l0 0d l1 8.14c l2 32.23a l3 25.23b l4 0d
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan : I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 3. Perlakuan l2 (lama penyimpanan 2 hari) sangat berbeda nyata pada perlakuan l3 (lama penyimpanan 3 hari), l1 (lama penyimpanan 1 hari). Sedangkan pada perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) tidak berbeda nyata.
Tabel 4 . Persentase kematian gulma 4 hari setelah aplikasi
Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma ………%……. l0 0d l1 16.29c l2 31.75b l3 42.06a l4 0d
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan : I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 4. Perlakuan l3 (lama penyimpanan 3 hari) sangat berbeda nyata pada perlakuan l2 (lama penyimpanan 2 hari), l1 (lama penyimpanan 1 hari). Sedangkan pada perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) tidak berbeda nyata. Tabel 5. Persentase kematian gulma 5 hari setelah aplikasi
Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma ………%……. l0 0c l1 16.29b l2 36.4a l3 16.83b l4 0c
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan : I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 5. Perlakuan l2 (lama penyimpanan 2 hari) sangat berbeda nyata pada perlakuan l3 (lama penyimpanan 3 hari), l1 (lama penyimpanan 1 hari). Sedangkan pada perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) tidak berbeda nyata.
Tabel 6. Persentase kematian gulma 6 hari setelah aplikasi Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma
………%……. l0 0d l1 24.44c l2 36.69b l3 42.07a l4 0d
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan :
I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 6. Perlakuan l3 (lama penyimpanan 3 hari) sangat berbeda nyata pada perlakuan l2 (lama penyimpanan 2 hari), l1 (lama penyimpanan 1 hari). Sedangkan pada perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) tidak berbeda nyata. Tabel 7. Persentase kematian gulma 7 hari setelah aplikasi
Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma ………%……. l0 0c l1 24.44b l2 31.76a l3 33.65a l4 0c
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan : I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 7. Perlakuan l2 (lama penyimpanan 2 hari) dan l3 (lama penyimpanan 3 hari) tidak berbeda nyata. Sedangkan pada perlakuan l1 sangat berbeda nyata dengan l4 (lama penyimpanan 4 hari) dan l0 (tanpa penyimpanan).
Tabel 8. Persentase kematian gulma 8 hari setelah aplikasi Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma
………%……. l0 0d l1 16.29c l2 23.82b l3 33.65a l4 0d
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan : I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 8. Perlakuan l1 (lama penyimpanan 1 hari) sangat berbeda nyata pada perlakuan l3 (lama penyimpanan 3 hari), l2 (lama penyimpanan 2 hari). Sedangkan pada perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) tidak berbeda nyata. Tabel 9. Persentase kematian gulma 9 hari setelah aplikasi
Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma ………%……. l0 0d l1 8.15c l2 23.82b l3 42.07a l4 0d
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan : I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 9. Perlakuan l1 (lama penyimpanan 1 hari) sangat berbeda nyata pada perlakuan l3 (lama penyimpanan 3 hari), l2 (lama penyimpanan 2 hari). Sedangkan pada perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) tidak berbeda nyata. Tabel 10. Persentase kematian gulma 10 hari setelah aplikasi
Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma ………%……. l0 0d l1 8.15c l2 15.88b l3 42.07a l4 0d
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan :
I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 10. Perlakuan l1 (lama penyimpanan 1 hari) sangat berbeda nyata pada perlakuan l3 (lama penyimpanan 3 hari), l2 (lama penyimpanan 2 hari). Sedangkan pada perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) tidak berbeda nyata. Tabel 11. Persentase kematian gulma 11 hari setelah aplikasi
Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma ………%……. l0 0d l1 0d l2 31.76a l3 16.83b l4 7.95c
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan :
I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 11. Perlakuan l0 (tanpa penyimpanan) dan l1 (lama penyimpanan 1 hari) tidak berbeda nyata. Sedangkan pada perlakuan l4 (lama penyimpanan 4 hari) sangat berbeda nyata dengan l2 (lama penyimpanan 2 hari) dan l1 (lama penyimpanan 1 hari).
Tabel 12. Persentase kematian gulma 12 hari setelah aplikasi Perlakuan Rata – rata persentase kematian gulma
………%……. l0 0b l1 0b l2 15.88a l3 16.83a l4 0b
angka rata-rata yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%.
Keterangan :
I0 : Tanpa disimpan
l1 : Lama penyimpanan 1 hari l2 : Lama penyimpanan 2 hari l3 : Lama penyimpanan 3 hari l4 : Lama penyimpanan 4 hari
Pada Tabel 12. Perlakuan l2 (lama penyimpanan 2 hari) dan l3 (lama penyimpanan 3 hari) tidak berbeda nyata.
Jenis gulma yang terdapat di pembibitan tanaman buah naga yaitu
Borreria alata, Eleusine indica L, Ageratum conyzoides L, Portylaca oleracea L, Cyperus rotundus L, Axoopus compressus, Stachytarpheta jamaicensis, Erchirochloa conolum, Sphaeranthus africanus. Gambar dapat
dilihat pada lampiran 3. 2. Pembahasan
Hasil uji BNT 5% terhadap persentase kematian gulma menunjukan sangat berbeda nyata pada tiap-tiap perlakuan lama penyimpanan.
Dari kelima perlakuan l0 (tanpa penyimpanan), l1 (lama penyimpanan 1 hari), l2 (lama penyimpanan 2 hari), l3 (lama penyimpanan 3 hari) dan l4 (lama penyimpanan 4 hari) menunjukan kematian gulma di pembibitan adalah 2-10 hari setelah penyemprotan. Hal ini diduga karena herbisida nabati alang-alang bisa mengeluarkan senyawa beracun karena dalam 2 hari sudah bisa mematikan gulma yang berukuran kecil (± 1 cm). Sedangkan gulma yang berukuran besar hanya mengalami gejala layu seperti daun yang menguning. Hal ini didukung dengan pendapat Barus (2003), yang menyatakan bahwa herbisida kontak adalah herbisida yang langsung mematikan jaringan-jaringan yang terkena larutan herbisida terutama bagian gulma yang berwarna hijau.
Menurut Yakup (2002) herbisida adalah zat kimia yang dapat menekan pertumbuhan gulma dan bahkan mematikan. Sedangkan menurut Anonim (2008), bahwa kuantitas dan kualitas senyawa
allelopati yang dikeluarkan oleh gulma dipengaruhi oleh kerapatan gulma, macam gulma, saat kemunculan gulma, lama keberadaan gulma, habitus gulma, kecepatan tumbuh gulma dan jalur fotosintesis gulma.
Pembuatan ekstrak daun alang-alang cukup efektif dalam mematikan gulma hai ini sesuai dengan pendapat Rice dalam Rahim (2001), bahwa allelopati juga terdapat pada batang meskipun jumlahnya
tidak sebanyak daun. Daun merupakan tempat terbesar bagi substansi beracun yang dapat mengganggu pertumbuhan tetangganya.
Pada perlakuan lama penyimpanan ekstrak alang-alang menunjukkan hasil sidik ragam yang sangat berbeda nyata. Hal ini diduga bahwa lama penyimpanan ekstrak alang-alang bisa dilakukan sampai 3 hari sehingga masih dapat digunakan untuk mematikan gulma di pembibitan yang berukuran kecil. Namun lama penyimpanan ekstrak alang-alang yang lebih dari 3 hari sudah tidak efektif lagi karena menimbulkan bau dan tidak berpengaruh nyata terhadap kematian gulma, hal ini didukung dengan pendapat Sastroutomo (1990), bahwa untuk memperoleh allelopati dari gulma alang-alang perlu
dilakukan penyimpanan 2-3 hari sehingga larutan ekstraksi dapat digunakan dalam mematikan gulma. Hal ini sesuai dengan pendapat Jarotin (2007), yang melakukan pembuatan ekstrak brotowali sebagai
insektisida bahwa dalam melakukan pembuatan ekstrak perlu dilakukan penyimpanan selama 24 jam.
Pada perlakuan lama penyimpanan ekstrak alang-alang menunjukan hasil sidik ragam yang sangat berbeda nyata. Hal ini diduga karena dengan penyimpanan 2 sampai 3 hari kandungan
allelopati pada daun alang-alang akan meracuni tanaman setelah ekstrak didiamkan untuk beberapa saat. Hal ini di dukung oleh pendapat Setyowati dan Yuniarti (1999), mengemukakan bahwa perkembangan
tumbuhan tergantung pada konsentrasi ekstrak, sumber ekstrak, temperatur ruangan dan jenis tumbuhan yang dievaluasi serta saat aplikasi. Allelopati adalah interaksi biokimia antara mikroorganisme atau tanaman baik yang bersifat positif maupun negatif, ekstrak rimpang Imperata cylindrica dan daun Acasia mangium terbukti mampu menghambat perkecambahan dan pertumbuhan kecambah, rendaman ekstrak rimpang Imperata cylindrica dapat menghambat perkembangan benih kacang-kacangan. Dan ekstrak ini dilaporkan dapat menghambat perpanjangan akar, penekanan pertumbuhan dan perkembangan karena ekstrak alang-alang dan akasia ditandai dengan penurunan tinggi tanaman, penurunan panjang akar, perubahan warna daun (dari hijau normal menjadi kekuning-kuningan) serta besarnya akar.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
a. Lama penyimpanan herbisida nabati alang-alang yang masih dapat digunakan untuk mematikan gulma di pembibitan yaitu sampai lama penyimpanan 3 hari.
b. Perlakuan lama penyimpanan herbisida nabati alang-alang berpengaruh sangat nyata terhadap kematian gulma.
B. Saran
Untuk lama penyimpanan herbisida nabati alang-alang sebaiknya disimpan tidak lebih dari 3 hari.