• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III LANDASAN TEORI

D. PT (Perseroan Terbatas)

D.2 Syarat Pendirian Perseroan Terbatas

Syarat pendirian PT secara formal berdasarkan Undang-Undang No.

40 tahun 2007 adalah sebagai berikut:

1. Pendiri minimal dua orang (pasal 7 ayat 1), kecuali untuk :

a. Perseroan Terbatas yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara.

44Irma Devita Purnamasari, Panduan Lengkap Hukum Praktis Populer Kiat-kiat Cerdas, Mudah dan Bijak Mendirikan Badan Usaha, (Bandung : PT Mizan Pustaka, 2010), h.49-51.

b. Perseroan yang mengelola bursa efek, lembaga kliring dan penjaminan, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, serta lembaga lainnya sebagaimana diatur oleh Undang-Undang Pasar Modal. Syarat pendirian oleh dua orang bisa diartikan orang perseorangan (individu) atau badan hukum.

2. Akta notaris yang berbahasa Indonsesia.

3. Setiap pendiri harus mengambil bagian atas saham, kecuali dalam rangka peleburan. Tercantum dalam pasal 7 ayat 2 dan 3.

4. Akta pendirian harus disahkan oleh Mentri Hukum dan HAM RI dan diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (BNRI).

5. Modal dasar minimal Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan modal disetor minimal 25% dari modal dasar tercantum dalam pasal 32 dan pasal 33.

6. Untuk PT biasa minimal 1 (satu) orang direktur dan 1 (satu) orang komisaris (pasal 93 ayat 3 dan pasal 108 ayat 3). Sedangkan untuk PT Terbuka atau PT Terbuka yang go public minimal harus memiliki 2 orang direktur dan 2 orang komisaris.

7. Pemegang saham harus warga negara Indonesia atau badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia, kecuali badan hukum yang mengandung unsur asing contohnya PT PMA (Penanaman Modal Asing).45

45Ibid. h. 54-55.

D.3 Mekanisme Pendirian PT

1. Pengecekan dan pemesanan nama PT yang akan di dirikan

Pemesanan nama tersebut dilakukan melalui notaris yang akan membuat akta pendirian PT pada Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Jangka waktu pemesanan nama sekitar tiga hari.

Setelah memperoleh konfirmasi nama yang digunakan, dalam jangka maksimal du bulan, harus mengajukan pengesahannya ke kementrian Hukum dan HAM. Jika lewat dari dua bulam, nama menjadi kadaluarsa (Expired) dan harus dipesan ulang.

2. Pembuatan Akta Notaris (Pasal 7)

Setelah mendapat komfirmasi mengenai nama yang akan digunakan untuk suatu PT dan seluruh informasi serta kelengkapan data seperti diuraikan sebelumnya dilengkapi, para pendiri harus hadir atau memberi kuasa kepada yang hadir untuk menandatangani Akta Pendirian PT.

Permohonan persetujuan akta pendirian PT harus diajukan kepada kementerian Hukum dan HAM dalam jangka waktu maksimal 60 hari sejak tanggal penandatanganan Akta. Jika lewat dari 60 hari sebagai konsekuensinya PT tersebut menjadi bubar dan para pendiri PT harus melakukan pemberesan atas kekayaan PT tersebut.

3. Pengurusan Surat Keteranagan Dimisili Perusahaan (SKDP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Perseroan.

Pengurusan SKD dilakukan dikelurahan dan kecamatan setempat letak usaha dan dilanjutkan dengan pembuatan NPPW atas nama PT tersebut. jangka waktu pengurusannya maksimal dua minggu jika tidak ada kendala (artinya lokasi tersebut diperbolehkan untuk menyelanggarakan kegiatan PT Jika ditolak maka harus mempersiapkan alternatif lainnya).

Sementara melaksanakan proses tersebut, lakukan pula pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). penggunaan nama PNBP untuk permohonan persetujuan Akta Pendirian PT, pembayaran Berita Negara, serta biaya pengumuman di tambah Berita Negara Republik Indonesia.

4. Pembukaan rekening perseroan dan penyetoran modal ke kas perseroan.

Pembukaan rekening ini sekarang menjadi syarat pilihan karena untuk pengajuan permohonan persetujuan anggaran dasar PT cukup melampirkan surat pernyataan modal.

5. Pemberian persetujuan Akta Pendirian PT oleh mentri Hukum dan HAM yang tercantum di dalam UU NO. 40/2007 dan SABH diistilahkan sebagai Tidak Keberatan Mentri (TKM).

6. Pengajuan permohonan persetujuan Akta Pendirian PT oleh pihak notaris dengan memasukkan dokumen fisik keloket kementrian Hukum dan HAM.

7. Pemberian persetujuan Akta Pendirian PT tersebut.

8. Pemohonan pembuatan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Izin Usaha lain yang terkait dengan maksud dan tujuan usaha. Jangka waktunya adalah 14 hari kerja terhitung sejak berkas dinyatakan lengkap.

9. Pembuatan Tanda Dafrtar Perusahaan (TDP), sekaligus pendaftaran Perseroan untuk memenuhi kreteria Wajib Daftar perusahaan (WDP).

Jangka waktunya adalah 14 hari kerja terhitung sejak berkas lengkap dan pada waktu pendaftaran dokumen-dokumen asli diperlihatkan.

10. Pengumuman pada Berita Negara Republik Indonesia (BNRI).46

E. Produksi

Produksi adalah sesuatu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan baik bentuk barang (goods) maupun jasa (services) dalam suatu periode waktu yang selanjutnya dihitung sebagai nilai tambahan bagi perusahaan. Bentuk hasil produksi dengan katagori barang (goods) dan jasa (services) sangat tergantung katagori aktivitas bisnis yang dimiliki perusahaan yang bersangkutan.47

Produksi meurut kahf mendefenisikan kegiatan produksi dalam prespektif Islam sebagai usaha manusia untuk memperbaiki, tidak hanya kondisi fisik materialnya, tetapi juga moralitas sebagai sarana untukmencapai tujuan hidup sebagaimana digariskan dalam Islam yaitu kebahagian dunia dan akhirat.48

46Ibid h.59-60.

47Irham Fahmi, Manajemen Produksi dan Operasi, (Bandung : Alfabeta, 2012), Cet. 1, h.2.

48Dityaningsih.blogspot.com/2016/01/norma-dan-etika-dalam-bidang-produksi.html, diakses pada tanggal 18 Januari 2016.

Memproduksi atau melakukan kegiatan proses produksi merupakan usaha untuk mengubah sesuatu barang menjadi barang lainnya atau usaha untuk mewujudkan sesuatu jasa. Untuk melakukan perubahan dan trasformasi tersebut diperlukan faktor-faktor produksi. Disamping itu diperlukan bahan mentah atau bahan setengah jadi yang kan ditransformasikan menjadi barang lain.49 Untuk memperoduksi dibutuhkan faktor-faktor produksi yaitu alat atau sarana untuk melakukan proses produksi seperti :50

1. Tanah

Land atau tanah yang dimaksud bukanlah sekedar tanah untuk ditanami atau untuk ditinggali saja, tetapi termasuk didalamnya segala sumber daya alam (natural resources). Dengan demikian istilah land atau tanah ini maksudnya adalah segala sesuatu yang bisa menjadi faktor produksi berasal dan tersedia dialam ii tanpa usaha manusia meliputi : a. Tenaga penumbuh yang ada didalam tanag, baik untuk pertanian,

perikanan maupun pertambanagan.

b. Tenaga air, baik untuk pengaira maupun pelayaran termasuk juga disini adalah air yang dipakai sebagai bahan pokok oleh perusahaan air minum.

c. Ikan dan mineral, baik ikan maupun mineral yang didarat (sungai, danau, tambak dan sebagainya) maupun ikan dan mineral laut.

d. Tanah yang diatasnya didirikan bangunan.

e. Bebatuan dan kayu.

49Sadono Sukirno dkk, Pengantar Bisnis,(Jakarta : Kencana Predana Media Group, 2013), Ed. Pertama, Cet. Ke-3, h. 148.

50http://www.ejournal.kopertasi4.or.id/tapalkuda/index.php/lisan/article. H. 24-25 oleh Misbahun Ali diakses pada tanggal 1 Juni 2013.

2. Manusia (tenaga kerja)

Dalam ekonomi yang dimaksud dengan istilah tenaga kerja manusia (labor) bukanlah semata-mata kekuatan manusia untuk mencangkul, mengergaji, bertukang dan segala kegiatan fisik lainnya.

Akan tetapi lebih luas lagi yaitu human resources (sumber daya manusia).

Dalam istilah atau human resources SDM itu tidak saja mencakup tenaga fisik atau tenaga jasmani manusia tetapi juga kemampuan mental atau kemampuan nonfisiknya. Tidak saja tenaga terdidik tetapi juga tenaga yang tidak terdidik, tidak saja tenaga terampil tetapi juga tidak terampil.

Maka dalam human resources kemampuan manusia yang dapat disumbangkan untuk memmungkinkan dilakukan proses produksi barang dan jasa.

3. Modal

Modal (capital) yaitu meliputi semua jenis barang yang dibuat untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain serta jasa-jasa.

Barang-barang yang disebut modal seperti mesin-mesin, pabrik-pabrik, jalan raya, pembangkit tenaga listrik, gudang serta semua peralatan. Modal juga mencakup arti uang yang tersedia didalam perusahaan untuk membeli mesin-mesin, serta faktor-faktor produksi lainnya.

4. Kecakapan Tata Laksana (Manajemen)

Kecakapan (skill) yang menjadi faktor keempat ini disebut juga dengan sebutan enterpreneurship. Enterpreneurship ini merupakan faktor produksi yang intagible (tidak dapat diraba), peranannya amat

menentukan. Seorang enterpreneurship mengordanisir ketiga faktor produksi lainnya agar dicapai hasil yang terbaik. Seorang enterpreneurship menanggung resiko untuk setiap jatuh bangun usahanya.

Keempat faktor produksi yang telah disebutkan diatas adalah unsur-unsur yang harus bekerja demi terlaksananya suatu proses produksi.

1. Tujuan Produksi

a. Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Setiap elemen masyarakat (individu maupun organisasi) memiliki berbagai kebutuhan untuk melangsungkan kehidupannya.

Produsen melakukan kegiatan produksi untuk menghasilkan produk atau menambah nilai guna suatu produk agar kebutuhan masyarakat tersebut terpenuhi dengan baik.

b. Memperoleh Keuntungan

Setiap produsen mengharapkan adanya keuntungan dari semua kegiatan produksi yang mereka lakukan. Seperti kita ketahui, untuk melakukan kegiatan produksi tentunya membutuhkan modal awal.

Ketika produk yang dihasilkan disalurkan ke masyarakat melalui proses jual beli. Maka produsen mengharapkan memperoleh margin keuntungan.51

2. Fungsi Produksi

Fungsi produksi ialah hubungan teknis antara faktor produksi dan barang produksi yang dihasilkan dalam proses produksi. Dalam bentuk umumnya fungsi produksi itu menunjukkan bahwa jumlah barang

51https://www.maxmanroe.com/vid/bisnis/pengertian-produksi.html#tujuan–bisnis.

diakses 31 juli 2019

produksi tergantung pada jumlah faktor produksi yang digunakan. Jadi barang produksi merupakan variabel tidak bebas (dependent variabel) dan faktor produksi merupakan variabel bebas (independent variabel).52

Secara umum fungsi produksi terbagi menjadi 4 (empat) yaitu :53 a. Proses (proces) adalah sebagai metode dan teknik yang digunakan

untuk pengolahan bahan. Proses produksi ini terdiri dari peralatan dan bahan-bahan yang dikombinasikan atau diolah menjadi barang-barang atau jasa yang diberikan kepada pelanggan.

b. Jasa (service) adalah layanan untuk menetapkan teknik-teknik sehingga proses dapat dipergunakan secara efektif. Jasa-jasa ini berhubungan dengan pengetahuan dan teknologi untuk menjamin kelangsungan proses produksi.

c. Perencanaan (planning) merupakan pedoman-pedoman dari kegiatan produksi untuk suatu dasar waktu tertentu. Perencanaan ini dibutuhkan untuk menjamin tujuan produksi dapat tercapai dan dilaksanakan secara efektif. Perencanaan ini berhubungan dengan :

d. Pengawasan (control) adalah kegiatan untuk menjamin bahwa kegiatan dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Pengawasan ini dilakukan meliputi, pengawasan kinerja, pengawasan kualitas, dan pengawsan program. Pengawasan produksi ini berguna untuk membandingkan antara rencana dengan kenyataannya, sehingga apabila terjadi

52 Suparmoko, Pokok-Pokok Ekonomika ,(Yogyakarta : BPFE Yogyakarta, 2000), Cet.

Pertama, Ed.1, h. 76.

53Irma Nilasari & Sri Wiludjeng, Pengantar Bisnis, (yogyakarta : Graha Ilmu, 2006), Cet.

Pertama, Ed. Pertama, h. 108

penyimpangan maka akan segera dilakukan tindakan koreksi sebelum barang atau jasa di pasarkan.54

3. Bentuk-bentuk Proses Produksi a. Proses Analytic dan Synthetic

Proses analytic merupakan suatu bentuk proses produksi yang menciptakan beberapa barang dari suatu jenis bahan mentah atau input.

Pada umumnya proses ini berlaku pada sesuatu barang yang dihasilkan oleh sektor primer terutama pertanian dan pertambangan menjadi beberapa barang setengah jadi atau barang jadi. Seperti memperoses minyak mentah, karet dan hasil kayu hutan merupakan contoh dari proses analytic.

Proses Synthetic yaitu proses ini menggabungkan beberapa input atau bahan mentah menjadi satu barang lain. Proses synthetic biasanya berlaku di industri pengolahan atau manufaktur.55

b. Proses Continuous dan Intermittent

Cara selanjutnya untuk mengolongkan bentuk proses produksi adalah dengan melihat bagaimana alat produksi digunakan dalam suatu tempat tertentu. Proses produksi digolongkan sebagai Continuous, atau beroperasi secara terus-menerus. Apabila proses produksi berlaku sepanjang waktu tanpa membuat perubahan terhadap susunan peralatan produksi yang digunakan.

54Ibid, h. 111

55 Op.Cit, Sadono Sukirno, h. 149.

Proses produksi bersifat intermittent apabila mesin tidak digunakan secara terus menerus dan dari waktu kewaktu alat produksi disesuaikan dengan perubahan barang yang akan di produksi. Sifat yang kedua ini merupakan sifat terpenting dari proses intermittent dan hal itu berlaku untuk menyesuaikan ciri barang yang diproduksi dengan keinginan konsumen.56

Selain dari sifat proses produksi adalah teknis yang terbagi dalam beberapa proses yaitu :57

1) Proses Ekstratif yaitu suatu proses produksi yang mengambil bahan-bahannya langsung dari alam. Proses ini terdapat pada produksi dasar. Contohnya penambangan batu bara, biji besi dan sebagainya.

2) Proses Febrikasi yaitu suatu proses pengelolahan bahan mentah menjadi barang jdi dalam bentuk lain. Contonhya pembuatan pakaian, sepatu dan jenis mebel tertentu.

3) Proses Analitik yaitu pemisahan dari suatu bahan menjadi beberapa macam barang yang hampir menyerupai atau jenis lainnya.

4) Proses Sintetik adalah pengombinasian beberapa bahan kedalam satu bentuk produk dimana produk akhir berbeda dengan aslinya karena ada perubahan fikis atau kimia.

5) Proses Perakitan yaitu menggabungkan komponen-komponen menjadi produk akhir dimana produk akhir tersebut saling berhubungan.

56Ibid, Sadono Sukirno, h. 150.

57OpCit, Irma Nilasari & Sri Wiludjeng, h.110.

6) Proses penciptaan jasa-jasa administrasi. Contohnya lembaga konsultasi dalam bidang administrasi keuangan.

E.1 Produksi dalam Islam

Islam mendorong pemeluknya untuk berproduksi dan menekuni aktivitas ekonomi dalam segala bentuknya seperti pertanian, perternakan, perburuan, industri, perdagangan dan sebagainya. Islam memandang setiap amal perbuatan yang menghasilkan benda atau pelayanan yang bermanfaat bagi manusia atau yang memperindah kehidupan mereka dengan mensejahterakan dan memakmurkan kehidupan. Dengan bekerja setiap individu dapat memenuhi kebutuhan hidup dirinya, memenuhi kebutuhan keluarganya, berbuat baik kepada kerabatnya, bahkan dapat memberikan pertolongan kepada masyarakat sekitarnya.

Produksi dalam Islam memiliki arti bentuk usaha keras dalam mengembangkan faktor-faktor sumber yang diperbolehkan secara syariah dan melipat gandakan pendapatan dengan tujuan kesejahteraan masyarakat, menopang eksistensi, serta meninggikan derajat manusia.58

Muhammad Abdul Mannan melihat produksi sebagai penciptaan guna (utiliity). Agar dapat dipandang sebagai utility dan dapat meningkatkan mensejahteraan ekonomi, maka barang dan jasa yang diproduksi itu haruslah hanya yang diperbolehkan dan menguntungkan (barang tang halal dan baik)” menurut Islam saja. Di dalam sistem ekonomi Islam produksi dilakukan baik untuk digunakan maupun untuk

58Lukman Hakim, Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam, (Surakarta : Erlangga, 2012), h. 65.

ditukarkan dan dengan demikian memadukan perekonomian tradisional dan pasar.59

Produksi memeiliki peranan penting dalam menentukan taraf hidup manusia dan kemakmuran suatu bangsa. Al-Qur’an telah meletakkan landasan yang sangat kuat terhadap produksi. Dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasul banyak dicontohkan bagaimana umat Islam diperintahkan untuk bekerja keras dalam mencari penghidupan dengan baik.60 Sebagaimana Firman Allah dalam surah Al-Qashash ayat 73 :



kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.”61

Ayat ini menunjukkan bahwa mementingkan kegiatan produksi merupakan prinsip yang mendasar dalam ekonomi Islam. Kegiatan produksi mengerucut pada manusia dan eksitensinya pemerataan kesejahteraan yang dilandasi oleh keadilan dan kemaslahatan bagi seluruh manusia dimuka bumi. Dengan demikian, kepentingan manusia yang sejalan dengan moral Islam harus menjadi fokus dan target kegiatan dari produksi.62

59 Muhamed Aslam Hanief, Pemikiran Ekonomi Islam Kontmporer Analisisi Komparatif Terpilih, Terj. Suherman Rosyidi, (Jakarta : Rajawali Pres, 2010), Cet.Ke-1, h..29.

60Rozalinda, Ekonomi Islam Teori Dan Aplikasinya Pada Aktivitas Ekonomi, (Jakarta : PT. RajawaliGrafindo Persada, 2016), Ed.1, Cet.ke-3, h.111.

61Dapartemen Agama RI, Al-Qur‟an Hafalan Tahfiz Metode 5 (Lima) Blok Warna dan Terjemah, (Bandung : Cardoba , 2018), h.394.

62 Opcit, Rozalinda, h.112..

Dalam produksi memiliki nilai-nilai yang penting yaitu :63 1. Ihsan dan Itqan (sungguh-sungguh dalam berusaha)

Islam tidak hanya memerintahkan manusia untuk bekerja dan mengembangkan hasil usahanya (produktivitas) akan tetapi Islam memandang setiap usaha seseorang sebagai ibadah kepada Allah dan jihad dijalan Allah. M.abdul Muni’in al-jamal mengemukan hal yang sama bahwa usaha dan peningkatan produktivitas dalam pandangan Islam adalah ibadah, bahkan aktivitas perekonomian ini dipandang semulia-mulianya nilai.

2. Iman, Takwa, Maslahah, dan Istiqomah

Iman, Takwa, Maslahah, dan Istiqomah merupakan pendorong yang sangat kuat untuk memperbesar produksi melalui kerja keras dengan baik, ikhlas, dan jujur dalam melakukan kegiatan produksi yang dibutuhkan untuk kepentingan umat, agama dan dunia.

3. Bekerja pada Bidang yang dihalalkan Allah

Akhlak yang harus diperhatikan seorang muslim dalam bidang produksi secara pribadi maupun kolektif adalah bekerja pada bidang yang dihalalkan Allah.

Setiap usaha yang mengandung unsur kezaliman dan mengambil hak orang lain dengan jalan yang batil, seperti mengurangi takaran, timbangan dan sebagainya memperoleh sesuau yang tidak diimbangi dengan kerja atau pengorbanan yang setimpal seperti riba dan sejenisnya.

Harta yang dihasilkan dari barang haram seperti khamar atau bekerja

63Ibid, h. 127.

dibidang pkerjaan yang tidak dibenarkan menurut syariat seperti kerja di bar atau diskotik diharamkan Islam.

F. Distribusi

Distribusi adalah kegiatan menyalurkan sebuah produk yang dibuat oleh seorang produsen baik berupa barang atau jasa sehingga produk tersebut sampai ketangan konsumen dan tersebar luas.64

Menurut Basu Swastha distribusi adalah saluran peamsaran yang dipakai oleh pembuat produk untuk mengirimkan produknya ke industri atau konsumen. Lembaga yang terdapat dalam saluran distrbusi adalah produsen, distributor, konsumen atau industri.65

Distribusi dapat diartikan sebagai kegiatan pemasaran yang berusaha memperlancar dan mempermudah penyampaian barang dan jasa dari produsen kepada konsumen, sehingga penggunaannya sesuai dengan dengan yang diperlukan (jenis, jumlah, barang, tempat dan saat dibutuhkan).

Distribusi adalah organisasi-organisasi yang saling tergantung yang tercakup dalam proses yang membuat produksi atau jasa menjadi tersedia untuk digunakan atau dikonsumsi. mereka adalah perangkat jalur yang dikuti produk atau jasa setelah produksi, yang berkulminasi pada pembeli dan oleh penggunaan oleh pemakai akhir.66

64https://www.google.com/amp/s/www.kompasiana.com/amp/sagitanova/dec28/standar -prinsip-distribusi-dalam-ekonomi-islam. Diakses pada tanggal 28 Februari 2019, oleh, Sagita Novasabaniar.

65 https://www.dosenpendidikan.co.id/distribusi/, diposting pada tanggal 17 Mei 2019, oleh Dosen Pendidikan 2.

66 Ejournal.unsrat.ac.id, Promosi,Distribusi, Harga Pengaruhnya Terhadap Pembelian Rokok Surya Promild, diakses oleh Jilly Bernadette Mandey, diakses pada Desember 2013.

Dari defenisi-defenisi distribusi dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan distribusi adalah mekanisme atau sistem yang menjadi penghubung atau media antara hasil dari kegiatan produksi (produk) kepada konsumen.

1. Tujuan Distribusi

a. Menjamin kelangsungan kegiatan produksi

Proses distribusi yang berjalan dengan baik akan membantu kegiatan produksi. Dengan melakukan kegiatan distribusi maka produk yang telah dihasilkan tidak tertahan digudang produsen tetapi berpindah ke tangan distributor.

b. Menjamin produk sampai ke konsumen

Sesuai dengan tujuan utamanya kegiatan distribusi akan memastikan produk dari produsen dapat sampai ke konsumen. Proses distribusi ini bisa dilakukan dengan cara pengenalan barang (promosi) hingga proses pengiriman barang kosumen.67

c. Tercapainya pemerataan produksi.

d. Menjaga kontinuitas produksi.

e. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi.

f. Meningkatkan nilai guna barang dan jasa.68 2. Fungsi Distribusi

Fungsi distribusi dikelompokkan menjadi dua yaitu fungsi pokok dan fungsi tambahan :69

67https://www.maxmanroe.com/vid/marketing/pengertian-distribusi.html, diakses 1 Agustus 2019.

68 https://www.artikelsiana.com. Diakses pada tanggal 22 Agustus 2015.

a. Fungsi Pokok Distribusi

Fungsi pokok distribusi sebagai berikut : 1) Pengangkutan (transportasi)

Pada umumnya tempat kegiatan produksi berbeda dengan tempat konsumen. Perbedaan tempat ini harus diatasi dengan suatu kegiatan pengangkutan seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan mangkin majunya sebuah teknologi, kebutuhan manusia semakin banyak. Hal ini mengakibatkan barang yang disalurkan semakin besar sehingga membutuhkan alat transportasi.

2) Penjualan (selling)

Dalam pemasaran barang selalu ada aktivitas menjual yang dilakukan oleh produsen. Pengalihan hak dari tangan produsen kepada konsumen bisa dilakukan dengan penjualan.

3) Pembelian (buying)

Setiap ada penjualan berarti ada aktivitas pembelian. Bila penjualan barang dilakukan oleh produsen maka pembelian dilakukan oleh orang yang membutuhkan barang tersebut.

4) Penyimpanan (stooring)

Sebelum barang-barang disalurkan kepada konsumen, biasanya disimpan terlebih dahulu. Hal itiu untuk menjamin kesinambungan, keselamatan dan keutuhan barang-barang, perlu adanya suatu penyimpanan (pergudangan).

69 https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-fungsi-tujuan-dan-jenis-distribusi-beserta-contohnya-lengkap/ diakses 22 Juni 2019, oleh Bitar.

5) Pembakuan standar kualitas barang

Dalam setiap transaksi jual beli banyak penjual atau pembeli selalu menghendaki adanya ketentuan mutu, jenis dan ukuran barang yang akan diperjual belikan. Oleh sebab itu perlu adanya pembakuan standar seperti jenis, ukuran ataupun kualitas barang yang akan diperjual belikan.

6) Penanggung resiko

Seorang distributor menanggung resiko baik kerusakan ataupun penyusutan barang.

b. Fungsi tambahan distribusi

Fungsi tambahan distribusi adalah sebagai berikut : 1) Menyeleksi

Suatu kegiatan ini biasanya diperlukan untuk distribusi hasil pertanian dan produksi yang dikumpulkan dari beberapa pengusaha.

2) Mengepak atau mengemas

Untuk menghindari adanya suatu kerusakan atau hilang dalam pendistribusian maka barang harus dikemas dengan baik.

3) Memberi informasi

Untuk memberi kepuasan yang maksimal kepada konsumen, produsen harus memberi informasi secukupnya kepada perwakilan daerah atau kepada konsumen yang dianggap perlu informasi,. Informasi yang paling tepat bisa melalui iklan.

3. Sistem Distribusi

Untuk mencapai tujuan distribusi ada beberapa cara yang harus dilakukan agar barang sampai kepada konsumen. Cara tersebut antara lain:70

a. Distribusi langsung adalah mendistribusikan barang atau jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen.

b. Distribusi semi langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen.

c. Distribusi tidak langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, makelar, komisioner, pedagang kecil yang bertindak sebagai pedagang perantara.

F.1 Saluran Distribusi

David A. Rezan dalam Marketing Proganization Trough The Channel mendefenisikan saluran distribusi sebagai satu jalur yang dilalui oleh arus barang-barang dari produsen ke perantara dan akhirnya sampai kepada pemakai. Namun American Marketing Association mendefenisikan saluran distribusi suatu satu struktur yaitu organisai dalam perusahaan dan luar perusahaan yang terdiri atas agen, dealer, pedagang besar dan pengecer, yang melalui komoditi, produk atau jasa dipasarkan.71

70 www.ensikloblogia.com/2016/08/pengertian-distribusi-sistem-distribusi-.html. Diakses pada tanggal 13 Agustus 2016, oleh Ensikloblogia.

71 David Sukardi Kodrat, Manajemen Distribusi Old Distribution Channel And Postmo Distribution Channel Approach Berbasisi Teori Dan Praktik, (Yogyakarta : Graha Ilmu, 2009), Cet.Pertama, h. 20.

Philip Kotler menyatakan saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yanh melakukan semua kegiatan (fungsi) yang digunakan untuk

Philip Kotler menyatakan saluran distribusi terdiri dari seperangkat lembaga yanh melakukan semua kegiatan (fungsi) yang digunakan untuk

Dokumen terkait