• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uang di beberapa negara

5) Swaps

Kontrak tingkat suku bunga swaps adalah kesepakatan antara dua pihak untuk melakukan pertukaran pembayaran bunga tetap dengan pembayaran dengan bunga mengambang atas pinjaman yang sama.

Ada dua macam bunga mengambang yang biasa digunakan pada pasar swap, yakni Sterling Overnight Interest Rate Average (SONIA) dan tingkat suku bunga LIBOR enam bulan.

Sterling Overnight Interest Rate Average adalah tingkat suku bunga rata-rata yang dibobot dengan volume dari unsecured overnight sterling deposits yang diperdagangkan atau ditransaksikan sebelum pukul tiga sore di antara tujuh anggota Wholesale Money Brokers’s Association di London. Sterling Overnight Interest Rate Average swaps juga digunakan sebagai piranti untuk spekulasi atau lindung nilai (hedge) atas pergerakan tingkat suku bunga jangka pendek. Sterling Overnight Interest Rate Average yang diperdagangkan biasanya yang mempunyai jatuh tempo antara satu minggu sampai dua tahun.

Perputaran harian pada pasar SONIA swap sedikit lebih kecil bila

dibandingkan dengan piranti-piranti pasar uang yang lain. Kontrak paling likuid terjadi pada jangka kontrak dengan maturity sampai dengan tiga bulan.

Jepang (Bank of Japan)

Seperti pada negara-negara lain, pasar uang di Jepang mempunyai peranan yang penting dalam perekonomian, yaitu (1) sebagai sarana untuk untuk mencari investasi dana jangka pendek bagi lembaga keuangan dan pembiayaan serta (2) sebagai sarana untuk mengimplementasikan kebijakan moneter melalui operasi pasar terbuka. Sehubungan dengan hal tersebut, Bank Sentral Jepang bekerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan dan pihak terkait lainnya selalu berupaya untuk mengembangkan dan memperbaiki pasar uang, serta menjaga agar mekanisme pasar dalam transaksi pasar uang tetap lancar.

Pasar Uang di Jepang

Interbank Market

Call Market

Bills

Market Bond

Gensaki Market

CD Market

Repo Market

CP Market

TB/FB Market Open

Market

Bagan 3. Pasar Uang di Jepang

Pasar uang di Jepang dapat dikelompokkan kedalam dua kategori, yaitu interbank market dan open market. Pelaku-pelaku di interbank market adalah lembaga-lembaga keuangan, sementara pelaku utama di open market adalah lembaga keuangan non bank dan pemerintah daerah.

Interbank market meliputi call market dan bills market. Call market sangat penting bagi kebijakan moneter karena pada pasar ini lembaga-lembaga keuangan menentukan berapa posisi saldo giro mereka pada bank sentral dan pasar ini sebagai sarana Bank of Japan untuk menetapkan target suku bunga yang ingin dicapai dalam rangka mencapai stabilitas harga. Ada dua jenis transaksi yang terjadi pada call market, yaitu untuk surat-surat berharga yang terjamin seperti surat-surat berharga jangka pendek, di bawah setahun yang diterbitkan Pemerintah (Bills) dan surat-surat berharga Pemerintah jangka panjang (Japanese Government Securities/JGSs) dan uncollateralized. Transaksi-transaksi yang dilakukan pada call market umumnya dikelola melalui perusahaan-perusahaan pialang (Tanshi companies). Namun, akhir-akhir ini transaksi secara langsung antara kedua pelaku juga mulai berkembang.

Sementara itu, open market terdiri dari :

(a) Bond gensaki market yaitu pasar tempat Surat-surat berharga Pemerintah (JGSs) dan surat-surat berharga lainnya diperdagangkan dengan metode resale dan repurchase aggreement.

(b) Repo market, yaitu pasar yang memperdagangkan obligasli Pemerintah (JGBs) dan sekuritas lainnya dipinjam dengan cash collateral.

(c) Certificate of Deposit (CDs) market, yaitu pasar tempat CDs yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga keuangan diperdagangkan.

(d) Commercial paper (CPs) market, yaitu pasar tempat CP yang diterbitkan oleh lembaga keuangan nonbank diperdagangkan.

(e) Treasury Bills (TB)/Financing Bills (FB) yaitu pasar tempat yang diperdagangkan adalah Treasury Bills dan Financing Bills secara outrights dan repurchase agreements. Pasar ini berkembang dengan pesat terutama setelah Pemerintah memperkenalkan sistem lelang pada tahun 1999.

Peran Tanshi companies dan Securities Finance Companies pada Pasar Uang

Tanshi companies dan Securities Finance Companies mempunyai peranan yang cukup penting sebagai perantara dan penjamin dari penerbitan surat-surat berharga pasar uang di Jepang. Ada dua macam Tanshi companies di pasar uang Jepang, yaitu money market broker-cum dealers dan foreign exchange brokers. Money market broker- broker-cum dealers memberikan jasa perantara pada pasar uang. Mereka berperan sebagai dealers pada transaksi-transaksi call money, Government bill, CD, CP, TB, serta FB, dan sekaligus sebagai principal bagi lembaga-lembaga keuangan yang yang ingin meminjam atau meminjamkan, membeli atau menjual surat-surat berharga pada pasar uang. Sebagai dealers Tanshi companies mempertemukan antara pembeli dan penjual piranti-piranti pasar uang dan untuk itu mereka mendapatkan fee.

Sementara itu, foreign exchange brokers memberikan pelayanan jasa transaksi valuta asing interbank di pasar uang valas.

Securities finance companies, yang mendapatkan lisensi dari Securities Exchange Law, memberikan pelayanan jasa dalam penyediaan dana serta menjaga kelancaran penerbitan dari saham dan obligasi . Perusahaan ini juga bertindak sebagai penjamin atas penerbitan bond-collateralized dan memberikan pinjaman kepada perusahaan securites yang melakukan kegiatan margin trading untuk nasabah mereka.

Mekanisme kerja pengendalian pasar uang di Bank of Japan (BOJ) adalah relatif sama dengan sistem pada Federal Reserve. Bank of Japan menggunakan Overnight rate inter bank sebagai policy rate yang sekaligus juga sebagai suku bunga pasar yang digunakan sebagai target operasional (operating target).

Dalam beberapa tahun terakhir, BOJ menerapkan strategi operasional kebijakan moneter yang berbeda dengan strategi bank sentral lain dalam mengarahkan perkembangan tingkat suku bunga jangka pendek, yaitu dengan mengarahkan suku bunga mendekati 0%. Kebijakan zero interest rate ini dimulai pada Februari 1999

dengan tujuan melonggarkan likuiditas dalam perekonomian, serta menurunkan suku bunga overnight rate serendah mungkin sebagai upaya untuk mengatasi deflasi yang dialami perekonomian Jepang dalam beberapa tahun belakang. Kebijakan zero interest rate ini diakhiri pada Agustus 2000.

Untuk pengendalian pasar uang, BOJ menggunakan berbagai piranti, antara lain minimum reserves, dan operasi pasar terbuka (OPT).

Di samping itu, suku bunga diskonto juga digunakan sebagai piranti, tetapi hanya digunakan secara discretion, tidak otomatis atas permintaan bank-bank. Jadi, BOJ tidak menggunakan standing facility untuk mensmoothkan perubahan suku bunga jangka pendek. Karena BOJ menggunakan policy rate (overnight rate) dan operating target , stabilisasi tingkat suku bunga overnight dilakukan dengan melaksanakan OPT setiap hari, seperti Bank of England.

Notes :

1. “n.a.” berarti data tidak tersedia, “…” berarti sel tidak applicable

2. Angka-angka dalam kurung menunjukkan jumlah outstanding dari transaksi uncollateralized call 3. Angka dalam kurung menunjukkan jumlah yang outstanding dan transaksi-transaksi diluar bill bank sentral 4. Angka dalam kurung menunjukkan persentase dari GDP nominal

Tabel 2

Perkembangan Piranti Pasar Uang di Jepang1

Bunga

Akhir Maret 2000 1985 1990 1995 1996 1997 1998 1999

Interbank Market (A) Interbank Market (A)Interbank Market (A)

Interbank Market (A)Interbank Market (A) 19,8 41,1 48,5 51,0 49,6 59,3 25,0 31,3

Call 5,1 24,0 38,6 39,9 39,3 33,6 21,9 26,0

Market2 (0,8) (12,3) (29,3) (30,5) (30,6) (23,8) (12,5) (12,4)

Bills 14,7 17,1 9,9 11,1 10,3 25,7 3,1 5,3

Market3 (9,4) (10,2) (0,3) (0,1) (0,2) (0,1) (0,0) (0,0) Open Market (B)

Open Market (B)Open Market (B)

Open Market (B)Open Market (B) 14,3 49,9 59,3 68,5 112,4 131,6 192,0 213,0

Gensaki 4,6 6,6 11,1 11,9 10,0 11,5 20,8 29,1

CDs 9,7 18,9 24,3 32,0 38,6 39,1 35,5 42,6

CP 15,8 10,5 10.8 12,0 18,1 22,2 16,4

TBs 7,6 12,8 12,9 13,1 15,2 27,5 33,6

FBs 0,0 1,0 0,6 0,9 0,0 0,0 38,4 44,2

Repos n.a. 38,7 47,7 47,6 47,1

Total TotalTotal

TotalTotal 34,1 91,0 107,8 119,5 162,0 190,9 217,0 244,3 (A+B)

(A+B)(A+B)

(A+B)(A+B)44444 (10,6%) (21,2%) (22,3%) (23,9%) (31,9% (38,4%) (43,8%) (49,5%) (Angka Akhir tahun dalam Yen)

Dalam dokumen Pasar Uang Rupiah: Gambaran Umum (Halaman 41-46)

Dokumen terkait