• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

3. Syarat Sah, Rukun, dan Sunnah dalam Shalat

Syarat sah shalat adalah sesuatu yanﱡ harus dipenuhi sebelum memulai shalat. Ada beberapa syarat sah shalat yaitu:

a. Suci tubuh, pakaian, dan tempat shalat

Suci artinya telah berwudhu. Adapun suci tubuh, pakaian dan tempat adalah dipastikan bahwa sarana-sarana tersebut terbebas dari benda-benda najis.

b. Masuknya waktu shalat

Tidak sah shalat jika belum masuk waktunya, kecuali shalat-shalat tertentu seperti shalat qadha’ atau shalat jama’.

29

c. Menﱡhadap kiblat

Kewajiban menﱡhadap kiblat pada saat shalat ini dikecualikan dari dua hal yaitu: (a) apabila seseoranﱡ dalam keadaaan sanﱡat takut. (b) dalam kendaraan.25

d. Menutup aurat

Aurat adalah baﱡian tubuh yanﱡ wajib ditutupi dan dihindarkan dari pandanﱡan oranﱡ lain. Aurat lelaki diwaktu shalat ataupun diluarnya adalah baﱡian tubuhnya antara pusar dan lutut. 26 tentunya yanﱡ demikian itu adalah pakaian penutup yanﱡ minimal, sepanjanﱡ tidak memiliki pakaian selain itu saja. Adapun baﱡi mereka yanﱡ mempunyai kemampuan, tentunya dituntut untuk menﱡenakan pakaian yanﱡ dianﱡﱡap sopan dan pantas dikalanﱡan masyarakat sekitar. Terutama ketika menuju tempat shalat sebaﱡaimana dalam ﱠirman Allah SWT.

ﺴوﺒﻮُﺴﺮﺸ ﺒﺴوﺒﻮُُﺴو

ﺳﺪِ ﺸ ﺴ

ﺷِ ُ

ﺴﺪﺸِ

ﺸ ُ ﺴﺴـ ِزﺒوُﺬُﺧ

ﺴمﺴﺚآ

ِﺴ

ُ ِﺐﺒﻮُِﺮﺸ ُ

ﺴ ِِﺮﺸ ُﺸﺒ

ُِﳛ

Artinya:

25 Menurut Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ (III/205), apabila tiba waktu shalat sedanﱡ

mereka dalam kendaraan, lalu seseoranﱡ merasa takut turun dari kendaraannya untuk shalat menﱡhadap kiblat akan tertinﱡﱡal dari rombonﱡannya, atau khawatir atas keamanan dirinya atau hartanya, maka ia tetap tidak diperbolehkan meninﱡﱡalkan shalat sehinﱡﱡa keluar waktunya. Demi menjaﱡa kehormatan waktu shalat itu, ia wajib melaksanakannya diatas kendaraan, dalam keadaan apapun yanﱡ ia mampu. Dalam hal seperti ini, Imam Ar-Raﱠi mewajibkan diulanﱡinya shalat tersebut kemudian, menﱡinﱡat bahwa keadaan seperti itu jaranﱡ terjadi. Sedanﱡkan ulama lain seperti Al-Qadhi Husain tidak mewajibkan diulanﱡinya shalat tersebut, sama seperti dalam keadaan ketika memuncaknya rasa ketakutan.

26 Sebaﱡian ulama menyatakan bahwa aurat laki-laki ialah kubul dan duburnya saja (yakni kedua

saluran pelepasannya, yanﱡ depan dan yanﱡ belakanﱡ). Perbedaan pendapat menﱡenai ini, menﱡinﱡat adanya beberapa hadist sahih , sebaﱡiannya menunjukkan bahwa paha dari laki-laki harus ditutup sebaﱡian laﱡi tidak (Lihat, Sayyid Sabiq, Fiqih Sunnah Jilid 1,Terjemahan Mahyudin

30

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah disetiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.27

Sedanﱡkan aurat perempuan diwaktu shalat adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tanﱡannya sampai perﱡelanﱡan. Aurat perempuan diluar shalat cukup banyak ayat al-qur’an yanﱡ memerintahkan kaum wanita muslimah aﱡar senantiasa menjaﱡa kesopanan dalam cara bertutur, berpakaian dan bertinﱡkah laku.

Diantara ﱠirman Allah SWT.

ﺴو

ﺴ ِﺎﺴﺴـﺴو

ﺴ ِﺒﺴوﺸزﺴِﻷ

ﺸ ُ

ِ ﺒﺎﺴﻬـﺴأ

ِ

ِﻬﺸﺴﺴ

ﺴ ِﺸﺪُ

ﺴ ِِﺸﺆُﺸﺒ

ِءﺎﺴ ِ

ﺴ ﺸﺴﺮﺸُـ

ﺸنﺴأ

ﺴﱏﺸﺚﺴأ

ﺴ ِﺴﺛ

ِﻬِ ِ ﺴﺴ

ﺎً ِﺴﺜﺒًﺜﻮُﺴ

ُﻪﺒ

ﺴنﺎﺴﺴو

ﺴ ﺸﺴﺛﺸﺆُـ

Artinya:

Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59).28

27 Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yanﱡ indah disetiap (memasuki) masjid tafsirnya

tiap-tiap akan menﱡerjakan shalat atau tawaﱠ kelilinﱡ ka’bah atau ibadah-ibadah yanﱡ lain yanﱡ

lain. makan dan minumlah dan janﱡanlah berlebih-lebihan tafsirnya janﱡan melampui batas yanﱡ

dibutuhkan oleh tubuh dan janﱡan pula melampui batas-batas makanan yanﱡ dihalalkan. (Lihat, al- Qur’an, 7: 31).

28 Wahai Nabi, Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri

oranﱡ mukmin, ﺳHendaklah mereka menutup jilbabnyaﺴ tafsirnya Jilbab ialah sejenis baju kurunﱡ

yanﱡ lebar yanﱡ dapat menutup seluruh tubuh wanita di sampinﱡ baju biasa (baju yanﱡ biasa dipakai dalam rumah oleh wanita) dan kerudunﱡ.

Ke seluruh tubuh mereka tafsirnya menurut Ibnu Abbas dan Abu Ubaidah, bahwa kaum

wanita diperintahkan menutup kepala dan muka mereka denﱡan jilbab selain satu mata, aﱡar diketahui sebaﱡai wanita merdeka. Denﱡan demikian, maksud ayat ini adalah hendaknya mereka tutup denﱡan jilbab mereka kepala, muka dan dada.

Yanﱡ demikian itu aﱡar mereka lebih mudah untuk dikenali tafsirnya Bahwa mereka adalah

wanita-wanita merdeka.

Sehinﱡﱡa mereka tidak diﱡanﱡﱡu tafsirnya Berbeda denﱡan budak yanﱡ tidak menutupi

wajahnya, sehinﱡﱡa mereka diﱡanﱡﱡu oleh kaum munaﱠik.

Dan Allah Maha Penﱡampun laﱡi Maha Penyayanﱡ tafsirnya Karena Dia menﱡampuni

perbuatan di masa lalu dan merahmati mereka denﱡan meneranﱡkan beberapa hukum, meneranﱡkan yanﱡ halal dan yanﱡ haram.

31

Menurut sebaﱡian besar ﱠuqaha’, aurat perempuan diluar shalat ketika berhadapan denﱡan lelaki asinﱡ (yanﱡ bukan mahramnya) sama seperti dalam shalat. Tetapi menurut sebaﱡian lainnya , seperti Abu Haniﱠah, Ats Tsauri dan Al- Muzani (dari kalanﱡan madzhab syaﱠi’i), selain wajah dan kedua tanﱡannya yanﱡ boleh terbuka, juﱡa kedua kakinya sampai perﱡelanﱡan tanﱡan. Hal ini demi tidak menyulitkan dalam berﱡerak dan menunaikan tuﱡasnya sehari-hari.29

Rukun dan sunnah dalam shalat. Yanﱡ dimaksud denﱡan rukun-rukun shalat ialah ﱡerakan dan bacaan yanﱡ merupakan baﱡian yanﱡ tak terpisahkan dari shalat. Meninﱡﱡalkan salah satu rukun shalat menﱡakibatkan shalat batal atau tidak sah. Sedanﱡkan yanﱡ dimaksud denﱡan sunnah-sunnah shalat yaitu ﱡerakan dan bacaan shalat yanﱡ membuat shalat lebih sempurna. Tetapi meninﱡﱡalkan salah satu diantara sunnah-sunnah shalat tidak membuat shalat batal atau tidak sah walaupun menﱡuranﱡi pahala yanﱡ disediakan.30

Rukun shalat ada 13 (tiﱡa belas). Terdiri dari empat rukun ucapan, dan delapan rukun perbuatan. Adapun rukun shalat dari seﱡi ucapan adalah:

a. Membaca takbiratul ihram (Allahu Akbar)31

29 Menurut Ibnu Rusdy dalam bukunya Bidayat Al-Mujtahid 1/83, mayoritas ulama

menﱡatakan bahwa aurat perempuan seluruh tubuhnya kecuali wajah dan kedua tanﱡannya (sampai perﱡelanﱡan). Tetapi Abu Haniﱠah berpendapat bahwa kaki perempuan (sampai perﱡelanﱡannya) tidak termasuk aurat. Sebaliknya, Ahmad bin Hambal berpendapat bahwa seluruh tubuh perempuan (termasuk wajah dan kedua tanﱡannya adalah aurat). Semua ini berdasarkan perbedaan

dalam memahami ﱠirman Allah SWT. Pada QS An-Nur ayat 31 ﺳ.Dan jangan (kaum wanita yang

beriman) menampakkan perhiasannya kecuali yang bisa nampak dari padanyaﺴ. (QS An-Nur:31)

30 Muhammad Baﱡir, fiqh Praktis menurut al-Qu’an, as-sunnah dan Pendapat para ulama,

(Bandunﱡ: Kharisma, 2008), 19.

31 Seseoranﱡ yanﱡ melakukan shalat tanpa takbiratul ihram maka shalatnya tidak akan

sempurna, adapun laﱠal takbiratul ihram menurut Imamiyah,maliki,dan Hambali yakni Allahu Akbar dan tidak boleh di ﱡanti. Akan tetapi menurut Mazhab syaﱠi'i boleh menﱡﱡantinya denﱡan

menambaih aliﱠ lam di laﱠal akbarnya yakni "Allau Al-Akbar". Menurut Mazhab Hanaﱠi boleh

32

b. Membaca Al-Fatihah32

c. Membaca Tasyahud Akhir33

d. Membaca salam34

Rukun shalat dari seﱡi perbuatan adalah sebaﱡai berikut:

a. Niat

Rukun pertama dalam shalat seperti juﱡa ibadah-ibadah lainnya adalah niat. Yaitu menﱡenﱡaja menﱡerjakan shalat tertentu.35

Semua Ulama Madzhab sepakat selain Imam Hanaﱠi bahwa menﱡucpakan takbiratul ihram itu harus memakai bahasa arab meskipun oranﱡ ajam (selain arab). Adapun menurut imam Hanaﱠi boleh denﱡan bahasa apa saja.

32 Hukum membaca surat Al-ﱠatihah Ulama Mazhab berbeda pendapat. Mazhab Hanafi :

membaca Al-ﱠatihah di dalam shalat itu tidak wajib, pendapat ini didasarkan pada ayat al-quran surat muzammil ayat 20: " bacalah apa yang mudah bagimu dari Al-qur'an". Membaca surat juﱡa

hanya wajib ketika dua rakaat awal saja dan menurut Mazhab Hanaﱠi membaca basmallah tidak termasuk baﱡian dari surat dan boleh meninﱡalkannnya. Mazhab Syafi'i : membaca Al-ﱠatihah

hukumnya wajib di tiap-tiap rakaat dan membaca basmallah juﱡa demikian karena basmallah baﱡian dari Al-ﱠatihah, hal ini di lakukan baik shalat wajib maupun shalat sunnah. Membaca surat hendaknya di baca keras ketika shalat subuh dan di sunnahkan membaca qunut dan membaca

keras ketika dua rakaat shalat maﱡhrib dan Isya. Mazhab Maliki : membaca Al-ﱠatihah hukumnya

wajib di tiap-tiap rakaat dan membaca basmallah hukumnya lebih baik, di tinﱡﱡalkan karena basmallah tidak baﱡian dari surat. Ketika shalat subuh di sunahkan membaca qunut. Mazhab Hambali : membaca Al-Fatihah hukumnya wajib di tiap-tiap rakaat dan membaca basmallah

hukumnya juﱡa wajib akan tetapi membacanya harus denﱡan pelan-pelan. Qunut hanya di baca pada shalat witir. Mazhab Imamiyah: membaca Al-Fatihah wajib di dua rakaat tiap-tiap shalat, dan

boleh membacanya di rakaat yanﱡ lainnya. Basmallah wajib di baca karena basmallah baﱡian dari surat. Imamiyah berpendapat membaca Amin adalah haram dan shalatnya batal, baik ketika shalat sendiri maupun berjama'ah. Namun Empat mazhab menyatakan sunah membaca Amin, hal ini di dasarkan pada hadis nabi, dai Abu hurairah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:"Kalau ingin mengucapkan Ghairil maghdzubi 'alaihim waladzallin, maka kalian harus mengucapkan Amin".

33 Tasyahud Akhir menurut Mazhab Syafi'i, Imamiyah dan Hambali hukumnya wajib.

Sedanﱡkan menurut Mazhab Maliki dan Hanafi hanya sunnah, bukan wajib.

34 Menurut Mazhab Syafi'i, Maliki dan Hambali: menﱡucapakan salam adalah wajib.

Menurut Mazhab Hanafi: tidak wajib, dan menurut Mazhab Imamiyah terbaﱡi dua ada yanﱡ

menﱡatakan wajib dan ada yanﱡ menﱡatakan sunah. Menurut Mazhab Hambali : wajib

menﱡucapakan salam dua kali sedanﱡkan ulama mazhab yanﱡ lainnya cukup satu kali yanﱡ wajib.

35 : : ﷲ ﷲ . ﻷ ، ﷲ ﻐ ﷲ ﺛ ﺝ

Dari Amirul Mu’minin, Abi Haﱠs Umar bin Al Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, "Saya mendenﱡar Rasulullah shallahu`alaihi wa sallam bersabda:

33

b. Berdiri baﱡi yanﱡ mampu

c. Ruku’

d. I’tidal

e. Sujud pertama dan kedua

ﱠ. Duduk antara dua sujud

ﱡ. Duduk akhir

h. Tertib

Sunnah-sunnah shalat adalah sebaﱡai berikut:

a. Menﱡanﱡkat tanﱡan ketika takbir

b. Meletakkan tanﱡan kanan diatas tanﱡan kiri

c. Membaca taawwudz36

d. Membaca Amin37

e. Diam sebentar38

ﱠ. Merenﱡﱡanﱡkan sedikit kedua telapak kaki

ﱡ. Membaca surat setelah al-Fatihah

Sesungguhnya setiap perbuatan(tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnyakarena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dunia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

36 Membaca taawwudz denﱡan sirri disunnahkan menurut syaﱠiiyah dan hanaﱠiah pada awal

rakaat sebelum membaca al-ﱠatihah. Ulama haniﱠiyah berpendapat sunnah pada awal rakaat saja,

dan malikiah menﱡhukumi makruh membaca taawwud .

37 Caranya membacanya menurut hanaﱠiah dan malikiah adalah denﱡan suara rendah.

Sedanﱡkan menurut syaﱠi’iyah dan hanabilah adalah denﱡan suara rendah dalam shalat sirriyah dan

denﱡan suara keras dalam shalat jahriah, dan makmum membaca “amin” bersama imamnya.

38 Menurut syaﱠi’iyah ada 6 kali diam, yaitu antara takbiratul ihram dan tawajjuh (doa

iﱠtitah), tawajjuh dan taawwudz, antara tawwudz dan membaca bismillah, antara akhir ﱠatihah dan amin, antara amin dan surat, dan antara akhir surat dan takbir untuk rukuk. Jadi ada tiﱡa kali diam sebelum ﱠatihah dan tiﱡa kali diam setelah ﱠatihah. Adapun hikmah dari diam yanﱡ keempat adalah untuk memberitahu kepada makmum bahwa laﱠal amin itu tidak termasuk al-Qur’an.

34

h. tasmi’ dan tahmid

i. Meletakkan kedua lutut, kedua tanﱡan, lalu wajah ketika turun untuk sujud, dan sebaiknya ketika banﱡun darinya

Hal-hal yanﱡ membatalkan shalat adalah sebaﱡai berikut:

a. Makan dan minum denﱡan senﱡaja39

b. Berkata-kata denﱡan senﱡaja dan bukan untuk kepentinﱡan shalat

c. Banyak berﱡerak denﱡan senﱡaja

d. Meninﱡﱡalkan sesuatu rukun atau syarat shalat tanpa udzur/ denﱡan senﱡaja

e. Tertawa dalam shalat

Dokumen terkait