No Jumlah
Taman Posyandu merupakan pengembangan TP PKK dari pelaksanaan Posyandu yang terintegrasi dengan penyelenggaraan PAUD dan BKB serta untuk Kelurahan Patihan ditambah dengan Taman Baca’an. Untuk kegiatan BKB sendiri, di Kelurahan Patihan berada di Jl. Candisari gg. III
dengan jumlah anggota 60 keluarga dengan Kader BKB sebanyak 5 orang.
Kelestarian Lingkungan Hidup
Keadaan limgkungan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap perilaku dan derajat kesehatan masyarakat. Dalam upaya meningkatkan kelestarian lingkungan hidip di Kelurahan Patihan, telah dilaksanakan kegiatan sebagai berikut :
- Penyuluhan dan pelembagaan PHBS & Penyediaan air bersih di dalam masyarakat.
Kader Pokja IV mengadakan penyuluhan dan pembinaan PHBS dan air bersih pada saat-saat pertemuan-pertemuan, baik di tingkat Dasa Wisma, Kelompok RT/RW maupun di Kelurahan. Hal tersebut dilakukan pula pada saat pelaksanaan Taman Posyandu. Penyediaan air bersih untuk makan dan minum dipenuhi melalui air PDAM, Air Mineral resmi maupun melalui Depo-Depo air yang rutin dikontrol oleh Petugas Tekhnis dari Puskesmas Patihan.
- Pengguna Jamban Keluarga
Kader Pokja IV TP PKK Kelurahan Patihan telah ikut berperan aktif dalam mendukung Kota Madiun mencapai Kota dengan Status ODF pada tahun 2017 yang lalu. Hal ini dikarenakan Kader Pokja IV terus memperingatkan kepada warga PKK tentang bahaya dan tidak etisnya Buang Air Besar di sembarang tempat. Hal ini memang rutin dilakukan, mengingat pada masa-masa lalu, banyak warga Kelurahan Patihan yang senang Buang Air Besar di Bengawan Kali Madiun.
- Pembuangan Sampah dan Bank Sampah
Tim Penggerak PKK Kelurahan Patihan juga telah membentuk Bank Sampah dengan lokasi di RT 03. Keberadaan Bank Sampah ini, selain membantu memecahkan masalah kebersihan juga bernilai ekonomisa bagi para anggotanya.Selain di RT 03 kelompok Bank Sampah lain ada di RT 16 dan RT 20 Sedangkan untuk Tempat Pembuangan Akhir Sampah, yang disediakan disatu tempat, yaitu RT. 04 RW 02 dan RT. 13 RW. 03.
Maka diperlukan pengelolaan sampah yang baik dan benar, harus dipilih antara sampah basah dan sampah kering, yang kemudian dapat diolah
mengelola dana retribusi Sampah yang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun. Selain itu di dalam salah satu kegiatan di SDN 01 Patihan Kota Madiun juga melakukan kegiatan cinta lingkungan salah satunya adalah bank sam
Urusan kesehatan menjadi kebutuhan dasar bagi setiap manusia, yang hal ini secara internasional oleh PBB termasuk dalam salah satu dari tujuan pembangunan Milenium atau dikenal dengan Milenium Development Goals (MDG’s). Dari 8 agenda MDG’s, 5 diantaranya berhubungan langsung dengan bidang kesehatan, yaitu agenda ke-1 memberantas kemiskinan dan kelaparan, agenda ke-4 menurunkan kematian anak, agenda ke-5 meningkatkan kesehatan ibu, agenda ke-6 memerangi HIV-AIDS, Malaria dan penyakit lainnya, serta agenda ke-7 adalah melestarikan lingkungan hidup.
Sesuai paradigma pembangunan yang berlaku dewasa ini, yaitu dengan mengedepankan prinsip-prinsip partisipatoris, maka kesadaran, kepedulian dan keterlibatan langsung warga masyarakat dalam melaksanakan pembangunan bidang kesehatan sangatlah memegang peranan yang sangat penting dan menentukan. Undang-undang RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan telah mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan harus ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat warga masyarakat yang setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumberdaya masyarakat. Berkaitan dengan hal tersebut, maka upaya pemberdayaan masyarakat dan swasta, baik dalam bentuk penciptaan kerjasama, pemantapan peran sebagai subyek pembangunan kesehatan, peran sebagai promotor bidang kesehatan, baik secara perorangan, kelompok maupun masyarakatKelurahan (menuju Desa Siaga) perlu untuk terus digalakkan dan ditingkatkan.
Dalam kaitannya dengan Perlombaan Kelurahan, beberapa indikator yang diperhatikan antara lain kondisi kesehatan Bayi dan Balita, Ibu Hamil, Gizi, Imunisasi, Angka Harapan Hidup (AHH), pemenuhan air bersih, usaha kesehatan yang bersumberdaya masyarakat (UKBM), pemakaian jamban serta perilaku hidup bersih dan sehat.
Bayi, Balita, Imunisasi, Gizi Masyarakat dan Pengembangan Kelurahan Siaga
Sebagai salah satu indikator dalam penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, disamping pendidikan, maka Bidang Kesehatan merupakan hal yang pokok untuk diperhatikan. Dalam Bidang Kesehatan, indikator yang sering dipergunakan untuk melihat derajat kesehatan masyarakat pada daerah tertentu antara lain adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Harapan Hidup (AHH) Prevalensi Balita Kurang Gizi, dan penolong persalinan.
Selain itu, beberapa indikator penting lainnya adalah jumlah dan fasilitas kesehatan serta jumlah tenaga kesehatan yang tersedia.
Peningkatan derajat kesehatan bagi warga masyarakat memang harus terus diupayakan dan ditingkatkan dari waktu ke waktu, dan dimulai sejak dari dalam kandungan, bayi, anak balita, usia sekolah, remaja, dewasa hingga lanjut usia (Lansia). Pemerintah Kota Madiun melalui Satuan Kerja terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, PDAM, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Puskesmas, Dinas Lingkungan Hidup serta bersama-sama dengan komponen dan lembaga-lembaga masyarakat termasuk utamanya dengan Tim Penggerak PKK, berusaha untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat luas, termasuk di Kelurahan Patihan. Upaya Pemerintah Kota Madiun bersama komponen dan lembaga masyarakat tersebut dilakukan dengan beberapa Program, antara lain Program Jamkesmasta, Program Kesehatan Ibu dan Anak, Program Perbaikan Gizi Masyarakat, penyambungan PDAM gratis bagi warga miskin, Program Kesehatan Lanjut Usia dan program lainnya yang didukung atau terintegrasi bersama Program-program Keluarga Berencana (KB) seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL) dan Bina Keluarga Remaja serta pembinaan Karang Werdha.
Di Kelurahan Patihan, semua indikator dan Program-Program pemenuhan pelayanan kesehatan tersebut telah terpenuhi sesuai kebutuhan dan kemampuan yang ada. Selain itu, kesadaran ibu balita dalam peningkatan dan pemeliharaan kesehatan ibu dan anak sudah sangat tinggi, yang hal ini bisa dilihat dari keaktifan jumlah ibu dan balitanya yang datang ke Posyandu. Pada tahun 2016 dari 236 Balita di
Kelurahan Patihan, sebanyak 236 (100%) Ibu dan Balitanya rutin datang ke Posyandu. Sedangkan pada tahun 2017 dari 264 Balita di Kelurahan Patihan, sebanyak 264 (89,7%) Ibu dan Balitanya rutin datang ke Posyandu.
Di Puskesmas Patihan sendiri telah disediakan pula Unit Kesehatan Ibu dan Anak serta pojok DDTK dengan berdasar KMS serta terdapat pula adanya KIA KIT dan Stimulasi Deteksi Intervensi Dini
Data kondisi Bayi dan Balita di Kelurahan Patihan Tahun 2016-2017
NO. INDIKATOR SUB INDIKATOR J U M L A H
Data Posyandu Balita di Kelurahan Patihan Tahun 2016 – 2017
Jumlah