• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tabel UP-5 Status Pengaduan Masyarakat Provinsi : Aceh

Dalam dokumen BUKU DATA SLHD 2014 PROVINSI ACEH (Halaman 137-140)

Tahun data : 2014

Masalah Yang Diadukan Status

1 2

PLTD Alue Dua, DIKELOLA OLEH: PT. Kurnia Purnamatama dan PT. Bima Golden Powerindo (Gp. Alue Dua Kota Langsa). Masalah: Belum memiliki dokumen izin lingkungan dan Komplain masyarakat pada Sabtu 18 Okt 2014 tentang

kebisingan suara yang diakibatkan oleh mesin pembangkit (dimuat pd harian Serambi Indonesia, Minggu 19 Oktober 2014)

Sudah ada kompensasi dari kedua Perusahaan sesuai kesepakatan, pada hari rabu 22 Oktober 2014 sebesar Rp. 20.000.000, dibayar perbulan kepada Camat Langsa Baro untuk disampaikan kepada masyarakat. Kedua perusahaan sudah mengajukan surat untuk arahan dalam penyusunan dokumen lingkungan (PT. BGP pd tanggal 28 September 2014 dan PT KPT tanggal 29 September 2014). Kasus telah selesai, menunggu kesiapan dokumen lingkungan dan laporan tindak lanjut dari pengelola.

RSUD Dr. Fauziah Cot Trieng Kab. Bireuen. Masalah: Debu dari proses pembakaran incenerator yang mencemari udara dan pemukiman warga (penempatan incenaerator yang terlalu dekat dengan pemukiman)

Sudah diklarifikasi, sedang dalam proses negosiasi warga

meminta untuk pemindahan alat incenerator ke TPA sehingga jauh dari pemukiman. Pihak RSUD meminta surat rekomendasi

pemindahan alat Incenerator dari KLH Bireuen

PKS PT. Fajar Baizuri Gp. Babah Rot Kec. Tadu Raya Kab. Nagan Raya. Masalah: Dugaan meluapnya air kolam limbah ke Sungai Tadu, diduga pintu kolam limbah sengaja dibobol orang tak dikenal.

Perusahaan belum pernah melaporkan pengujian air limbah setiap semester dan RKL/RPL ke BLHK Nagan Raya. Untuk tindal najut selanjutnya diserahkan kewenangan BLHK Nagan Raya disertai Laporan ke Bapedal Aceh.

PLTD Kota Fajar Kab. Aceh Selatan. Masalah: Pencemaran badan air dan tanah sehingga air sumur warga menjadi kuning dan berminyak disebabkan oleh oli bekas dan filter bekas yang berserakan.

Semua izin yang berkaitan dengan pengelolaan limbah cair belum ada, untuk penyelesaian selanjutnya dikoordiansikan dengan LH Kab. Aceh Selatan dan pelaporan hasil tindak lanjut ke Bapedal Aceh

Pabrik tahu (home industri) dan Kandang Ternak, Ds. Geulumpang Payong Kec.Blangpidie. Masalah: Pencemaran air oleh limbah cair tahu. Bau tidak sedap dari sisa kotoran ternak

Usaha pabrik tahu belum memilki izin lingkungan, limbah cair tahu langsung dialirkan ke air alur yang digunakan untuk MCK (ketika Tim Bapedal dan KLH Abdya ke lokasi, pemilik usaha tidak berada di tempat dan tidak ada petugas yang bisa diminta keterangan. Kandang ternak sedang dalam proses relokasi ke area yang jauh dari pemukiman. untuk tindak lanjut selanjutnya diserahkan ke KLH Abdya, dengan pelaporan ke Bapedal Aceh.

PT. Sari Inti Rakyat (perkebunan karet), Pante Ceureumen Meulaboh Kab. Aceh Barat. Masalah: Tidak memiliki izin lingkungan, rusaknya lahan warga sekitar sehingga tidak produktif yang disebabkan oleh hama gulma dalam perkebunan karet dan pembagian hasil serta hak pekerja yang tidak transparan

Masyarakat meminta agar tidak memproses Izin Usaha

Perkebunan Budidaya (IUPB). karena tidak dilakukan peremajaan pohon karet maka hasil tanaman karet sudah tidak maksimal. Masalah pembagian hasil dan hak pekerja lebih kepada CSR yang harus diselesaikan oleh pihak manajemen perusahaan dengan pekerja atau warga sekitar. Tindak lanjut penyelesaian berikutnya sudah diserahkan ke pihak KLH Kab. Aceh Barat

Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Aceh – 2014 133

1 2

Pabrik Sagu, Ds. Alue Bili Kec. Baktiya, Kab. Aceh Utara. Masalah: Pencemaran Air sungai (bau dan kotor) akibat kegiatan pabrik sagu yang disebabkan oleh Ampas sagu yang dibuang langsung ke badan air.

Sudah diverifikasi dan diambil sampel air sungai untuk diuji parameter di Lab Baristand Banda Aceh, diserahkan wewenang ke KLH Kab. Aceh Utara

PT. PKS Anugerah Fajar Rezeki, Ds. Meurbou Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur. Masalah: Air Kolam Limbah keluar ke badan air/ Alur Itam sehingga badan air dan beberapa desa sekitar ikut tercemar. Yang disebabkan meluapnya air kolam IPAL karena over flow dan hujan deras.

Telah dilakukan verifikasi dan klarifikasi pada tgl 4 Desember 2014. Permasalahan tersebut telah diselesaikan pihak perusahaan dengan membangun kembali kolam IPAL yang direncanakan 11 kolam, dan telah dilakukan pembayaran kompensasi kepada desa- desa tersebut pada tgl 3 November 2014.

Sumur tercemar solar di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Jalan rusak akibat pengangkutan limbah glendongan di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Tumpah limbah olahan batu emas di jalan desa Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Pembuangan limbah olahan emas ke badan air sungai di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Penanganan sampah/penumpukan sampah di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Pembuangan sampah bukan di TPA di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Pengolahan bijih emas tambang rakyat (Ilegal Tambang) di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Ikan mati karena limbah pengolahan emas (PETI) di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Sawah tercemar karena limbah B3 di Kab. Aceh Selatan

Dalam pengawasan

Pencemaran Air (ikan mati) di Kab. Aceh Timur

Selesai

Pencemaran yang berasal dari limbah plastik daur ulang dimana limbahnya menyebabkab bau yang menyengat bagi masyarakat sekitar dan pembuangan sisa penggilingan plastik mengalir ke kawasan rawa dan sawah

Sudah dicek ke lapangan namun sudah diberikan arahan agar dibuat rekom lingkungan dan membuat UKL-UPL sehingga terjaga dengan baik dan sampai sekarang masih dalam proses

penyelesaian

Peternakan ayam potong kab. Aceh Besar

Sudah dicek ke lapangan dan sudah diberikan arahan agar dibuat rekom lingkungan dan membuat UKL-UPL sehingga terjaga dengan baik dan sampai sekarang masih dalam proses penyelesaian

Pencemaran limbah ternak sapi di Gampong Mata ie Kec. Blang Pidie Kab. Abdya

Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Aceh – 2014 134

1 2

Gudang UD Sebab Jasa (kebisingan dari gudang besi dan semen), gampong Meudang Ara Kec. Blangpidie Kab. Abdya

Selesai

Kilang padi sederhana di Gampong Tengah Kec. Manggeng Kab. Abdya

Selesai

Pencemaran Udara oleh PKS PT. PN I Tanjung Seumantoh Kab. Aceh Tamiang

Selesai

Pencemaran terhadap aliran air dan udara akibat Galian di Kab. Bener Meriah

Selesai

Pencemaran terhadap aliran udara akibat Bangkai Sisa Ayam Potong di Kab. Bener Meriah

Selesai

Pencemaran terhadap air minum masyarakat akibat sampah kopi di Kab. Bener Meriah

Selesai

Pencemaran terhadap tanah akibat pestisida penanaman kentang di Kab. Bener Meriah

Dalam Proses

Pemasangan Tower Telekomunikasi dan BTS di Kota Sabang

Dalam proses penyelesaian

Pencemaran udara di Pasiran Kota Sabang

Penyelesaian di luar pengadilan secara mediasi

Dampak pengambilan pasir dan batu Quari di sepadan Weh Kala Ili di Kab. Aceh Tengah

Ditindaklanjuti

Dampak dari hasil kegiatan Galian C di Kab. Aceh Tengah

Ditindaklanjuti

Dampak dari kegiatan Kilang Penggilingan Gelondongan Cherry buah kopi (bau yang ditimbulkan dari pencucian buah kopi dan kulit cherry buah kopi) di Kab. Aceh Tengah

Ditindaklanjuti

Dampak usaha ternak bebek (bau yang ditimbulkan dari sisa makanan dan kotoran bebek) di Kab. Aceh Tengah

Ditindaklanjuti

Pengaduan dari masyarakat karena banyak ikan mati secara tiba -tiba di Krueng Doy Lampaseh

Telah diselesaikan

Suara mesin penggiling bakso dan asap yang dikeluarkan dari mesin di tempat penggilingan bakso

Peunayong yang mengganggu masyarakat di sekitar kawasan tersebut

Telah diselesaikan

Pencemaran udara oleh PT. Karya Syakila di Kec. Baktiya Kab. Aceh Utara

Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Aceh – 2014 135

1 2

Keretakan rumah warga di Desa Cibrek Tunong Kec. Syamtalira Aron akibat polusi getaran dan debu proyek PT. Citra Panji Manunggal di Kab. Aceh Utara

Selesai

Pencemaran air di kawasan pelabuhan Krueng Geukuh Kab. Aceh Utara

Selesai

Suara ledakan di PT. Pupuk

Iskandar Muda pada tanggal 16 Mei 2014 pukul 21.45 WIB yang

menyebabkan keresahan warga di Desa Tambon Baroh Kab. Aceh Utara

Selesai

Timbulnya bau dari pembuatan terasi di Gampong Lhok Bani Kota Langsa

Selesai

Timbulnya kebisingan akibat adanya kegiatan PLTD di Gampong Alue Dua Kota Langsa

Selesai

Timbulnya kebisingan dan debu akibat usaha kilang kayu di Gampong Seuriget Kota Langsa

Selesai

Sumber Data : BLH Aceh dan Instansi Lingkungan Hidup Kab/Kota

Keterangan : -

Tabel UP-6. Jumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan Hidup

Dalam dokumen BUKU DATA SLHD 2014 PROVINSI ACEH (Halaman 137-140)

Dokumen terkait