E. Teknik Analisis Data
10. Tabel 4.19 : Apakah Bapak/Ibu Guru memanfaatkan umpan balik itu demi belajar meningkatkan keprofesionalisme Bapak/Ibu
Guru dalam proses belajar mengajar.
Pertanyaan 10
Pilihan jawaban
Selalu Sering Kadang Hampir Tidak Perna jml
frekuensi 7 21 5 0 1 34
persentase (%) 20,58 61,74 14,70 0 2,94 100
Sumber: Hasil angket motivasi guru pertanyaan 10
Untuk pertanyaan 10 “Apakah Bapak/Ibu Guru memanfaatkan umpan balik itu demi belajar meningkatkan keprofesionalisme Bapak/Ibu Guru dalam proses belajar mengajar”. Dari hasil penelitian pada tabel diatas menggambarkan dari 34 responden menyatakan bahwa 7 orang atau 20,58% yang menyatakan selalu, 21 orang atau 61,74% menyatakan sering, 5 orang atau 14,70% yang menyatakan kadang, tidak ada atau 0%
menyatakan hampir tidak pernah dan 1 orang atau 2,94%yang menyatakan tidak perna.
c. Hasil kolerasi antara gaya kepemimpinan kepala sekolah (X) dengan motivasi guru dalam mengajar (Y)
Teknik kolerasi yang digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variasi yaitu X dan Y, dengan rumus :
rxy= ∑ – ∑ ( ∑ )
∑ ( ∑ ) ∑ ( ∑ )
Keterangan:
rxy = Hubungan variable X dengan variable Y X = Nilai variable X
Y = Nilai variabel Y N = Jumlah responden Tabel 4.20 Tabel Nilai X dan Y
NO Nama Responden X Y
1 Responden 1 30 48
2 Responden 2 31 42
3 Responden 3 36 38
4 Responden 4 25 34
5 Responden 5 26 33
6 Responden 6 39 48
7 Responden 7 32 41
8 Responden 8 31 42
9 Responden 9 33 46
10 Responden 10 30 40
11 Responden 11 39 43
12 Responden 12 31 45
13 Responden 13 28 41
14 Responden 14 33 44
15 Responden 15 36 45
16 Responden 16 33 45
17 Responden 17 34 46
18 Responden 18 36 48
19 Responden 19 36 41
20 Responden 20 30 41
21 Responden 21 32 41
22 Responden 22 32 40
23 Responden 23 32 39
24 Responden 24 32 39
25 Responden 25 32 38
26 Responden 26 31 35
27 Responden 27 34 35
28 Responden 28 33 35
29 Responden 29 31 37
30 Responden 30 30 35
31 Responden 31 34 37
32 Responden 32 32 37
33 Responden 33 33 37
34 Responden 34 8 10
Hitungan koefisien korelasi (rxy) dari variable bebas ( variable X ) dan variable terikat ( variable Y ) sebagai berikut :
Tabel 4.21 : Tabel Penolong Untuk Menghitung Kolerasi Antara X dan Y
NO Nama Respondn X Y X2 Y2 XY
1 Responden 1 30 48 900 2304 1440
2 Responden 2 31 42 961 1764 1302
3 Responden 3 36 38 1296 1444 1368
4 Responden 4 25 34 625 1156 850
5 Responden 5 26 33 676 1089 858
6 Responden 6 39 48 1521 2304 1872
7 Responden 7 32 41 1024 1681 1312
8 Responden 8 31 42 961 1764 1302
9 Responden 9 33 46 1089 2116 1518
10 Responden 10 30 40 900 1600 1200
11 Responden 11 39 43 1521 1849 1677
12 Responden 12 31 45 961 2025 1395
13 Responden 13 28 41 784 1681 1148
14 Responden 14 33 44 1089 1936 1452
15 Responden 15 36 45 1296 2025 1620
16 Responden 16 33 45 1089 2025 1485
17 Responden 17 34 46 1156 2116 1564
18 Responden 18 36 48 1296 2304 1728
19 Responden 19 36 41 1296 1681 1476
20 Responden 20 30 41 900 1681 1230
21 Responden 21 32 41 1024 1681 1312
22 Responden 22 32 40 1024 1600 1280
23 Responden 23 32 39 1024 1521 1248
24 Responden 24 32 39 1024 1521 1248
25 Responden 25 32 38 1024 1444 1216
26 Responden 26 31 35 961 1225 1085
27 Responden 27 34 35 1156 1225 1190
28 Responden 28 33 35 1089 1225 1155
29 Responden 29 31 37 961 1369 1147
30 Responden 30 30 35 900 1225 1050
31 Responden 31 34 37 1156 1368 1258
32 Responden 32 32 37 1024 1368 1184
33 Responden 33 33 37 1089 1368 1221
34 Responden 34 8 10 64 100 80
JUMLAH 1075 1346 34861 54785 43471
Dengan demikian dapat ditemukan nilai sebagai berikut :
∑X = 1075
∑Y = 1346
∑ = 34861
∑Y2 = 54785
∑XY = 43471
r
xy= – ( )² . ²
=
√ .
=√ .
=
r
xy= 0,79Selanjutnya penulis menghitung koefisien determinasi untuk mengetahui seberapa besar pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X) terhadap motivasi guru dalam mengajar (Y). Adapun perhitungan koefisien determinasi (KD) yang penulis manfaatkan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah (X) dengan motivasi guru dalam mengajar (Y) sebagai berikut dengan (r = 0,79 ) :
= × 100% = 0,79 × 100%
= 0,6241 × 100%
= 62,41%
Artinya, gaya kepemimpinan kepala sekolah (X) dengan motivasi guru dalam mengajar (Y) sebesar 62,41% sisa 37,59% ditentukan oleh variabel lain.
Setelah didapkan r table , kemudian dilakukan uji hipotesis ( uji-t ) untuk mengetahui signifikansi hubungan antara gaya kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi guru dalam mengajar dengan rumus : t = √
didapatkan nilai t hitung selanjutnya dibandingkan dengan t table Nilai t tabel pada df N = 34 pada taraf signifikansi 5% sebesar 0,339, berarti t hitung lebih besar dari pada t table. Artinya ada pengaruh yang signifikan antara pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi guru dalam mengajar di SMK Negeri 6 Makassar atau Hipotesa Alternatif Diterima.
B. PEMBAHASAN
Hasil penelitian menunjukan bahwa gaya kepemimpinan yang diterapkan di SMK Negeri 6 Makassar adalah gaya kepemimpinan demokratis. Dalam uji
hipotesis menunjukan bahwa gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan . Berdasarkan hasil olah data, variabel gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi guru dalam mengajar yang dibuktikan dengan t hitung = (12,05) > t table ( 0,339 ). Hal tersebut membuktikan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah mempengaruhi motivasi guru dalam mengajar di SMK Negeri 6 Makassar.
Berdasarkan analisis tersebut, bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaru positif terhadap motivasi guru dalam mengajar. Gaya kepemimpinan merupakan factor yang sangat penting dalam melaksanakan tugas pengelolaan sekolah karena dengan adanya gaya kepemimpinan maka kinerja guru akan dapat berjalan dengan baik. Hal tersebut sesuai dengan penelitian , kontribusi gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi guru dalam mengajar sebesar 62,41% sisa 37,59% di tentukan oleh variabel lain.
Kepala sekolah perlu untuk meningkatkan kemampuannya dalam menerapkan gaya kepemimpinan yang tepat yang dapat digunakan dalam memimpin bawahannya. Dengan adanya peningkatan gaya kepemimpinan, maka kepala sekolah dapat meningkatkan kemampuan nya dalam memimpin bawahannya. Hal tersebut berarti bahwa motivasi guru dalam mengajar akan meningkat sejalan dengan peningkatan gaya kepemimpinan yang digunakan oleh kepala sekolah.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap motivasi guru dalam mengajar karena guru yang memperoleh skor angket yang tinggi maka hasil kinerjanya juga tinggi
sebaliknya guru yang memperoleh skor angket yang rendah maka hasil kinerjanya juga rendah. Kerena guru merupakan faktor penting bagi pengelolaan kurikulum disekolah, bahkan sangat menentukan berhasil atau tidaknya peserta didik dalam belajar. Guru harus mampu menjadi fasilitator dan mitra belajar bagi peserta didik.
67 A. Simpulan
Gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat diartikan sebagai persepsi para guru dan seluruh karyawan suatu sekolah terhadap pola prilaku atau bentuk dari tata cara seorang kepala sekolah dalam mempengaruhi para bawahannya supaya mau mengerjakan tugasnya dengan senang hati untuk mencapai tujuan dari sekolah tersebut.
Berdasarkan analisis data, hasil penelitian dan hasil pengujian hipotesis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Terdapat hubungan yang positif antara gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi guru dalam mengajar ditunjukan oleh hasil perhitungan dari koefisien korelasi (r) yaitu 0,79. Dengan memperhatikan besarnya rxy (yaitu = 0,79), yang berkisar antara 0,600-0,799 berarti korelasi positif antara variabel X dan variabel Y termaksud korelasi kuat. Berdasarkan pengujian hipotesis ternyata nilai (12,05) lebih besar dari pada (0,339) karena lebih besar dari maka hipotesis alternatif (Ha) yang berbunyi ada pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi guru diterima dan nilai nihil (Ho) ditolak.
Pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah ditujukan oleh hasil dari perhitungan koefisien determinan, dengan perolehan nilai sebesar62,41%.
Berdasarkan analisis tersebut, bahwa gaya kepemimpinan kepala sekolah memiliki pengaruh positif terhadap motivasi guru dalam mengajar. Gaya kepemimpinan merupakan factor yang sangat penting dalam melaksanakan tugas
pengelolaan sekolah karena dengan adanya gaya kepemimpinan maka kinerja guru akan dapat berjalan dengan baik.
B. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, maka dapat diajukan saran-saran sebagai berikut :
1. Bagi kepala sekolah
Bagi kepala sekolah gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru mengandung pengaruh yang positif, maka dapat disarankan agar kepala sekolah berusaha untuk lebih dapat meningkatkan kinerja guru dengan memberikan pengaruh yang positif melalui kepemimpinannya untuk dapat meningkatkan motivasi dan kinerja guru .
2. Bagi guru
Bagi guru untuk dapat selalu meningkatkan motivasinya dalam mengajar karena dengan motivasi yg tinggi maka kinerja guru akan baik, pendidikan akan dapat tercapai sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan bersama. Peningkatan tersebut harus didukung oleh keputusan guru sebagai bawahan terhadap kepala sekolah sebagai atasannya. Hal itu dapat dilakukan dengan mematuhi segala kebijakan yang diberikan oleh kepemimpinan kepala sekolah, guna untuk mencapai tujuan dalam pendidikan.
69
Arikunto, 2014. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Ermaya, 1999. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung.
Hadi, S. 1979. Bimbingan Menulis Skripsi-Thesis, Jilid I dan II. Yogyakarta:
yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi Universitas Gaja Madah.
Hasibuan, 2006. Manajemen Dasar, Pengertian, dan Masalah, Edisi Revisi.
Jakarta: Bumi Aksara.
Hersey Blanchard, 1982. Manajemen Perilaku Organisasi Pendayagunaan Sumber Daya Manusia, Edisi Keempat (terjemahan). Jakarta: Penerbit Erlangga.
Indra fachrudi Soekarto, R, H, Dr. 2006. Bagaimana Pemimpin Sekolah Yang Efektif. Bogor: Ghalia Indonesia Jakarta: Kencana.
Majid, Abdul, M. pd. 2013. Strategi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakaraya.
Margono, 2005. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
McClelland, 2002. Menajemen Kepemimpinan dan Kolaborasi dalam Dunia Pendidikan yang Kompetitif. Jakarta: Salemba Empat.
McClelland, 1987. Human Motivation. New York: Cambridye University Press.
MiftahThoha, 2004. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: PT. Raja Grafindo Perseda.
Mulyasa, E, H, Prof. Dr. 2011. Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah.
Jakarta: Bumi Aksara.
Nurdiawati Reski. 2014. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah .jakarta: Bumi Aksara.
Nurdiawati Reski. 2014 “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Pada SMA Negeri 1 Belopa”.S.Pd. Skripsi.
Pasolong, Harbani. 2013 Kepemimpinan Birokrasi. Bandung :Alfabeta.
Raspurin, Ririn. 2013. Pengaruh Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Dan Kelurahan Provinsi Sulawesi Selatan. Skripsi. FE: UNM.
Riduwan. 2009. Metode Dan Teknik Penyusunan Proposal Penelitian. Bandung:
Alfabeta.
Rivai. 2004. Manajemen Sumber Daya Manusia Untuk Perubahan Dari Teori Praktek. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Rost. 1993. Kepemimpinan Birokrasi. Bandung: Alfabeta
Sahabuddin,H. 2007. “Mengajar dan Mengajar” Makassar : Badan Penerbit UNM.
Salusu. 1996. Pengambilan keputusan Strategi untuk Organisasi Publik dan Organisasi Non-Publik. Jakarta: PT. Gramedia.
Siagian. 2004. Teori Motivasi dan Aplikasinya. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Sudjana. 2000. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Sinar Baru Algesindo.
Sugiyono, Prof. Dr. 2012 Metode Peneliti Administrasi: Bandung: Alfabeta.
Sutarto, Drs. 1991 Dasar-dasar kepemimpinan Administrasi.
Sutrisno, Edy H, M,Si, Prof. Dr. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia.
Syafriadi Dahlan. 2013. “Pengaruhi Sistem Kepala Sekolah Terdapat Motivasi Kerja Guru Pada SMA Negeri 1”. S.Pd. Skripsi, Universitas Negeri
Makassar Uno, B, Hamsah, Dr. 2011. Teori Motivasi dan Pengukurannya, Jakarta: Bumi Aksara.
Wukir H, M, Ed, SH, Dr. 2013. Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Organisasi Sekolah, Yogyakarta : Multi Presindo.
http:motivasi2793.blogspot.com/2013/12/pengertian-motivasi-menurut-para ahli.html.
http:yedra-hadrdinata.blogspot.com/2009/11/pengertian-motivasi-dan-fungsi-motivasi.html.
dengan jujur dan sebenarnya.
2. Berilah tanda silang (X) pada salah satu alternative jawaban Bapak/Ibu Guru sesuai dengan pilihan jawaban
3. Apabila Bapak/Ibu Guru menemui hal-hal yang kurang jelas atau tidak dimengerti, kiranya ditanyakan langsung kepada penelitian.