2. Peran Produktif
4.5 Tabulasi Silang Antara Peran Tokoh dengan Indikator Peran Gender Perempuan dalam 24 Film Animasi Barbie
Tabel 4.3 Tabulasi Silang Antara Peran Tokoh dengan Indikator Peran Gender Perempuan dalam 24 Film Animasi Barbie
HERO SUPPORTER NEUTRAL VILLAIN HERO SUPPORTER VILLAIN T
Menjaga anak 3 3 2 1 0 9 Merawat anak 9 21 11 9 0 50 Menyiapkan makanan 5 3 0 1 0 9 Menyiapkan air 2 2 0 2 0 6 Menyiapkan bahan bakar 1 0 0 0 0 1 Menyediakan perlengkapan rumah tangga 0 0 0 0 0 0 Menyediakan peralatan rumah tangga 0 0 0 0 0 0 Menjaga kesehatan keluarga 3 0 0 1 0 4 Melakukan pekerjaan di dalam/luar rumah demi mendapatkan upah/gaji atau penghasilan 6 11 4 2 1 24 Mengikuti organisasi kolektif kegiatan sosial 20 36 2 7 3 68 Jasa upacara atau perayaan 8 15 1 4 5 33 Aktivitas peningkatan kualitas masyarakat 5 8 6 7 0 26 Partisipasi dalam kelompok/klub sosial 7 20 0 3 1 31
Partisipasi dalam politik masyarakat
lokal 8 12 7 7 1 35
TOTAL 77 131 33 44 11 296
Sumber: Olahan Peneliti, 2013
Tabel di atas menunjukkan frekuensi dimana peran tokoh perempuan, yang dibagi menurut Vincent Faherty (2001) dalam melakukan peran gender mereka perempuan yang dikemukakan oleh Caroline Moser (1993). Seperti yang kita ketahui sebelumnya, bahwa tokoh yang paling banyak muncul dalam film-film tersebut adalah tokoh Hero Supporter, dimana tokoh ini membantu Hero dalam menjalankan misinya, serta melindungi Hero dari bahaya selama proses pencapaian tujuan (Schdmidt, 2001, p.169). Sedangkan peran gender yang sering ditunjukkan oleh karakter perempuan dalam film animasi Barbie adalah peran masyarakat, dimana karakter perempuan berhubungan dengan orang lain untuk mengembangkan dirinya melalui kelompok kolektif, kelompok hobi, aktivitas penyelenggaraan acara, partisipasi dalam kegiatan masyarakat, serta pastisipasinya dalam politik lokal.
Hal tersebut juga ditunjukkan dalam tabel 4.3, yaitu sebanyak 68 karakter termasuk dalam indikator mengikuti organisasi kolektif kegiatan sosial, yang ditunjukkan dengan adegan ketika karakter perempuan berkumpul secara kelompok untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam tabel tersebut disebutkan bahwa tokoh Hero Supporter paling banyak melakukan kegiatan yang berhubungan dengan kelompok kolektif. Selain itu, tokoh Hero juga banyak menunjukkan dirinya dalam melakukan adegan tersebut dibandingkan dengan tokoh lainnya. Mattel ingin memberikan pendapat bahwa tokoh Hero dan Hero Supporter banyak beraktivitas dalam mengikuti kelompok kolektif sesuai dengan tujuan tertentu. Sebagaimana ditunjukkan oleh Mattel sebelumnya, bahwa kedua tokoh perempuan ini cukup banyak dalam film animasi Barbie, terutama tokoh
HeroSupporter. Hal ini menunjukkan bahwa tokoh Hero Supporter, dimana tokoh
ini mengikuti teladan yang baik, akan lebih banyak melakukan kegiatan sosial dalam organisasi kolektif. Tokoh Hero Supporter merupakan orang yang akan
membantu tokoh Hero dalam mencapai tujuannya, karena itu tokoh ini tidak akan bisa lepas dari adegan yang menunjukkan mereka terlibat dalam kelompok kolektif. Peran masyarakat lainnya juga banyak didominasi oleh tokoh
HeroSupporter, artinya tokoh ini banyak memberikan dirinya dalam peran sosial.
Selain itu tokoh ini juga melakukan adegan reproduktif, dimana indikator merawat anak paling banyak dilakukan oleh tokoh Hero Supporter dibandingkan tokoh lainnya. Seperti yang diketahui, indikator ini terlihat ketika karakter perempuan melakukan kegiatan dengan anak, maka dapat dikatakan bahwa tokoh
Hero Supporter juga memiliki fokus terhadap anak. Peran lainnya yang juga
banyak dilakukan oleh Hero Supporter dibandingkan tokoh lainnya adalah peran produktif, yaitu sebanyak 11 tokoh dari total 48 tokoh Hero Supporter perempuan. Peran ini terlihat ketika karakter perempuan melakukan pekerjaan di dalam/luar rumah demi mendapatkan upah/gaji atau penghasilan. Maka dari itu, Mattel menunjukkan bahwa dalam meneladani contoh atau teladan yang baik, tokoh Hero Supporter akan aktif dalam menjalankan peran sosial. Selain itu, tokoh ini juga akan memberikan fokusnya terhadap anak, sekaligus bekerja untuk mencari nafkah.
Tokoh Hero juga cukup banyak dalam film animasi Barbie, sebab hampir di setiap film, tokoh Hero adalah karakter perempuan. Mattel memberikan gambaran mengenai tokoh Hero perempuan dalam film animasi Barbie adalah tokoh yang juga aktif dalam kelompok kolektif sosial. Tokoh Hero akan mengumpulkan teman-temannya untuk mencapai sebuah tujuan (Cook, 2012, p.45-47), maka itulah tokoh ini akan banyak berpartisipasi dalam masyarakat untuk mempermudah dirinya dalam mengumpulkan teman-teman untuk mengajak mereka melakukan misinya. Selain itu, banyaknya jumlah tokoh Hero juga berada setingkat di bawah tokoh Hero Supporter dibandingkan tokoh lainnya, misalnya mengikuti jasa upacara atau perayaan, partisipasi dalam kelompok/klub sosial, dan pasrtisipasi dalam politik masyarakat lokal. Jika dibandingkan dengan tokoh
Hero Supporter, secara keseluruhan jumlah scene, tokoh Hero tidak banyak
melakukan peran sosial dalam masyarakat. Hal itu sejalan dengan pendapat Cook (2012), bahwa tokoh Hero identik dengan tokoh yang indivudualis (Cook, 2012,
p.45-47), dimana tokoh ini akan bersikap sebagai penyendiri yang beroposisi atas otoritas dan kontrol atas individu (Stefanovici, 1879, p.640).
Selain itu, tokoh ini juga banyak melakukan adegan reproduktif, misalnya menjaga anak, merawat anak, menyiapkan makanan, menyiapkan bahan bakar, dan menjaga kesehatan keluarga. Dibandingkan dengan tokoh lainnya, lebih banyak tokoh Hero yang melakukan peran reproduktif dalam film animasi Barbie. Film ini menunjukkan bahwa meskipun tokoh ini bersifat menyendiri (Cook, 2012, p.46), namun Hero tetap peduli dengan rumah tangga dan keluarga mereka. Adapun peran produktif yang juga dilakukan oleh 6 tokoh Hero dalam film animasi Barbie, dimana peran ini melakukan pekerjaan demi mendapatkan nafkah (Moser, 1993, p.31).
Tokoh Villain merupakan tokoh yang digambarkan sebagai kebalikan dari tokoh Hero. Jika tokoh Hero memiliki tujuan yang menyangkut orang banyak, tokoh Villain memiliki tujuan untuk kepentingan pribadi atau kelompok sendiri (Cook, 2012, p.16-17). Dalam tabel 4.3, peneliti menemukan bahwa indikator yang sering dilakukan tokoh Villain juga ada pada peran-peran sosial namun tidak sebanyak frekuensi tokoh Hero dan Hero Supporter. Peran yang banyak dilakukan oleh tokoh Villain dalam peran masyarakatnya adalah aktivitas peningkatan kualitas masyarakat, yaitu dimana karakter perempuan terlibat dalam penyelenggaraan acara. Tokoh Villain tidak banyak melakukan peran sosial lainnya sebab tokoh Villain tidak memiliki keinginan lain selain tujuannya tercapai, maka itu tokoh ini tidak banyak melakukan aktivitas sosial lainnya. Selain itu, tokoh Villain juga melakukan peran reproduktif yaitu ketika tokoh ini merawat anak, namun frekuensinya tidak banyak dibandingkan dengan tokoh
Hero Supporter. Merawat anak merupakan bagian dari peran yang dijalankan
tokoh Villain sebab anak biasanya menjadi fokus mereka dalam mencapai tujuan mereka.
Gambar 4.38 Gothel berbicara dengan Rapunzel Sumber: Cuplikan Film Barbie as Rapunzel (2002)
Misalnya dalam film Barbie as Rapunzel (2002), tokoh Villain perempuan diperankan oleh Gothel, si pemilik kastil. Gothel ingin membalas dendam kepada Raja Wilhelm atas penolakan cintanya, dengan mencuri puteri Raja Wilhelm yang bernama Rapunzel dan menjadikannya sebagai pelayan kastil. Namun di lain sisi, Gothel justru menceritakan kepada Rapunzel bahwa dia telah menyelamatkan hidup Rapunzel ketika bayi dulu. Rapunzel percaya akan hal itu dan dia pun melayani Gothel seperti melayani ibunya sendiri. Gothel merekayasa kasih sayangnya terhadap Rapunzel sebagai bentuk pembalasannya kepada Raja Wilhelm. Karena itu, terkadang tokoh Villain juga perlu melakukan adegan ini sebagai salah satu langkah untuk mencapai tujuan pribadinya.
Dalam melakukan usahanya, tokoh Villain terkadang memerlukan tokoh
Villain Supporter untuk membantunya menyukseskan usahanya. Tokoh VillainSupporter merupakan orang yang berusaha memblokir jalan Hero untuk
sementara waktu (Vogler, 2007, p.52), agar tokoh Villain bisa mencapai tujuannya. Dalam tabel 4.3, tokoh Villain Supporter terlihat hanya melakukan peran masyarakat dan peran produktif. Peran masyarakat yang dilakukan oleh semua tokoh Villain Supporter adalah mengikuti jasa upacara atau perayaan. Seperti yang kita ketahui bahwa tokoh Hero juga sering melakukan adegan ini, dan acap kali tokoh Villain Supporter mungkin bertindak sebagai penjaga, pengintai, pengawal, bandid, penjaga pintu, atau siapa pun yang berfungsi memblokir jalan Hero untuk sementara (Vogler, 2007, p.52). Peran masyarakat lainnya tidak banyak dilakukan oleh tokoh ini, sebab tokoh Villain Supporter ada untuk membantu tokoh Villain untuk mencapai tujuan pribadi tokoh tersebut.
Tokoh Neutral merupakan tokoh yang tidak berpihak atas tokoh Hero maupun tokoh Villain (Krakowiak 2008, p.77). Terdapat 11 tokoh dari total 15 tokoh Neutral melakukan melakukan indikator merawat anak, yaitu ketika tokoh
Neutral perempuan melakukan sesuatu yang berhubungan langsung dengan anak.
Tokoh Neutral biasanya diperankan oleh Ratu Kerajaan dan Guru, maka itulah tokoh Neutral memberikan perhatian terhadap anak, baik anak itu adalah tokoh jahat ataupun tokoh baik. Selain itu tokoh Neutral juga melakukan peran sosial dimana tokoh tersebut berpartisipasi dalam politik masyarakat lokal. Sebanyak 50% dari jumlah total tokoh Neutral terlibat dalam kelompok politik di masyarakat. Hal ini berarti bahwa meskipun tokoh Neutral tidak berpihak di tokoh
Hero atau Villain, namun tokoh ini juga memerlukan status politik untuk
menunjukkan keberadaan mereka. Misalnya ibu Anneliese dalam film Barbie
asthe Princess and the Pauper (2004) menduduki posisi sebagai Ratu Kerajaan.