• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rangkuman Keterangan Saksi-Saksi dalam Putusan Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pada Pengadilan Negeri Jakarta

JABATAN POIN-POIN KESAKSIAN

8. Suwarno Plt. Direktur Utama

PT PJB Investasi NO. NAMA SAKSI KAPASITAS/

JABATAN POIN-POIN KESAKSIAN

2016, seingat Saksi adalah USD7,36 sen, maka maksimal harga harus 75% dari 7,36 maka USD5,54 sen.

• Bahwa untuk PLTU MT Riau-1, harga yang telah dibicarakan adalah USD5,4 sen yang masuk ke dalam batas peraturan.

• Saksi tidak tahu apakah LoI dapat dicabut atau tidak.

• Untuk membuat estimasi nilai proyek sampai menjadi suatu harga, didasari pada referensi dariproyek yang sudah ada di dalam bidang pembangkitan, dan untuk penghitungan estimasi harga proyek adalah Saksi yang berada dalam konsorsium.

• Joint Venture Agreement sampai saat ini belum ditandatangani, sehingga proyek ini masih nol, dan nantinya PT PJB Investasi, CHEC Ltd. dan BNR Ltd. akan membentuk perusahaan baru yang akan melaksanakan pembangunan PLTU MT Riau-1.

• Saksi merasa tidak ada arahan dari Terdakwa terkait dengan proyek ini karena ada arahan dari PLN untuk PJBI nanti bergabung dengan BNR Ltd. dan CHEC Ltd.

• Bahwa kepemilikan saham 51% atau majority bagi PLN adalah ada revenue atau benefit yang masuk ke PT PJB Investasi, yang selama ini 100% tersebut dinikmati oleh swasta sedangkan sekarang yang 51%

masuk kembali ke negara melalui PT PJB Investasi.

8. Suwarno Plt. Direktur Utama PT PLN BB

• Saksi adalah sebagai Plt. Direktur di PT PLN Batu Bara yang merupakan anak perusahaan PT PLN sampai bulan Februari 2018.

• Hingga Saksi menyelesaikan masa tugas sebagai Plt. Direktur Utama PT PLN BB pada Februari 2018, sampai saat itu tidak ada kesepakatan antara PT PLN BB dengan PT SBB perihal pemasok batubara.

• Dalam rangka menyiapkan batubara, PLN Pusat meminta LAPI untuk menilai tambang mana saja yang berpotensi memasok batubara dan hasilnya PT SBB adalah yang terbaik. Selain PT Samantaka, ada juga PT Bukit Asam yang menjadi kandidat sebagai pemasok.

NO. NAMA SAKSI KAPASITAS/

JABATAN POIN-POIN KESAKSIAN 8. Suwarno Plt. Direktur

Utama PT PLN BB

• Dalam rapat direksi diputuskan PT SBB akan memberikan harga rupiah/kW yang lebih baik, sehingga dipilih PT Samantaka sebagai pemasok batubara. Setelah due diligence dilakukan dan diputuskan dalam rapat direksi, keputusan ini masih akan diusulkan kepada para pemegang saham, karena tugas PT PLN Batubara adalah melakukan kegiatan usaha untuk penyediaan batubara untuk PLTU.

• Sesuai dengan tugas dari PT PLN kita melakukan penugasan untuk menyiapkan tambang untuk proyek PLTU MT Riau-1 ada tugasnya PLN Pusat, kita diminta untuk mencari partner dan mengakuisisi minimal 51% sahamnya.

• Awalnya PT PLN BB memang sempat bertemu dengan PT SBB di awal 2017. Saat itu PT PLN BB belum memilih PT SBB, tapi karena ada penawaran, PT PLN BB melakukan penggalian lebih dalam. Jadi yang kami lakukan sesuai dengan SOP, kita operasi lebih lanjut sehingga pada rapat direksi kami memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan PT SBB.

• PT PLN BB sendiri melakukan kajian, dan dari kajian tersebut ada 2 (dua) kandidat yang dirasa cukup yaitu, PT SBB dan PT Bukit Asam, dan dari evaluasi dapat ditemukan bahwa PT SBB mendapat nilai yang terbaik.

• Untuk RUPTL sendiri dilakukan oleh PLN Persero Pusat, jadi PT PLN BB tidak dilibatkan di situ.

• Berdasarkan kajian LAPI (lembaga Afiliasi Penelitian dan lndustri) pada Mei tahun 2017 diidentifikasi ada 6 (enam) perusahaan tambang batubara di Riau, dari enam tersebut 4 (empat) tambang jumlah cadangan batubaranya tidak mencukupi kebutuhan PLTU Mulut Tambang Riau-1 2x300 MW selama 30 tahun (dengan estimasi kebutuhan 90 juta s.d. 120 juta metrik ton) sehingga tinggal 2 perusahaan tambang batubara yang dari jumlah cadangan batubara mencukupi untuk kebutuhan PLTU tersebut yaitu PT Samantaka Batubara dan PT Bukit Asam.

• Setelah kajian tersebut, ada kajian lagi yang pada intinya menemukan bahwa, dari 6 tambang, 4 tidak cukup kapasitas 600 Megawatt, hanya 2 yang cukup.

Itulah mengapa di situ disebutkan bahwa cadangan

NO. NAMA SAKSI KAPASITAS/

JABATAN POIN-POIN KESAKSIAN 8. Suwarno Plt. Direktur

Utama PT PLN BB

batubara harus masa operasi 30 tahun, jadi IPP itu PT PLN BB diminta menyiapkan 30 tahun plus 20%, jadi kami mencari tambang yang cukup 30 tahun. Setelah 30 tahun, bisa juga dicari dari tempat lain yang terdekat dengan lokasi pembangkit.

• Saksi pernah menandatangani HoA dengan PT SBB, yang menyebutkan pada intinya bahwa PT PLN BB di bagian penyediaan batubara, jadi kami akan bermitra dengan PT SBB untuk menyiapkan pasokan batubara untuk proyek PLTU MT Riau-1.

• Saksi mendapat penugasan dari PLN bahwasanya Saksi diminta menyiapkan tambang dengan skema akuisisi minimal 51% saham perusahaan tersebut yang berarti PLN atau anak perusahaan PLN yang menjadi pemilik 51% saham dari PT SBB. Pada saat itu, proyek yang sudah masuk tahap appraisal baru Riau.

• Berdasarkan keterangan Saksi sebelumnya, untuk perusahaan batubara di Riau, Samantaka adalah yang terbaik dengan dasar kajian ITB dan yang membiayai adalah PT PLN. Dalam kajian tersebut, variabel utama yang dinilai adalah, kadar batubara dan volume.

• Setelah kajian ini dilakukan, tindak lanjut seperti pengecekan sisi teknis, financial, keuangan akuntansi dan perpajakan lalu dari sisi legal dan yang terakhir adalah appraisal untuk mengetahui nilai perusahaan.

• Hingga Januari 2018, hanya tinggal 2 (dua) tahapan yang belum dipenuhi yaitu, legal dan appraisal karena Saksi tidak di PT PLN BB lagi, tapi saat-saat terakhir semuanya sudah selesai.

• Saksi sendiri tidak mengetahui appraisal atas PT SBB, karena yang menilai adalah pihak luar yang independent.

• Proses akuisisi saham 51% dari Samantaka ke PT PJB pada waktu awal ada skema pembayaran awal dan sisanya pada saat beroperasi saat itu belum ada kesepakatan, dan dari PT PJB meminta initial payment di bawah 20% lalu sisanya dibayarkan setelah operasi.

• Saksi memang menyiapkan batubara yang bisa menjamin PLTU tersebut beroperasi sampai dengan kontrak habis yakni 25 tahun + 20% sehingga 30 tahun untuk PT PLN BB sendiri, kepemilikan saham

NO. NAMA SAKSI KAPASITAS/

JABATAN POIN-POIN KESAKSIAN

9. Sofyan Basir Direktur