BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Lampiran 4. Tabel Kategorisasi
87
No. Kategori Tema Sub-kategori Tema Pernyataan Informan
1 Ketertarikan dengan sesama
jenis
Awal menyadari tertarik dengan
sesama jenis
Informan mulai suka dengan sesama jenis
sejak SD. Saat SD, informan pernah
mengirim surat untuk seorang anak
perempuan yang merupakan tetangganya.
Namun akhir perbuatan mereka tertangkap
basah dan mereka dimarahi oleh
orangtuanya. Informan juga banyak
menjalin hubungan dengan sesama jenis.
(B, W1, 25-07-2015, 20-23, 42-46, 48-63 &
65-72)
2 Latar belakang keluarga Informan merupakan anak yatim
piatu
Ibu dari informan telah meninggal sejak ia
Jumlah saudara dari informan
Informan menjadi tulang punggung
mereka sering berpindah tempat tinggal.
Namun setelah itu ayahnya juga meninggal.
Saat ayahnya meninggal, ia merasa kalang
kabut.
(B, W1, 25-07-2015, 188-197)
Informan adalah anak pertama dari tiga
orang bersaudara. Mereka semua
perempuan. Sebenarnya ada seorang saudara
laki-laki, namun saudaranya telah meninggal
(B, W1, 25-07-2015, 198-223)
neneknya, ibu tiri dan anak-anaknya. Saat
itu, informan tidak mengetahui bagaimana ia
bisa mendapatkan uang, karena sudah
terbiasa diberikan uang dari ayahnya,
sehingga terpaksa ia bekerja di dunia malam
untuk dapat memenuhi kehidupannya.
(B, W1, 25-07-2015, 223-227)
3 Masa kecil informan Sejak kecil informan lebih banyak
berinteraksi dengan laki-laki
Sejak kecil informan kebanyakan bergaul
dengan laki-laki. Informan lebih senang
bermain dengan laki-laki daripada
perempuan.
Keinginan orangtua agar anak
pertamanya laki-laki
oleh ayahnya ke tempat kerja proyek,
sehingga informan banyak menghabiskan
waktu dengan teman-teman ayahnya di
tempat proyek.
(B, W1, 25-07-2015, 244-246 & 252-254)
Informan mengatakan bahwa mungkin
ayahnya menginginkan informan adalah
anak laki-laki, anak pertama sebaiknya laki-
laki, sehingga sejak kecil sudah dibentuk
karakter seperti laki-laki
seperti laki-laki mengenakan rok, namun gayanya seperti
laki-laki
(B, W1, 25-07-2015, 263-264)
4 Pandangan terhadap diri Informan merasa bersalah dengan dirinya saat ini
Informan merasa bersalah dengan dirinya
karena ia sudah terlanjur memiliki anak,
namun ia juga tidak bisa melepaskan
pasangannya. Ia sudah berusaha melepas
pasangannya namun tidak bisa.
(B, W1, 25-07-2015, 295-298)
Informan merasa bersalah dengan dirinya. Ia
tidak tahu harus bagaimana dan sampai
(B, W1, 25-07-2015, 330-334)
5 Dampak dari orientasi
seksualnya
Anak dari informan mendapatkan
ejekan dari orang disekitarnya
Informan mengatakan bahwa anaknya yang
laki-laki mendapatkan ejekan dan bully
karena dirinya yang lesbian.
(B, W1, 25-07-2015, 326-330)
(B, W2, 07-09-2015, 708-709)
Saat malam hari, informan biasanya
memikirkan mengenai orientasi seksualnya
sehingga membuatnya tidak bisa tidur dan
kurang napsu makan, serta ia merasa tidak
bisa berbuat apa-apa.
Informan mempunyai anak pertama yang
berjenis kelamin perempun, karena anak
pertamanya yang sudah remaja dan cukup
mengerti, sehingga informan tidak mau
terlalu dekat dengan anaknya, tentu anaknya
akan mengetahui mengenai orientasi seksual
apabila melihat gaya hidup dan sikap
informan, serta ketika melihat hal tersebut
anaknya pasti akan merasa sakit hati, apalagi
mereka sama-sama perempuan. Hal tersebut
yang membuat informan tidak ingin dekat
dengan anak pertamanya.
Dengan dirinya yang lesbian, informan
memilih untuk tidak mendidik anak
perempuannya seorang diri, sehingga ia
menitipkan anaknya ke keluarganya,
sehingga keluarganya yang mendidik
anaknya. Informan tidak mau mendidik
anaknya seorang diri karena menurut
pengalaman informan, teman-teman sesama
lesbian yang mendidik anak sendiri maka
anak tersebut akan bertumbuh menjadi anak
yang perilakunya negatif, nakal dan sangat
cerdik.
Reaksi negatif dari orang
disekitarnya
Informan sering mendapatkan reaksi yang
kurang baik karena gayanya yang sangat
tomboy
(B, W3, 21-10-2015, 1141-1145)
Ketika melihat informan, orang-orang di
lingkungan tempat tinggalnya akan
membicarakannya.
(B, W2,07-09-2015, 753-756)
Informan dibicarakan oleh orang-orang
disekitarnya ketika mereka melihat informan
Adanya sindiran
Rasa bersalah kepada Tuhan, anak-
anaknya dan orangtua pasangannya
1169)
Informan merasa sakit hati karena
mendapatkan sindiran dari keluarganya
(B, W2, 07-09-2015, 1028-1029)
Informan dan pasangannya mendapatkan
sindiran dari ibu-ibu di lingkungan tempat
tinggalnya.
(B, W2. 25-07-2015, 799-803)
Informan mengatakan bahwa terkadang di
tidak tahu kapan dirinya bisa berubah karena
ia tidak bisa kehilangan pasangannya.
(B, W1, 25-07-2015, 630-634)
Informan juga berkata dalam hatinya bahwa
ia meminta maaf kepada anak-anaknya.
Informan merasa bersalah dengan anak-
anaknya, ia memikirkan bahwa sampai
kapan ia harus seperti ini, anak-anaknya
semakin hari semakin bertumbuh dan
semakin mengerti. Selain itu, ia merasa
bersalah terhadap anaknya karena anak-
(B, W1, 25-07-2015, 307-311 & 634-635)
(B, W2, 07-09-2015, 679-681 & 710-712)
Informan juga merasa bersalah dengan
orangtua pasangannya karena mereka sudah
terlanjur baik terhadap informan. Informan
memikirkan bahwa orangtua pasangannya
sudah berbuat baik terhadapnya, namun ia
seperti ini. Ia memikirkan apabila orangtua
pasangannya mengetahui hubungan mereka,
ia tidak tahu bagaimana harus bersikap.
(B, W1, 25-07-2015, 487-489, 495-499)
mengenai lesbian anggapan negatif terhadap kaum
lesbian
adalah orang-orang menjijikkan
(B, W1, 25-07-2015, 342)
Kebanyakan orang menganggap bahwa
hubungan sesama jenis itu sangat melanggar
Alkitab.
(B, W2, 07-09-2015, 721-724)
Kebanyakan orang menganggap bahwa
kaum lesbian adalah sampah dan orang
gila/tidak waras.
(B, W3, 21-10-2015, 1183-1184)
Lesbian dianggap sebagai orang yang
menjijikkan dan tidak normal.
(B, W3, 21-10-2015, 1186-1187)
7 Anggapan informan mengenai
orientasi seksualnya
Lesbian merupakan pilihan gaya seks Informan mengatakan bahwa orientasi
seksualnya merupakan pilihan yang
dibuatnya, yaitu pilihan gaya seks.
(B, W1, 25-07-2015, 351)
Informan tidak menganggap bahwa orientasi
seksualnya sebagai penyakit karena ia
(B, W2, 07-09-2015, 966-969)
8 Sikap informan sebagai lesbian Kecenderungan memendam apa yang dirasakan
Meskipun ekspresi informan terlihat kurang
nyaman apabila mendengarkan anggapan
negatif mengenai dirinya, namun ia memilih
untuk diam dan tidak mau meributkan hal
itu karena ia tahu bahwa dirinya juga salah.
(B, W2, 07-09-2015, 806-810)
9 Perasaan informan sebagai
lesbian
Informan merasa malu untuk
menampilkan dirinya sebagai lesbian
Informan mengatakan bahwa ia merasa malu
menampilkan dirinya sebagai lesbian karena
kebanyakan orang belum mau menerima
kaum lesbian.
Tidak nyaman
Informan mengatakan bahwa wajar
mengalami rasa sakit hati dan malu karena
ia merasa telah berbuat salah. (B, W2, 07-
09-2015, 767)
(B, W2, 07-09-2015, 769-771)
Informan merasa tidak nyaman saat ke
gereja karena pasti orang-orang di gereja
akan membicarakannya, apalagi dengan
gaya berpakaiannya yang seperti laki-laki. Ia
juga merasa tidak nyaman apabila
mendengarkan pendeta berkhotbah megenai
Informan takut apabila masyarakat
mengetahui hubungannya dengan
sesama jenis
Informan mengatakan bahwa ia merasa takut
apabila orangtua pasangannya mengetahui
bahwa hubungan mereka, karena informan
dan orangtua pasangannya telah menjalin
hubungan yang sangat baik dan orangtua
pasangannya sudah terlanjur baik dengan
informan.
(B, W1, 25-07-2015, 470-476)
Informan juga memikirkan anak-anaknya,
mereka semakin hari semakin bertumbuh
informan yang sebenarnya. Ia juga tidak
tahu kehidupannya harus bagaimana. Hal ini
yang ia takutkan
(B, W1, 25-07-2015, 476-480)
Informan juga takut kelak anak-anaknya
tidak mau menerima dirinya yang lesbian.
(B, W1, 25-07-2015, 655-657)
Informan juga merasa malu apabila ia
menampilkan dirinya sebagai lesbian, maka
orang pasti akan membicarakannya
Informan juga merasa takut apabila ia
ketahuan berpacaran dengan sesama jenis, ia
akan diusir dari lingkungannya.
(B, W2, 07-09-2015, 822-823)
10 Anggapan orang terhadap
informan
Anggapan orang ketika melihat
informan
Ketika informan berjalan di suatu tempat,
orang yang melihatnya akan
membicarakannya bahwa ia itu lesbian atau
perempuan suka dengan perempuan
(B, W2, 07-09-2015, 757-759)
Orang yang melihat informan biasanya
mengatakan bahwa informan adalah lesbian,
Ketika orang melihat gaya informan dan
melihat informan sedang bersama
perempuan maka mereka akan menganggap
bahwa informan berpacaran dengan
perempuan tersebut.
(B, W3, 21-10-2015, 1221-1224)
11 Dampak anggapan negatif dari masyarakat terhadap sikap
informan
Anggapan negatif mengenai lesbian
membuat informan merasa serba
salah jika ingin ke gereja
Informan mengatakan bahwa ia merasa
terganggu dan serba salah karena ia ingin
pergi beribadah tetapi omongan dan reaksi
negatif dari orang ketika melihat informan,
membuatnya tidak nyaman
Dengan adanya anggapan negatif mengenai
lesbian, informan menjadi jarang ke gereja
karena dengan gaya berpakaian, ia akan
mendapatkan omongan yang negatif dari
orang-orang di gereja.
(B, W2, 07-09-2015, 924-926)
Informan mengatakan bahwa ia maupun
kaum lesbian lainnya mendapatkan
penolakan seperti sindiran dari masyarakat.
memberikan penolakan seperti sindiran.
(B, W2, 07-09-2015, 1009-1019)
Informan mengatakan bahwa tidak adanya
penerimaan dari lingkungannya
(B, W2, 07-09-2015, 820-822)
Informan mengatakan bahwa anggapan-
anggapan negatif mengenai lesbian
membuatnya menjadi tertutup. Informan
juga merasakan kesepian karena banyak
orang yang beranggapan negatif mengenai
membuat informan menjadi tertutup
dan merasa tidak nyaman
omongan orang mengenai lesbian
(B, W3, 21-10-2015, 1153-1154 & 1173-
1174)
Informan mengatakan bahwa dengan adanya
anggapan negatif mengenai lesbian,
membuat informan tidak bisa
terbuka/tertutup, tidak bebas apabila ingin
kemana-mana, dan menjadi malu apabila
ingin jalan bersama perempuan.
(B, W3, 21-10-2015, 1217-1220)
dengan sesama jenis didepan umum
(B, W1, 25-07-2015, 604-605)
(B, W2, 07-09-2015, 826-827)
Dengan adanya anggapan negatif mengenai
lesbian membuat informan tidak terlalu
menampakkan hubungan dengan
pasangannya didepan umum
(B, W2, 07-09-2015, 831-833)
Informan mengatakan bahwa omongan
orang mengenai lesbian membuatnya merasa
suka membicarakannya mengenai lesbian.
Saat ia berada di tempat yang mana orang-
orang membicarakan mengenai lesbian,
maka ia akan pergi dari tempat itu atau
menghindar.
(B, W3, 21-10-2015, 1194-1199)
12 Dampak anggapan negatif dari masyarakat terhadap perasaan
informan
Merasa malu Informan merasa malu ketika mendengarkan
omongan orang disekitarnya mengenai
lesbian, sehingga ia lebih memilih untuk
pergi dan tidak mau mengingat omongan
tersebut
Adanya rasa sakit hati, kecewa dan
minder
lesbian membuat informan merasa
terganggu.
(B, W2, 07-09-2015, 760-761)
Informan merasa terganggu apabila berada
di tengah-tengah masyarakat yang
memberikan anggapan negatif kepada kaum
lesbian
(B, W2, 07-09-2015, 972-973)
Informan juga mengatakan bahwa ia merasa
sakit hati mendengarkan anggapan-
Informan merasa sakit hati dan tersinggung
dengan anggapan negatif mengenai lesbian
(B, W2, 07-09-2015, 984)
Informan merasa kecewa, sakit hati, minder
dan malu karena anggapan-anggapan negatif
mengenai lesbian
(B, W3, 21-10-2015, 1191)
(B, W3, 21-10-2015, 1193-1194)
Informan mengatakan bahwa yang namanya
lesbian.
(B, W3, 21-10-2015, 1298-1300)
(B, W3, 21-10-2015, 1324)
13 Anggapan informan mengenai orang-orang disekitarnya
Kebanyakan orang terlalu terpaku
dengan kitab suci
Informan menganggap bahwa kebanyakan
orang disekitarnya terlalu terpaku dengan
Alkitab sehingga mereka sering memberikan
anggapan negatif mengenai homoseksual
(B, W2, 07-09-2015, 944-945)
Informan menganggap bahwa kaum
homoseksual tidak diterima karena
kebanyakan orang terlalu terpaku kepada
14 Anggapan agama mengenai lesbian
Berdasarkan sudut pandang agama,
lesbian dianggap melanggar agama
Kebanyakan orang beranggapan pasangan
sesama jenis itu melanggar agama dan
melanggar perintah Tuhan, telah bersalah
terhadap Tuhan, sehingga tidak adanya
penerimaan. Apabila dalam Alkitab tidak
tertulis bahwa perempuan harus berpasangan
dengan laki-laki, maka dimanapun tentu
kaum homoseksual akan diterima.
(B, W2, 07-09-2015, 946-955)
Informan mengatakan bahwa ia juga orang
beragama, dan memang dalam Alkitab
Dalam kitab suci perempuan harus
berpasangan dengan laki-laki
(B, W3, 21-10-2015, 1257-1262 & 1325-
1327)
Informan mengatakan bahwa dalam kitab
suci yang namanya pasangan adalah
perempuan berpasangan dengan laki-laki,
sehingga apabila perempuan hidup bersama
dengan perempuan tentu akan dianggap
salah, karena dalam kitab suci tidak ada
tertulis bahwa perempuan harus berpasangan
dengan perempuan.
(B, W2, 07-09-2015, 736-746)
oleh informan dianggap sebagai tidak normal, tabu dan
menjijikkan. Informan memilih isi pikiran
tersebut informan sering mendengarkan
anggapan orang di Kupang yang sama
seperti isi pikiran tersebut.
(B, W3, 21-10-2015, 1127-1129)
Informan juga mengatakan bahwa ia
memilih isi pikiran yang mengatakan bahwa
kaum lesbian dianggap sebagai pendosa.
(B, W3, 21-10-2015, 1255-1257)
16 Internalized Homophobia Membenarkan dan menginternalisasikan anggapan
Informan mengatakan bahwa ia menyakini
lesbian sehingga ia sering menghindar dari orang-
orang yang memberikan anggapan negatif
mengenai lesbian.
(B, W3, 21-10-2015, 1210-1214)
Informan juga membenarkan anggapan
agama mengenai lesbian bahwa lesbian itu
merupakan kaum berdosa karena informan
juga merupakan orang beragama dan dalam
Alkitab tidak ada tertulis mengenai
homoseksual.
orang mengenai lesbian karena dalam
Alkitab tertulis bahwa hawa harus dengan
adam, bukan hawa dengan hawa
(B, W3, 21-10-2015. 1316-1318)
(B, W3, 21-10-2015, 1327-1328)
17 Dampak dari internalized
homophobia
Tertutup/tidak terbuka dan tidak
bebas mengekspresikan dirinya
sebagai lesbian
Informan menginternalisasikan anggapan
orang sehingga ia merasa was-was, sangat
menutup diri dan tidak berani untuk jalan
bersama perempuan didepan umum
(B, W3, 21-10-2015, 1236-1240)
Karena informan membenarkan dan
sembarangan jika ingin jalan bersama
pasangannya, atau ingin berhubungan
dengan lesbian.
(B, W3, 21-10-2015, 1245-1249)
Karena informan menginternalisasikan
anggapan orang mengenai lesbian sehingga
ia tidak bisa terbuka dan tidak bebas
mengekspresikan dirinya.
(B, W3, 21-10-2015, 1266-1269)
Karena informan menginternalisasikan
menunjukkan dirinya yang lesbian, serta
tidak sembarangan bergaul dengan
perempuan. Informan juga takut keramaian,
ingin ke gereja saja ia merasa takut.
(B, W3, 21-10-2015, 1309-1316 & 1335-
1341)
Karena informan menginternalisasikan
anggapan orang mengenai lesbian sehingga
informan menjadi tertutup, tidak
sembarangan dan menyembunyikan diri.
Tersiksa
Berpikir dan bertanya-tanya
mengenai orientasi seksualnya
anggapan orang mengenai lesbian sehingga
membuatnya jarang ke gereja
(B, W3, 21-10-2015, 1289-1291)
Karena informan menginternalisasikan
anggapan orang mengenai lesbian sehingga
ia merasa tersiksa.
(B, W3, 21-10-2015, 1306-1307)
Informan mengatakan bahwa ia pikiran dan
bingung apakah ia harus meninggalkan
pasangan sesama jenisnya
Informan bertanya apakah karena dirinya
yang lesbian sehingga Tuhan
menghukumnya? Mungkin Tuhan
menghukumnya akibat orientasi seksualnya
(B, W1, 25-07-2015, 621-624)
Informan juga bertanya dalam dirinya
akankah kelak anak-anaknya akan menerima
keadaannya yang seperti ini, atau haruskah
ia yang mengalah.
(B, W1, 25-07-2015, 658-671)
18 Alasan informan membenarkan anggapan orang mengenai
Informan membenarkan anggapan
mengenai lesbian karena ia adalah
Informan menginternalisasikan dan
ia terpaku dengan agama yang dianutnya.
(B, W3, 21-10-2015, 1380-1381)
19 Adanya dilemma dengan isi pikiran bahwa homoseksual
dianggap tidak normal
Informan merasa bingung untuk
membenarkan atau tidak isi pikiran
bahwa homoseksual dianggap tidak
normal
Informan merasa dilemma karena apabila ia
membenarkan berarti ia juga menantang
dirinya sendiri dan menganggap omongan
orang itu benar. Ia juga menganggap bahwa
orientasi seksualnya tidak normal. Namun
apabila ia tidak membenarkan, ia juga
menantang dirinya sendiri. Ia masih merasa
bingung dan tidak bisa memilih antara
membenarkan atau tidak.
(B, W3, 21-10-2105, 1359-1365 & 1368-
informan sebagai lesbian
Keinginan untuk bebas menampilkan
diri
akan berubah namun dalam hati kecilnya ia
tidak ingin berubah, Ia tidak ikhlas
meninggalkan pasangan sesama jenisnya.
(B, W1, 25-07-2015, 311-314)
Informan mengatakan bahwa ingin agar
orang menerima kaum homoseksual
sehingga mereka tidak perlu takut dan
menyembunyikan diri, serta dimanapun
mereka berada, mereka tidak perlu berpura-
pura lagi. Apabila ingin bermesraan dengan
pasangannya juga tidak perlu takut lagi.
Keinginan untuk diterima Informan ingin agar orang-orang di tempat
tinggalnya menerima kaum lesbian sama
seperti diluar negeri. Ia juga ingin
keluarganya menerima dirinya yang seperti
ini.
No. Kategori Tema Sub-kategori Tema Pernyataan Informan 1 Ketertarikan dengan sesama
jenis
Awal tertarik dengan sesama jenis Awalnya informan menyadari bahwa ia
tertarik dengan sesama jenis sejak SMA
kelas 1. Saat itu, informan merasa simpati
dengan kakak kelasnya. Waktu pertama
melihat perempuan itu, informan langsung
fans dengan perempuan tersebut.
Kemudian informan mulai melakukan
pendekatan dengan perempuan itu.
(D, W1, 25-07-2015, 3-8)
disukainya itu seperti berbeda. Karena
perempuan itu terlalu memberikan
perhatian kepada informan sehingga
munculnya rasa suka kepada perempuan
tersebut. Selain itu, sekolah informan
merupakan sekolah khusus perempuan,
sehingga informan banyak menghabiskan
waktu dengan perempuan, dan akhirnya
informan menjadi fans dengan perempuan
yang merupakan kakak kelasnya.
Meskipun awalnya informan merasa takut
karena informan tidak tahu apakah
melakukan pendekatan dengan perempuan
itu.
(D, W1, 25-07-2015, 98-111)
Setelah pendekatan, akhirnya informan
berpacaran dengan perempuan itu, namun
informan menutupi hubungan mereka
karena takut diketahui oleh pihak sekolah.
Namun akhirnya orang mengetahui
hubungan mereka, karena mereka
ditangkap basah sedang mandi berdua.
(D, W1, 25-07-2015, 114-116)
menyukai sesama jenis merupakan kakak kelasnya, ia berbicara
dengan dirinya sendiri „mengapa ia bisa
menyukai sesama jenis, tidak boleh, tidak
baik seperti itu‟. Namun mungkin karena
rasa suka informan yang sangat besar
kepada perempuan tersebut, sehingga
membuatnya tidak bisa berpikir lagi.
(D, W1, 25-07-2015, 128-131)
Awalnya informan menolak mengenai
dirinya yang menyukai sesama jenis.
Tetapi seperti yang telah informan katakan,
informan juga merasa jatuh cinta
dengannya, sehingga membuat informan
tidak bisa berpikir lagi.
(D, W1, 25-07-2015, 134-138)
3 Perasaan informan sebagai lesbian
Informan merasa malu, minder, galau,
takut dan rasa bersalah
Informan mengatakan bahwa ia merasa
malu, dan tidak mau menampilkan dirinya
sebagai lesbian didepan umum. Ia merasa
malu.
(D, W1, 25-07-2015, 151-154)
Informan merasa malu apabila orang
mengetahui dirinya lesbian.
Informan juga merasa minder dan tidak
nyaman ketika keluarga besarnya
berkumpul dan menanyakan mengapa gaya
informan seperti laki-laki
(D, W1, 25-07-2015, 199-201 & 207-209)
Informan juga mengatakan bahwa ia
merasa galau dalam menampilkan dirinya
sebagai lesbian
(D, W1, 25-07-2015, 332)
menganggap bahwa pilihannya sudah
salah.
(D, W1, 25-07-2015, 404-405 & 593)
Informan merasa sangat takut dan malu
apabila orang mengetahui dirinya yang
lesbian
(D, W1, 25-07-2015, 408, 488-489 & 495-
496)
Informan merasa malu apabila ia ditolak
atau dipermalukan. Apalagi orangtuanya
Adanya rasa tidak nyaman
Takut dirinya diketahui sebagai
lesbian
Takut akan dibicarakan apabila
(D, W1, 25-07-2015, 440-443)
Informan mengatakan bahwa sebenarnya ia
merasa tidak nyaman karena tidak bebas
menampilkan dirinya yang lesbian.
(D, W1, 25-07-2015, 446-447 & 449-450)
Informan mengatakan bahwa ia merasa
sangat takut apabila orang mengetahui
dirinya lesbian
(D, W1, 25-07-2015, 391-392)
Takut berelasi dengan oranglain
menampilkan dirinya sebagai lesbian maka
orang-orang disekitarnya akan
membicarakannya
(D, W1, 25-07-2015, 379-380)
(D, W2, 07-09-2015, 631-632)
Informan mengatakan bahwa orang akan
membicarakannya apabila mengetahui
mengenai dirinya yang lesbian.
(D, W1, 25-07-2015, 403-404 & 469-470)
Informan mengatakan bahwa saat ia mau
Takut dianggap sebagai orang
penyakit
Takut dianggap tidak waras
karena ia takut dengan gayanya yang
seperti ini, orang tersebut tidak mau
berteman dengannya.
(D, W1, 25-07-2015, 457-462)
Informan merasa takut apabila ia
menunjukkan diri sebagai lesbian, maka
orang akan menganggapnya sebagai orang
penyakit.
(D, W2, 07-09-2015, 656)
(D, W3, 26-10-205, 901-903)
Takut akan diejek dan ditolak
akan dianggap tidak waras/tidak normal.
Jadi daripada dianggap seperti itu,
informan memilih untuk tidak
menunjukkan dirinya sebagai lesbian.
(D, W3, 26-10-2015, 836-839)
Informan merasa takut apabila orang
mengetahui dirinya lesbian, maka pasti ia
akan diejek dan ditolak atau tidak diterima.
Informan mengatakan bahwa ia memiliki
rasa takut yang sangat besar.
(D, W3, 26-10-2015, 850-852)
Takut mempermalukan keluarga
karena orientasi seksualnya
Informan mengatakan bahwa apabila orang
mengetahui dirinya lesbian, maka pasti
informan akan diejek.
(D, W2, 07-09-2015, 628-629)
Informan mengatakan bahwa orang
terdekatnya akan merasa malu apabila
mereka mengetahui dirinya yang lesbian.
Mereka juga pasti akan sakit hati dan
kecewa apabila mengetahui dirinya
lesbian. Apalagi orangtua dari informan,
yang masih kurang pemahaman mengenai
Takut akan dijauhi dan ditinggalkan
oleh orang-orang disekitarnya
(D, W3, 26-10-2015, 864-874)
Informan merasa takut orang-orang
disekitarnya akan menjauhinya dan
meninggalkannya apabila mereka
mengetahui bahwa informan menyukai
sesama jenis. Jadi sebaiknya informan
tidak menampilkan dirinya sebagai lesbian.
(D, W3, 26-10-2015, 1114-1117)
4 Latar belakang keluarga
informan
Jumlah saudara informan Informan merupakan anak keempat dari
lima bersaudara. Dua saudara perempuan,
dan tiga saudara laki-laki.
Relasi dengan keluarga Informan mengatakan bahwa relasinya
dengan keluarga terjalin dengan baik.
(D, W1, 25-07-2015, 175-176)
5 Pandangan informan mengenai dirinya
Menganggap dirinya berbeda
Menganggap dirinya keras kepala
Informan mengatakan bahwa dirinya yang
paling berbeda dalam keluarga. Yang mana
informan adalah perempuan, tetapi
informan bergaya seperti laki-laki, dan
membuat informan merasa minder/kurang
percaya diri apabila berada ditengah
keluarga.
(D, W1, 25-07-2015, 176-177 & 186-189)
Merasa tidak ada jati diri
Menganggap dirinya salah
gayanya, ia cenderung malas untuk
menanggapi.
(D, W1, 25-07-2015, 260-262)
Informan merasa bingung dengan dirinya
saat ini. Ia juga merasa aneh, buyar,
merasa dirinya tidak jelas, dan tidak ada
jati diri.
(D, W1, 25-07-2015, 312-313)
(D, W3, 26-10-2015, 840-842)
Informan menganggap bahwa dirinya tidak
6 Pandangan keluarga mengenai penampilan informan
Keluarga informan selalu
mempertanyakan dan mengomentari
gayanya yang seperti laki-laki
Informan mengatakan bahwa apabila
keluarga sedang berkumpul, mereka akan
menanyakan mengapa informan bergaya
seperti laki-laki. Mereka juga menegur
informan karena gayanya yang sangat
tomboy.
(D, W1, 25-07-2015, 189-195)
Ayah dan saudara laki-laki dari informan
sering mengomentari gaya informan yang
seperti laki-laki. Mereka juga menegur
informan karena ia memotong rambut
7 Pandangan informan terhadap keluarganya
Ibu dari informan tidak terlalu
mempermasalahkan gaya informan,
namun ayahnya
mempermasalahkannya.
Informan mengatakan bahwa ibunya tidak
terlalu mengomentari gayanya yang seperti
laki-laki, namun biasanya ayahnya
mengomentari gaya informan, misalnya
saat informan memotong rambut pendek
seperti laki-laki, ayahnya memarahinya.
Ibunya jarang mengomentari gayanya
mungkin karena ibunya mengerti bahwa
informan sudah bergaya seperti ini sejak
kecil.
(D, W1, 25-07-2015, 212-214, 230-232 &
tegas
Lebih dekat dengan ibu karena ibunya
tidak banyak komentar
Saudara laki-lakinya memarahi gaya
memiliki sifat yang keras atau tegas,
misalnya saat informan memotong rambut
yang pendek, maka ayahnya akan
mengomentari gaya rambutnya.
(D, W1, 25-07-2015, 217 & 221-226)
Informan mengatakan bahwa ia lebih dekat
dengan ibunya karena ibunya tidak banyak