Tahun data : 2014
Masalah Yang Diadukan Status
1 2
PLTD Alue Dua, DIKELOLA OLEH: PT. Kurnia Purnamatama dan PT. Bima Golden Powerindo (Gp. Alue Dua Kota Langsa). Masalah: Belum memiliki dokumen izin lingkungan dan Komplain masyarakat pada Sabtu 18 Okt 2014 tentang
kebisingan suara yang diakibatkan oleh mesin pembangkit (dimuat pd harian Serambi Indonesia, Minggu 19 Oktober 2014)
Sudah ada kompensasi dari kedua Perusahaan sesuai kesepakatan, pada hari rabu 22 Oktober 2014 sebesar Rp. 20.000.000, dibayar perbulan kepada Camat Langsa Baro untuk disampaikan kepada masyarakat. Kedua perusahaan sudah mengajukan surat untuk arahan dalam penyusunan dokumen lingkungan (PT. BGP pd tanggal 28 September 2014 dan PT KPT tanggal 29 September 2014). Kasus telah selesai, menunggu kesiapan dokumen lingkungan dan laporan tindak lanjut dari pengelola.
RSUD Dr. Fauziah Cot Trieng Kab. Bireuen. Masalah: Debu dari proses pembakaran incenerator yang mencemari udara dan pemukiman warga (penempatan incenaerator yang terlalu dekat dengan pemukiman)
Sudah diklarifikasi, sedang dalam proses negosiasi warga
meminta untuk pemindahan alat incenerator ke TPA sehingga jauh dari pemukiman. Pihak RSUD meminta surat rekomendasi
pemindahan alat Incenerator dari KLH Bireuen
PKS PT. Fajar Baizuri Gp. Babah Rot Kec. Tadu Raya Kab. Nagan Raya. Masalah: Dugaan meluapnya air kolam limbah ke Sungai Tadu, diduga pintu kolam limbah sengaja dibobol orang tak dikenal.
Perusahaan belum pernah melaporkan pengujian air limbah setiap semester dan RKL/RPL ke BLHK Nagan Raya. Untuk tindal najut selanjutnya diserahkan kewenangan BLHK Nagan Raya disertai Laporan ke Bapedal Aceh.
PLTD Kota Fajar Kab. Aceh Selatan. Masalah: Pencemaran badan air dan tanah sehingga air sumur warga menjadi kuning dan berminyak disebabkan oleh oli bekas dan filter bekas yang berserakan.
Semua izin yang berkaitan dengan pengelolaan limbah cair belum ada, untuk penyelesaian selanjutnya dikoordiansikan dengan LH Kab. Aceh Selatan dan pelaporan hasil tindak lanjut ke Bapedal Aceh
Pabrik tahu (home industri) dan Kandang Ternak, Ds. Geulumpang Payong Kec.Blangpidie. Masalah: Pencemaran air oleh limbah cair tahu. Bau tidak sedap dari sisa kotoran ternak
Usaha pabrik tahu belum memilki izin lingkungan, limbah cair tahu langsung dialirkan ke air alur yang digunakan untuk MCK (ketika Tim Bapedal dan KLH Abdya ke lokasi, pemilik usaha tidak berada di tempat dan tidak ada petugas yang bisa diminta keterangan. Kandang ternak sedang dalam proses relokasi ke area yang jauh dari pemukiman. untuk tindak lanjut selanjutnya diserahkan ke KLH Abdya, dengan pelaporan ke Bapedal Aceh.
PT. Sari Inti Rakyat (perkebunan karet), Pante Ceureumen Meulaboh Kab. Aceh Barat. Masalah: Tidak memiliki izin lingkungan, rusaknya lahan warga sekitar sehingga tidak produktif yang disebabkan oleh hama gulma dalam perkebunan karet dan pembagian hasil serta hak pekerja yang tidak transparan
Masyarakat meminta agar tidak memproses Izin Usaha
Perkebunan Budidaya (IUPB). karena tidak dilakukan peremajaan pohon karet maka hasil tanaman karet sudah tidak maksimal. Masalah pembagian hasil dan hak pekerja lebih kepada CSR yang harus diselesaikan oleh pihak manajemen perusahaan dengan pekerja atau warga sekitar. Tindak lanjut penyelesaian berikutnya sudah diserahkan ke pihak KLH Kab. Aceh Barat
Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Aceh – 2014 133
1 2
Pabrik Sagu, Ds. Alue Bili Kec. Baktiya, Kab. Aceh Utara. Masalah: Pencemaran Air sungai (bau dan kotor) akibat kegiatan pabrik sagu yang disebabkan oleh Ampas sagu yang dibuang langsung ke badan air.
Sudah diverifikasi dan diambil sampel air sungai untuk diuji parameter di Lab Baristand Banda Aceh, diserahkan wewenang ke KLH Kab. Aceh Utara
PT. PKS Anugerah Fajar Rezeki, Ds. Meurbou Dua Kec. Birem Bayeun Kab. Aceh Timur. Masalah: Air Kolam Limbah keluar ke badan air/ Alur Itam sehingga badan air dan beberapa desa sekitar ikut tercemar. Yang disebabkan meluapnya air kolam IPAL karena over flow dan hujan deras.
Telah dilakukan verifikasi dan klarifikasi pada tgl 4 Desember 2014. Permasalahan tersebut telah diselesaikan pihak perusahaan dengan membangun kembali kolam IPAL yang direncanakan 11 kolam, dan telah dilakukan pembayaran kompensasi kepada desa- desa tersebut pada tgl 3 November 2014.
Sumur tercemar solar di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Jalan rusak akibat pengangkutan limbah glendongan di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Tumpah limbah olahan batu emas di jalan desa Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Pembuangan limbah olahan emas ke badan air sungai di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Penanganan sampah/penumpukan sampah di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Pembuangan sampah bukan di TPA di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Pengolahan bijih emas tambang rakyat (Ilegal Tambang) di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Ikan mati karena limbah pengolahan emas (PETI) di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Sawah tercemar karena limbah B3 di Kab. Aceh Selatan
Dalam pengawasan
Pencemaran Air (ikan mati) di Kab. Aceh Timur
Selesai
Pencemaran yang berasal dari limbah plastik daur ulang dimana limbahnya menyebabkab bau yang menyengat bagi masyarakat sekitar dan pembuangan sisa penggilingan plastik mengalir ke kawasan rawa dan sawah
Sudah dicek ke lapangan namun sudah diberikan arahan agar dibuat rekom lingkungan dan membuat UKL-UPL sehingga terjaga dengan baik dan sampai sekarang masih dalam proses
penyelesaian
Peternakan ayam potong kab. Aceh Besar
Sudah dicek ke lapangan dan sudah diberikan arahan agar dibuat rekom lingkungan dan membuat UKL-UPL sehingga terjaga dengan baik dan sampai sekarang masih dalam proses penyelesaian
Pencemaran limbah ternak sapi di Gampong Mata ie Kec. Blang Pidie Kab. Abdya
Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Aceh – 2014 134
1 2
Gudang UD Sebab Jasa (kebisingan dari gudang besi dan semen), gampong Meudang Ara Kec. Blangpidie Kab. Abdya
Selesai
Kilang padi sederhana di Gampong Tengah Kec. Manggeng Kab. Abdya
Selesai
Pencemaran Udara oleh PKS PT. PN I Tanjung Seumantoh Kab. Aceh Tamiang
Selesai
Pencemaran terhadap aliran air dan udara akibat Galian di Kab. Bener Meriah
Selesai
Pencemaran terhadap aliran udara akibat Bangkai Sisa Ayam Potong di Kab. Bener Meriah
Selesai
Pencemaran terhadap air minum masyarakat akibat sampah kopi di Kab. Bener Meriah
Selesai
Pencemaran terhadap tanah akibat pestisida penanaman kentang di Kab. Bener Meriah
Dalam Proses
Pemasangan Tower Telekomunikasi dan BTS di Kota Sabang
Dalam proses penyelesaian
Pencemaran udara di Pasiran Kota Sabang
Penyelesaian di luar pengadilan secara mediasi
Dampak pengambilan pasir dan batu Quari di sepadan Weh Kala Ili di Kab. Aceh Tengah
Ditindaklanjuti
Dampak dari hasil kegiatan Galian C di Kab. Aceh Tengah
Ditindaklanjuti
Dampak dari kegiatan Kilang Penggilingan Gelondongan Cherry buah kopi (bau yang ditimbulkan dari pencucian buah kopi dan kulit cherry buah kopi) di Kab. Aceh Tengah
Ditindaklanjuti
Dampak usaha ternak bebek (bau yang ditimbulkan dari sisa makanan dan kotoran bebek) di Kab. Aceh Tengah
Ditindaklanjuti
Pengaduan dari masyarakat karena banyak ikan mati secara tiba -tiba di Krueng Doy Lampaseh
Telah diselesaikan
Suara mesin penggiling bakso dan asap yang dikeluarkan dari mesin di tempat penggilingan bakso
Peunayong yang mengganggu masyarakat di sekitar kawasan tersebut
Telah diselesaikan
Pencemaran udara oleh PT. Karya Syakila di Kec. Baktiya Kab. Aceh Utara
Buku Data Status Lingkungan Hidup Daerah Aceh – 2014 135
1 2
Keretakan rumah warga di Desa Cibrek Tunong Kec. Syamtalira Aron akibat polusi getaran dan debu proyek PT. Citra Panji Manunggal di Kab. Aceh Utara
Selesai
Pencemaran air di kawasan pelabuhan Krueng Geukuh Kab. Aceh Utara
Selesai
Suara ledakan di PT. Pupuk
Iskandar Muda pada tanggal 16 Mei 2014 pukul 21.45 WIB yang
menyebabkan keresahan warga di Desa Tambon Baroh Kab. Aceh Utara
Selesai
Timbulnya bau dari pembuatan terasi di Gampong Lhok Bani Kota Langsa
Selesai
Timbulnya kebisingan akibat adanya kegiatan PLTD di Gampong Alue Dua Kota Langsa
Selesai
Timbulnya kebisingan dan debu akibat usaha kilang kayu di Gampong Seuriget Kota Langsa
Selesai