• Tidak ada hasil yang ditemukan

TABEL SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN RUMAH NEGARA

Dalam dokumen Standar Harga Pemkot Bandung (Halaman 53-58)

Satuan biaya paket half day disediakan untuk paket kegiatan rapat/pertemuan yang dilakukan di luar kantor selama setengah sehari (minimal 5 jam). Komponen biaya

TABEL SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN RUMAH NEGARA

NO. URAIAN KLASIFIKASI KETERANGAN

KHUSUS DAN TIPE A TIPE B TIPE C, D, DAN E

A PERSYARATAN TATA BANGUNAN DAN LINGKUNGAN

1. Jarak antar bangunan Minimal 3 m, untuk bangunan bertingkat dihitung berdasarkan pertimbangan keselamatan, kesehatan,

dan kenyamanan Terutama berdasarkan ketentuan

dalam Peraturan Daerah tentang Bangunan atau Rencana Tata Ruang Wilayah untuk lokasi yang bersangkutan

2. Ketinggian bangunan

3. Ketinggian langit-langit Min. 2,70 m Min. 2,70 m Min. 2,70 m

4. Koefisien dasar bangunan sesuai ketentuan Peraturan Daerah

5. Koefisien lantai bangunan sesuai ketentuan Peraturan Daerah

6. Koefisien dasar hijau sesuai ketentuan Peraturan Daerah

7. Garis sempadan sesuai ketentuan Peraturan Daerah

8. Wujud arsitektur Sesuai fungsi rumah & kaidah arsitektur Sesuai fungsi rumah & kaidah arsitektur Sesuai fungsi rumah & kaidah arsitektur sederhana

9. Pagar halaman Menggunakan bahan dinding batu bata/bataco (1/2 batu), besi, baja, kayu, dan bahan lainnya yang disesuaikan dengan racnangan wujud arsitektur bangunan rumah Negara Biayanya harga satuan per-m’ pagar mengikuti standar

10. Tandon air bersih Min. 3 m3 Min. 2 m3 Min. 1 m3

B PERSYARATAN BAHAN BANGUNAN

1. Bahan penutup lantai Marmer local, keramik, vinil, kayu keramik, vinil keramik, vinil, tegel PC Diupayakan menggunakan bahan bangunan setempat/produksi dalam negeri, termasuk bahan bangunan sebagai bagian dari sistem pabrikasi komponen. 2. Bahan dinding Bata, batako diplester dan dicat tembok Bata, batako diplester dan dicat tembok Bata, batako diplester dan dicat tembok

3. Bahan penutup plafond Gypsum, asbes semen/kayu lapis

dicat asbes semen/kayu lapis dicat asbes semen/kayu lapis dicat 4. Bahan penutup atap Genteng keramik berglazuur, asbes, seng, sirap Genteng, asbes, seng, sirap Genteng, asbes, seng, sirap 5. Bahan kosen dan daun

TABEL SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN RUMAH NEGARA

NO. URAIAN KLASIFIKASI KETERANGAN

KHUSUS DAN TIPE A TIPE B TIPE C, D, DAN E

C PERSYARATAN STRUKTUR BANGUNAN

1. Pondasi Batu belah, kayu klas kuat/awet

II, beton bertulang

Batu belah, kayu klas kuat/awet II, beton bertulang

Batu belah, kayu klas kuat/awet

II, beton bertulang Khusus untuk daerah gempa, harus direncanakan sebagai struktur bangunan tahan gempa. 2. Struktur lantai (khusus untuk

bangunan gedung bertingkat)

Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II

Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II

Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II 3. Kolom Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II

4. Balok Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II Beton bertulang K-200, baja, kayu klas kuat/awet II 5. Rangka atap kayu klas kuat/awet II, baja kayu klas kuat/awet II, baja kayu klas kuat/awet II, baja 6. Kemiringan atap Genteng min. 30º, sirap min. 22,5º, seng min. 15º Genteng min. 30º, sirap min. 22,5º, seng min. 15º Genteng min. 30º, sirap min. 22,5º, seng min. 15º

D PERSYARATAN UTILITAS Untuk Rumah Negara yang

dibangun dalam 1 kompleks menggunakan septicktank Komunal.

1. Air bersih PAM, sumur pantek PAM, sumur pantek PAM, sumur pantek

2. Saluran air hujan Talang, saluran lingkungan Talang, saluran lingkungan Talang, saluran lingkungan

3. Pembuangan air kotor Bak penampungan Bak penampungan Bak penampungan

4. Pembuangan kotoran Bak penampungan Bak penampungan Bak penampungan

5. Bak septicktank & resapan 6 m3 5 m3 2-4 m3

6. Sarana pengamanan thp. Bahaya

kebakaran *) Mengikuti ketentuan dalam Kep. Meneg. PU No. 10/KPTS/2000 dan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku.

7. Sumber daya listrik *) PLN, 2200-4400 VA PLN, 1350-2200 VA PLN, 450-1350 VA

8. Penerangan (alam & buatan) 100-215 lux/m2 100-215 lux/m2 100-215 lux/m2

9. Tata Udara 6-10% bukaan atau dengan tata udara buatan (AC) *) 6-10% bukaan 6-10% bukaan

10. Telepon *) Sesuai kebutuhan Sesuai kebutuhan Tidak disyaratkan

TABEL SPESIFIKASI TEKNIS BANGUNAN RUMAH NEGARA

NO. URAIAN KLASIFIKASI KETERANGAN

KHUSUS DAN TIPE A TIPE B TIPE C, D, DAN E

E PERSYARATAN SARANA PENYELAMATAN

1. Tangga penyelamatan (khusus

untuk yang bertingkat) Lebar min = 1,20 m Lebar min = 1,20 m Lebar min = 1,20 m

2. Tanda penunjuk arah keluar Tidak dipersyaratkan Tidak dipersyaratkan Tidak dipersyaratkan

3. Pintu Lebar min = 0,90 m Lebar min = 0,90 m Lebar min = 0,90 m

4. Koridor / selasar Lebar min = 1,80 m Lebar min = 1,80 m Lebar min = 1,80 m

*) pembiayaannya tidak termasuk dalam standar harga satuan tertinggi per-m2, dan harus dianggarkan tersendiri sebagai biaya non-standar.

- untuk Rumah Negara klas C, D, dan E, pelaksanaan pembangunannya disamping seperti ketentuan pada table tersebut di atas, dibangun berdasarkan “Dokumen Pelelangan Disain Prototip Daerah Setempat” yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya atau menggunakan disain Perum Perumnas yang telah disetujui oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya.

- untuk bangunan rumah Negara yang dibangun dalam bangunan gedung bertingkat banyak (rumah susun), maka ketentuan-ketentuan teknisnya mengikuti ketentuan teknis untuk bangunan gedung Negara sesuai ketentuan yang berlaku.

- apabila bahan-bahan tersebut sukar diperoleh atau harganya tidak sesuai, dapat diganti dengan bahan lain yang sederajat tanpa mengurangi persyaratan fungsi dan mutu dengan pengesahan Instansi Teknis Setempat.

F. STANDAR HARGA SATUAN TERTINGGI

Standar harga satuan tertinggi merupakan biaya per-m2 pelaksanaan konstruksi maksimum untuk pembangunan bangunan gedung Negara

1. Untuk Bangunan Gedung Negara

a. - Klasifikasi sederhana tidak bertingkat : Rp. 2.820.000,- / m² - Klasifikasi sederhana bertingkat : Rp. 3.350.000,- / m²

b. - Klasifikasi tidak sederhana tidak bertingkat : Rp. 2.973.300,- / m² - Klasifikasi tidak sederhana bertingkat : Rp. 4.056.800,- / m² 2. Untuk Bangunan Rumah Negara

a. Tipe A : Rp. 2.719.200,- / m²

b. Tipe B : Rp. 2.719.200,- / m²

c. Tipe C : Rp. 2.472.000,- / m²

d. Untuk Rumah Susun menggunakan pedoman

bangunan gedung Negara bertingkat tidak sederhana.

3. Untuk Pagar

a. Klasifikasi Sederhana

1) Pagar Depan Bangunan : Rp. 1.421.000,- / m²

2) Pagar Samping / belakang Bangunan : Rp. 953.000,- / m² b. Klasifikasi Tidak Sederhana

1) Pagar Depan Bangunan : Rp. 1.563.100,- / m² 2) Pagar Samping / belakang Bangunan : Rp. 1.048.300,- / m² c. Klasifikasi Rumah Negara Tipe A

1) Pagar Depan Bangunan : Rp. 784.300,- / m² 2) Pagar Samping / belakang Bangunan : Rp. 853.600,- / m² d. Klasifikasi Rumah Negara Tipe B

1) Pagar Depan Bangunan : Rp. 784.300,- / m²

2) Pagar Samping / belakang Bangunan : Rp. 853.600,- / m² e. Klasifikasi Rumah Negara Tipe C

1) Pagar Depan Bangunan : Rp. 713.000,- / m²

2) Pagar Samping / belakang Bangunan : Rp. 776.000,- / m²

f. Klasifikasi Bangunan Khusus ditetapkan berdasarkan Rincian Anggaran Biaya (RAB) yang dihitung sesuai dengan kebutuhan dan kewajaran harga yang berlaku.

4. Untuk Bangunan Gedung Negara Bertingkat

Harga satuan tertinggi rata-rata per-m2 bangunan gedung bertingkat adalah didasarkan pada harga satuan lantai dasar tertinggi per-m2 untuk bangunan gedung bertingkat, kemudian dikalikan dengan koefisien/factor pengali untuk jumlah lantai yang bersangkutan, sebagai berikut :

Jumlah Lantai Bangunan Harga Satuan Per m2 Tertinggi

Lantai basement 1 Bangunan 1 lantai. Bangunan 2 lantai. Bangunan 3 lantai. Bangunan 4 lantai. 1,135 (x) Bangunan 5 lantai. Bangunan 6 lantai. Bangunan 7 lantai. Bangunan 8 lantai. Bangunan 9 lantai. Bangunan 10 lantai Bangunan 11 lantai (x) Bangunan 12 lantai Bangunan 13 lantai Bangunan 14 lantai Bangunan 15 lantai Bangunan 16 lantai Bangunan 17 lantai Bangunan 18 lantai Bangunan 19 lantai Bangunan 20 lantai

1,200 standar harga gedung bertingkat 1,000 standar harga gedung bertingkat 1,090 standar harga gedung bertingkat 1,120 standar harga gedung bertingkat 1,135 standar harga gedung bertingkat 1,162 standar harga gedung bertingkat 1,197 standar harga gedung bertingkat 1,236 standar harga gedung bertingkat 1,265 standar harga gedung bertingkat 1,299 standar harga gedung bertingkat 1,333 standar harga gedung bertingkat 1,364 standar harga gedung bertingkat 1,393 standar harga gedung bertingkat 1,420 standar harga gedung bertingkat 1,445 standar harga gedung bertingkat 1,468 standar harga gedung bertingkat 1,489 standar harga gedung bertingkat 1,508 standar harga gedung bertingkat 1,525 standar harga gedung bertingkat 1,541 standar harga gedung bertingkat 1,556 standar harga gedung bertingkat

Bangunan 21 lantai Bangunan 22 lantai Bangunan 23 lantai Bangunan 24 lantai Bangunan 25 lantai Bangunan 26 lantai Bangunan 27 lantai Bangunan 28 lantai Bangunan 29 lantai Bangunan 30 lantai Bangunan 31 lantai Bangunan 32 lantai Bangunan 33 lantai Bangunan 34 lantai Bangunan 35 lantai Bangunan 36 lantai Bangunan 37 lantai Bangunan 38 lantai Bangunan 39 lantai Bangunan 40 lantai

1,570 standar harga gedung bertingkat 1,584 standar harga gedung bertingkat 1,597 standar harga gedung bertingkat 1,610 standar harga gedung bertingkat 1,622 standar harga gedung bertingkat 1,634 standar harga gedung bertingkat 1,645 standar harga gedung bertingkat 1,656 standar harga gedung bertingkat 1,666 standar harga gedung bertingkat 1,676 standar harga gedung bertingkat 1,686 standar harga gedung bertingkat 1,695 standar harga gedung bertingkat 1,704 standar harga gedung bertingkat 1,713 standar harga gedung bertingkat 1,722 standar harga gedung bertingkat 1,730 standar harga gedung bertingkat 1,738 standar harga gedung bertingkat 1,746 standar harga gedung bertingkat 1,754 standar harga gedung bertingkat 1,761 standar harga gedung bertingkat

Untuk setiap kenaikan dan penurunan bassement 1 (satu) lantai bangunan faktor pengali ditambah dengan 0,025

5. Untuk Bangunan / Ruang Gedung Negara Dengan Fungsi Khusus

Fungsi Bangunan/Ruang Harga Satuan per m² Tertinggi

ICU / ICCU / UGD / CMU 1,50 standar harga bangunan

Ruang Operasi 2,00 standar harga bangunan

Ruang Radiology 1,25 standar harga bangunan

Rawat Inap 1,10 standar harga bangunan

Laboratorium 1,00 standar harga bangunan

Ruang Kebidanan dan Kandungan 1,20 standar harga bangunan

Ruang Gawat Darurat 1,10 standar harga bangunan

Power House 1,25 standar harga bangunan

Ruang Rawat Jalan 1,10 standar harga bangunan

Dapur dan Laundri 1,10 standar harga bangunan

Bengkel 1,00 standar harga bangunan

Lab. SLTP / SMA / SMK 1,15 standar harga bangunan

G. KOMPONEN BIAYA PEMBANGUNAN

Dalam dokumen Standar Harga Pemkot Bandung (Halaman 53-58)