• Tidak ada hasil yang ditemukan

E. Pengujian Hipotesis

32. Tabel Harga Kritis distribusi T

V. Hasil Penelitian Yang Relevan.

Beberapa penelitian yang ada kaitanya dengan pokok masalah ini dan sudah pernah dilaksanakan adalah sebagai berikut:

Tabel 5. Penelitian yang Relevan.

No Nama Tahun Judul penelitian Hasil Kesimpulan Penelitian 1. Henny Sumarsih 2007 Aplikasi model pembelajaran kooperatif Group Investigation Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Geografi Ssiwa Kelas XI IPS 5 SMU Negeri 8 Surakarta Ketuntasan nilai tes siswa dari siklus I ke siklus II meningkat 34 % (siklus I = 51% dan siklus II = 85 %). Model pembelajaran kooperatif Group Investigation yang divariasi dengan pemberian ice breaking dan reward kompetisi dapat meningkatkan prestasi belajar geografi siswa XI IPS SMU Negeri 2. Munika Surya Erniningsih 2006 Studi komparasi model pembelajaran kooperatif metode Group Investigation dan student teams achievement division serta metode konvesional terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X Fobservasi > Ftabel. Fobservasi = 14.5365 > Ftabel = 3.07, Ada perbedaan penggunaan model pembelajaran kooperatif metode GI, STAD dan metode konvensional terhadap prestasi belajar Biologi siswa Kelas X Semester 2 SMA Negeri

33 3. Ari Irnitawati Hidayah 2008 Efektifitas Metode Pembelajaran Kooperatif Group Investigation dalam Mata Pelajaran Geografi Pada Kompetensi Dasar Kemampuan Menerapkan Sig Dalam Kajian Geografi Di SMA Muhamadiyah 2 Gemolong Tahun Ajaran 2008/2009 Fobs = 16,74, dan F tabel (n=34) dengan taraf signifikansi 5 % yaitu sebesar Ftabel = 3,99, berarti Fobs > Ftabel (16.74 > 3.99) Terdapat perbedaan yang signnifikan skor hasil belajar siswa antara expository dengan metode Group Investigation (GI).Hal ini dapat dilihat dari perbedaan mean antara expository dengan metode Group Investigation (GI) (62.07% dengan 74.05%). Kerangka Pikir.

Kerangka berpikir merupakan sintesa tentang hubungan antara variabel yang disusun dari berbagai teori yang telah dideskripsikan. Pengertian lain kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah di identifikasi sebagai masalah yang penting (Sudjarwo,2009 : 70) .

Dalam proses pembelajaran memiliki tujuan yaitu berhasilnya proses pembelajaran yang terlihat dari hasil belajar. Tingkat keberhasilan dalam pencapaian tujuan

34

suatu kegiatan tergantung pada proses pembelajaran. Faktor-faktor yang

mempengaruhi tingkat keberhasilan salah satunya adalah model pembelajaran oleh guru. Model pembelajaran yang dipilih oleh guru sangat menunjang keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Pemilihan model pembelajaran yang tepat akan membuat pembelajaran semakin menarik dan menyenangkan.

Dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat akan membuat pembelajaran semakin menarik dan menyenangkan, dengan mendapatkan hasil yang baik, terlihat dengan hasil presentase sebelum menggunakan model pembelajaran kooperatif siswa yang mencapai nilai ≥ 70 hanya 39,18% sedangkan yang ≤ 70 adalah 60,82% .

Suatu realita yang dapat kita lihat saat ini masih banyak guru yang memakai metode langsung. Metode ini dipilih oleh guru dengan alasan mudah diterapkan. Pembelajaran dengan metode langsung bersifat teacher centered sehingga siswa tidak memiliki andil yang besar dalam pembelajaran, padahal siswalah yang seharusnya memiliki andil yang besar dalam proses pembelajaran. Hal ini jika diterapkan lebih lama lagi maka akan menghambat kreatifitas siswa. Saat ini para guru mulai melakukan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif menuntut siswa memiliki andil yang dominan dalam pembelajaran (student centered). Saat ini pembelajaran telah menggunakan model pembelajaran kooperatif yang hasilnya lebih bagus dari model pembelajaran yang sebelumnya yakni model pembelajaran secara langsung, saat ini hasil belajar dari model pembelajaran kooperatif minimal mencapai 75,17 %. Hal itu terlihat bahwa

35

dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat akan mempengaruhi hasil belajar. Penelitian ini memilki variabel bebas dan variabel terikatnya yaitu.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif, yaitu pembelajaran kooperatif tipe (GI) Group Investigation, pembelajaran kooperatif tipe (PBL) Problem Based Learning. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar ekonomi siswa melalui dua model pembelajaraan kooperatif tersebut. Hasil belajar ekonomi dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI, hasil belajar ekonomi siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe PBL.

Pembelajaran kooperatif adalah model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil yang heterogen secara kolaboratif. Model pembelajaran kooperatif berkembang dari waktu ke waktu karena dianggap dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Model pembelajaran kooperatif tipe GI, PBL, memiliki langkah-langkah, kekurangan, dan kelebihan berbeda-beda sehingga dimungkinkan hasil belajar ekonomi dengan penggunaan dua model tersebut berbeda.

Model pembelajaran kooperatif yang dipilih pada penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran kooperatif tipe PBL, untuk lebih jelasnya mengenai model pembelajaran kooperatif GI dan model pembelajaran kooperatif PBL akan dideskripsikan sebagai berikut.

36

Model Group Investigation merupakan salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet.

Selain model pembelajaran kooperatif Group Investigation (GI) yang telah dijelaskan diatas dalam penelitian ini juga menggunakan model pembelajaran kooperatif Problem Based Learning (PBL) juga diteliti oleh peneliti. Untuk lebih jelas mengenai model PBL akan di deskripsikan sebagai berikut.

Model Problem Based Learning (PBL) merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBL kemampuan berfikir siswa betul – betul dioptimalisasi melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memperdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.

Berdasarkan teori – teori yang telah dideskripsikan, selanjutnya dianalisis secara kritis dan sistematis, sehingga menghasilkan sintesa tentang hubungan antara variabel yang diteliti. Sintesa tentang hubungan variabel tersebut, selanjutnya digunakan untuk merumuskan hipotesis.

Berdasakan uraian tersebut, hubungan antara variabel tersebut digambarkan dalam diagram di bawah ini.

37

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian.

Berdasarkan gambar tersebut diatas dapat diberi penjelasan sebagai berikut : 1. Variabel yang diteliti adalah variabel terikat dan variabel bebas, dalam hal ini

variabel terikatnya adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI dan model pembelajaran kooperatif tipe PBL. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah hasil belajar ekonomi.

2. Setelah variabel ditentukan, maka langkah berikutnya adalah melakukan tes yaitu pre tes dan post test untuk mendapatkan hasil belajar ekonomi. Hasil

Perencanaan pembelajaran

Proses Pembelajaran

Hasil belajar ekonomi (Preetest)

Model pembelajaran kooperatif tipe PBL(X2) Model pembelajaran

kooperatif tipe GI (X1)

Ada perbedaan hasil belajar ekonomi siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI dan menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe PBL Hasil belajar ekonomi

(Postest) (Y)

Hasil belajar ekonomi (Postest) (Y) Hasil belajar ekonomi

38

penelitian yang relevan adalah suatu penunjang untuk mendukung suatu hasil penelitian yang peneliti telah teliti.

3. Deskripsi dari masing – masing variabel yang diteliti yaitu pengertian model pembelajaran kooperatif GI, model pembelajaran kooperatif PBL dan hasil belajar ekonomi atau deskripsi dari X1, X2, dan Y.

Hasil belajar adalah hasil yang dicapai dalam suatu usaha, dalam hal ini usaha belajar dalam perwujudan prestasi belajar siswa yang dapat dilihat pada nilai setiap mengikuti tes.

Model GI adalah salah satu bentuk model pembelajaran kooperatif yang menekankan pada partisipasi dan aktivitas siswa untuk mencari sendiri materi (informasi) pelajaran yang akan dipelajari melalui bahan-bahan yang tersedia, misalnya dari buku pelajaran atau siswa dapat mencari melalui internet.

Model Problem Based Learning (PBL) merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBL kemampuan berfikir siswa betul – betul dioptimalisasi melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memperdayakan, mengasah, menguji, dan mengembangkan kemampuan berpikirnya secara berkesinambungan.

4. Sintesa / kesimpulan adalah kesimpulan dari semua variabel yang diteliti, selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. Perpaduan sintesa antara variabel satu dengan variabel yang lain akan menghasilkan kerangka pikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis.

39

Untuk memperjelas kerangka pikir maka dibuatlah paradigma sebagai berikut. R1

R R2

Gambar 2. Paradigma dengan Dua Variabel Independen

B. Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut.

1. Ada perbedaan hasil belajar ekonomi yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI, model pembelajaran kooperatif tipe PBL.

2. Rata – rata hasil belajar ekonomi yang pembelajaranya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe GI lebih tinggi dibandingkan dengan PBL.

Model kooperatif GI (X1)

Model kooperatif PBL (X2)

hhHasil belajar ekonomi (Y)

III. METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Metode penelitian adalah suatu metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi terkontrol, selain itu metode penelitian adalah suatu metode ilmiah atau suatu metode penelitian secara empiris untuk menguji hasil penelitia.

Penelitian ini tergolong penelitian komperatif dengan pendekatan eksperimen. Penelitian yang bersifat membandingkan. Menguji hipotesis komparatif berarti menguji parameter populasi yang berbentuk perbandingan (Sugiyono,2005:115).

Metode ini digunakan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui perbandingan satu variabel, yaitu hasil ekonomi dengan perlakuan berbeda.

Metode eksperimen yang digunakan adalah metode eksperimental semu (quasi eksperimental design). Penelitian quasi eksperimen dapat diartikan sebagai penelitian yang mendekati eksperimen atau eksperimen semu. Bentuk penelitian ini banyak digunakan dibidang ilmu pendidikan atau penelitian lain dengan subjek yang diteliti adalah manusia (Sukardi, 2009: 16).

41

Penelitian Komparatif adalah penelitian yang diakukan untuk membandingkan nilai satu variable dengan variable lainnya dalam waktu yang berbeda. Menurut (Sugiyono, 2011:107) pendekatan yang dipakai adalah pendekatan eksperimen yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi terkontrol secara ketat.

1. Desain Eksperimen

Penelitian bersifat quasi eksperimen dengan pola non-equifalent control group design. Kelompok sampel ditentukan secara random. Kelas I (kelas X1) melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe GI. kelas II (kelas X2) melaksanakan model pembelajaran kooperatif tipe PBL.

Desain penelitian digambarkan sebagai berikut:

Keterangan:

R1, R2 = kelas eksperimen O1, O3 = pre test

O2, O4 = post test

A1, A2 = pelaksanaan model pembelajaran

2. Prosedur Penelitian

Prosedur yang ditempuh dalam penelitian ini adalah:

42

kelas yang menjadi populasi kemudian digunakan sebagai sampel dalam penelitian.

b. Menetapkan sampel penelitian yang dilakukan dengan teknik cluster random sampling.

c. Memberikan tes awal/pree test pada semua subyek berkenaan dengan variable dependen.

d. Memberikan perlakuan berbeda antar kelas eksperimen. e. Pertemuan pada kedua kelas sama yaitu enam kali pertemuan.

f. Melakukan tes evaluasi/post test pada kedua kelompok subjek untuk

mengetahui tingkat kondisi subjek yang berkenaan dengan variabel independen.

B. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Menurut Sugiyono (2011 : 117) populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Jumlah total 245 siswa dengan perincian pada tabel berikut ini. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013 SMA Negeri 1 Kalirejo yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah siswa 245 siswa dan jumlah untuk setiap kelas adalah sama yaitu 35.

43

2. Sampel

Sampel dalam penelitian ini adalah 2 kelas siswa dari 7 kelas yang diambil dengan teknik sampel cluster random sampling, yaitu cara atau teknik penentuan sampel dilakukan secara random yang didasarkan pada anggota – anggotanya(Sugiyono, 2005:78). Atau dengan kata lain sampel acak sederhana dimana setiap unit terdiri dari populasi sebanyak 7 kelas diambil 2 kelas dengan teknik cluster random sampling, dengan jumlah siswa sebanyak 70 siswa.

Dari hasil teknik ini diperoleh kelas X 1 dan kelas X 2 sebagai sampel, kemudian kelas X 1 dan kelas X 2 diundi untuk menentukan kelas yang menggunakan model pembelajaran tipe GI dan yang menggunakan model pembelajaran tipe PBL. Syarat teknik cluster random sampling yaitu:

1. Dari tingkat kemampuan yang sama siswa yang dijadikan sampel 2. Nilai sampel adalah rata – rata kelompok bukan individu.

3. Kelompok dipandang satu unsure sampel yaitu rata – rata kelasnya.

C.Variabel Penelitian

Variabel bebas (independent) dalam penelitian ini adalah model pembelajaran kooperatif tipe GI sebagai X1, model pembelajaran kooperatif tipe PBL sebagai X2, sedangkan variabel terikatnya (dependent) adalah hasil belajar ekonomi. Hasil belajar Ekonomi sebagai Y.

44

D.Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel dan konstak dengan cara melihat pada dimensi tingkah laku atau property yang ditujukan oleh konsep dan mengkategorikan hal tersebut menjadi elemen yang dapat diamati dan diukur (Akhmad Kasinu, 2007: 179).

Tabel 6. Definisi Operasional Variabel Variabel 1 Konsep Variabel 2 Indikator 3 Skala 4 Hasil belajar ekonomi

Hasil belajar ekonomi adalah skor ekonomi siswa dari suatu pengetesan dengan menggunakan tes hasil belajar ekonomi yang disusun berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan.

Hasil tes formatif mata pelajaran ekonomi Interval Model pembelajaran kooperatif tipe GI

GI adalah salah satu tipe pembelajaran kooperatif dimana guru dan siswa bekerja sama membangun pembelajaran. Prosedur dalam perencanaan bersama didasarkan pada pengalaman masing – masing siswa, kapasitas dan kebutuhan. Siswa aktif berpartisipasi dalam semua aspek, membuat keputusan untuk

menetapkan arah tujuan yang mereka kerjakan.

Hasil pre test dan post test menggunakan model pembelajaran tipe GI Interval

45 1 2 3 4 Model pembelajaran kooperatif tipe PBL

Problem Based Learning (PBL) merupakan inovasi dalam pembelajaran karena dalam PBL kemampuan berfikir siswa betul – betul dioptimalisasi melalui proses kerja kelompok atau tim yang sistematis, sehingga siswa dapat memperdayakan,

mengasah, menguji, dan mengembangkan

kemampuan berpikirnya secara

berkesinambungan.

Hasil pre test dan post test menggunakan model pembelajaran tipe PBL. Interval

Dalam pengukuran variabel penelitian, maka peneliti menggunakan tes.

E. Jenis Data dan Teknik Pengumpulan Data 1. Jenis Data

Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif, yaitu hasil belajar Ekonomi yang diperoleh dari nilai pre- test dan post- test. Kemudian dijumlahkan antara nilai pre

– test dan post- test dan dibagi dua. Hasil rata – rata nilai pre- test dan post- test tersebut dinilai secara stastistik.

46

2. Teknik Pengumpulan Data a. Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang berkenaan dengan jumlah siswa, fasilitas – fasilitas yang ada dan sejarah atau gambaran umum mengenai SMA Negeri 1 Kalirejo.

b. Tes

Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data hasil belajar Ekonomi sebagai hasil penelitian. Teknik tes digunakan untuk mengumpulkan data yang sifatnya mengevaluasi hasil proses. Tes adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian yang berbentuk suatu tugas atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan oleh anak atau sekelompok anak sehingga menghasilkan suatu nilai tentang tingkah laku atau prestasi anak tersebut yang dapat dibandingkan dengan nilai yang dicapai oleh anak-anak lain atau nilai standar yang telah ditetapkan.

Penelitian ini menggunakan pre test dan post test. Tujuan pre test adalah untuk mengetahui kondisi awal subjek penelitian, dan tujuan post test adalah untuk mengetahui sampai dimana pencapaian siswa terhadap bahan pembelajaran setelah mengalami suatu kegiatan pembelajaran. Bentuk tes adalah pilihan ganda yang masing-masing berjumlah 20 butir soal yang terdiri dari 5 pilihan jawaban yaitu A, B, C, D, E. Jawaban benar diberi skor 1 dan jawaban salah diberi skor 0.

47

F. Uji Persyaratan Instrumen

Instrument dalam penelitian ini berupa tes. Instrumen tes diberikan pada awal sebelum eksperimen (pre test) dan tes akhir sesudah eksperimen dilakukan (post test) yang bertujuan untuk mengukur hasil belajar ekonomi. Sebelum tes akhir diberikan kepada siswa maka terlebih dahulu diadakan uji coba tes atau instrumen untuk mengetahui validitas soal, reliabilitas soal, tingkat kesukaran soal, dan daya beda soal.

1. Uji Validitas Instrumen

Validitas adalah alat ukur yang menunjukan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Untuk menguji validitas instrument digunakan rumus korelasi biserial, sebagai berikut.

r

pbi

Arikunto (2007: 79) Keterangan:

rpbi = koefisien korelasi biserial

Mp = rerata skor dari subyek yang menjawab betul bagi item yang

dicari validitasnya. Mt = rerata skor total

SDt = standar deviasi dari skor total

P = proporsi siswa yang menjawab benar

q = proporsi siswa yang menjawab salah (q = 1 – p)

48

kriteria pengujian, apabila rhitung > rtabel dengan α = 0,05 maka alat ukur tersebut

dinyatakan valid dan sebaliknya jika rhitung < rtabel maka alat ukur tersebut tidak

valid.

Berdasarkan hasil uji coba validitas soal tes, maka dapat diketahui pada soal post test dari 20 soal juga semuanya valid sehingga jumlah soal sebanyak 20 soal (Lampiran 19).

2. Uji Realibitas Instrumen

Menurut Arikunto (2007: 154), realibitas menunjuk kepada satu pengertian bahwa suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik.

Realiabel artinya dapat dipercaya. Untuk mengetahui tingkat reliabilitas, maka digunakan rumus KR-21 dari Kuder dan Richardson.

Keterangan:

r11 = Nilai Reliabilitas internal seluruh instrument n = jumlah item dalam instrument

Mt = Means skor total 2

= varians total. Tingkatan besarnya reliabilitas: Antara 0,800 sampai 1,000 Antara 0,600 sampai 0,799 Antara 0,400 sampai 0,599 Antara 0,200 sampai 0,399 Antara 0,000 sampai 0,199 Sangat tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah (Arikunto, 2007: 2003)

49

Dengan kriteria uji, rhitung > rtabel maka pengukuran tersebut reliabel dan sebaliknya apabila rhitung < rtabel maka pengukuran tersebut tidak reliabel.

Hasil perhitungan uji reliabilitas item soal post test sebesar 0,890 sehingga sesuai dengan kriteria tingkat reliabilitas soal post test memiliki reliabilitas yang sangat tinggi, hasil perhitunganya dapat dilihat pada lampiran 22.

3. Tingkat Kesukaran

Untuk menguji tingkat kesukaran soal digunakan rumus:

Keterangan:

P = Indeks Kesukaran

B = banyaknya siswa yang menjawab dengan benar JS = Jumlah seluruh peserta tes.

Menurut Arikunto (2007 : 215) klasifikasi taraf kesukaran adalah sebagai berikut:

Soal dengan P 0,00 – 0,30 adalah soal sukar Soal dengan P 0,30 – 0,70 adalah soal sedang Soal dengan P 0,70 – 1,00 adalah soal mudah

Hasil taraf kesukaran item soal post test dari 20 item soal terdiri dari soal sedang yaitu sebanyak 5 soal, dan 14 soal dinyatakan mudah, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 23.

50

4. Daya Beda

Daya Beda adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai (berkemampuan tinggi) dengan siswa yang bodoh

(berkemampuan rendah). Daya beda soal dapat dicari dengan menggunakan rumus:

Keterangan:

D = daya beda soal

BA = banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal itu benar BB = banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal itu benar JA = banyaknya peserta kelompok atas

JB = banyaknya peserta kelompok bawah

PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar PB = proporsi peserta kelompok bawah yang menjawab benar

proporsi kelompok atas yang menjawab benar proporsi kelompok bawah yang menjawab benar Klasifikasi daya beda:

D = 0,00 ― 0,20 = jelek (poor)

D = 0,20 ― 0,40 = cukup (satisfactory)

D = 0,40 ― 0,70 = baik (good)

D = 0,70 ― 1,00 = baik sekali (excellent)

D = negatif = semuanya tidak baik, semua butir soal yang mempunyai nilainya negatif sebaiknya dibuang saja

51

Hasil perhitungan daya beda soal post test dari 20 item soal, 17 soal memiliki daya beda baik, 2 soal memiliki daya beda cukup, dan 1 memiliki daya beda buruk, untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran 24.

G.Uji Persyaratan Analisis Data

Analisis data yang digunakan merupakan statistik inferensial dengan teknik statistik parametrik. Penggunaan statistik parametrik memerlukan terpenuhinya asumsi data harus normal dan homogen, sehingga perlu uji persyaratan yang berupa uji normalitas dan homogenitas.

1. Uji Normalitas

Uji normalitas yang digunakan adalah uji lilifors berdasarkan hasil tes sampel yang akan diuji hipotesisnya, apakah sampel berdistribusi normal atau sebaliknya dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Lo = F (Zi) – S (Zi)

Keterangan:

Lo = harga mutlak terbesar F (Zi) = peluang angka baku S (Zi) = proporsi angka baku

Kriteria pengujianya adalah jika Lhitung < Ltabel dengan taraf signifikansi 0,05 maka variabel tersebut berdistribusi normal, demikian juga

52

2. Uji Homogenitas

Uji homogenitas menggunakan rumus uji F.

(Arikunto, 2005: 136)

Uji kriteria dalam pengujian ini adalah dengan ketentuan bahwa bila harga Fhitung≤

Ftabel maka data sampel akan homogen, dengan taraf signifikansi 0,05 dan dk (n1-1

; n2-1).

H.Uji Hipotesis

Untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen terdapat beberapa rumus – rumus t-tes yang dapat digunakan, yaitu:

1. Bila jumlah anggota sampel n1 = n2 dan varian homogen = )

maka dapat digunakan t-test baik separated maupun polled varians. Untuk melihat harga ttabel digunakan dk = n1 + n2– 2.

2. Bila n1≠ n2, varian homogen = ) dapat digunakan rumus t-test dengan polled varians. Derajat kebebasan dk = n1 + n2– 2.

3. Bila n1 = n2, varians tidak homogen ≠ ), dapat digunakan rumus

separated varians maupun polled varians dengan dk = n1– 1 atau n2– 1, jadi dk bukan n1 + n2 -2.

53

dengan separated varians t sebagai pengganti t tabel dihitung dari selisih harga t tabel dengan dk (n1– 1) dan dk (n2– 1) dibagi dua, dan kemudian ditambahkan dengan harga t terkecil.

Rumus – rumus t-test:

(separated varians)

t =

(Polled Varians) (Sugiyono,2011:422)

Keterangan:

= rata – rata hasil belajar siswa kelas eksperimen = rata – rata hasil belajar siswa kelas kontrol

S1 = simpangan baku sampel 1 (siswa kelas eksperimen) S2 = simpangan baku sampel 2 (siswa kelas kontrol)

= varians data kelompok 1 = varians data kelompok 2

54

Adapun kriteria pengujian adalah:

Ho diterima apabila thitung < ttabel dan Ho ditolak apabila thitung > ttabel dengan taraf signifikansi 0,05 dan dk = n1 + n2– 2.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian hipotesis, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Ada perbedaan hasil belajar ekonomi yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI)

dibandingkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Problem Based Learning (PBL). Penggunaan metode pembelajaran yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini terlihat bahwa hasil belajar Ekonomi siswa yang dibelajarkan menggunakan model GI lebih tinggi dibandingkan dengan model PBL.

2. Rata – rata hasil belajar ekonomi yang pembelajarannya menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation (GI) lebih tinggi dibandingkan dengan yang pembelajarannya menggunakan model

pembelajaran kooperatif tipe Problem Based Learning (PBL).

Dokumen terkait