BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
B. Saran
1. Perlu dilakukan pengujian terhadap parameter-parameter persyaratan mutu obat tradisional lainnya yang telah diatur dalam Peraturan KBOM RI Nomor 12 Tahun 2014 pada sediaan jamu beras kencur seperti cemaran aflatoksin, cemaran logam berat dan keberadaan mikroba patogen lain contohnya Staphylococcus auerus dan Pseudomonas aeruginosa.
2. Perlu dilakukan pembinaan dan pengawasan terhadap proses produksi jamu oleh pihak yang berwenang seperti meningkatkan pengetahuan para pengolah jamu terkait higienitas, sanitasi serta cara pengolahan obat tradisional yang baik sehingga kualitas jamu terjamin dan mampu memberikan manfaat bagi kesehatan konsumen.
3. Pada penelitian selanjutnya perlu dilakukan pengambilan sampel lebih dari satu kali serta dilakukan pengamatan terkait sumber bahan baku yang digunakan hingga cara penyimpanan jamu.
DAFTAR PUSTAKA
Agoes, A.H., 2010, Tanaman Obat Indonesia Buku 2, Salemba Medika, Jakarta, pp.
57-60.
Arisandi Y., 2009, Khasiat Berbagai Tanaman untuk Pengobatan, Eska Media, Jakarta, pp. 231-234.
ATCC, 2015, Escherichia coli (Migula) Castellani and Chalmers, www.lgcstandars-atcc.org/products/all/25922.aspx?geo_country=gbcharacteristics, Diakses pada tanggal 1 November 2015.
Badan Standardisasi Nasional, 1992, Cara Uji Cemaran Mikroba, SNI 01-2897, Jakarta, pp.1-3, 6-17.
Badan Standardisasi Nasional, 2008, Metode Pengujian Cemaran Mikroba dalam Daging, telur dan susu, serta hasil olahannya, SNI 2897, Jakarta, pp. 1-11.
BPOM RI, 2004, Keputusan Kepala BPOM RI No. 00.05.4.2411 tentang Ketentuan Pokok Pengelompokan dan Penandaan Obat Bahan Alam Indonesia, BPOM, Jakarta.
BPOM RI, 2005, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan No.
HK.00.05.41.1384 tentang Kriteria dan Tata Laksana Pendaftaran Obat Tradisional, Obat Herbal Terstandar dan Fitofarmaka, BPOM, Jakarta.
BPOM RI, 2006, Metode Analisis PPOMN, MA PPOMN no 95/mik/00, Uji Angka Lempeng Total dalam Obat Tradisional, Jakarta, BPOM, pp.97-104.
BPOM RI, 2006, Metode Analisis PPOMN, MA PPOMN no 97/mik/00, Uji Escherichia coli dalam Obat Tradisional, Jakarta, BPOM, pp.112-114.
BPOM RI, 2008, Pengujian Mikrobiologi Pangan, InfoPOM 9 (2), 3-5.
BPOM RI, 2014, Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional, Jakarta, BPOM, pp.16-17.
Bridson, E., Y., 2006, Oxoid manual, 9th Edition, Oxoid Limited, England, pp.337,338.
Brooks, 2005, Mikrobiologi Kedokteran, Salemba Medika, Jakarta, pp.205
Bruckner,Z.M.,2012,GramStaining, serc. - carleton - edu/microbelife/research _methods/microscopy/gramstain.html, Diakses pada tanggal 2 November 2015.
Cappucino, J.G and Natalie Sherman, 2008, Microbiology a Laboratory Manual 8 edition, Pearson education, USA, pp.155-170.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1994, Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 661/ Menkes/SK/VII/1994 tentang Persyaratan Obat Tradisional, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2010, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 003 Tahun 2010 Saintifikasi Jamu Dalam Penelitian Berbasis Pelayanan Kesehatan, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2010, Riset Kesehatan Dasar, DepKes RI, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2012, Peraturan Menteri Kesehatan RI No.007 Tahun 2012 tentang Registrasi Obat Tradisional, Departemen Kesehatan RI, Jakarta.
Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2013, Riset Kesehatan Dasar, DepKes RI, Jakarta.
Dwidjoseputro, 1981, Dasar-Dasar Mikrobiologi, Penerbit Djambatan, Malang, pp.103-128.
Hadioetomo S. Ratna, 1985, Mikrobiologi Dasar dalam Praktek Tehnik dan Prosedur Dasar Laboratorium, PT Gramedia Jakarta, hal.53-56, 100-102, 137-142.
Holt, J.G., Krieg, N.R., Sneath, P.H.A., Staley, J.T., Williams, S.T., 2000, Bergey’s Manual Determinative Bacteriology, 9th edition, Lippincott Williams and Wilkins Company, USA, pp.167,168.
Jinarwanto, 2008, Uji Escherichia Coli Pada Jamu Beras Kencur yang beredar di 3 Pasar Di Kotamadya Yogyakarta, Skripsi, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Jutono, 1972, Dasar-dasar Mikrobiologi untuk Perguruan Tinggi, Penerbit Departemen Mikrobiologi Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Yogyakarta, pp. 279-293.
Lay, B.W., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium Edisi I, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, pp.81-85.
Moini, Jahangir, 2010, Laboratory Procedures for Pharmacy Technicians, Delmar Cengage Learning, USA, pp.165, 166.
Nicholas, P., 2002, Handbook of Water and Wastewater Treatment Technologies, Butterworth-Heinemann, United State of America, pp.460.
Nugraheni, R., 2010, Pengujian Mikrobiologi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Yogyakarta, Surakarta, Universitas Sebelas Maret, pp.44-50.
Nurrahman, Mifbakhuddin, Dewi Purnamasari, 2010, Hubungan Sanitasi Dengan Total Mikroba dan Total Koliform Pada Jamu Gendong di RT.1 RW.2 Kelurahan Kedung Mundu Kecamatan Tembalang Kota Semarang, Jurnal Kesehatan Vol.3 No 1, pp. 6-13.
Pramudya, 2008, Uji Angka Kapang/Khamir dalam jamu gendong Beras Kencur yang beredar di Tiga Pasar di Kotamadya Yogyakarta, Skripsi, Fakultas Farmasi, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Pratiwi, S.T., 2008, Mikrobiologi Farmasi, Erlangga, Jakarta, pp.178, 180-184.
Radji, M., 2010, Buku Ajar Mikrobiologi Panduan Mahasiswa Farmasi &
Kedokteran, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp. 27-37, 97-99, 269-274.
Ryan KJ, Ray CG., 2003, Sherris Medical Microbiology : An Introduction to Infectious Diseases, Medical Publishing Division, 175 (6).
Santoso, S.S., 2000, Penelitian Manfaat Pengobatan Tradisional untuk Penyembuhan Penyakit Tidak Menular, JKPKBPPK/Badan Litbang Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial, http://digilib.litbang.depkes.go.id pada tanggal 29 Agustus 2015.
Sears, B.W., 2011, Intisari Mikrobiologi & Imunologi, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta, pp.1-5.
Sedarmayanti, Hidayat, 2011, Metodologi Penelitian, Penerbit Mandar Maju, Bandung, pp.131-132.
Sembiring, B., 2007, Teknologi Penyiapan Simplisia Terstandar Tanaman Obat, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik, Bogor, http://balittro.litbang.deptan.go.id/index.php?option=com_content&task=view
&id=75&item=38 , diakses pada tanggal 25 Agustus 2015.
Sholichah, V., 2012, Kualitas Mikrobiologi Jamu Gendong Jenis Kunir Asem yang Diproduksi di Kelurahan Merbung, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jurnal Kesehatan Masyarakat., 1 (2), 504-513.
Soegihardjo, C.J., 2002, Perkembangan Obat Tradisional dan Pembuatan Obat Tradisional, Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Soemarno, 2000, Isolasi dan Identifikasi Bakteri Klinik, Akademi Analis Kesehatan Yogyakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Yogyakarta, pp. 38-39, 105-108, 129-137.
Suharmiati dan Handayani L., 2005, Cara Benar Meracik Obat Tradisional, Penerbit Agromedia Pustaka, Jakarta, pp. 1-2, 39-41.
Suharmiati, 2003, Menguak Tabir dan Potensi Jamu Gendong, Penerbit Agromedia Pustaka, Jakarta, pp. 2-4, 33-35.
Sultana, Y., 2007, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology : Sterilization Methods and Principles, Departement of Pharmaceutics Faculty of Pharmacy Jamia Hamdard Nagar New Delhi, pp.3-4.
Suriawiria, U., 1986, Pengantar Mikrobiologi Umum, Penerbit Angkasa Bandung, Bandung, pp. 60-68.
Susan, J.B,. 2001, Jamu The Ancient Indonesian Art of Herbal Healing, Tuttle Publishing, Singapore, pp. 1-7.
Syarief, R., L.Ega, C.C. Nurwitri, 2003, Mikotoksin Bahan Pangan, Institut Pertanian Bogor Press. Bogor, pp.137.
Tarigan, J., 1988, Pengantar Mikrobiologi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Proyek Pengembangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan, Jakarta, pp. 34-38, 113-116, 173-174.
Wasito, H., 2011, Obat Tradisional Kekayaan Indonesia, Graha Ilmu, Yogyakarta, pp.17-19.
Zulaikhah, S.T., 2005, Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencemaran Mikroba Pada Jamu Gendong, Makara Kesehatan, Vol.2 No.1.
102
LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat ijin penelitian di Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta
Lampiran 2. Nilai ALT dan perhitungan ALT sampel jamu beras kencur Pedagang 1 inkubasi 48 jam
Sampel A (Pedagang 1)
Pengenceran Jumlah koloni masing-masing petri
Nilai ALT (CFU/mL) Petri 1 Petri 2 Rata-rata
Replikasi 1
10-1 ∞ ∞ ∞
1,2 x 106 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 120 112 116
10-5 20 12 16
10-6 4 2 3
Replikasi 2
10-1 ∞ ∞ ∞
1,3 x 106 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 134 126 130
10-5 24 22 23
10-6 3 3 3
Replikasi 3
10-1 ∞ ∞ ∞
1,1 x 106 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 91 111 101
10-5 20 28 24
10-6 8 6 7
Nilai ALT Sampel A 1,2 x 106 koloni/mL
Sampel A (Pedagang 1)
Dipilih pengenceran 10-4 karena pada pengenceran tersebut terdapat jumlah koloni yang berada pada range perhitungan, yaitu cawan yang memiliki 25 koloni sampai dengan 250 koloni.
Perhitungannya sebagai berikut : a. Replikasi 1 = 120 +112
2 x 10000 = 1.160.000 1,2 x 106 koloni/mL
b. Replikasi 2 = 134 +126
2 x 10000 = 1.300.000 1,3 x 106 koloni/mL c. Replikasi 3 = 91+111
2 x 10000 = 1.010.000 1,1 x 106 koloni/mL Nilai ALT sampel A = (1,2 x 106 + 1,3 x 106 + 1,1 x 106)
3
= 1,2 x 106 koloni/mL
Lampiran 3. Nilai ALT dan perhitungan ALT sampel jamu beras kencur Pedagang 2 inkubasi 48 jam
Sampel B (Pedagang 2)
Pengenceran Jumlah koloni masing -masing petri
Nilai ALT (CFU/mL) Petri 1 Petri 2 Rata-rata
Replikasi 1
10-1 ∞ ∞ ∞
1,7 x 108 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 ∞ ∞ ∞
10-5 276 272 274
10-6 167 173 170
Replikasi 2
1,9 x 108 koloni/mL
10-1 ∞ ∞ ∞
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 ∞ ∞ ∞
10-5 268 284 276
10-6 182 194 188
Replikasi 3
10-1 ∞ ∞ ∞
1,6 x 108 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 ∞ ∞ ∞
10-5 253 269 261
10-6 154 168 161
Nilai ALT Sampel B
1,7 x 108 koloni/mL
Sampel B (Pedagang 2)
Dipilih pengenceran 10-6 karena jumlah koloni pada pengenceran tersebut dalam batas yang sesuai yaitu masuk dalam range 25 koloni sampai dengan 250 koloni, sedangkan cawan lainnya lebih dari 250 koloni.
Perhitungannya sebagai berikut : a. Replikasi 1 = 167 +173
2 x 1000000 = 17.0000.000 1,7 x 108 koloni/mL b. Replikasi 2 = 182 +194
2 x 1000000 = 188.000.000 1,9 x 108 koloni/mL c. Replikasi 3 = 154 +168
2 x 1000000 = 161.000.000 1,6 x 108 koloni/mL Nilai ALT sampel B = (1,7x 108 + 1,9 x 108 + 1,6 x 108)
3
= 1,7 x 108 koloni/mL
Lampiran 4. Nilai ALT dan perhitungan ALT sampel jamu beras kencur Pedagang 3 inkubasi 48 jam
Sampel C (Pedagang 3)
Pengenceran Jumlah koloni masing-masing petri
Nilai ALT (CFU/mL) Petri 1 Petri 2 Rata-rata
Replikasi 1
10-1 ∞ ∞ ∞
2,7 x 108 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 ∞ ∞ ∞
10-5 352 342 347
10-6 232 224 228
Replikasi 2
10-1 ∞ ∞ ∞
2,2 x 108 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 ∞ ∞ ∞
10-5 306 318 312
10-6 226 220 223
Replikasi 3
10-1 ∞ ∞ ∞
2,1 x 108 koloni/mL
10-2 ∞ ∞ ∞
10-3 ∞ ∞ ∞
10-4 ∞ ∞ ∞
10-5 278 272 275
10-6 218 210 214
Nilai ALT Sampel C 2,3x108 koloni/mL
Sampel C (Pedagang 3)
Dipilih pengenceran 10-6 karena jumlah koloni pada pengenceran tersebut dalam batas yang sesuai yaitu masuk dalam range 25 koloni sampai dengan 250 koloni, sedangkan cawan lainnya lebih dari 250 koloni.
Perhitungannya sebagai berikut :
a. Replikasi 1 = 232 +224
2 x 1000000 = 228.000.000 2,7 x 108 koloni/mL b. Replikasi 2 = 226 +220
2 x 1000000 = 223.000.000 2,2 x 108 koloni/mL c. Replikasi 3 = 218 +210
2 x 1000000 = 214.000.000 2,1 x 108 koloni/mL Nilai ALT sampel C = (2,7x 108 + 2,2 x 108 + 2,1 x 108)
3
= 2,3 x 108 koloni/mL
Lampiran 5. Foto ALT sampel jamu beras kencur pada inkubasi 48 jam
Sampel jamu dari pedagang 1
Kontrol Media PCA Kontrol Pelarut BPW
ALT Pengenceran 10-1
ALT Pengenceran 10-6 ALT Pengenceran 10-5
ALT Pengenceran 10-4 ALT Pengenceran 10-3
ALT Pengenceran 10-2
Sampel jamu dari pedagang 2
ALT Pengenceran 10-6
ALT Pengenceran 10-1 ALT Pengenceran 10-2
ALT Pengenceran 10-3 ALT Pengenceran 10-4
ALT Pengenceran 10-5
Sampel jamu dari pedagang 3
ALT Pengenceran 10-1 ALT Pengenceran 10-2
ALT Pengenceran 10-3 ALT Pengenceran 10-4
ALT Pengenceran 10-5 ALT Pengenceran 10-6