• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL 2.1 KEBUDAYAAN PALAEOLITHIKUM DAN CIRI-CIRINYA

Dalam dokumen KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA (Halaman 36-42)

Kegiatan Belajar 2

TABEL 2.1 KEBUDAYAAN PALAEOLITHIKUM DAN CIRI-CIRINYA

Hasil kebudayaan Ciri-cirinya

1. 6.

2. 7.

3. 8.

4. 9.

5. 10.

Setelah Anda mengisi tabel 2.1, maka sesuaikan apa yang Anda tulis dengan kunci jawabannya berikut ini.

1. Chopper/kapak genggam 2. Flakes/alat serpih 3. Alat penusuk 4. Tombak 5. Mata panah

6. Sebagian besar alat terbuat dari batu 7. Terbuat dari tulang

8. Hasil buatannya kasar 9. Bentuknya sederhana. 10. Belum diasah/diupam

Jika jawaban Anda banyak yang benar, selamat untuk Anda. Dan Anda dapat mempelajari kembali uraian berikutnya.

Pengenalan terhadap api bagi masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan sangat dimungkinkan karena berdasarkan analogi jenis manusia purba yang ditemukan di Cina sudah mengenal api.

Dari uraian tersebut, apakah Anda masih ingat nama jenis manusia purba yang di temukan di Cina? Jenis manusia purba di Cina disebut dengan Sinanthropus Pekinensis yang memiliki persamaan dengan Homo Erectus. Dimana keduanya memiliki persamaan. Untuk itu apa yang menjadi ciri dari manusia Sinanthropus Pekinensis juga menjadi ciri dari Homo Erectus sebagai pendukung dari kehidupan berburu dan mengumpulkan makanan.

Apakah dari uraian tersebut Anda sudah pahami? Kalau Anda sudah paham, silahkan simak kembali uraian materi ini.

Untuk mengetahui alat komunikasi apa yang dipakai oleh masyarakat zaman batu tua sangatlah tidak mudah, tetapi yang jelas bahwa antar manusia yang satu dengan yang lain pasti mempunyai cara untuk berkomunikasi. Kira-kira menurut Anda bahasa apa yang dipakai sebagai alat komunikasi pertama pada zaman batu tua?

Sesuai dengan kehidupan masyarakatnya berburu dan mengumpulkan makanan, maka alat komunnikasi yang sangat dimungkinkan adalah bahasa isyarat, karena bahasa isyarat adalah bahasa yang diperlukan pada saat berburu. Dengan adanya migrasi/perpindahan bangsa-bangsa dari Asia daratan ke Indonesia seperti yang dilakukan oleh bangsa Papua Melanosoide, maka secara lambat laun terjadi perubahan dalam kehidupan masyarakat .

Perubahan kehidupan yang terjadi secara lambat sangat dimungkinkan karena di lihat dari bentuk adaptasinya masih berdasarkan berburu dan mengumpulkan makanan, walaupun sudah memasuki tingkat lanjut atau disebut dengan Food gath-ering tingkat lanjut.

Kehidupan Food gathering tingkat lanjut terjadi pada saat berlangsungnya zaman Mesolithikum ditAndai dengan kehidupan sebagian masyarakatnya bermukim dan berladang (huma). Yang menjadi tempat mukimnya/menetapnya adalah gua-gua dipedalaman atau tepi-tepi pantai.

Dengan kehidupan menetap tersebut maka terjadilah pertumbuhan dalam kehidupan yang lain yaitu antara lain mereka sudah tahu menyimpan sisa makanan, mengenal tata cara penguburan mayat, mengenal religi/kepercayaan dan bahkan mengenal kesenian.

Bukti adanya pengenalan terhadap religi dan kesenian yaitu ditemukan lukisan cap tangan yang diberi warna merah dan lukisan babi hutan yang terdapat pada dinding gua Abris Sous Roche, seperti yang ditemukan di gua Leang-Leang Sulawesi Selatan, di Seram dan di Irian Jaya.

Untuk memperjelas pemahaman Anda , dapat Anda amati gambar 2.1 berikut ini.

Gambar 2.1. Lukisan tangan dan babi hutan pada dinding

Gua Leang-leang (Sulawesi Selatan)

Dari gambar 2.1 yang Anda amati, bagaimana pendapat Anda tentang makna lukisan tersebut?

Lukisan pada dinding gua zaman mesolithikum banyak dihubungkan dengan keagamaan, karena lukisannya banyak menggunakan warna merah (warna darah). Warna merah dianggap memiliki kekuatan magis/gaib. Lukisan cap tangan dianggap memiliki makna tanda berkabung dari seorang wanita yang ditinggal mati suaminya, karena pada umumnya jari manis pada lukisan tangan tersebut dipotong.

Sedangkan lukisan babi hutan yang sedang lari dan pada arah jantungnya terdapat mata panah dimaksudkan bahwa, pada waktu berburu mereka mengharapkan binatang buruan. Lukisan tersebut diduga dibuat oleh seorang pawang pada waktu upacara perburuan.

Berdasarkan uraian materi tersebut, untuk mengukur tingkat pemahaman Anda terhadap materi ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa berburu dan mengumpulkan makanan, maka lengkapilah tabel 2.2 berikut ini.

Periodisasi prasejarah Ciri-ciri kehidupan Hasil kebudayaan Berburu dan PA - 1. - 7 mengumpulkan makanan LA - 2. - 8 EO - 3 - 9 LI - 4 - 10 THI - 5 KUM - 6

Bermukim dan berladang ME 11. 17.

SO 12. 18.

LI 13. 19.

THI 14. 20.

KUM 15.

Setelah Anda melengkapi tabel 2.2 di atas maka untuk mengetahui kebenaran tabel yang Anda lengkapi, cocokkanlah dengan kunci jawaban di bawah ini.

1. Hidupnya nomaden/berpindah - pindah tempat 2. Food Gathering

3. Hidupnya berkelompok kecil 4. Alat kehidupannya kasar 5. Sudah mengenal api

6. Menggunakan bahasa isyarat

7. Chopper/kapak genggam/kapak perimbas 8. Flakes

9. Mata panah 10. Alat-alat tulang

11. Menyimpan sisa makanan 12. Mengenal religi

13. Mengenal penguburan mayat 14. Mengenal kesenian

15. Alat kehidupannya agak halus 16. Hidupnya sebagian menetap 17. Pebble/kapak pendek 18. Flakes

19. Alat-alat tulang 20. Batu pipisan

Bagaimana dengan jawaban dari tabel 2.2 yang Anda lengkapi? Apakah yang Anda tulis sudah benar? Kalau jawaban Anda banyak yang benar, maka Anda dapat melanjutkan mempelajari uraian materi selanjutnya.

2. Masa bercocok tanam

Sebelum Anda mempelajari uraian materi, terlebih dahulu perhatikan skema berikut ini.

Dari skema di atas, dapatlah dijelaskan bahwa dengan adanya perubahan kehidupan dari semi sedenter menjadi kehidupan yang menetap maka sistem huma/perladangan yang sudah dikenal oleh masyarakat mengalami penyempurnaan menjadi sistem bercocok tanam.

Sistem bercocok tanam atau dikenal dengan sistem persawahan dapat menggunakan lahan yang terbatas dan kesuburan tanahnya dapat dijaga melalui pengolahan tanah, irigasi dan pemupukan. Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak lagi berpindah-pindah temapt dan selalu berusaha untuk menghasilkan makanan atau dikenal dengan istilah

Semi Sedenter Menetap Hidup teratur Organisasi

Food Producing Kepala suku

Huma Perladangan

Bercocok tanam

Perdagangan

barter Kuat Keahlian

Kemampuan Food Producing membawa perubahan yang besar, dalam arti membawa akibat yang mendalam dan meluas bagi seluruh kehidupan masyarakat pada masa tersebut, karena masyarakat yang sudah menetap maka akan tercipta kehidupan yang teratur.

Dengan kehidupan masyarakat yang teratur berarti kehidupan masyarakatnya terorganisir dengan rapi dan bahkan membentuk semacam desa, dan masyarakat tersebut sudah memilih pemimpinya (kepala suku) dengan cara musyawarah sesuai dengan prinsip primus inter pares.

Pemilihan pemimpin yang berdasarkan prinsip primus inter pares menAndakan bahwa pemimpin tersebut dipilih diantara mereka yang memiliki kelebihan baik fisik (kuat) maupun spiritual (keahlian).

Di samping adanya perkembangan dalam kehidupan sosial, juga mumcul sistem perekonomian dalam kehidupan masyarakat. Hal ini karena dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup, maka dikenal sistem pertukaran barang dengan barang (perdagangan barter).

Kemajuan yang dicapai oleh masyarakat pada masa bercocok tanam dapat dilihat dari alat-alat kehidupannya yang dibuat oleh masyarakat tersebut, dimana alat-alat kehidupannya sudah dibuat halus/diasah, sempurna serta mempunyai nilai seni bahkan fungsi beraneka ragam.

Alat-alat kehidupan yang dibuat pada masa ini ada yang digunakan sebagai alat upacara (keagamaan) yang didasarkan atas kepercayaan yang berkembang pada masa ini yaitu Animisme dan Dinamisme. Animisme adalah kepercayaan terhadap roh dan Dinamisme adalah kepercayaan terhadap benda-benda yang memiliki kekuatan gaib.

Untuk lebih jelasnya pengertian tentang kepercayaan aninisme dan dinamisme nanti akan Anda pelajari pada uraian materi selanjutnya.

Dasar dari kepercayaan aninisme dan dinamisme terlihat adanya tradisi Megalith. Tradisi Megalithikum muncul pada masa Neolithikum dan berkembang pesat pada zaman perundagian, dan ditandai adanya bangunan-bangunan besar untuk pemujaan.

Demikianlah uraian materi tentang ciri-ciri kehidupan masyarakat bercocok tanam. Untuk selanjutnya jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini.

1. Lima ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam yaitu: a. ...

b. ... c. ... d. ... e. ...

2. Sebutkan hasil kebudayaan masyarakat pada masa bercocok tanam! a. ... b. ... c. ... d. ... e. ...

3. Sebutkan nama suku bangsa yang menjadi pendukung pada masa bercocok tanam! a. ... b. ... c. ... d. ... e. ...

Jika Anda sudah menuliskan jawaban pertanyaan di atas, maka cocokkan dengan kunci jawaban berikut ini.

1. a. Menetap. b. Food Producing.

c. Kehidupan masyarakat teratur (terbentuk desa). d. Mengenal tradisi megalith (Aninisme dan Dinamisme). e. Mengenal perdagangan barter.

2. a. Kapak persegi. b. Kapak lonjong. c. Gerabah. d. Perhiasan e. Pakaian. 3. a. Suku Toraja b. Suku Nias c. Suku Dayak d. Suku Sasak e. Suku Batak

Bagaimana dengan jawaban Anda? Jika jawaban Anda banyak yang benar berarti Anda sudah memahami, dan Anda dapat membandingkan dengan ciri-ciri kehidupan masyarakat berikutnya.

3. Masa perundagian

Masa perundagian sangat penting artinya dalam perkembangan sejarah Indonesia, karena pada masa ini sudah terjadi hubungan dengan daerah-daerah disekitar kepulauan Indonesia.

Penggalan masa perundagian menunjukkan kekayaan dan keanekaragaman budaya, berbagai bentuk benda seni, peralatan hidup dan upacara yang menunjukkan kehidupan masyarakat masa itu sudah memiliki selera yang tinggi. Hidup masyarakat teratur dan makmur.

Kemakmuran masyarakat dapat diketahui melalui perkembangan teknik pertama, dengan mengembangkan pertanian yang intensif dan sebagai akibatnya sektor pertanian mengalami perkembangan yang pesat dan hal ini berdampak kepada kemajuan perekonomian, yang ditandai dengan berkembangnya perdagangan dan pelayaran.

Di samping perdaganan dan pelayaran yang meningkat dalam kehidupan beragamapun juga berkembang pesat, yang dibuktikan dengan banyaknya bangunan megalithikum yang didirikan dalam rangka penghormatan dan pemujaan terhadap roh nenek moyang.

Demikianlah uraian materi tentang ciri-ciri kehidupan masyarakat pada masa perundagian. Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda lengkapilah tabel 2.3 di bawah ini.

Dalam dokumen KEBUDAYAAN MASYARAKAT PRASEJARAH INDONESIA (Halaman 36-42)

Dokumen terkait