• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Operasional

Dalam dokumen BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (Halaman 43-48)

D. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN OPERASIONAL

D.1. Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Operasional

Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Operasional pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing sebesar minus Rp12.395.351.561,00 dan minus Rp13.382.111.115,00. Jumlah tersebut merupakan selisih antara Pendapatan Operasional sebesar Rp0,00 dikurangi dengan Beban Operasional sebesar Rp12.395.351.561,00.

Pendapatan

Operasional Nihil D.1.1. Pendapatan Operasional

Pendapatan Operasional pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp0,00. Jumlah tersebut seluruhnya merupakan Pendapatan Negara Bukan Pajak.

Pendapatan Negara Bukan Pajak-LO Nihil

D.1.1.1. Pendapatan Negara Bukan Pajak-LO

Jumlah Pendapatan Negara Bukan Pajak-LO pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp0,00 dan Rp0,00.

Beban Operasional

Rp12.395.351.561 D.1.2. Beban Operasional

Jumlah Beban Operasional pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp12.395.351.561,00 dan Rp13.382.111.115,00. Jumlah tersebut merupakan realisasi beban yang terjadi dalam rangka pelaksanaan kegiatan operasional selama tahun 2016. Rincian Beban Operasional disajikan pada Tabel 17 berikut ini.

Tabel 17

Rincian Beban Operasional Tahun 2016 dan 2015

Uraian Realisasi (Rp) Naik/(Turun)

Tahun 2016 Tahun 2015 Jumlah %

Beban Pegawai 8.329.307.497 9.085.682.461 (756.374.964) (8,32) Beban Persediaan 138.630.464 125.620.127 13.010.337 10,36 Beban Barang dan Jasa 984.731.281 801.669.530 183.061.751 22,84 Beban Pemeliharaan 225.962.867 179.301.691 44.661.176 26,02 Beban Perjalanan Dinas 2.336.761.101 2.826.704.800 (489.943.699) (17,33) Beban Penyusutan dan

Amortisasi 379.958.351 363.132.506 16.825.845 4,63

Beban Pegawai

Rp8.329.307.497 D.1.2.1. Beban Pegawai

Jumlah Beban Pegawai pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp8.329.307.497,00 dan Rp9.085.682.461,00. Beban Pegawai adalah beban atas kompensasi, baik dalam bentuk uang maupun barang, yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan, yang diberikan kepada pejabat negara, Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan pegawai yang dipekerjakan oleh pemerintah yang belum berstatus PNS, sebagai imbalan atas pekerjaan yang telah dilaksanakan, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan pembentukan modal.

Rincian Beban Pegawai disajikan pada Tabel 18 berikut ini.

Tabel 18

Rincian Beban Pegawai Tahun 2016 dan 2015

Uraian Realisasi (Rp) Naik/(Turun)

Tahun 2016 Tahun 2015 Jumlah %

Belanja Gaji dan

Tunjangan PNS 3.716.624.107 4.018.463.368 (301.839.261) (7,51) Belanja Lembur 178.691.000 90.487.000 88.204.000 97,48 Belanja Tunjangan

Khusus dan Belanja

Pegawai Transito 4.433.992.390 4.976.732.093 (542.739.703) (10,91)

Total 8.329.307.497 9.085.682.461 (756.374.964) (8,32)

Jika realisasi tahun 2016 dibandingkan dengan realisasi menurut LRA pada periode yang sama, terdapat selisih sebesar Rp3.506.748,00 sebagaimana disajikan pada Tabel 19 berikut ini:

Tabel 19

Perbandingan Realisasi Beban/Belanja Pegawai Tahun 2016 Menurut LO dan LRA

Uraian Realisasi Menurut Selisih

(Rp)

LO (Rp) LRA (Rp)

Beban Gaji dan Tunjangan PNS 3.716.624.107 3.720.130.855 (3.506.748) Beban Lembur 178.691.000 178.691.000 - Beban Tunjangan Khusus dan

Beban Pegawai Transito 4.433.992.390 4.433.992.390 -

Selisih realisasi sebesar Rp3.506.748,00 tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

Uraian Nilai

(Rp)

Pembayaran gaji Tahun 2016 atas beban Tahun

2015 (4.192.176)

Gaji yang belum dibayarkan pada Tahun 2016 685.428

Total (3.506.748)

Beban Persediaan

Rp138.630.464 D.1.2.2. Beban Persediaan

Jumlah Beban Persediaan pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing Rp138.630.464,00 dan Rp125.620.127,00. Beban Persediaan merupakan beban untuk mencatat konsumsi atas barang-barang yang habis pakai, termasuk barang-barang hasil produksi, baik yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan.

Rincian Beban Persediaan disajikan pada Tabel 20 berikut ini.

Tabel 20

Rincian Beban Persediaan Tahun 2016 dan 2015

Uraian Realisasi (Rp) Naik/(Turun)

Tahun 2016 Tahun 2015 Jumlah %

Beban Persediaan

Konsumsi 138.630.464 113.105.627 25.524.837 22,57 Beban Persediaan

Bahan Baku - 12.514.500 (12.514.500) (100,00)

Total 138.630.464 125.620.127 13.010.337 10,36

Realisasi Belanja Persediaan (netto) Tahun 2016 menurut Laporan Realisasi Anggaran sebesar Rp155.430.064,00, sedangkan menurut Laporan Operasional sebesar Rp138.630.464,00. Perbedaan tersebut disebabkan Belanja

Persediaan dicatat sebagai perolehan Persediaan di Neraca, sedangkan Beban Persediaan merupakan

pemakaian Persediaan selama tahun 2016.

Beban Barang dan

Jasa Rp984.731.281 D.1.2.3. Beban Barang dan Jasa

Jumlah Beban Barang dan Jasa pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing sebesar Rp984.731.281,00 dan

Rp801.669.530,00. Beban Barang dan Jasa adalah konsumsi atas jasa-jasa dalam rangka penyelenggaraan kegiatan entitas.

Rincian Beban Barang dan Jasa disajikan pada Tabel 21 berikut ini.

Tabel 21

Rincian Beban Barang dan Jasa Tahun 2016 dan 2015

Uraian Realisasi (Rp) Naik/(Turun)

Tahun 2016 Tahun 2015 Jumlah %

Beban Barang Operasional 660.240.088 494.659.040 165.581.048 33,47 Beban Barang Non- Operasional 66.170.000 73.890.500 (7.720.500) (10,45) Beban Jasa 258.321.193 233.119.990 25.201.203 10,81 Total 984.731.281 801.669.530 183.061.751 22,84

Jika realisasi tahun 2016 dibandingkan dengan realisasi menurut LRA pada periode yang sama, terdapat selisih sebesar Rp3.305.304,00 sebagaimana disajikan pada Tabel 22 berikut ini.

Tabel 22

Perbandingan Realisasi Beban/Belanja Barang dan Jasa Tahun 2016 Menurut LO dan LRA

Uraian Realisasi Menurut Selisih

(Rp)

LO (Rp) LRA (Rp)

Beban Barang Operasional 660.240.088 660.240.088 - Beban Barang Non-Operasional 66.170.000 66.170.000 - Beban Jasa 258.321.193 261.626.497 (3.305.304

)

Total 984.731.281 988.037.185 (3.305.304

)

Selisih realisasi Beban Jasa sebesar Rp3.305.304,00, dengan penjelasan sebagai berikut:

Uraian Jumlah

(Rp)

Pembayaran langganan daya dan jasa tahun

2016 atas beban yang terutang tahun 2015 (7.171.641) Pembayaran biaya sewa tahun 2016 untuk masa

pemakaian melewati tahun 2016 (3.983.333) Beban langganan daya dan jasa tahun 2016 yang

belum dibayarkan 7.849.670

Beban Pemeliharaaan Rp225.962.867

D.1.2.4. Beban Pemeliharaan

Jumlah Beban Pemeliharaan pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing Rp225.962.867,00 dan Rp179.301.691,00. Beban Pemeliharaan merupakan beban yang dimaksudkan untuk mempertahankan aset tetap dan aset lainnya yang sudah ada ke dalam kondisi normal. Rincian Beban Pemeliharaan disajikan pada Tabel 23 berikut ini.

Tabel 23

Rincian Beban Pemeliharaan Tahun 2016 dan 2015

Uraian Realisasi (Rp) Naik/(Turun)

Tahun 2016 Tahun 2015 Jumlah %

Beban Pemeliharaan

Gedung dan Bangunan 128.801.200 126.117.640 2.683.560 2,13 Beban Pemeliharaan

Peralatan dan Mesin 97.161.667 53.184.051 43.977.616 82,69

Total 225.962.867 179.301.691 46.661.176 26,02

Tidak terdapat selisih Belanja Pemeliharaan menurut Laporan Realisasi Anggaran dibandingkan dengan Laporan Operasional.

Beban Perjalanan Dinas

Rp2.336.761.101

D.1.2.5. Beban Perjalanan Dinas

Jumlah Beban Perjalanan Dinas pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing Rp2.336.761.101,00 dan Rp2.826.704.800,00. Beban tersebut merupakan beban yang terjadi untuk perjalanan dinas dalam rangka pelaksanaan tugas, fungsi, dan jabatan.

Rincian Beban Perjalanan Dinas disajikan pada Tabel 24 berikut ini.

Tabel 24

Rincian Beban Perjalanan Dinas Tahun 2016 dan 2015

Uraian Realisasi (Rp) Naik/(Turun)

Tahun 2016 Tahun 2015 Jumlah %

Beban Perjalanan Biasa 2.093.329.501 2.602.190.900 (508.861.399) (19,56) Beban Perjalanan Dinas

Dalam Kota 234.120.000 216.590.000 17.530.000 8,09 Beban Perjalanan Dinas

Paket Meeting Luar

Kota 9.311.600 7.923.900 1.387.700 17,51

Tidak terdapat selisih Belanja Perjalanan Dinas menurut Laporan Realisasi Anggaran dibandingkan dengan Laporan Operasional.

Beban Penyusutan dan Amortisasi Rp379.958.351

D.1.2.6. Beban Penyusutan dan Amortisasi

Jumlah Beban Penyusutan dan Amortisasi pada Tahun 2016 dan 2015 masing-masing Rp379.958.351,00 dan Rp363.132.506,00. Beban Penyusutan merupakan beban untuk mencatat alokasi sistematis atas nilai suatu aset tetap, yang dapat disusutkan (depreciable assets) selama masa manfaat aset yang bersangkutan.

Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi disajikan pada Tabel 25 berikut ini.

Tabel 25

Rincian Beban Penyusutan dan Amortisasi Tahun 2016 dan 2015

Uraian Realisasi Naik/(Turun)

Tahun 2016 Tahun 2015 Jumlah %

Beban Penyusutan

Peralatan dan Mesin 319.298.900 303.007.131 16.291.769 5,38 Beban Penyusutan

Gedung dan Bangunan 60.659.451 60.125.375 534.076 0,89

Total 379.958.351 363.132.506 16.825.845 4,63

Surplus/(Defisit) dari Kegiatan Non-Operasional Rp6.110.776

Dalam dokumen BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (Halaman 43-48)

Dokumen terkait