Kelompok N SD2 Fhitung Ft 5%
K1 15 9,0622222
1,142937 2,14
K2 15 7,9288889
Dari uji homogenitas diperoleh nilai Fhitung = 1,142937, sedangkan dengan db = 14 lawan 14, angka Ftabel5% = 2,14 yang ternyata bahwa nilai Fhitung <Ftabel5% sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok 1 dan kelompok 2 memiliki varians yang homogen. Dengan demikian apabila nantinya antara kelompok 1 dan kelompok 2 terdapat perbedaan. Perbedaan tersebut benar–benar karena adanya perbedaan rata-rata nilai yang diperoleh.
li
Pengujian Hipotesis pada dasarnya merupakan langkah untuk menguji apakah pernyataan yang dikemukakan dalam perumusan hipotesis dapat diterima atau ditolak.
Untuk menguji hipotesis penelitian digunakan teknik analisis t-test dengan taraf signifikansi 5%. Rangkuman hasil perhitungan t-test dapat dilihat pada tabel, sebagai berikut :
Tabel 6 : Rangkuman Hasil T-Test kemampuan shooting bolabasket pada Taraf Signifikasi a = 0,05.
Data t hitung t tabel Keterangan
Antar pre-test 1,870828 2,010 Non Signifikan
Pre & Post-test Gaya Komando 4,5162541 2,010 Signifikan
Pre & Post-test Gaya Resiprokal 9,7273166 2,010 Signifikan
Antar post-test 2,5667557 2,010 Signifikan
Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan pada data hasil tes akhir kelompok Gaya Komando dan kelompok Gaya Resiprokal diperoleh:
1. Hasil penghitungan sebesar 2,5667557 sedangkan angka batas penolakan hipotesis nol dalam tabel adalah 2,010. ternyata lebih besar dari angka batas penolakan hipotesis nol, dengan demikian hipotesis nol yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan pengaruh kemampuan shooting bola basket dengan Gaya komando dan Gaya Resiprokal ditolak, berarti hipotesis pertama terbukti kebenarannya.
2. Nilai peningkatan kelompok Gaya Resiprokal lebih baik dibandingkan dengan kelompok Gaya Komando, dengan nilai peningkatan kelompok gaya komando sebesar 30,952 %, sedangkan kelompok gaya resiprokal sebesar 71,794 %. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan kelompok gaya resiprokal lebih baik pengaruhnya dibandingkan kelompok gaya komando terbukti kebenarannya.
D. Pembahasan Hasil Penelitian
1. Analisis Tes Awal Kelompok Gaya Komando dan Gaya Resiprokal
Sebelum masing–masing kelompok mendapat perlakuan, diadakan perhitungan ststistik dengan menggunakan rumus t-tes. Adapun hasil penghitungan t-tes untuk tes
lii
awal kelompok dengan Gaya Komando dan tes awal Gaya Resiprokal adalah 1,8708286 lebih kecil dari ttabel sebesar 2,010, yang berarti bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal hasil kemampuan shooting bola basket pada kedua kelompok penelitian.
2. Analisis Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok Gaya Komando
Setelah masing–masing kelompok mendapat perlakuan, selanjutnya untuk membuktikan perubahan diadakan perhitungan ststistik dengan menggu-nakan rumus t-tes. Adapun hasil penghitungan t-tes untuk tes awal dan tes akhir pada kelompok dengan Gaya komando sebesar 4,516254 lebih besar dari ttabel sebesar 2,010, yang berarti tolak hipotesis nol. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir kemampuan shooting bola basket. Secara Statistik peningkatan kemampuan shooting bola basket dengan Gaya Komando sebesar 30,952 %.
3. Analisi Data Tes Awal dan Tes Akhir Kelompok dengan Gaya Resiprokal
Hasil penghitungan statistik untuk tes awal dan tes akhir kelompok Gaya resiprokal sebesar 9,7273166 lebih besar dari ttabel sebesar 2,010, yang berarti menolak hipotesis nol. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir kemampuan shooting bola basket. Peningkatan kemampuan shooting bola basket dengan Gaya resiprokal sebesar 71,794871 %.
4. Analisis Data Tes Akhir Gaya Komando dan Gaya Resiprokal.
Hasil tes akhir setelah diadakan perlakuan dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui perbedaan efek dari perlakuan tersebut. Selanjutnya untuk perbedaan peningkatan kemampuan shooting bola basket, antara Gaya Komando dan Gaya resiprokal, dapat diketahui dengan melakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus t-tes. Adapun hasil penghitungan t-tes untuk tes akhir pada kelompok Gaya Komando dan Gaya resiprokal sebesar 2,566755, lebih besar dari ttabel
sebesar 2,010, yang berarti menolak hipotesis nol. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan shooting bola basket pada kelompok dengan Gaya Komando dan Gaya Resiprokal. Hasil pengujian hipotesis pertama,
liii
menunjukkan bahwa hipotesis terbukti kebenarannya, hal ini berarti teori yang telah dikemukakan dapat dibuktikan melalui penelitian ini.
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI,SARAN
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan sebagi berikut :
3. Ada perbedaan kesesuaian gaya mengajar komando dan gaya mengajar resiprokal terhadap kemampuan shooting bola basket pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Kabupaten Wonogiri tahun 2010, karena nilai thitung yang diperoleh sebesar 2,566755 , lebih besar dari ttabel sebesar 2,010.
4. Gaya mengajar resiprokal lebih sesuai daripada gaya mengajar komando terhadap peningkatan kemampuan shooting bola basket pada siswa putra kelas VIII SMP Negeri 2 Jatiroto Kabupaten Wonogiri tahun 2010, karena rata-rata peningkatan secara matematika yaitu persentasenya peningkatan gaya mengajar resiprokal lebih baik daripada gaya komando, yaitu gaya resiprokal 71,794 % dan gaya komando 30,952 %.
liv
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kemampuan shooting dengan gaya mengajar komando dan gaya mengajar resiprokal keduanya mempunyai pengaruh terhadap peningkatan kemampuan shooting bola basket.
Implikasi yang diberikan bahwa dalam meningkatkan kemampuan shooting bola basket, guru dapat menggunakan gaya mengajar resiprokal, sehingga hal tersebut menjadi dasar bagi guru untuk meningkatkan kemampuan shooting bola basket.
Saran
Sehubungan dengan simpulan yang telah diambil dan implikasi yang ditimbulkan. Maka guru/pengajar, Khususnya di SMP Negeri 2 Jatiroto Kabupaten Wonogiri, disarankan hal-hal sebagi berikut :
Dalam pembelajaran kemampuan shooting bola basket hendaknya guru/pengajar menggunakan gaya mengajar yang sesuai dan dapat digunakan untuk pembelajaran
shooting bola basket secara maksimal.
Penggunaan gaya mengajar yang tepat ternyata sangat berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan shooting bola basket, gaya mengajar komando dan gaya mengajar resiprokal ternyata sesuai dengan karakteristik siswa SMP lebih berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan siswa.
Untuk meningkatkan kemampuan shooting bola basket hendaknya guru/pengajar menggunakan gaya mengajar resiprokal, karena berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan gaya mengajar resiprokal mempunyai pengaruh yang lebih baik terhadap kemampuan shooting bola basket.
lv
DAFTAR PUSTAKA
FIBA. 1991. Official Basketball Rules. Terjemahan PB. Perbasi. Jakarta : KONI. Hall Wissel. 1996. Bola Basket. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Husdarta & Yudha M. Saputra. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Depdiknas. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III.
Imam Sodikun. 1992. Olahraga Pilihan Bola Basket. Jakarta : Depdikbud, Dirjendikti, PPTK.
Johnson Barry L & Nelson Jack K. 1986. Practical Measurent ForEvaluation In Physical
Education. Burgess Publishing Company Minneapolis Minnesota.
Muska Mosston 1994. Teaching Physical Education. Macmillan College Publishing Company. New York.
Rusli Lutan. 1988. Belajar Keterampilan Motorik Pengantar Teori Dan Metode. Jakarta :
Dekdikbud. Ditjendikti.
_________. 2000. Strategi Belajar Mengajar Penjaskes. Jakarta : Depdiknas. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Bagian Proyek Penataran Guru SLTP Setara D-III
Slameto. 1995. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Sugiyanto dan Sudjarwo. 1991. Materi Pokok Perkembangan dan Belajar Gerak. Jakarta : Depdikbud. Proyek peningkatan mutu guru SD setara D2
Soebagio Hartoko. 1994. T dan P Bola Basket I. Surakarta : FKIP UNS. Soemanto Y. 1990. Interaksi Belajar Mengajar. Surakarta : FKIP UNS. Soenaryo Basuki. 1994. Atletik. Surakarta. UNS Press.
Sudjana. 2001. Metode statistika. Bandung : Tarsito
Sudjarwo. 1997. Ilmu Kepelatihan Dasar. Surakarta: UNS Press. Sutrisno Hadi. 1988. Statistik Jilid 3. Yogyakarta : Andi Offset. Sugiyanto. 1993. Belajar Gerak I. Surakarta : UNS Press
lvi
. 1995. Metodologi Penelitian. Surakarta : UNS Press.
________1998 Perkembangan dan Belajar Motorik. Jakarta : Depdikbud. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Bagian Proyek Peningkatan Mutu Guru SD Setara D-II
Widodo J Pudjiraharjo, dkk. 1993. Metode Penelitian dan Statistik Terapan. Surabaya. Airlangga University Press.
Jon Oliver. 2004. dasar-dasar permainan bolabasket. Bandung : Pakar Raya
Mulyono Biyakto Atmojo. 1992. Tes dan Pengukuran Dalam Pendidikan Jasmani/Olahraga.Surakarta. UNS Press