3.3. Metode Penelitian
3.3.2. Tahap II: Pengaruh konsentrasi bahan pengawet
ppm asiditas = Volume x N NaOH x bobot setara CH3COOH x 1000 x Fp
ml contoh Dimana: Bobot setara CH3COOH = 60
Fp = Faktor pengenceran b. Kadar fenol-Metode (AOAC, 1990).
Prinsip: Penetapan kadar fenol total yang terdapat dalam asap cair dioksidasi oleh bromat bromida dan selanjutnya dititrasidengan Na2S2O3 (Thio).
Cara kerja:
Timbang sebanyak 0.5-0.6 gram sampel, lalu dimasukkan dalam labu (ukuran 250 ml). Kemudian tambahkan 5 ml larutan NaOH 0.2 N, dan encerkan dengan 30 ml aquadest sampai tanda tera. Dari larutan tersebut dipipet 25 ml dan masukkan ke dalam erlenmeyer (ukuran 300 ml), lalu ditambah (pipet) 25 ml bromat bromida 0.2 N, 50 ml aquadest; 5 ml HCL pekat, (goyang 1 menit) agar homogen. Tambahkan 5 ml larutan Kalium Iodida 15% (goyang 1 menit) dan 5 tetes amilum (indikator) goyang 1 menit. Selanjutnya titrasi dengan larutan (Na2S2O3) 0.1 N (a ml) sebagai indikator, sampai terjadi perubahan warna menjadi bening. Dilakukan juga terhadap blanko, yaitu dengan menggunakan prosedur diatas tetapi tidak menggunakan sampel (b ml) titrasi sampai bening.
Kadar fenol = [(b-a) x N Thio x BM Fenol/Fp 6 x 1000] 0.1 x berat contoh
Dimana: a = ml Thio 0.1 N untuk titrasi contoh b = ml Thio 0.1 N untuk titrasi blanko BM fenol = 94
Fp = Faktor pengenceran
6 = Jumlah atom brom yang dipakai pada proses bromisasi 5-30 menit
3.3.2. Tahap II: Pengaruh konsentrasi bahan pengawet
Pada tahap ini dilakukanpembuatan contoh uji kayu karet dengan ukuran 2.5 cm x 2.5 cm x 0.5 cm (Komisi Pestisida Departemen Pertanian, 1995). Kayu yang
32 akan diawetkan harus dalam keadaan kering udara, yaitu kadar air maksimal 15% untuk proses rendaman dingin. Kayu yang akan diawetkan dimasukkan ke dalam botol gelas yang berisi bahan pengawet dan palang penahan agar supaya contoh uji tidak terapung. Contoh uji yang akan diawetkan dipilih 3 sampel kayu yang mewakili seluruh contoh uji untuk mengukur kadar air kayu. Pengukuran kadar air menggunakan oven (metode gravimetri) pada metode ini contoh uji kayu yang telah dibuat ditimbang dan kemudian dimasukkan dalam oven dengan suhu 100±3 ºC sampai mencapai berat konstan. Kadar air kayu dihitung berdasarkan selisih berat kayu awal dan akhir sesudah kering oven.
Pengawetan kayu dilakukan dengan cara merendam contoh uji kayu ke dalam larutan bahan pengawet pada konsentrasi yang telah ditetapkan selama 24 jam. Perpanjangan pereode rendaman dingin satu sampai tujuh hari pada pengawetan kayu sengon dengan menggunakan asam borat tidak menyebabkan kenaikan jumlah retensi (Martawijaya dan Barley, 1982). Pencampuran borax dan asam borat dengan perbandingan 1.54 bagian borax dan 1 bagian asam borat. Konsentrasi larutan dinyatakan dalam satuan persentase berdasarkan perhitungan berat bahan aktif dibagi berat larutan. Seperti contoh bila berat bahan pengawet borax 4% sama dengan 4 gram bahan untuk 100 gram larutan atau setiap 4 gram bahan ditambahkan 96 ml air. Penentuan konsentrasi ini berdasarkan (Petunjuk Teknis Pengawetan Kayu, 1996).
Contoh uji tersebut dibuat perlakuan bahan pengawet dengan konsentrasi asap cair 10%, 20%, 30% dan bahan pengawet borax 2%, 4% dan 6%. Selain itu ada kontrol untuk mengetahui respon bahan pengawet tanpa perlakuan. Setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali. Kebutuhan bahan pengawet yang diperlukan untuk membuat zat terlarut pada asap cair sebesar 720 ml dan bahan pengawet borax sebesar 144 gram pada berbagai konsentrasi perlakuan bahan pengawet. Pelarut yang digunakan untuk membuat konsentrasi larutan adalah aquades sebesar 1.312 ml. Konsentrasi larutan (bahan pengawet), yang telah disiapkan digunakan untuk merendam contoh uji kayu karet sebanyak 48 buah.
Setelah diawetkan contoh uji yang telah diberi perlakuan tersebut dikering-anginkan pada suhu ruang sampai mencapai berat konstan. Untuk mencapai berat
33 konstan contoh uji kayu seberat 20 gram membutuhkan waktu 5-20 jam. Selanjutnya contoh uji ditimbang untuk mendapatkan berat akhir yang digunakan dalam pengukuran retensi. Retensi bahan pengawet dihitung berdasarkan penimbangan selisih berat masing-masing contoh uji sebelum dan sesudah diawetkan.
Contoh uji yang telah diawetkan dimasukkan kedalam botol dengan cara meletakkan berdiri pada dasar botol dan disandarkan sedemikian rupa sehingga salah satu bidang terlebar kayu tersebut menyentuh dinding botol. Botol gelas tersebut dimasukkan campuran pasir dan tanahsteril sebanyak 200 gram dengan kadar air 7%. Selanjutnya di dalam setiap botol dimasukkan 220 ekor rayap tanah (terdiri dari 200 ekor rayap pekerja dan 20 ekor rayap prajurit) yang sehat dan aktif (Komisi Pestisida Departemen Pertanian, 1995). Bagian mulut setiap botol ditutup dengan almunium foil dan diberi lubang kecil di bagian atasnya. Jika kadar air tanah turun atau menjadi kering, maka di dalam botol tersebut ditambahkan air secukupnya sehingga kadar air kembali seperti semula.
Uji efikasi bahan pengawet merupakan salah satu upaya untuk mengetahui keefektifan bahan pengawet dari serangan rayap tanah. Pengujian tersebut memberikan gambaran reaksi hama perusak kayu terhadap bahan pengawet yang diuji. Prinsip kerja bahan pengawet kayu adalah merusak bagian dalam tubuh serangga setelah masuk melalui mulut menembus dinding pencernaan, menghambat kerja enzim dan terganggunya proses metabolisme protozoa yang hidup pada usus belakang rayap selanjutnya rayap akan mengalami kematian. Kematian diduga karena adanya senyawa dalam asap cair beracun bagi rayap.
Setiap minggu aktifitas rayap dalam botol diamati dan dicatat kemudian disimpan ditempat yang gelap dengan temperatur 27 ± 3 ºC selama 3 minggu. Setelah dilakukan pemaparan pada rayap pengukuran dilakukan dengan cara menimbang contoh uji untuk melihat kehilangan berat. Pengukuran kehilangan berat dihitung berdasarkanselisih berat contoh uji sebelum dan sesudah akhir pengujian.Selain itu juga dilakukan pengamatan terhadap kadar air, retensi, kematian rayap, penurunan berat dan derajat proteksi. Secara umum, prosedur penelitian tersaji pada Gambar 5.
34
Gambar 5. Diagram alir penelitian Contoh uji kayu karet
2.5 cm x 2.5 cm x 0.5 cm
Pengukuran dan pengamatan: - Kadar air kayu
- Retensi bahan pengawet - Kematian rayap (mortalitas) - Kehilangan berat (weight lost) - Derajat proteksi
Penirisan suhu ruang Penimbangan
Penimbangan
Uji efikasi Pemasukan contoh uji
ke dalam botol gelas
Inkubasi (3 minggu) Pengawetan
1. Asap cair: 0%, 10%, 20%, 30% 2. Borax: 0%, 2%, 4%, 6%
Pemasukan rayap tanah Penambahan pasir
Penutupan Pengukuran kadar air
Perendaman contoh uji