• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap Konstruksi

Dalam dokumen 4.Laporan Ukl Upl Jalan (Halaman 45-56)

mmm&m

B. Tahap Konstruksi

1. Mobilisasi Alat Berat dan Pengadaan Material

Pekerjaan mobilisasi alat berat akan Dipantau secara bertahap sesuai dengan kebutuhan alat berat tersebut,demikian pula dengan pengadaan material proyek. Jumlah dan mutu material proyek akan dikumpulkan di base camp sesuai spesifikasi. Upaya pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana pemantauan adalah sebaaai berikut :

a). Jenis dampak

Dampak yang ditimbulkan oleh mobilisasi alat berat dan pengangkutan material adalah :

• Penurunan kualitas udara berupa peningkatan kadar debu dan peningkatan kebisingan

• Gangguan lalu lintas • Persepsi masyarakat

b). Indikator Dampak

Sebagai indikator dari dampak kualitas udara dan kebisingan adalah :

3 Package 2 • Sebaran debu di udara akibat kegiatan mobilisasi

• Daun, genteng, atau benda lain di sekitar lokasi kegiatan berdebu

• Keluhan masyarakat

Dan sebagai indikator dampak adanya gangguan lalu lintas adalah:

• Panjang antrian kendaraan • Bertambahnya waktu cempuh

c). Upaya Pemantauan Lingkungan

Upaya, lokasi, waktu dan pelaksana pemantauan untuk

mencegah/rnengurangi atau menanggulangi dampak negatif terhadap kualitas udara dankebisingan adalah berikut ini:

(1). Terhadap Penurunan Kualitas Udara

• Memantau pengangkutan tanah/agregat halus dengan bak tertutup. Dipantau selama kegiatan, terutama musim kemarau oleh Konsultan Pengawas.

(2). Terhadap Gangguan Lalu Lintas Akibat Pekerjaan Mobilisasi Mat Berat dan Pengadaan Material

• Memantau mobilisasi alat berat di sepanjang jalur mobilisasi alat berat selama kegiatan berlangsung, Dipantau oleh Konsultan Pengawas

• Memantau kendaraan kelaikan yang akan dimobilisai di bengkel selama mobilisasi, dilaksakan oleh Konsultan Pengawas

2. Pengadaan Tenaga Kerja

Pekerjaan konstruksi akan memerlukan tenaga kerja. Hal ini merupakan dampak positif mengingat adanya kesempatan kerja bagi pekerja lokal. Disamping itu pada tahap konstruksi dimungkinkan akan munculnya warung makan darurat untuk melayani pekerja proyek.

Penerimaan tenaga kerja dari luar wilayah akan menimbulkan kecemburuan sosial oleh penduduk lokal apabila mereka tidak diberikan kesempatan terlibat bekerja di proyek..

a). Jenis Dampak

Jenis dampak yang timbul dari kegiatan pengadaan tenaga kerja adalah: • Jika pengadaan tenaga kerja tidak berdasarkan seleksi yang baik maka

kualitas hasil kerja rendah dan kemungkinan terjadi kecelakaan.

• Kecemburuan tenaga kerja lokal akibat penyerapan tenaga kerja dan kesempatan berusaha di proyek tidak diperoleh.

b). Indikator Dampak

Indikator-indikator dari jenis dampak tersebut diatas adalah:

• Kualitas hasil kerja rendah dan terjadinya kecelakaan

• Pembicaraan masyarakat setempat bersifat negatif karena tidak diberi kesempatan terlibat bekerja di proyek; gangguan keamanan.

c). Cara Pemantauan, Lokasi, Waktu dan Pemantau

Cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana pemantauan lingkungan adalah sebagai berikut:

(1). Terhadap Kualitas Hasil Kerja Rendah dan Terjadi Kecelakaan

• Memantau perekrutan tenaga lokal di sekitar proyek saat

merekrut tenaga kerja, Dipantau oleh Pimpro

(2). Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja dan Kesempatan Kerja • Mengecek sub kontraktor untuk pekerjaan minor misalnya

pekerjaan pasangan untuk saluran diserahkan kepada kontraktor golongan lemah, Dipantau oleh Pimpro

Pembuatan dan pengoperasian base camp merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan dampak negatif .

a). Jenis Dampak

Jenis dampak yang timbul dari kegiatan pambuatan dan pengoperasian base camp adalah :

• Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan • Air permukaan sekitar base camp berpotensi tercemar

• Kesehatan masyarakat sekitar base camp menurun akibat kualitas udara menurun, jadi merupakan dampak turunan.

• Masyarakat sekitar jalan masuk base camp rawan kecelakaan lalulintas.

• Pekerja berpotensi mendapatkan kecelakaan kerja. • Kerusakan jalan masuk ke base camp

• Persepsi masyarakat menurun

b). Indikator Dampak

Sebagai indikator dampak dari kegiatan pembuatan dan pengoperasain base camp terhadap kualitas udara dan kebisingan adalah:

• Kandungan debu diudara sek'tar base camp • Peningkatan kebisingan disekitar base camp

• Daun, genteng dan benda lain disekitar base camp nampak berdebu • Keluhan masyarakat terhadap aktifitas disekitar base camp

• Penderita saluran pernapasan meningkat

c). Cara Pemantauan, Lokasi, Waktu Dan Pemantau

Cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana pengelolaan lingkungan dapat dilakukan sebagi berikut ini:

(1). Terhadap Penurunan Kualitas Udara dan Peningkatan Kebisingan

UKL UPL SNNR Section 3 Package 2

• Mengecek apakah Dust Collector AMP dilengkapi penyemprot air atau sistem yang mencemari udara dan pengangkutan agregat halus di dalam bak tertutup, berlokasi di base camp. Dipantau oleh Pimpro, Konsultan Pengawasan, dan Bapedalda

• Memantau pembatasan jam kerja misalnya dari jam 06.00-18.00, berlokasi di base camp. Dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas.

• Memantau lokasi base camp sedapat mungkin tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk, berlokasi di base camp. Dipantau oleh Pimpro, Bapedalda dan Pemkot Xxxxxxxx (pemberi ijin lokasi) sebelum dan saat

base camp dibangun

(2). Terhadap Air Permukaan

• Memantau penyediaan sarana MCK di base camp, Dipantau saat operas! oleh Konsultan Pengawas.

• Memantau penyediaan tempat pembuangan residu, minyak pelumas bekas. Dipantau saat operasi oleh Konsultan Pengawas.

4. Pembersihan Lahan

Pembersihan lahan merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan dampak negatif .

a). Jenis Dampak

Jenis dampak yang timbul dari kegiatan pebersihan lahan adalah • Penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan

• Kesehatan masyarakat sekitar base camp menurun akibat kualitas udara menurun, jadi merupakan dampak turunan.

• Terjadinya gangguan saluran air akibat tersumbatnya saluran • Kerusakan utilitas umum

b). Indikator Dampak

Sebagai indikator dampak dari kegiatan pembersihan lahan terhadap kualitas udara dan kebisingan adalah:

Section 3 Package 2 • Tidak berfungsinya utilitas umum

• Adanya genangan air setempat

• Daun, genteng dan benda lain nampak berdebu

c). Cara Pemantauan, Lokasi, Waktu Dan Pemantau

Cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana pengelolaan lingkungan dapat dilakukan sebagi berikut ini:

(1).Terhadap Penurunan Kualitas Udara Akibat Kegiatan Pembersihan Lahan

• Memantau penyiraman secara berkala di lokasi pekerjaan tanah dan pembuangan tanah diangkut dengan bak truk tertutup, dipantau oleh Konsultan Pengawas saat pelaksanaan.

• Memantau pembatasan jam kerja dari jam 06.00- 18.00. Dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas saat pelaksanaan.

(2). Terhadap Gangguan Saluran Air Akibat Kegiatan Pembersihan Lahan • Memantau lokasi pembuangan top soil/ tanah di lokasi kegiatan,

dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas saat kegiatan berlangsung

• Memantau pembuatan saluran air sementara, dipantau oleh Konsultan Pengawas saat kegiatan berlangsung

(3). Terhadap Kerusakan/Hilangnya Beberapa Utilitas Umum Akibat Kegiatan Pembersihan Tanah

• Memantau pemindahan jaringan utilitas umum yang

diperkirakan akan terganggu dengan melakukan koordinasi dengan instansi terkait, dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas saat kegiatan akan berlangsung.

UKL UP ISNNR Section 3 Package 2 5. Pekerjaan Tanah

Pekerjaan tanah mencakup pekerjaan galian dan timbunan badan jalan.

a). Jenis Dampak

Jenis dampak dari pekerjaan tanah adalah:

• Penurunan kualitas udara berupa peningkatan kadar debu dan peningkatan kebisingan.

• Tergangguan saluran air yang ada dan aliran air hujan • Rusaknya jaringan utilitas umum.

• Persepsi masyarakat menurun merupakan dampak turunan dari dampak di atas.

b). Indikator Dampak

Sebagai indikator dari dampak-dampak tersebut diatas adalah : • Meningkatnya kadar debu .

• Keluhan masyarakat

• Tersumbatnya drainase dan terjadinya genangan air.

c). Cara Pemantauan, Lokasi, Waktu Dan Pemantau

Cara pemantauan, lokasi, waktu dan pelaksana pemantauan lingkungan untuk menangyulangi dampak peningkatan pencemaran udara dan kebisingan adalah sebagai berikut :

(1). Terhadap Peningkatan Kadar Debu dan Kebisingan Akibat Pekerjaan Tanah

• Memantau penyiraman secara berkala di lokasi pekerjaan tanah dan pengangkutan tanah dengan bak tertutup. Dipantau oleh Konsultan Pengawas saat pelaksanaan

• Memantau pembatasan jam kerja dari jam 06,00 18.00 . Dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas saat

pelaksanaan

(2). Terhadap Terganggunya Saluran Air Akibat dari Pekerjaan Tanah

menghambat aliran air. Dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas saat pelaksanaan

• Memantau pembuatan saluran air sementara. Dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas saat pelaksanaan

(3). Terhadap Kerusakan/Hilangnya Beberapa Utilitas Umum Akibat Pekerjaan Tanah

• Memantau perbaikan utilitas umum dan hasil koordinasi dengan instansi terkait. Dipantau oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas saat pelaksanaan

6. Pekerjan Saluran

Pekerjaan Saluran dimana rata-rata elevasi jalan berada dibawah elevasi tanah diluar Damija. Pekerjaan ini terkait dengan program untuk mengatasi rob (genangan banjir).

a). Jenis dampak

Jenis dampak dari pekerjaan saluran adalah:

• Banjir didaerah diluar Damija akibat air dari jalan dan saluran yang kurang efektif berfungsi.

• Persepsi masyarakat Inenurun merupakan dampak turunan.

b). Indikator Dampak

Sebagai indikator dari dampak-dampak tersebut diatas adalah: • Banjir di tanah penduduk.

• Keluhan masyarakat

c). Cara Pemantauan, Lokasi, Waktu Dan Pemantau

Cara, lokasi, waktu dan pelaksana pemantauan lingkungan untuk menanggulangi dampak peningkatan pencemaran udara dan kebisingan adalah sebagai berikut berikut :

UKL UPL SNNR Section 3 Package 2 (1). Terhadap Dampak Banjir di Lahan Penduduk Akibat Air Dari Jalan

• Mengecek shop drawing, surat permohonan mulai kerja dan perencanaan saluran dengan baik. Dipantau oleh Konsultan Pengawas saat pelaksanaan.

7. Perkerasan Berbutir

a). Jenis dampak

Jenis dampak dari kegiatan pekerjaan perkerasan berbutir yaitu lapisan pondasi bawah dan lapisan pondasi atas:

• Dampak pembuatan agregat lapisan pondasi jalan di base camp sudah diuraikan dalam dampak pengoperasian base camp

• Dampak pada waktu pengangkutan agregat berupa sebaran debu • Potensi timbulnya kecelakaan lalulintas akibat kencangnya

kendaraan proyek

• Kualitas udara di lokasi penghamparan menurun

• Terjadinya banjir setempat akibat penempatan agregat yang menyumbat aliran air

• Persepsi masyarakat menurun sebagai dampak turunan dampak tersebut diatas.

b). Indikator dampak

Sebagai indikator dampak pekerjaan perkerasan berbutir adalah: • Kadar debu meningkat

• Genangan air • Keluhan masyarakat

c). Upaya Pemantauan Lingkungan

Upaya pemantauan lingkungan akan dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu, dan pelaksana pemantauan seperti berikut ini :

(1). Terhadap Kualitas Udara dan Banjir Setempat Akibat Pekerjaan Perkerasan Berbutir

terpal sepanjang ruas jalan yang dilewati. Saat pengangkutan t

dipantau oleh Konsultan Pengawas

• Memantau penempatan agregat dengan memperhatikan aliran air yang ada di lokasi penempatan agregat. Saat pelaksanaan dipantau Konsultan Pengawas

8. Perkerasan Aspal

a). Jenis dampak

Jenis dampak dari kegiatan pekerjaan perkerasan aspal dapat dilihat yaitu pada tempat pembuatan campuran aspal panas, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan.

• Dampak pembuatan agregat perkerasan aspal di base camp sudah diuraikan dalam dampak pengoperasian base camp

• Dampak pada waktu pengangkutan material berupa kecelakaan lalulintas akibat kencangnya kendaraan proyek

• Potensi timbulnya kecelakaan kerja pada waktu penghamparan perkerasan aspal apalagi jika lalu lintas dibuka untuk umum

• Persepsi masyarakat menurun sebagai dampak turunan dampak tersebut diatas.

b). Indikator dampak

Sebagai indikator dampak pekerjaan perkerasan berbutir adalah:

• Kadar debu meningkat akibat operasi AMP dan stone chrusher • Kecelakaan lalulintas

• Kecelakaan kerja • Keluhan masyarakat

c). Upaya Pemantauan Lingkungan

Upd/a pemantauan lingkungan akan dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu, dan pelaksana pemantauan, seperti berikut ini :

UKL UPL SNNR Section 3 Package 2 (1). Terhadap Penurunan Kualitas Udara dan Meningkatnya

Kebisingan Akibat Pembuatan Campuran Aspal Panas

• Mengecek dust collector yang dilengkapi alat penyemprot air atau sistem yang tidak mencemari air di lokasi base camp. Saat pembuatan dipantau Pimpro, Konsultan Pengawas, dan Bapedalda

• Memantau pembatasan jam kerja base camp dari jam 6 pagi sampai jam 18. Saat pelaksanaan dipantau Pimpro, Konsultan Pengawas, dan Bapedalda

(2). Terhadap Gangguan Lalu Lintas dan Kecelakaan Kerja Akibat Kegiatan Pekerjaan Perkerasan Aspal

• Memantau pemasangan rambu-rambu lalu lintas sementara pada jalan masuk ke base camp dan pengaturan kecepatan kendaraan pengangkut material aspal dalam batas yang aman di jalan masuk ke base camp dan ruas jalan yang dilewati. Selama kegiatan berlangsung dipantau oleh Kontraktor

• Memeriksa surat pengalaman kerja pengujian pada waktu . merekrut pekerja. Selama kegiatan berlangsung dipantau

oleh Pimpro dan Konsultan Pengawas

9. Pekerjaan Bahu Jalan

a). Jenis dampak

Jenis dampak dari kegiatan pekerjaan bahu jalan dengan agregat : • Dampak pembuatan agregat untuk bahu jalan di base camp sudah

diuraikan dalam dampak pengoperasian base camp

• Dampak pada waktu pengangkutan agregat berupa sebaran debu • Potensi timbulnya kecelakaan lalu lintas akibat kencangnya

kendaraan proyek

• Kualitas udara di lokasi penghamparan menurun

• Terjadinya banjir setemnpat akibat penempatan agregat yang menyumbat aliran air

Section 3 Package 2 • Persepsi masyarakat menurun sebagai dampak turunan dampak

tersebut diatas.

b). Indikator dampak

Sebagai indikator dampak pekerjaan perkerasan berbutir adalah:

• Kadar debu meningkat

• Genangan air

• Keluhan masyarakat

c. Upaya Pemantauan Lingkungan

Upaya pemantauan lingkungan akan dirinci berdasarkan cara pemantauan, lokasi, waktu, dan peiaksana pemantauan seperti berikut ini :

(1). Terhadap Penurunan Kualitas Udara dan Banjir Setempat Akibat Pekerjaan Perkerasan Berbutir

• Memberi catatan pada surat permohonan mulai kerja dan memantau pengangkutan agregat dengan bak truk tertutup terpal di sepanjang ruas jalan yang dilewati. Pada saat pengangkutan dipantau oleh Konsultan Pengawas.

• Memantau penempatan agregat dengan memperhatikan aliran air yang ada di lokasi penempatan agregat. Pada saat pelaksanaan dipantau oleh Konsultan Pengawas

Dalam dokumen 4.Laporan Ukl Upl Jalan (Halaman 45-56)

Dokumen terkait