• Tidak ada hasil yang ditemukan

Fungsi i: : Pernyataan Dja sarm en Pu

TABEL KECENDERUNGAN NARASUMBER PADA SKH BATAM POS NO.

TEKS BERITA

JUDUL BERITA

NARASUMBER DAN JUMLAH PORSI DALAM PARAGRAF TEKS BERITA

JUMLAH PARAGRAF Wartawan Masyarakat Pemerintah

(DPRD) BP Batam Kadin Batam Pakar

1 Lahan Batam Di Data Ulang

Eks, Ian, Eja, Ref (2) Syahrial Lubis (5) Ardiansyah (1) Djasarmen Purba (8) Mustofa Wijaya (6) Djaja Roeslim (5) Nur Patria (2) 29 2 Kadin Batam Abaikan SK Menhut Herry Dingin Sembiring (1) Dwi Djoko Wiwoho (3) Ahmad Makruf Maulana (6) 10 3 Investasi Batam Lampu Merah Akibat SK Menhut Herry Dingin Sembiring (2) Ahmad Makruf Maulana (8) 10 TABEL KECENDERERUUNGAN NARASUMBER PADDAA SKH BATAM POS

A

NARASUSUMBER DAN JUMUMLALAH HPOPORSR I DAD LAM PARAAGRG AF TEKS BERI Wartawawan Masyararakakatat PeP merintah

(D

(DPRPRD)D) BPBPBBata am Kadin BaB tam

Di EEks, Ianan, EjEja, Reef f(2(2) Syyahahrial L Lubis (5) Ardiansyah (1) Djasarmen Purba (8) Mustofa Wijaya (6) Ro Nu Nur He Herrrryy Diinngin Sembirinng (1) Dwi Djoko Wiwoho (3) Ahhmad d Maakrk uf Maulaana (6) m m h Herry DiDingin S Sembiring (2) Ahmamadd Makruf Maulana (8)

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2007

TENTANG

KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa wilayah Batam serta pulau-pulau kecil di sekitarnya

telah memenuhi kriteria untuk ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas;

b. bahwa untuk lebih memaksimalkan pelaksanaan pengembangan serta menjamin kegiatan usaha di bidang perekonomian yang meliputi perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan, pariwisata, dan bidang- bidang lainnya dalam kawasan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu untuk menetapkan kawasan dimaksud menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas;

c. bahwa berdasarkan Pasal 4 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas menjadi Undang-Undang, pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud

pada huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam;

Mengingat: . . . TENTANG

KAWASAN PERDAGAGAGAANGAN BEBAS DAN PELABUHAHAHAN BEBAS BATAM

DENGANNN RRRAHAHAHMAATTT TUHAN NN YAYAYANGNGNG MMMAHAA A ESA P

P

PRESSIDIDIDEENEN REPUBBLIK INDODOONENEN SIA,

nimbbbang : a.a.a. bahahahwawwilayah Batamam serta pulauau-pulululauaa kkkececcililil dddiii sekkikitarn t

te

t lah mememenuhi kriteria ununtuk dididitetapkpkpkananan seebe a Kawasan PePerdagangagan Bebass ddan Pelabuhahahan BeBeBebababas; b

b

b. bahwa unntutuk lelebih mmemaksimalkaann pepepelalalakskk annna pe

pengngembanganan serrtaa menenjajamin kegigiatataan usassahaaa dddi i i bidadada pereekokononomian yyaangg mmeliputiti pperdaganggaaan, maaaririrttt industrii, peperhrhubbunngaann, pperrbabanknkan, pariwisataaa, dan bbibidadada bidang lainnnnyay dalamm kkawawasan sebagaimanna dn ddimimimakkkss pa

padada hhuruf a, perlu untuk f k menettapkpkanan kkawawasassannn dimdd mmakakaks me

me

menjnjnjadadi d Kawaaasasasan Perdrdrdagangag n BeBeBebabab s dadan Pelaaabububuh Bebas;

c. bahwa berdasarkan Pasal 4 Peraturan PePePemememerrrin Penggggagg nti Undang-Undang g Nomor 1 Tahuhuhunnn 202020070707 ttteeenta Pe

Pe

Perururubababahahahannn AtasAtAtasas UUUndddananang-g-g-UnUnUndadadangngng NNNomomomororor 3336 66 TaTaTahuhuhunnn 20 teentntntananang PePePenenn tapapapannn Peraraatututurararan PePePemem rintahahah PPPengga U

U

Undadadannng-Undang g g Nomor r r 1 Tahun 22020000000 tttenenentatatanngng Kawas Perdagangan BeBeBebas dan Pelabuhan Bebas menj Undang-Undanggg, pembbeb ntukan Kawasan Perdagang Bebas dan Pelaaabuhan BBBebas ditetapkan dengan Peratur Pemerintah;

d. bahwa berdasarkakakan ppepertimbangan sebagaimana dimaks pada huruf a, huurururufff b, dan huruf c, perlu menetapk Peraturan Pemerintnn ah tentang Kawasan Perdagang

- 2 -

Mengingat : 1. Pasal 5 ayat (2) dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 76, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3613);

3. Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Siak, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Batam (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 151, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3902);

4. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2000 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 251, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4053);

5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);

6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4548);

7. Undang-Undang . . . 2. Undang Undanggg NNNomommoro 11 Tahun 1995 tentang Cu

(Lembaran n NeNeNegara Republililikkk InI donesia Tahun 1995 Nom 76, TaTaTammmbahan Lembaran NeNeegagagara Republik Indone Noommmor 3613);

3. UUndang-Undangnn NNNomomomoroo 53 Tahunnn 1999 tenta Pembbbenenentututukkkan KKKabababupupupatenatatenen PPPeele alalalawaa an, Kaaabubb paten Rok Hu

H

H lu, KaKaKabububupaten Rokan Hilir,r KKKaababupataa en Siaak,kk Kabupa Ka

Ka

Karirr mun,, KKKabababupatenn Nattununnaa,a, Kabupatatatenenen KKuantttanaa Singi d

d

dan KoKoKotat Batam (Lembaran NNNegegegara ReReRepupupublik IIIndnn one Taaahhuhun 1999 Nomoro 151, Tambmbahhhanaan LLLememmbababararr n Neg R

Re

R publikk Indonesia NNomor 3902)2);

4.. Undang-UnUndad ng Nomomor 36 TaTahhun 2000 teneentaaangngng PPPenee ettaaap Peraturan PePemem rinttaah Pengggganti Undang-UnUndaUn angngng NNNomooo Ta

Tahuh n 20000 ttentaang Kawawasan Perdadaggangaaan BBBebebebas ddd Pelalabubuhah n BeBebabas memennjaadi Unndadanng-Undannng (L(L(Lembababarr Negara RRepepubblil k k Innddonnesiiaa TaTahun 2000 Nomorrr 222 Tambahan LLemmbbaran NeNegagarra Republik Indooonesia a a Nooommm 40

405353);); 5

5. UnUnUndadadangngng-UUndanndnda g gg Nomoorr r 17 T7 TTahaahununun 222000030033 tetenntang Keuauauannng Negara (Lembarannn Negegegara Republik Indonesia Tahununun 2220 Nomor 47, Tambbbahan Lembaran Negara RRRepepepub Indonesia Nomor 4286);

6 6

6. UUUndndndananang-g-g-UnUnUndadadangngng NNNomoromomoror 33322 2 TaTaTahuhuhunnn 202020040404 ttenta Pe

Pe

Pemememerintntntahahahananan DDDaeaeaerah rar (L(L(Lememembababaran raran n Negagagararara Repub Innndododonnesia Tahuunn n 20044 Nomor 12555, TaTT mbbbahahahanan Lembar Negara Republik k k Indoneeesis a Nomor 4437) sebagaimana te diubah dengann Undanggg-Undang Nomor 8 Tahun 20 tentang Penettatapan PPePeraturan Pemerintah Pengga Undang-Undang gg Nomorrr 3 Tahun 2005 tentang Perubah Atas Undang-Unnndad nggg Nomor 32 Tahun 2004 tenta Pemerintahan Daeerrar hhh menjadi Undang-Undang (Lembar Negara Republik IInIndonesia Tahun 2005 Nomor 1

- 3 -

7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1995 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3612) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 93, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4661);

8. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN PEMERINTAH TENTANG KAWASAN PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS BATAM.

BAB I

PEMBENTUKAN KAWASAN

PERDAGANGAN BEBAS DAN PELABUHAN BEBAS Pasal 1

(1) Dengan Peraturan Pemerintah ini, kawasan Batam ditetapkan sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas untuk jangka waktu 70 (tujuh puluh) tahun sejak diberlakukannya Peraturan Pemerintah ini.

(2) Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Setokok, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang Baru;

(3) Batas tetap dan titik koordinat dari wilayah sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagaimana dalam peta terlampir yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan Peraturan Pemerintah ini.

Pasal 2 . . . Indonesia Nooomomomor 36122))) sesesebabb gaimana telah diubah deng Undanggg-U-U-Undang Nomor 17 Tahahahunuu 2006 tentang Perubah Atasss UUndang-Undang Nomor 1000 Tahun 1995 tenta Ke

Ke

Kepabeanan (LeLL mbaran Negara Republblblik Indonesia Tah 2006 Nomor 993,93,3, TTamamambababahahahan nn Lembaran Negara Repub Indonenenesisisia NoN momoor r 464646616161)));

8. UUUndnn ang-Undadadangngng NNNomomororor 2226 6 6 Tahun 2000070707 tentangngng Penata Ru

Ru

Ruang g g (L(L(Lembaran NeN gara Repububublllik Innndododonenenesia Taaahuhh n 20 Nommomor r 68, Tambbahan Lembabararanra NeNeNegagagararr RRRepub In

In

Inddonesisia a Nomor 477225); ME

M MUTUTUSKAN ::

ne ne

netatt pkpkpkananan : PERATATURURAN PEMERERINTAAHH TEENTNTANG KAAWAWASSAN PEPPERDDDAGAGAGANNNGGG BEBAS DAAN N PEPELABUUHHANN BEBEBABAS BAATATAM.M.

BAB I PE

PE

PEMBMBMBENENNTUTUTUKAN KAKAKAWAWAASASASANNN

PERDAGANGAN BEBAAAS S S DAAANNN PELABUHAN BEBAS Pasal 1

(1) Deeengngngananan PPPerereratataturuu an PPPemememeeerintataahhh ininini,i, kkkawawawasaa an Batttamamam dddiiitetapk s

sebabaagagagaii Kawasaann n Perdagggaaangan Bebababasss dadadan nn PePePellalabububuhan Beb untuk jangka wwwaktu 70 (tujuh pulluh) tahun seh diberlakukannyaaa Peraturaaann nPemerintah ini.

(2) Kawasan Perdagggana gan BBBebas dan Pelabuhan Bebas Bat sebagaimana dimamamaksudd pada ayat (1) meliputi Pulau Bata Pulau Tonton, Pulaaau SSSetokok, Pulau Nipah, Pulau Rempa Pulau Galang dan Pulululaaau Galang Baru;

- 4 -

Pasal 2

(1) Di dalam Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan

Bebas Batam dilakukan kegiatan-kegiatan di bidang ekonomi, seperti sektor perdagangan, maritim, industri, perhubungan, perbankan, pariwisata dan bidang lainnya.

(2) Bidang lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah tersendiri.

(3) Pengembangan kegiatan-kegiatan di bidang ekonomi di

dalam Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas pada kawasan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 ayat (2) dilakukan sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Batam.

BAB II

KETENTUAN PERALIHAN Pasal 3

(1) Semua aset Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau

Batam dialihkan menjadi aset Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, kecuali aset yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Batam, sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan. (2) Pegawai pada Otorita Pengembangan Daerah Industri

Pulau Batam dialihkan menjadi pegawai pada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.

Pasal 4

(1) Hak Pengelolaan atas tanah yang menjadi kewenangan

Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam dan Hak Pengelolaan atas tanah yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Batam yang berada di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam sebagaimana dimaksud pada Pasal 1 ayat (2) beralih kepada Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

(2) Hak-hak . . . Bebas Batam mm dididilakull kukukakakan n kegiatan-kegiatan di bida ekonomi,i,, sseperti sektor perdrdrdagaga angan, maritim, indus perhhubububungan, perbankan, pariwisasasatatt dan bidang lainnya (2) BiBiBidang lainnyayy sebagaimana dimakkksuss d pada ayat

ditetapkpp ananan dennngangaga PePeeraraatututurararannn PePP merintahh ttteree sendiri. (3) Pengememmbababannngan kegiatan-kegigigiatatatananan di bidanggg ekonomi

da da

dalall m Kawawawasasasann PePerdrdaggananngagagan nn Bebas dadadannn Pelabububuhan Beb p

pa

pada kkkaawawasan sebagagaimana dimimmakaka sud dadadalalalam Passas l 1 a (2))) ddidilaakuk kan sesuaiai dengan Rencn ananna aa Taatatata RRRuauu ng WWWilay K

Ko

Kota Batatama .

BABB II

KETEENTNTUANN PPERALILIHHAN Pa

P ssal 33

(1) Semua asett OOtoorrita Penngeembmbangan Daerah Innndustrtrtri PuPuPu Ba

Batatam didiallihihkan menjaddii asett BBadadanan Penenengusaaahahh Ka

Ka

Kawawawasan Perdagagaganaa gan BeBeBebbbas dan PelaPePelalabubuhahann BeBB bas BaBaBattta kecuali aset yang gg tetetelaaah dh h didiserahkan kepada Pemerintttahahah K Batam, sesuai denggaana Peraturan Perundang-undananangagagannn. (2

(2

(2))) Pegagg wai papp da Otorita Pengeg mbangagg n DaDaDaeeerahahah IIIndnn us Pu

Pu

Pulalalau u u BaBaBatatatammm dididialaa ihhkakakann n mememenjnjnjadadadi ii pegapepegagawawawai i i papapadadada Bad Peengngnguususahahhaaaaaan n n Kawawawasasasannn Peerdrdrdagagagana gagagan n n BBeB bas dadadan nn PPePelabuh B

B

Bebababasss BBatam.

Pasal 4

(1) Hak Pengelolaaaannn atas tanah yang menjadi kewenang Otorita Pengembababangannn Daerah Industri Pulau Batam d Hak Pengelolaan ataasas tanah yang menjadi kewenang Pemerintah Kota BBatam yang berada di Kawas

- 5 -

(2) Hak-hak yang ada diatas Hak Pengelolaan atas tanah

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tetap berlaku sampai masa berlakunya berakhir.

(3) Untuk perpanjangan/pembaharuan hak setelah hak

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berakhir, akan diberikan sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan.

BAB III

KETENTUAN PENUTUP

Pasal 5

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, segala perjanjian, kesepakatan, atau kerjasama serta izin atau fasilitas yang diberikan oleh Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam dan Pemerintah Kota Batam dinyatakan tetap berlaku sampai masa berlakunya berakhir.

Pasal 6

(1) Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan

Pelabuhan Bebas Batam ditetapkan paling lambat pada tanggal 31 Desember 2008.

(2) Sebelum terbentuknya Badan Pengusahaan Kawasan

Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam, maka tugas dan wewenangnya dilaksanakan secara bersama antara Pemerintah Kota Batam dengan Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Pasal 7

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar . . . (3) Untuk pepeerprprpanjangan/pemmmbabab haruan hak setelah h

sebagagaaimimimana dimaksud pada ayaa at (2) berakhir, ak dibebeberikan sesuai dengan Peraturan PPPerundang-undanga

BAB III

KEEETETETENTNTNTUAUANN PEPENUNUNUTUTUTUP

Pasaall 5

Paaadad saat Peraraturan PePemerintahah ini mulaii bererlarlalakukuku,,, seeeg p

pe

perjrjanjian, kesepapakatann, aatau kekerrjasama serta a izizzinii aaattatau u u faff sillli y

yang ddibiberikan ooleeh OOtoorita a PPengembaangngaan DDaaaeraaah hh InII dududuss Pulau Baatatamm dan PePemmerrintntahah Kottaa BaBatam dinyyyatakan ttteee berlaku samppaiai mmasa aa beberllakakununyaya bbeerakhir.

Pa P

P sal 666

(1) Badan Pengusahaaaan Kawasan Perdagangan BeBeBebababass s d Pelabuhan Bebas Batam ditetapkan paling gg lalalambmbmbaatat pa ta

ta

tangngnggagagalll 313131 DDDesesesememembebb r 202020080808. (2

(2

(2))) SeSeSebebebellulum m m tteterbrbrbentuuuknknknya BBBadaddananan PPPenenengugugusahahahaananan Kawas Pe

Pe

Perdrdagangan Bebard babas dan PPPelabuhan Bebababasss BaB tatatammm, maka tug dan wewenanggnnnya dilaaakskk anakan secara bersama ant Pemerintah Kooto a Batammm dengan Otorita Pengembang Daerah Industrii i Pulau BBBatam sesuai dengan tugas pok dan fungsi masinnng-gg masisising.

- 6 -

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 20 Agustus 2007 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 20 Agustus 2007

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

ANDI MATTALATTA

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2007 NOMOR

p p y g p

Ditetapkan di Jakartaaa pa

pa

p dadada tanananggal 2gggg 220 Agustus 20202007 PR

PRRESESESIDIDIDENENEN RRREPEPEPUBUBUBLILILIK K INDONEEESISS A, tt

tt ttd.d.d.

DR. H. SUSILO BAMBM ANANANG YUYUYUDHDHDHOYOO ONNNO

unnndangggkakakan nn di JJJakarta

daaa tanggggggalala 200 0 AgAgusu tus 2007

ENTNTTERI HUKKUK M DAN N HAHAK K ASASSI MAMANUSISIAA REEEPUBLIK INDONNESESIAIA,

tt ttdd.

ANDI MATTALATTA

- 2 -

PENJELASAN ATAS

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 46 TAHUN 2007