NO JENIS POTENSI PERTAMBANGAN ARAHAN
1 Mineral & Batubara
o Tembaga, mangan dan besi, timah, emas, seng, perak, nikel dan timbal.
o Hampir terdapat di semua Kab/ Kota di Provinsi NTT, adalah: batu, pasir, marmer, batu gamping, zeolit dan lempung
o Adanya penelitian untuk mengetahui sejauh mana kualitas bahan tambang yang ada
o Kejasama dengan pihak investor untuk pemanfaatan potensi pertambangan, dengan memperhatikan bentuk kerjasama sehingga tidak berdampak merugikan bagi Pemerintah Provinsi NTT
o Pemanfaatan pertambangan dengan tidak menyebabkan degrasi lingkungan berupa adanya rehabilitasi kawasan, dengan adanya upaya pengendalian pemanfaatan kawasan dengan menciptakan kawasan yang berfungsi sebagai kontrol kualitas lingkungan/ buffer zone
o Peningkatan SDM terkait dengan lembaga/ instansi pengelola sektor ini
o Mempertahankan/ meningkatkan Kabupaten/ Kota yang memiliki potensi sektor basis pertambangan seperti Sumba Timur, TTU, Alor, Ende, Ngada, Manggarai, Rote Ndao, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Manggarai Timur dan Kota Kupang
o Penyediaan sarana prasarana pertambangan
o Kegiatan pertambangan harus dilengkapi dengan upaya pengelolaan terhadap kemungkinan adanya bencana pertambangan
2 Minyak & Gas Bumi
o Gas alam dan minyak. Potensi minyak bumi terdapat di Blok Sawu daerah Kabupaten Sabu Raijua, Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Roten Ndau
3 Panas Bumi
o Potensi dan pengembangan panas bumi diarahkan di Kabupaten Manggarai, Ngada, Ende, Lembata, dan Alor
4 Air Tanah di kawasan Pertambangan
(vi) Kawasan yang diperuntukan sebagai kawasan industri Kawasan peruntukan industri, terdiri dari:
a. kawasan peruntukan industri kecil/rumah tangga; meliputi : 1. industri kain tenun terdapat di seluruh kabupaten/kota 2. industri meubel terdapat diseluruh kabupaten/kota
3. industri makanan dan minuman terdapat di seluruh kabupaten/kota 4. industri kerajinan untuk souvenir terdapat di seluruh kabupaten/kota
5. industri pengolahan kopi terdapat di Kabupaten Manggarai, Ngada, Ende, Sikka 6. industri pengolah kemiri terdapat di Kota Kupang, Kabupaten Ngada, Manggarai,
Ende, Kabupaten Kupang, Sumba Barat Daya
7. Industri pengolah kelapa terdapat di seluruh kabupaten/kota 8. Industri pengolah mente terdapat di Kabupaten Ende dan Sikka 9. Industri pengolah ikan terdapat di seluruh kabupaten/kota
10. Industri pengolah daging terdapat di seluruh kabupaten dan Kota Kupang 11. Industri mutiara terdapat di Kabupaten Flores Timur
b. Kawasan peruntukan industri berat, terdapat di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. TABEL 3.19. ARAHAN KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI PROVINSI NTT
NO JENIS POTENSI INDUSTRI ARAHAN
1
Industri Kecil/ Rumah Tangga
o Industri jagung titi, industri minyak ikan hiu, industri pembuatan sambal asli, industri pengolahan gula merah, industri jagung marning, industri sirup rumput laut, industri kerupuk kulit, industri tenteng, industri kecap manis/asin, industri abon, industri daging sei, industri emping jagung, industri pembekuan
o Perwujudan cluster industri berdasarkan jenis industri
o Pengelolaan kegiatan industri dilakukan dengan mempertimbangkan keterkaitan proses produksi mulai dari industri dasar/hulu dan industri hilir serta industri antara, yang dibentuk berdasarkan pertimbangan efisiensi biaya produksi, biaya keseimbangan lingkungan dan biaya aktifitas sosial
o Kejasama dengan pihak investor untuk pemanfaatan potensi sumberdaya alam sebagai bahan yang membutuhkan pengolahan, dengan memperhatikan bentuk kerjasama sehingga tidak berdampak merugikan bagi Pemerintah Provinsi NTT
dengan tidak menyebabkan degrasi lingkungan berupa adanya rehabilitasi kawasan, dengan adanya upaya pengendalian pemanfaatan kawasan dengan menciptakan kawasan yang berfungsi sebagai kontrol kualitas lingkungan/ buffer zone
o Mempertahankan/ meningkatkan Kabupaten/ Kota yang memiliki potensi sektor basis Industri seperti Sumba Barat, Sumba Timur, TTU, Alor, Sikka, Ende, Ngada, Rote Ndao, Ngadakeo, Sabu Raijua dan Kota Kupang
o Kegiatan industri harus dilengkapi dengan upaya pengelolaan terhadap kemungkinan adanya bencana industri
2 Industri Agro
o ikan, industri kopi, industri kerupuk udang, industri pengolahan ikan asin, industri ikan asap, industri pengolahan ikan tuna, industri pengupasan kemiri, industri alkohol
o industri minyak kayu putih, industri minyak gosok, industri minyak sereh
3 Industri Ringan
o industri pembuatan perahu kayu, industri kantong semen, industri penjahitan tas dan dompet, industri kulit sapi kering
o Industri giwang dan gelang gading, industri barang dari emas, industri giwang , industri kursi, meja dari bambu, jasa pangkas rambut
4 Industri Berat o Pabrik semen curah dan cetak beton (KI Bolok)
Sumber: RTRWP 2010
C. Arahan Pola Ruang Terkait Bidang Cipta Karya
Arahan pola ruang terkait bidang Cipta Karya meliputi : (i) Kawasan yang Diperuntukan Sebagai Kawasan Pariwisata
Kawasan peruntukan pariwisata meliputi kawasan peruntukan pariwisata alam, peruntukan pariwisata budaya dan peruntukan pariwisata buatan/taman rekreasi.
a. Kawasan peruntukan pariwisata alam, meliputi :
1. Taman Nasional Komodo di Kabupaten Manggarai Barat 2. Taman Laut Tujuh Belas Pulau Riung di Kabupaten Ngada 3. Taman Laut Teluk Maumere di Kabupaten Sikka
4. Taman Laut Kepa di selat Pantar di Kabupaten Alor 5. Taman Laut Teluk Kupang di Kabupaten dan Kota Kupang 6. Pantai Nembrala di Kabupaten Rote Ndao
7. Taman Nasional Kelimutu di Kabupaten Ende;
8. Pantai Kolbano di Kabupaten Timor Tengah Selatan; dan
9. Kawasan Wisata Gunung Mutis di Kabupaten Timor Tengah Selatan. b. Kawasan peruntukan Pariwisata Budaya, meliputi :
1. Atraksi Pasola di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya 2. Prosesi Jumad Agung di Kabupaten Flores Timur
3. Prosesi Jumad Agung di Gua Bitauni di Kabupaten Timor Tengah Utara 4. Perburuan ikan paus di Lamalera di Kabupaten Lembata;
5. Perkampungan Adat di Bena di Kabupaten Ngada; 6. Kampung adat Koanara di Kabupaten Ende; 7. Kampung adat Tarung di Kabupaten Sumba Barat; 8. Kampung adat Laitarung di Kabupaten Sumba Tengah 9. Kampung adat Boti di Kabupaten Timor Tengah Selatan; 10. Kampung Namata di Kabupaten Sabu Raijua;
11. Kampung Tamkesi di Kabupaten Timor Tengah Utara; 12. Homo Florencis Liangboah di Kabupaten Manggarai; 13. Situs arkeologi Olabula di Kabupaten Nagakeo;
14. Kuburan Megalitik di Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sikka
15. Atraksi seni budaya di seluruh kabupaten/kota. c. Kawasan peruntukan Pariwisata Buatan, meliputi :
1. Taman Rekreasi Subasuka di Kota Kupang;
2. Pemancingan di Perairan Tablolong Kabupaten Kupang.
Luasan kawasan Pariwisata di masing-masing Kabupaten/ Kota di Provinsi NTT dapat dilihat pada tabel berikut: