BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.11 Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)
( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) {√ ( )
Selain Wilk‟s Lambda, statistik uji lain yang lebih robust untuk data tidak berdistribusi normal multivariat adalah statistik Pillai‟s Trace (Rencher,(2002).
2.11 Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)
Data ketenagakerjaan yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) melalui sensus dan survei antara lain : Sensus Penduduk (SP), Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS), Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS). Dari survei-survei tersebut, hanya Sakernas yang dirancang khusus untuk mengumpulkan data yang dapat menggambarkan keadaan umum ketenagakerjaan antar periode pencacahan (BPS, 2014). Kegiatan pengumpulan data ketenagakerjaan pertama kali dilaksanakan tahun 1976. Sampai dengan saat ini, Sakernas mengalami berbagai perubahan baik dalam periode pencacahan maupun cakupan sampel wilayah dan rumah tangga. Tahun 1986 sampai dengan 1993 Sakernas dilaksanakan secara triwulanan, tahun 1994 sampai dengan 2001 secara tahunan setiap bulan Agustus, sedangkan tahun 2002 sampai dengan 2004 selain secara tahunan juga dilaksanakan secara triwulanan. Mulai tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 Sakernas dilakukan secara semesteran. Dengan semakin mendesaknya tuntutan data ketenagakerjaan baik variasi, kontinuitas, kemutakhiran dan peningkatan akurasi data yang dihasilkan, maka pengumpulan data Sakernas sejak tahun 2011 mulai dilakukan kembali secara triwulanan yaitu; bulan Februari (Triwulan I),
34
Mei (Triwulan II), Agustus (Triwulan III) dan November (Triwulan IV) yang penyajian datanya dirancang sampai tingkat provinsi. Sakernas Triwulanan ini dimaksudkan untuk memantau indikator ketenagakerjaan secara dini di Indonesia, yang mengacu pada KILM (The Key Indicators of the Labour Market) yang direkomendasikan oleh ILO (The International Labour Organization). Hasil Sakernas Triwulan I, II, dan IV disajikan sampai tingkat provinsi (jumlah sampel 50.000 rumah tangga). Sementara Sakernas Triwulan III, disajikan sampai tingkat kabupaten/kota, karena jumlah sampel cukup besar sekitar 200.000 rumah tangga, dimana jumlah tersebut terdiri dari 50.000 rumah tangga merupakan sampel Sakernas Triwulanan dan 150.000 rumah tangga sampel Sakernas tambahan. Mulai tahun 2015, Sakernas dilaksanakan 2 kali dalam 1 tahun (semesteran), yaitu dibulan Agustus ditujukan untuk estimasi kabupaten/kota, dan bulan Februari untuk estimasi provinsi.
2.11.1 Kerangka Sampel
Kerangka sampel yang digunakan terdiri dari tiga jenis, yaitu kerangka sampel untuk penarikan sampel tahap pertama, kerangka sampel untuk penarikan sampel tahap kedua dan kerangka sampel untuk penarikan sampel tahap ketiga. Blok sensus dalam kerangka sampel dipilah menjadi dua kelompok, yaitu blok sensus terpilih untuk estimasi tingkat provinsi, dan blok sensus komplemen (sebagai tambahan) untuk estimasi kabupaten.
Kerangka sampel pemilihan tahap pertama adalah daftar wilayah pencacahan (wilcah) SP2010 yang terpilih Susenas Triwulan I yang disertai dengan informasi banyaknya rumah tangga hasil listing SP2010 (Daftar RBL1), muatan blok sensus dominan (pemukiman biasa, pemukiman mewah, pemukiman kumuh), informasi daerah sulit/tidak sulit, dan klasifikasi desa/kelurahan (rural/urban).
Kerangka sampel pemilihan tahap kedua adalah daftar blok sensus pada setiap wilcah terpilih.
Kerangka sampel pemilihan tahap ketiga adalah daftar rumah tangga biasa tidak termasuk institutional household (panti asuhan, barak
35
polisi/militer, penjara, dsb) dalam setiap blok sensus sampel hasil pencacahan lengkap SP2010 (SP2010.C1) yang telah dimutakhirkan pada setiap menjelang pelaksanaan survei.
2.11.2 Desain Sampel
Pemilihan sampel rumah tangga dirancang dengan penarikan sampel tiga tahap, dengan tahapan sebagai berikut:
Tahap pertama: dari daftar wilcah SP2010 dipilih 30.000 wilcah untuk Susenas secara Probability Proportional to Size (pps) dengan size jumlah rumah tangga SP2010. Kemudian 30.000 wilcah tersebut dialokasikan sama ke dalam empat triwulan, masing-masing sebesar 7.500 wilcah. Dari 7.500 wilcah Susenas Triwulan I, dipilih 5.000 wilcah secara sistematik untuk Sakernas 2011 Triwulan I dan akan digunakan lagi untuk Triwulan II, III, dan IV.
Tahap kedua: memilih dua blok sensus pada setiap wilcah terpilih Susenas yang juga terpilih Sakernas secara pps sistematik dengan size jumlah rumah tangga SP2010-C1. Selanjutnya blok-blok sensus terpilih dialokasikan secara acak untuk Susenas dan Sakernas. Blok-blok sensus terpilih Sakernas ini digunakan untuk estimasi provinsi dan dibagi ke dalam 4 paket sampel.
Khusus untuk Sakernas Triwulan III, yang diperuntukkan untuk estimasi kabupaten, diperlukan tambahan sampel blok sensus. Dari 15.000 sampel wilcah terpilih Susenas Triwulan II dan III masing-masing dipilih 2 blok sensus, satu untuk keperluan Susenas dan yang lainnya untuk Sakernas. Blok sensus untuk Sakernas yang terpilih dari PSU Susenas Triwulan II dan III ini selanjutnya digunakan sebagai sampel blok sensus komplemen yang merupakan tambahan sampel yang apabila digabungkan dengan blok sensus estimasi provinsi (Sakernas Triwulan III) dapat digunakan untuk estimasi kabupaten.
Tahap ketiga: memilih 10 rumahtangga secara sistematik berdasarkan hasil pemutakhiran rumah tangga SP2010-C1.
Pemutakhiran frame rumah tangga dilakukan pada setiap awal periode pencacahan sehingga bila terjadi penambahan populasi rumah tangga secara significance pada blok sensus terpilih mengharuskan adanya penambahan sampel pada blok sensus tersebut. Akan tetapi apabila terjadi penurunan populasi rumah tangga di suatu
36
blok sensus tidak serta merta menyebabkan pengurangan sampel rumah tangga kecuali sampel rumah tangga yang telah ditentukan karena sesuatu dan lain hal sehingga tidak bisa dicacah kembali.
2.11.3 Konsep Umum Ketenagakerjaan
Konsep definisi ketenagakerjaan pada penelitian ini menggunakan konsep BPS yang merujuk pada rekomendasi ILO, seperti tercantum dalam buku “Surveys of Economically Active Population, Employment, Unemployment and
Under employment: An ILO Manual on Concepts and Methods”, ILO 1992. Oleh karena itu data ketenagakerjaan yang dihasilkan dari berbagai survei di Indonesia dapat dibandingkan secara internasional, tanpa mengesampingkan kondisi ketenagakerjaan spesifik Indonesia.
Gambar 2.2 Bagan Konsep Dasar Tenaga Kerja
Gambar di atas merinci Konsep Dasar Angkatan Kerja (Standard Labor Force Concept) pada survei angkatan kerja nasional (Sakernas).
Berikut beberapa konsep umum yang digunakan dalam indikator pasar tenaga kerja.
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama enam bulan atau lebih dan atau mereka yang
Sedang Bekerja Sementara Tidak Bekerja Mencari Pekerjaan Mempersiap kan Usaha Putus Asa : Merasa Tidak Mungkin Mendapatkan Pekerjaan Sudah Punya Pekerjaan, tetapi Belum Mulai Bekerja Bekerja Pengangguran Sekolah Mengurus
Rumah Tangga
Lainnya Penduduk
Usia Kerja Bukan Usia Kerja
37
berdomisili kurang dari 6 bulan tetapi bertujuan untuk menetap. Berdasarkan konsep dasar ketenagakerjaan, penduduk dikelompokkan menjadi penduduk usia kerja dan penduduk bukan usia kerja. Penduduk usia kerja dibedakan atas dua kelompok, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Pengukurannya didasarkan pada periode rujukan (time reference), yaitu kegiatan yang dilakukan selama seminggu yang lalu sampai sehari sebelum pencacahan.
Penduduk usia kerja adalah penduduk berumur 15 tahun dan lebih. Usia kerja merupakan batas usia yang ditetapkan untuk pengelompokan penduduk yang aktif secara ekonomi (economically active population). Indonesia menggunakan batas bawah usia kerja 15 tahun, meskipun dalam Sakernas dikumpulkan informasi mulai dari usia 10 tahun dan tanpa batas atas usia kerja. Di negara lain, penentuan batas bawah dan batas atas usia kerja bervariasi sesuai dengan kebutuhan/situasi masing-masing negara.
Angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang terdiri dari penduduk yang bekerja, pengangguran dan penduduk yang punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja.
Bukan angkatan kerja adalah penduduk usia kerja yang pada periode rujukan survei tidak mempunyai/ melakukan aktivitas ekonomi, baik karena sekolah, mengurus rumah tangga atau lainnya (olahraga, kursus, piknik serta kegiatan sosial seperti berorganisasi dan kerja bakti).
Bekerja merupakan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud memperoleh atau membantu memperoleh pendapatan atau keuntungan, paling sedikit 1 jam (tidak terputus) dalam seminggu yang lalu. Kegiatan tersebut termasuk kegiatan pekerja tak dibayar yang membantu dalam suatu usaha/kegiatan ekonomi.
Pasar merupakan tempat perjumpaan antara pembeli dan penjual, di mana barang/jasa atau produk dipertukarkan antara pembeli dan penjual. Ukuran kerelaan dalam pertukaran tersebut biasanya akan muncul suatu tingkat harga atas barang dan jasa yang dipertukarkan tersebut. Ketika seperangkat peraturan dan tata cara yang resmi dijadikan panduan dan batasan hubungan
38
antara pekerja dan perusahaan, maka saat itulah pasar tenaga kerja tercipta (Ehrenberg dan Smith, (2012).
Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat (UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2).
Pemilihan sampel rumah tangga Sakernas melalui proses yang tidak singkat. Sebelum dilakukan pemilihan sampel rumah tangga, terlebih dahulu dilakukan pembentukan paket sampel blok sensus dan pembentukan kelompok sampel rumah tangga. Semua proses sampling ini dilakukan untuk menjamin agar rumah tangga yang terpilih memang representatif sebagai sampel untuk estimasi baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota.