Mahasiswa baru Universitas Trisakti harus memenuhi persyarataan sebagai berikut:
A. Evaluasi Pencapaian Hasil Belajar
2.10 Syarat Kelulusan
Mahasiswa dinyatakan lulus jika memenuhi persyaratan berikut :
1. Telah menyerahkan buku Tugas Akhir yang sudah disetujui oleh pembimbing dengan ketentuan memiliki nilai B untuk Program Sarjana dan Magister.
2. Lulus semua mata kuliah dengan minimal nilai C 3. Memperoleh IPK akhir minimal sebagai berikut :
a. Antara 2.0 – 3.0 untuk mahasiswa angkatan 2015 dan angkatan sebelumnya b. Antara 2.5 – 3.0 untuk mahasiswa angkatan 2016 dan seterusnya
4. Nilai minimal B untuk mata kuliah berikut ini : a. Agama
b. Pancasila
c. Bahasa Indonesia d. KADEHAM
5. Bebas persyaratan administrasi dan keuangan
6. Mempunyai nilai score TOEFL minimal 450 yang dibuktikan dengan sertifikat Trisakti English Proficienci Test (TEPT) yang diterbitkan oleh Pusat Bahasa Lembaga Budaya Universitas Trisakti.
7. Memenuhi kewajiban publikasi sesuai dengan jenjang pendidikannya Setiap mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus, berhak untuk :
1. Menggunakan gelar akademik sesuai bidang ilmu kelulusannya sesuai dengan nomenklatur yang dikeluarkan oleh Kemenristekdikti
2. Memperoleh ijazah, transkrip hasil studi dan Surat Keterangan Pendamping Ijasah (SKPI).
58
2.11 Pelaporan PDPT
Aktiftas proses pembelajaran harus dilaporkan ke MenristekDikti melalui PDPT (Pangkalan
Data Perguruan Tinggi) sesuai dengan keputusan MenristekDikti No : 61 Tahun 2016 tanggal 23 September 2016.
Adapun data yang harus dilaporkan adalah: 1. Biodata Mahasiswa
2. Transaksi Dosen meliputi jadwal perkuliahan dan jumlah kehadiran dosen 3. Progres akademik mahasiswa meliputi jumlah sks semester, IPS, jumlah sks
kumulatif, dan IPK, serta status mahasiswa (Aktif, Tidak Aktif, Cuti, dan Keluar)
4. Transaksi Mahasiswa meliputi KRS dan KHS mahasiswa pada semester berjalan
5. Pelaporan kelulusan mahasiswa meliputi sks total, IPK, judul tugas akhir, tanggal
yudisium, SKR yudisium, dan Nomor Ijasah/Sertifkat Periode Pelaporan
Pelaporan PDPT dilakukan 2 kali tiap semester, yaitu satu bulan setelah: 1. Dimulainya perkuliahan program studi untuk pelaporan KRS 2. Selesainya semester berjalan untuk pelaporan nilai mahasiswa
Pelaporan dilakukan oleh setiap program studi menggunakan fasilitas pelaporan PDPT yang ada di SIS (Student Information System). Sesuai dengan Surat Keputusan Rektor Nomor: 1048/USAKTI/SKR/X/2016, pelaporan dikoordinasikan oleh BARENSIF sebagai pengelolan PDPT ditingkat Universitas. Pelaporan hanya dapat dilakukan pada periode pelaporan yang dibuka oleh PDPT, sehingga diperlukan kedisiplinan Program Studi dalam hal :
1. NIDN dan NIDK pendidik harus tercatat di forlap melalui penugasan oleh BSDM
2. Nilai mahasiswa harus masuk ke SIS (Student Information System) sebelum periode pelaporan ditutup
3. Mahasiswa transfer/pindahan harus melaporkan nilai RPL dilengkapi dengan kode dan nama matakuliah asal, program studi asal, dan perguruan tinggi asal; pada semester mahasiswa masuk sebagai mahasiswa baru.
Monitoring Pelaporan
1. Wakil Dekan bidang Akademik memastikan pelaksanaan pelaporan PDPT secara
benar dan prosedural.
2. Ketua/Sekretaris Program Studi dapat melakukan monitoring kemajuan pelaporan
dari login sebagai Ketua Program Studi/Sekretaris Program Studi
3. Dosen dapat melihat status pelaporan kelasnya melalui login masing-masing 4. Mahasiswa dapat melihat status pelaporan nilainya melalui login
59
2.12 Yudisium
Yudisium adalah pernyataan kelulusan mahasiswa yang ditetapkan melalui sidang tertutup pimpinan fakultas dengan pimpinan program studi. Mahasiswa yang dapat diikutsertakan dalam sidang yudisium adalah mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan secara rinci oleh Fakultas dan masing-masing Program Studi. Sidang yudisium akan menetapkan kelulusan dan predikat kelulusan mahasiswa dan dituangkan dalam bentuk Surat Keputusan Dekan Fakultas tentang Yudisium.
Adapun prosedur sidang Yudisium adalah:
1. Mahasiswa yang berhak diikutsertakan dalam Sidang Yudisium adalah mahasiswa yang dinyatakan lulus sidang Tugas Akhir
2. Menyerahkan Tugas Akhir yang telah diuji, disetujui dan disahkan oleh pembimbing dan/atau tim penguji dalam bentuk buku hard cover, softcopy.
Dalam menyelenggarakan Sidang Yudisium, hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Yudisium adalah suatu proses pemeriksaan nilai yang telah dikumpul oleh Ketua Program Studi untuk kemudian diverifikasi oleh bagian Pendidikan dan Pengajaran
2. Sidang Yudisium adalah forum yang diadakan untuk melakukan evaluasi dan menyatakan kelulusan mahasiswa
3. Dasar penyelenggaraan Sidang adalah Surat Keputusan Rektor tentang penyelenggaraan Sidang Yudisium. Dekan dapat menerbitkan Surat Perintah Tugas untuk melaksanakan sidang Yudisium tersebut. Tujuan penyelenggaraan Sidang adalah untuk menetapkan kelulusan mahasiswa berikut predikat kelulusannya
4. Sifat Sidang adalah tertutup dan terbatas dengan peserta Sidang adalah: a. Unsur Fakultas
Terdiri dari: (1) Dekan
(2) Para Wakil Dekan (3) Kabag. Tata Usaha
(4) Kasubag. Pendidikan Dan Pengajaran (5) Kasubag. Sistem Informasi
(6) Ka. UPTF Perpustakaan b. Unsur Jurusan
Terdiri dari:
(1) Para Ketua Program Studi (2) Para Sekertaris Program Studi (3) Para Koordinator Tugas Akhir (4) Para Kepala Sekertariat Jurusan 5. Pimpinan sidang adalah Dekan
6. Sidang dinyatakan sah apabila dihadiri oleh Dekan/Wakil Dekan Bidang Akademik
Hasil keputusan sidang Yudisium meliputi : 1. Pernyataan Kelulusan 2. Predikat Kelulusan 3. Lulusan Terbaik
60
2.13 Wisuda
Wisuda adalah upacara akademik berupa sidang terbuka Senat Universitas yang dilaksanakan dalam rangka pelantikan para lulusan. Pelaksanaan wisuda menjadi tanggung jawab pejabat yang menangani Bidang Akademik Universitas, yang dilaksanakan pada setiap Semester Gasal dan Semester Genap.
Persyaratan peserta wisuda adalah :
1. Mahasiswa telah dinyatakan lulus dalam sidang Yudisium. 2. Melakukan pendaftaran sebagai peserta Wisuda
3. Membayar biaya wisuda.
4. Memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh Universitas.
2.14 Cuti Akademik
Cuti Akademik adalah cuti yang diberikan kepada mahasiswa untuk tidak mengikuti kegiatan akademik tanpa mempengaruhi perhitungan masa studinya. Cuti diambil sebelum batas masa studinya berakhir, dapat dilakukan per semester atau maksimal 2 (dua) semester jika diambil berturut-turut. Hak cuti akademik mahasiswa untuk program Sarjana adalah maksimal 4 (empat) semester.
Cuti akademik dikelompokan menjadi dua yaitu cuti terencana dan tidak terencana. Cuti Akademik terencana dapat diberikan atas permintaan sendiri atau karena alasan sakit, bela atau tugas Negara, atau tugas Universitas Trisakti.
Adapun persyaratan mengajukan cuti akademik adalah sebagai berikut:
1. Mengajukan surat permohonan cuti kepada Dekan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah kuliah dimulai, sebelum pengiriman laporan PDPT.
Formulir permohonn cuti dapat diambil di Sub. Bag. Dikjar, Gedung Hery Hartanto lantai 4 dan kemudian ditandatangani oleh mahasiswa pengusul dan orang tua atau wali.
2. 3.
Sudah mengikuti kegiatan akademik minimal 2 (dua) semester.
Selama masa cuti mahasiswa wajib membayar biaya administrasi dengan ketentuan sebagai berikut :
- Biaya her-registrasi
- Biaya BPP Pokok sebesar 50%
Cuti akademik karena sakit dapat diajukan mahasiswa apabila mahasiswa tidak dapat mengikuti proses pembelajaran karena sakit minimal selama 1 (satu) bulan atau setara dengan 4 (empat) kali tatap muka berturut-turut yang didukung dengan Surat Keterangan Rawat Inap. Dengan kondisi ini maka yang bersangkutan dapat segera mengajukan cuti akademik pada saat itu juga yang berlaku untuk semester berjalan.
Cuti akademik karena membela atau melakukan tugas negara atau universitas dapat dilakukan dengan mengajukan surat permohonan cuti yang dilampirkan surat tugas yang ditandatangani oleh Wakil Rektor bidang kemahasiswaan. Cuti ini berlaku sejak diterbitkannya surat keputusan pemberian cuti oleh dekan fakultas.
Cuti akademik tidak terencana adalah cuti akademik yang diberikan kepada mahasiswa oleh karena sebab tertentu sampai pada batas masa pengisian KRS mahasiswa tidak melakukan pendaftaran ulang. Cuti Akademik tidak terencana dapat diberikan untuk 2 (dua) semester berturut-turut. Jika setelah diberikan cuti tidak mendaftar ulang, maka ketentuan putus studi diberlakukan.
61
Cuti tidak terencana diputuskan melalui rapat antara dosen wali dan pimpinan jurusan/prodi/fakultas. Cuti ini dapat dilaksanakan setelah Dekan menerbitkan surat keputusan pemberian cuti.
Setelah cuti selesai, mahasiswa bisa aktif kembali setelah mengajukan surat permohonan aktif kembali kepada Dekan, selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum berakhirnya masa cuti (formulir aktif kembali dapat diambil di Subag. Dikjar). Pada kasus cuti tidak terencana mahasiswa harus melengkapi syarat-syarat seperti pengajuan cuti akademik dilengkapi dengan laporan kronologis kejadian yang ditanda tangani wali/orang tua dan dosen wali, diketahui oleh Ketua Program Studi/Ketua Jurusan.