250 transaksi peralihan hak atas tanah yang dibuat dengan Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi dengan biaya pembuatan surat tersebut berkisar antara Rp.1.000.000 sampai dengan Rp.1.500.000 dan dapat disiapkan satu hari sampai tujuh hari setelah penandatanganan surat tersebut.
Begitu banyaknya transaksi peralihan hak atas tanah yang berlangsung pada Kecamatan ini tidak ada sekalipun pembeli meminta kepada Camat untuk melanjutkan peralihan tersebut segera didaftarkan pada Kantor Pertanahan Medan untuk memperoleh Sertipikat, sehingga dapat dipastikan peranan Camat dalam pendaftaran hak tidak ada.60
Kendala-kendala yang dihadapi oleh Kantor Camat Medan Johor untuk menerbitkan atau membuat Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi, antara lain:
a. Surat tanah tidak ada (sama sekali belum pernah ada) b. Surat tanah hilang.
c. Biaya
d. Tanah tersebut dalam sengketa.
60
Hasil wawancara dengan Pulungan Harahap, Camat Medan Johor, pada tanggal 04 Juni 2009
Jual beli atau peralihan hak atas tanah yang belum bersertipikat tidak pernah dibuat oleh Lurah yang bersangkutan namun Kantor Lurah hanya meneruskan keinginan dari masyarakat yang datang ke kantor tersebut untuk membuat jual beli atau peralihan hak tersebut ke Kantor Camat61, sedangkan
yang dibuat berkaitan dengan jual beli atau pengalihan hak tersebut di Kantor Lurah adalah Surat Pernyataan/ Pengakuan Pemilik Tanah, Berita Acara Pengukuran Tanah, Keterangan Situasi Tanah, Surat Keterangan dan Surat Jaminan serta Surat Pernyataan Ahli Waris (jika pemilik telah meninggal dunia) yang disaksikan dan dibenarkan oleh Lurah, kemudian surat tersebut dikirim ke Kantor Kecamatan Medan Johor, bahkan terkadang jika para pihak ingin cepat menyelesaikan jual beli atau peralihan hak atas tanah yang belum bersertipikat itu blanko Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi itu ditandatangani di Kantor Kelurahan yang memang telah dipersiapkan dan diambil dari Kantor Camat Medan Johor.
Berdasarkan penelitian dan data yang diperoleh dalam 1 (satu) tahun di Kelurahan ini terdapat 80-110 kasus yang datang ke Kantor Lurah untuk dibuatkan transaksi peralihan hak atas tanah yang dibuat dengan Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi dengan biaya pembuatan surat tersebut sama dengan yang diterapkan di Kantor Camat berkisar antara Rp.1.000.000 sampai dengan Rp.1.500.000 dan surat
61
Hasil wawancara dengan Sukmawati, Sekretaris Lurah Kelurahan Gedung Johor, pada tanggal 08 Juni 2009
peralihan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu 1 hari sampai 7 hari setelah penandatanganan surat tersebut.
Kendala-kendala yang dihadapi oleh Kantor Lurah Gedung Johor dalam menerbitkan surat-surat yang berkaitan dengan Surat Pernyataan Pelepasan Penguasaan Tanah Dengan Ganti Rugi yang dibuat oleh Camat adalah:
a. Tidak sesuai surat sebagai alas hak atas tanah dengan ukuran tanah di lapangan.
b. Batas-batas dengan jiran tetangga yang tidak jelas sehingga dapat menimbulkan sengketa.
c. Biaya.