• Tidak ada hasil yang ditemukan

Susunan Karya Tulis Ilmiah 1. Sistematika

PEDOMAN PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH A. Maksud Dan Tujuan

D. Susunan Karya Tulis Ilmiah 1. Sistematika

Penyusunan karya tulis ilmiah umumnya mengikuti empat pola, yaitu: a. Pola penyusunan karya tulis hasil eksperimen atau survei.

Pola ini memuat: judul, penulis dan alamat, abstrak (bahasa Indonesia dan Inggris), pendahuluan, teori (apabila diperlukan), tata kerja (bahan dan metode, atau metodologi), hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih (kalau ada) dan daftar pustaka

b. Pola penyusunan karya tulis kajian/review, simulasi/pemodelan/rancangbangun beserta analisisnya, dan bahasan teoritis

Pola ini tidak sepenuhnya dapat dibakukan seperti halnya pola butir a. Walaupun demikian masih perlu dicantumkan judul, nama dan alamat penulis, abstrak (bahasa Indonesia dan Inggris), pendahuluan, bahasan, kesimpulan dan daftar pustaka, ucapan terima kasih (kalau ada). Penekanan karya tulis pada bab bahasan. Jika karya tulis merupakan simulasi/pemodelan/ rancangbangun maka bab ini memuat dasar disain dan model serta hasil perhitungan/gambar teknis. Jika sampai pada tahap konstruksi peralatan maka bab bahasan juga harus memuat spesifikasi teknis, persyaratan, dan pelaksanaan uji fungsi. Untuk karya tulis kajian maka bab bahasan memuat status hasil penelitian yang telah ada (terbaru/mutakhir) mengenai masalah tersebut dan memberikan arahan ke depan mengenai penelitian tersebut.

c. Pola penyusun karya tulis ilmiah ringkas

Pola ini memuat judul, penulis dan alamat, pendahuluan, metodologi, hasil dan pembahasan, kesimpulan (tanpa sub judul) dan daftar pustaka.

d. Pola penyusunan laporan teknis

Tidak ada format penulisan baku dari KTLT ini, tergantung dari masing-masing institusi. Pola ini memuat judul, penulis dan alamat, abstraks (opsional), pendahuluan, tata kerja, hasil dan pembahasan, kesimpulan dan saran serta daftar

BATAN - 87 -

pustaka. BATAN menggunakan format yang telah ditentukan dalam Pedoman Penulisan Laporan Teknis Batan, tahun 2000 (Lampiran I).

2. Penjelasan

a. Judul

Judul hendaknya ringkas, jelas, dan mencerminkan isi tulisan. Judul seyogyanya terdiri atas paling banyak sepuluh kata yang ditulis simetris dengan menggunakan huruf kapital. Bila mungkin, judul yang terlalu panjang diusahakan diperpendek. Namun bila hal itu tidak mungkin, judul tersebut dapat ditulis menjadi dua bagian : judul dan subjudul. Untuk memudahkan pembuatan indeks, judul hendaklah mengandung satu atau lebih kata kunci.

Contoh :

1) Judul terlalu panjang

SUATU CARA MENGINGKATKAN KUALITAS PELET SINTER BAHAN BAKAR NUKLIR YAITU DENSITAS, MIKROSTRUKTUR, KEKERASAN

DENGAN JALAN MEMANASKAN SERBUK TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIPELET

Judul ini dapat diperpendek menjadi:

PENINGKATAN KUALITAS PELET SINTER DENGAN CARA PENGKONDISIAN SERBUK

2) Judul terlalu panjang:

PENINGKATAN DAYA TAHAN PADUAN ZIRKONIUM SEBAGAI BAHAN KELONGSONG TERHADAP EFEK KOROSI MENGGUNAKAN METODE

TEKNIK NUKLIR PLASMA SPUTTERING DAN INHIBITOR

Judul ini dapat dipecah menjadi judul dan subjudul:

STUDI KETAHANAN KOROSI PADUAN ZIRKONIUM: APLIKASI METODE PLASMA SPUTTERING DAN PENGARUH INHIBITOR

3) Judul mengandung judul utama dan sub judul:

STUDY ON SEPARATION OF CESIUM-137 FROM URANIUM-235 FISSION PROCESS WASTE: UTILIZATION OF SILICA GEL-SUPPORTED

FERROCYANIDE COMPLEX SALT FOR CESIUM-137 PICKING 4) Judul terlalu umum:

BATAN - 88 - dapat diubah menjadi:

PENGEMBANGAN METODE ANALISIS TIMBAL KONSENTRASI RENDAH MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

5) Bila judul memerlukan keterangan, maka keterangan tersebut ditulis sebagai catatan pada halaman judul dengan menggunakan tanda bintang atau angka Arab:

PENGELOLAAN LIMBAH B3 DARI INDUSTRI DI SEKITAR PUSPIPTEK* atau

PENGELOLAAN LIMBAH B3 DARI INDUSTRI DI SEKITAR PUSPIPTEK1)

Kemudian di bagian terbawah dari halaman termuatnya judul diberi garis dan catatan kaki sesuai penggunaan tanda pada judul:

--- * Hasil kerjasama PTLR BATAN dengan PUSARPEDAL Serpong atau

---

1)

Hasil kerjasama PTLR BATAN dengan PUSARPEDAL Serpong b. Penulis dan alamat

Penulisan nama penulis sepenuhnya diserahkan kepada penulis sendiri, yang sebaiknya dilakukan secara konsisten. Apabila terdapat dua penulis atau lebih, urutan nama penulis diserahkan kepada kesepakatan para penulis yang bersangkutan atau sesuai aturan yang dianut oleh penerbit, dan umumnya gelar penulis tidak dicantumkan. Alamat penulis adalah alamat instansi tempat bekerja. Apabila penulis mempunyai alamat instansi berbeda dituliskan sebagai catatan kaki atau dituliskan langsung di bawah nama penulis. Alamat e-mail ditulis untuk penulis pertama atau yang paling berwenang untuk komunikasi. Untuk menghubungkan nama dan alamatnya pada catatan kaki digunakan tanda bintang atau angka Arab (lihat contoh). Contoh:

1) Penulis mempunyai alamat yang sama:

Sunarhadijoso dan M. Tholib

Pusat Pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka, Batan Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang 15314

e-mail: [email protected] 2) Penulis mempunyai alamat yang berbeda:

Darsono* dan Adianto**

--- *) Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, BATAN, Jl. Babarsari Kotak

Pos 6101 Ykbb, Yogykarta

BATAN - 89 - atau

Darsono

Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, BATAN Jl.Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb, Yogykarta

e-mail: [email protected]

Adianto

Pusat Pengkajian Energi, BPPT Jl.Thamrin No.8, Jakarta Pusat

e-mail: [email protected]

atau

Darsono* dan Adianto**

*) Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan, BATAN Jl.Babarsari Kotak Pos 6101 Ykbb, Yogykarta

**) Pusat Pengkajian Energi, BPPT Jl.Thamrin No.8, Jakarta Pusat

c Abstrak

Abstrak memuat judul dan ringkasan isi karya tulis yang bersifat informatif (tentang latar belakang, tujuan, metodologi, hasil pokok yang diperoleh, kesimpulan pokok), bukan sekedar indikatif, ditulis secara ringkas sekitar 250 kata dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Abstrak terdiri dari satu alinea, memuat apa yang dilakukan dan hasilnya secara ringkas tanpa rumus, tabel, maupun acuan pustaka. Abstrak dimulai dengan judul karya tulis yang ditulis dengan huruf kapital. Karya tulis yang menggunakan bahasa Indonesia, abstrak disajikan berbahasa Indonesia diikuti oleh abstrak berbahasa Inggris. Untuk karya tulis berbahasa Inggris atau bahasa dunia resmi lainnya abstrak pertama menggunakan bahasa Inggris atau bahasa dunia resmi lainnya diikuti oleh abstrak bahasa Indonesia. Di bawah abstrak dituliskan 3 s/d 5 kata kunci.

d. Pendahuluan

Pendahuluan berisikan latar belakang masalah yang akan diteliti atau dibahas, rumusan masalah, tujuan, sasaran serta pendekatan cara pemecahannya (metodologi) seperti yang dibahas dalam makalah (what/who, why, when, where, how). Latar belakang masalah dapat bersumberkan hasil penelitian terdahulu, penemuan, fakta sehari-hari, teori atau hipotesis, status ilmiah terkini (state of the art). Dengan menguraikan rumusan masalah dan tujuan penelitian, penulis hendaknya dapat mengemukakan hipotesisnya dalam pendahuluan ini

e. Teori

Apabila persoalan yang dibahas didasarkan atas teori atau penulis hendak mengetengahkan teori yang bersifat spesifik atau relatif baru, teori tersebut perlu diuraikan secara rinci. Untuk karya tulis hasil eksperimen dan hasil survai, penguraian

BATAN - 90 -

teori terkait (relevan) secara rinci akan memperjelas latar belakang penelitian yang diungkapkan pada pendahuluan. Untuk karya tulis hasil kajian/review dan bahasan teoritis, pengungkapan teori terkait akan dapat mempermudah uraian yang akan disampaikan pada pembahasan. Untuk karya tulis simulasi/pemodelan/ rancangbangun penyampaian teori akan memperjelas penalaran yang mengarah kepada penyuntingan metode analisis yang relevan dalam pekerjaan simulasi/pemodelan/rancangbangun.

f. Tata Kerja/Metode Perhitungan

Tata kerja berisikan rancangan penelitian yang mencakup dua hal pokok yaitu car pengambilan dan pengolahan data yang diuraikan secara ringkas dan jelas. Tata kerja juga menguraikan tentang bahan dan/atau peralatan utama serta metode penelitian yang digunakan. Bila metode yang digunakan sudah umum dipakai atau sudah pernah diuraikan oleh penulis yang sama atau yang lain, maka metode tersebut cukup diacu saja.

g. Hasil dan pembahasan

Hasil eksperimen, survai atau simulasi/pemodelan/rancangbangun beserta analisis dan pembahasannya disajikan secara sistematis, bersama-sama atau secara terpisah berupa uraian, Tabel, atau Gambar. Data yang dilaporkan sudah harus berupa data yang telah diolah, bukan data mentah. Pembahasan diberikan berdasarkan hasil, teori, dan hipotesis, disampaikan secara jelas, padat, dan rasional. Tabel dan Gambar harus dilengkapi nomor urut menggunakan angka Arab, dan bila diperlukan disertai keterangan tambahan, seperti acuan dan arti singkatan. Untuk karya tulis hasil kajian/review dan hasil bahasan teoritis, informasi pustaka yang akan dipermasalahkan dan pembahasannya dapat diuraikan secara bersama-sama atau secara terpisah yang disajikan secara sistematis, rasional, dan lugas. Nisbah narasi terhadap Tabel dan Gambar ≥ 3:1.

.

h. Kesimpulan

Kesimpulan berisi esensi hasil eksperimen, survai, simulasi/pemodelan/rancang-bangun, kajian/review, dan bahasan teoritis yang ditulis secara ringkas dan jelas meliputi semua hal yang dibahas dalam karya tulis. Kesimpulan tidak hanya mengemukakan fakta, tetapi juga harus menjawab hipotesis yang disebutkan pada bab pendahuluan serta menjelaskan pencapaian tujuan penelitian yang telah dilakukan, termasuk saran-saran tindak lanjut. Kesimpulan ditulis secara ringkas dan padat isi.

i. Pernyataan terimakasih

Ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang dianggap telah memberikan bantuan baik berupa dana, pemikiran, ataupun teknis.

j. Daftar pustaka

Cara penulisan daftar pustaka tergantung sistem acuan yang dianut. Masing-masing publikasi ilmiah mempunyai aturan sistem acuan sendiri. Untuk lebih jelasnya lihat bab Pengacuan dan Penulisan Pustaka.

BATAN - 91 -

E. Pengacuan dan Penulisan Pustaka

Pengacuan dan penulisan pustaka tergantung sistem yang dianut dari penerbit publikasi ilmiah. Untuk publikasi di luar BATAN maka penulis harus mengikuti aturan setempat. Biasanya yang banyak dipakai adalah sistem acuan Vancouver dan Harvard. Beberapa institusi memodifikasi sistem tersebut khususnya dalam penulisan pustaka untuk keperluan kekhasan dari institusi agar mudah diingat. Dalam pengacuan dan penulisan pustaka yang penting konsistensi. Pada sistem Harvard pustaka yang diacu diletakkan di dalam kurung dengan menyebut nama penulis dan tahun publikasi setelah atau sebelum teks yang diacu. Apabila pengacuan teks dari suatu pustaka secara lasung (direct quote) maka teks yang diacu dari pustaka tersebut diletakkan di dalam tanda petik.

Contoh:

1. Darsono (2008, hal.11) mengatakan bahwa bahwa ’sistem pendinginan oli trafo dari HV berbasis GCT sangat mempengaruhi tegangan keluaran HV.’ Apabila diacu dengan mengubah kalimat teks dari acuan dengan substansi sama (paraphrase) maka tidak perlu diletakkan di dalam tanda petik.

2. Berdasarkan hasil uji fungsi HV berbasis GCT memperlihatkan tegangan keluaran HV dipengaruhi oleh temperatur oli trafo (Darsono, 2008).

Cara pengacuan di atas di samping sebagai contoh pengacuan direct quote dan paraphrase juga memberikan informasi lain yaitu contoh 1 menekankan pentingnya nama penulis artikel sedangkan contoh 2 menekankan bahwa informasi artikel lebih penting. Pada sistem Harvard penulisan daftar pustaka diurutkan berdasarkan abjad nama keluarga penulis dari pustaka yang diacu.

Pada sistem Vancouver pustaka yang diacu diberi nomor urut angka Arab di dalam kurung dengan penomorannya sesuai urutan pengacuan. Pustaka yang sudah diacu apabila diacu lagi pada bagian lain tinggal menyebut nomor pengacuan. Pustaka pertama yang diacu diberi nomor [1] (sejajar teks) atau ditulis dalam superscript [1] dan seterusnya secara konsisten, sesuai urutan pengacuannya dalam karya tulis.

Contoh:

1. ...berdasarkan hasil uji fungsi HV berbasis GCT bahwa sistem pendinginan oli trafo sangat mempengaruhi tegangan keluaran HV.[1]

2. Darsono [1] memprediksi temperatur dan jenis oli trafo akan sangat mempengaruhi keluaran HV.

Penulisan daftar pustaka diurutkan berdasarkan nomor urut pengacuan. 1. Pengacuan Pustaka

BATAN menyarankan pengacuan pustaka menggunakan sistem Vancouver (angka dalam kurung siku). Pada sistem ini jika banyak pustaka yang diacu maka gunakan koma untuk memisahkan nomor pustaka yang diacu misal pengacuan yang tidak berurutan [1,2,5,7]. Untuk pengacuan yang berurutan misal 1,2 maka ditulis [1,2] sedang [1,2,3,4,5] ditulis [1-5] atau [1,2,3,4,8, 12] ditulis [1-4,8,12]. Acuan dapat ditulis sejajar teks atau superscript, sebelum atau setelah koma atau titik, asal dilakukan secara konsisten dalam suatu artikel atau sesuai aturan setempat yangberlaku.

BATAN - 92 -

penulis. Acuan yang berasal dari buku perlu disertai nomor halaman yang bersangkutan dengan menuliskannya dalam tanda kurung. Contoh: ... menurut Snedecor [1, hal.46] atau Snedecor [1, p.46]. Nomor halaman acuan yang berasal dari sumber lain (bukan buku) cukup dicantumkan dalam daftar pustaka.

Kalau sumber pustaka yang diacu ditulis oleh dua orang, kedua nama penulis bersama-sama dicantumkan. Contoh: Darsono dan Djasiman [2] mengklaim bahwa MBE yang dikonstruksi...dst. Kalau sumber pustaka yang diacu ditulis oleh lebih dari dua orang, untuk mengacunya cukup dengan mencamtumkan nama keluarga penulis pertama diikuti oleh singkatan ”dkk.” yang mengartikan ”dan kawan-kawan” (untuk karya tulis dalam bahasa Indonesia) atau menggunakan et al. (untuk karya tulis dalam bahasa Inggris). Contoh: Mc Arthur dkk.[3] atau Mc Arthur et al. [3].

Apabila dalam penulisan dilakukan pengutipan karya orang lain, nama penulis yang mengutip ditulis setelah nama penulis aslinya, misalnya: ”Menurut Braunsberg dan Guyver yang dikutip oleh Cambermont dkk., [3] radiasi sinar X energy tinggi…dst.” Pernyataan yang diperoleh dari orang lain melalui komunikasi pribadi dapat disebutkan pula sebagai acuan. Contoh: “Menurut Darsono [5] untuk membuat trafo diperlukan besi lunak yang mempunyai permeabilitas tinggi.”

2. Penulisan Pustaka

Penulisan pustaka harus mengikuti sistem yang dianut pada pengacuan pustaka apakah menggunakan sistem Vancouver, Harvard, atau sistem Vancouver atau Harvard yang dimodifikasi. Pada Lampiran II diberikan beberapa contoh penulisan daftar pustaka. Penulisan pustaka sistem Vancouver dan Harvard dijelaskan lebih rinci karena sistem ini banyak diacu dan dimodifikasi oleh banyak penerbit. Untuk BATAN penulisan daftar pustaka disarankan menggunakan cara yang dianut oleh IAEA, yaitu nama penulis ditulis dalam huruf kapital dengan nama keluarga di depan.

Contoh:

Jurnal : KATHREEN, R.L., Applied Radiation and Isotopes, 49, 149-168 (1998). Buku : LYON, W.S., ”Guide to Activation Analysis,” D. Van Nostrand Co. Inc.

N.Y. - London, 33-54 (1960).

Paten : HEGNER, M.B. and WENDT, K.L., Methode of sorting seeds, UK Patent 1470133 (1977).

Situs : http://www.world-nuclear.org/info/ inf01.html (2007).

Prosiding : DJASIMAN, DARSONO, dan SUPRAPTO, Rancangan dan Simulasi Sumber Tegangan Tinggi Jenis Transformator, Prosiding PPI Teknologi Akselerator dan Aplikasinya, vol. 7, November 2005, P3TM-BATAN, hal. 59-69.

Judul makalah pada jurnal dapat ditambahkan jika diinginkan dan tempat memungkinkan. Untuk acuan situs internet agar dicantumkan tahun (jika mungkin juga tanggal dan bulan) kapan informasi diakses oleh penulis, serta informasi update terakhir situs (jika ada).

BATAN - 93 - F. Format Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah yang akan diterbitkan oleh BATAN harus disusun mengikuti format sebagai berikut:

1.

Naskah diketik pada kertas HVS berukuran A4 (21 cm × 29,7 cm).

2.

Ketikan naskah harus memiliki margin kiri 4 cm, margin atas, kanan, dan bawah masing-masing 3 cm.

3.

Judul naskah ditulis dengan huruf kapital demikian pula dengan judul bagian naskah.

4.

Nama penulis dicantumkan dua spasi ketik di bawah judul dan terletak simetris terhadap

margin kanan dan kiri judul naskah. Huruf kapital hanya digunakan pada awal nama dan atau bagiannya dan atau singkatan bagian nama tersebut.

5.

Nomor halaman dituliskan dengan angka arab terletak simetris dari margin kanan kiri naskah pada jarak 1½ cm dari tepi atas kertas. Nomor halaman pertama yaitu halaman judul tidak dicantumkan.

6.

Pengetikan naskah harus menggunakan jarak ketik 1½ spasi, huruf jenis New Times Roman ukuran 12, italics untuk kata asing dan variabel dalam teks maupun persamaan, simbol matematik yang sesuai (misalnya tanda ”×” bukan huruf ”x”).

7.

Penulisan alinea baru dimulai 2 spasi di bawah judul atau 1½ spasi di bawah sub judul atau 1½ spasi di bawah baris terakhir penulisan alinea sebelumnya. Huruf pertama diketik 5 ketukan dari margin kiri.

8.

Suatu alinea diizinkan ditulis pada 2 halaman berturutan dengan suatu ketentuan bahwa tidak satupun bagian alinea tersebut di salah satu halaman hanya berisikan 1 baris saja. Suatu alinea diusahakan berisi lebih dari 1 kalimat yang saling berkaitan.

9.

Tabel, Gambar, dan pengacuan diurutkan dengan diberi nomor sesuai urutan penyajian masing-masing dengan angka Arab. Nama tabel yang berada sejajar dengan nomor tabel dicantumkan di atas tabel pada jarak dua spasi dan ketikan mulai dari margin kiri. Nama Gambar juga berada sejajar dengan nomor gambar pada jarak dua spasi di bawah batas bawah Gambar dan ketikan dimulai dari margin kiri. Apabila keterangan Tabel atau Gambar diperlukan penulisan keterangan tersebut menggunakan 1 spasi. Tabel dan Gambar ditempatkan berdekatan dengan pembahasannya. Persamaan matematik atau kimia ditulis pada baris tersendiri, dapat tersambung atau di dalam kalimat sebelum atau sesudahnya, dan diberi nomor urut Arab dalam kurung di margin kanan, tanpa tanda titik-titik.

10.

Daftar pustaka disusun sesuai dengan urutan pengacuan di dalam isi naskah. Pengurutan itu dibantu penomoran dengan angka Arab. Tata cara pencantuman pustaka kecuali dikehendaki secara khusus sesuai disiplin ilmu tertentu harus mengikuti aturan yang tercantum pada butir 5 (Pengacuan dan Penulisan Pustaka) di atas.

Apabila karya tulis ilmiah akan diterbitkan dalam majalah atau disajikan pada pertemuan ilmiah di luar BATAN agar penulisan disesuaikan dengan format yang disyaratkan.

BATAN - 94 -

Dokumen terkait