TRANSISI KE BERITA SELANJUTNYA
3.3.2 Tahap Editing
Nantinya, gambar-gambar tersebut penulis dapatkan dari berbagai tempat, untuk naskah pertama sendiri penulis dapatkan gambarnya dari website WSBK, MotoGP, dan WSSP. Penulis juga menulis sumber ketika memasukkan gambar ke dalam video yang diunggah.
Sementara untuk gambar-gambar yang ada di naskah kedua, penulis mendapatkannya dari media sosial, baik dari akun klub Manchester United, atau akun pribadi yang tertera dalam naskah tersebut seperti akun Instagram
@Zidane, dan akun Instagram @Pochettino.
Untuk naskah berita yang terakhir, penulis mendapatkannya dari produser Skor Indonesia yang bekerja sama dengan Humas PBSI di turnamen Indonesia Masters. Humas PBSI tersebut juga berpesan untuk mencantumkan sumber dari foto tersebut.
Setelah penulis membuat alur gambar dan naskah berita, kemudian penulis melakukan voice over terhadap naskah tersebut. Penulis sendiri telah diajarkan berbagai cara untuk melakukan voice over oleh produser di Skor Indonesia, yakni memperhatikan tempo, artikulasi harus jelas, posisi badan harus tegak, dan diusahakan menggunakan suara dari perut. Setelah penulis selesai melakukan voice over, penulis melanjutkannya ke proses editing.
3.3.2 Tahap Editing
Menurut Nugroho (2014, p. 215) tahapan ini adalah sebuah proses untuk menyusun berbagai rangkaian shot untuk dijadikan sebuah scene, rangkaian scene yang dijadikan sequence, dan rangkaian sequence yang menjadi sebuah cerita yang utuh. Hal tersebut dilakukan untuk membuat audiens yang menyaksikan merasakan adanya gambar yang bergerak dan menarik perhatian audiens agar tidak bosan. Sebelum mulai untuk melakukan editing, penulis memastikan berbagai komponen yang akan disajikan, mulai dari teks untuk judul, gambar, voice over, serta back sound yang dibutuhkan.
45
Setelah hal tersebut telah penulis lakukan, kemudian penulis menyatukan berbagai komponen di atas dalam tahap editing untuk menghasilkan sebuah video berita olahraga selama tiga hingga empat menit.
Menurut Zettl (2009, p. 306), editing memiliki empat tahap dasar yakni combine, shorten, correct, dan build. Namun, penulis melakukannya sedikit berbeda dengan teori tersebut, penulis menerapkan tahapan editing video untuk Skor Update dengan menggabungkan tahap shorten dan correct.
Berikut adalah proses kerja penulis dalam melakukan editing apabila dihubungkan dengan teori yang telah dikemukakan Zettl:
a) Combine (Menggabungkan)
Tahapan ini adalah tahapan yang paling sederhana karena hanya menggabungkan beberapa bagian gambar atau komponen sebuah video menjadi sebuah urutan yang berkesinambungan (Zettl, 2009, p. 306). Tugas penulis sendiri untuk membuat Skor Update ini adalah untuk menggabungkan berbagai gambar tunggal menjadi sebuah rangkaian cerita yang mudah dipahami oleh audiens. Proses penggabungan gambar ini adalah sebuah kreativitas dari pembuat video tersebut. Di tahap ini, penulis menggabungkan teks, gambar, voice over, dan back sound.
Penulis sendiri telah menyiapkan tiga audio voice over, tiga puluh enam gambar, dan tiga back sound. Serta menggunakan template-template yang telah diberikan oleh produser Skor Indonesia, mulai dari bumper in dan bumper out, fonts, dan juga transisi antar berita. Berbagai komponen tersebut penulis masukkan ke dalam kolom projek di Adobe Premiere CC 2020.
Penulis selalu menyisipkan komponen gambar terlebih dahulu untuk dimasukkan ke dalam projek. Satu klip gambar berdurasi 4 hingga 5 detik. Namun, hal tersebut tidak mutlak karena disesuaikan dengan kalimat yang ada dalam naskah berita. Setelah menyusun tiga puluh enam gambar tersebut, penulis melanjutkan dengan menyusun ketiga voice over tersebut ke dalam
masing-46
masing berita. Kedua komponen tersebut, penulis sesuaikan pergerakannya agar visualnya tersusun dengan rapih. Terakhir, penulis menambahkan back sound di setiap berita tersebut.
Gambar 3. 1 Tangkapan Layar editing video berita
Selain itu juga, pada tahap ini penulis menggunakan software Adobe Photoshop untuk membuat thumbnail dari video berita di Youtube. Seperti pada gambar 3.2 sampul tersebut telah disediakan dalam bentuk template dari Skor Indonesia. Penulis hanya menggabungkan teks dengan gambar. Setelah penulis selesai menggabungkan kedua komponen itu, penulis menyimpannya dengan format file PNG.
47
Gambar 3. 2 Tangkapan Layar Adobe Photoshop Penulis
Skor Indonesia sendiri telah menetapkan ketentuan jenis font, dan warna khusus yang digunakan. Font yang digunakan penulis memiliki nama Bebas Neue. Untuk baris pertama dan baris ketiga harus lebih besar dibandingkan baris-baris lain agar menjadi penanda bahwa di dalam satu video tersebut ada berita lain yang dimuat.
b) Persingkat (Shorten) dan Pembenaran (Correct)
Pada tahap ini, penulis menggabungkan kedua tahap yakni persingkat (shorten) dan pembenaran (correct) menjadi satu tahapan yang sama. Biasanya di tahap ini penulis memotong audio-audio yang dead air, memotong gambar yang terlalu panjang, dan memotong back sound. Pada berita video yang telah penulis paparkan di atas, penulis memotong gambar, voice over, durasi judul sebuah berita, dan memotong back sound. Selain itu penulis juga membenarkan template komponen-komponen kecil seperti header yang penulis ubah warnanya agar tidak terlalu mencolok.
48
Dalam satu video, penulis diimbau untuk tidak lebih dari empat menit, sehingga voice over yang penulis buat banyak yang dipotong durasinya.
c) Membangun (build)
Membangun sebuah cerita tidaklah mudah, seorang video editor harus merancang sebuah cerita berdasarkan gambar ke gambar dengan presisi (Zettl, 2009, p. 309). Penulis ditantang untuk membuat sebuah gambar dan transisi yang efektif untuk membuat sebuah alur cerita yang baik.
Ketika membangun sebuah gambar menjadi sebuah cerita, penulis memanfaatkan pergerakan atau efek yang ada di dalam aplikasi Adobe Premier, yakni efek motion yang ada di bagian position dan scale. Position sendiri berguna untuk menggerakan gambar dari kiri ke kanan, kanan ke kiri, atas ke bawah, dan bawah ke atas. Sementara, scale berfungsi untuk melakukan zoom in dan zoom out. Penulis sendiri mengatur pergerakan tersebut sesuai dengan durasi dari sebuah timeline di Adobe Premier, dan menyesuaikan dengan ukuran gambar.
Gambar 3. 3 Tangkapan Layar Motion di Adobe Premier
49
Penulis menggunakan transisi yang bernama default transition yang telah ada di Adobe Premier. Transisi tersebut berguna untuk menambah estetika video dan gambar per gambar menjadi teratur perpindahannya.
Tak hanya itu, penulis juga menggunakan efek untuk audio, hal ini dilakukan untuk membuat suara voice over lebih jernih apabila diperdengarkan oleh audiens. Penulis menggunakan efek DeNoise pada voice over dan back sound yang penulis gunakan.